NovelToon NovelToon
The Moon Curse

The Moon Curse

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Kutukan
Popularitas:337
Nilai: 5
Nama Author: stella bluebell

wanita miskin yg biasa-biasa saja tiba tiba jadi putri bangsawan?
violenne lavienna arabelle wanita biasa berusia 29 tahun,yg bekerja di kota Nanterre,Paris.
Dia adalah wanita yg tidak mendapatkan peran keluarga,dan tidak tahu apa itu 'pulang' dia selalu bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya yaitu memiliki keluarga yg harmonis.

usahanya sedikit lagi akan membuahkan hasil tapi...takdir berkata lain.dia tiba tiba saja mati,bukan tertabrak,bukan tertembak,bukan juga tertusuk,lalu apa?

semuanya terjadi begitu cepat,tanpa ada yg menyadari,ia sendiri juga tidak tahu apa yg sedang terjadi pada dirinya,lalu apakah hidupnya akan berakhir begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon stella bluebell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 - Pernikahan

 Pernikahan Nichol dan Alice akhirnya dimulai di gereja suci ibukota. Upacara berlangsung dengan khidmat, hingga pendeta menanyakan apakah mereka bersedia menerima satu sama lain dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit. Keduanya menjawab ya, lalu bersumpah di hadapan Dewi Kehidupan, Teressha, dan Dewi Dunia, Siverine, untuk tetap bersama hingga akhir hayat. Setelah sumpah itu selesai, seluruh tamu bertepuk tangan meriah.

 Namun, di tengah suasana bahagia itu, aku menyadari ada sesuatu yang aneh. Kedua orang tuaku tampak seperti sedang menunggu seseorang. Ayah bahkan terlihat pucat. "Ayah, Ibu, kalian sedang menunggu siapa?" tanyaku. Ibu hanya tersenyum kecil sebelum menjawab bahwa semua saudara mereka belum datang. "Tapi Kak Eric sudah datang?" kataku. Ayah langsung menatapku ragu. "Jangan bercanda dia bahkan tak terlihat dimana pun," sahut ayah. "Dia sedang mengejar seorang gadis tadi,mungkin pacarnya?." candaku. "Bagaimana jika aku pergi menjemput kakak kakak agar bisa kemari tepat waktu?","itu sulit,bagaimana jika kakak mu tidak ingin kemari?" tanya ibu."tentu saja aku akan membawanya paksa. . ."."Baiklah kuizinkan jemputlah kakakmu celestia" ucap ayah dengan wajah serius.Setelah mendapat izin, aku segera pergi.

 Sekarang pukul 11 pagi.Aku menuju akademi karena yakin Kak Sera masih berada di sana. Dan aku sangat yakin dia sekarang berada dimana,"permisi..." karena aku masuk tanpa pertimbangan sebuah tongkat sihir langsung mengarah kepadaku. "Kak Sera...,ini aku,celestia..." ucapku dengan mengangkat tangan tanpa perlawanan. "Celestia? Kenapa kau berada disini saat hari libur?" tanya kak sera sembari menurunkan tongkatnya."Hehe....Nenek tua peyot!, kenapa kau membuat Kak Sera bekerja saat liburan?" Profesor Olivia langsung beranjak dari kursinya,lalu menghampiri ku,"Nenek tua katamu?!",dia kemudian menghela nafas,"huh...dia datang karena kau.","Hah? Aku?" tanyaku kebingungan. "aku datang untuk memberikan laporan mengenai reruntuhan kono yg berada di laut saat ujian kemarin."

kak Sera kemudian menceritakan tentang reruntuhan bawah laut yang kutemukan sebelumnya. Dia juga menjelaskan bahwa ada penghalang di gerbang akademi yang bereaksi terhadap seseorang yang keluar pada malam sebelum ujian. "Berarti orang yg memberi penghalang dan sengaja dibiarkan itu salah satu orang dari akademi?" Tebak ku."benar-"."Dan aku yakin orang itu adalah Stefan"."apa yg membuatmu sangat yakin profesor?"Tanyaku lagi.Profesor Olivia langsung serius. "Aku yg mengawasi seluruh akademi.Dan Stefan Zeynon tidak berada di akademi malam itu."

Stefan Zeynon dia adalah siswa yg marah maeah diuks saat kejadian berlangsung,aku memberi tahu profesor tentang hal itu juga,karena kurasa itu akan berguna.

Benar saja,info itu dapat menjadi bukti kuat, karena sebagai petugas uks dia seharusnya tidak keluar dari uks dalam keadaan apapun untuk tetap bersiaga karena orang sakit bisa datang kapan saja,dan dia juga tidak seharusnya mengusir murid yg menjenguk temannya.

"Profesor,untuk penyelidikan kali ini kuserahkan padamu,aku akan menyewa kak sera sebentar!"

Setelah mengatakan itu aku langsung bergegas teleportasi ke istana.

 "Celes,kita ada dimana?" tanya kak sera kebingungan setelah berteleportasi."kita diistana kak,"jawabku tenang disertai senyum."tapi untuk apa kita diistana?,kita bisa dihukum jika ketahuan menyelinap keistana..."ucap kak sera sembari memegangi bajuku seperti anak kecil."tenang saja kak,kita akan pergi setelah membawa kak vian pergi bersama kita.... Eumm ketemu!!"."hah? Ketemu apa?"

Sedari tadi aku menggunakan sihir pencari untuk menemukan lokasi kak vian,tidak mungkin bukan jika aku menelusuri satu persatu ruangan diistana hanya untuk mencarinya.aku menemukan kak vian berada di perpustakaan sendirian,ini adalah waktu yg tepat.

"di-dimana kita celes...?"tanya kak sera mulai ketakutan."tenang saja tidak ada apa ap-"."Celestia...Seraphine. . ."."..." "aaa! Monster!!!" teriakku dan kak sera secara bersamaan."Apanya yg monster?"."k-ka-k-kakanda vian...?","wah akhirnya kau ingat siapa aku ya...Celestia...lalu,Seraphine..."."maaf atas kelancangannya!" sahut ku dan kak sera bersama lagi."lalu apa yg kalian lakukan disini?"

*aku pun menjelaskan semuanya kepada kak vian.

"-jadi aku harus membawa kalian ber4 ke acara pernikahan kak nichol" ujarku setelah menjelaskan semuanya."jadi pernikahannya hari ini ya?,"guman kak vian pelan."tunggu! Kenapa hanya 4?,siapa yg sudah hadir?" celetuk kak Sera."kak eric."jawabku biasa biasa saja."HAHH!? Rupanya mahluk bebal sepertinya ingin menikmati upacara romansa." sahut kak sera dengan senyumnya."eh? Tapi kak eric datang bersama pacarnya..."ucapku.

 "Hah?,ah sudahlah sebaiknya aku melihat secara langsung,celes apa kau bisa mengirim kami ke sana?" tanya Kak Sera. Kak Vian langsung mengatakan itu mustahil, tetapi Kak Sera justru mengingatkannya bahwa aku bisa melakukannya. Aku tersenyum. Dengan sihir teleportasi yang dapat memindahkan dua orang sekaligus, aku mengirim Kak Sera dan Kak Vian menuju acara pernikahan.

 Setelah itu, aku pergi mencari Kak Vale di benteng istana. "Kau itu memang bodoh,". "Hah? Kau yg bodoh!" "APA katamu!,aku adalah orang paling bijaksana diistana kau harus tau itu" aku melihat kak vale sedang berdebat dengan seorang gadis dengan rambut tosca yg berkilau ketika menemukannya. Dia tentu saja langsung membantah dan mengatakan dirinya sangat bijaksana. Aku hanya tertawa. Di sana, aku melihat seorang gadis bersamanya. "Siapa dia?" gumanku lalu turun dari udara. "siapa kau!" teriak kak vale,dan refleks menyembunyikan gadis tadi kebelakangnya."hey! dia hanya anak kecil"ujar gadis itu lalu maju kedepan."halo? Ada urusan apa disini?"tanyanya dengan lembut kepadaku."bocah! kau itu siapa!"Sahut kak vale memotong pembicaraan sebelum aku sempat menjawab."maaf atas kelancanganku belum memperkenalkan diri,perkenalkan...aku celestia lunastella celesthior... putri bungsu Viscount celesthior,juga adik kandungmu..." ucapku sembari membungkuk selayaknya bangsawan."eh? Bangsawan?"celetuk si gadis refleks."apa? adikku katamu? Aku bahkan tidak memiliki saudara perempuan!"sahut kak vale membantah."tunggu...celestia? Apa kau anak yg setiap hari ibu ocehkan?!"lanjutnya blak blakan."hah?!"."sudah sudah! Kamu celestia bukan?,perkenalkan aku yuna.senang bertemu denganmu..."ucapnya dengan diikuti senyumannya."apa yg kau inginkan disini hah?"tanya kak vale sinis."oh,kuharap kalian berdua datang ke acara pernikahan kak nichol sekarang juga,upacaranya sudah dimulai." "oh pesta itu ya,upacaranya bahkan sudah dimulai akan terlambat bukan jika datang sekarang,aku tidak akan pergi." "aku tidak butuh pendapatmu kakak.kalau kak yuna apakah bersedia ikut?" "tidak mungkin rakyat jelata sepertiku menghadiri pesta bangsawan." "mungkin saja.baiklah sudah kuputuskan kau juga akan ikut untuk mengurus pria bodoh itu.cukup nikmati saja pestanya dan jangan sungkan,selamat tinggal."ujarku lalu melempar paksa mereka ke lokasi pernikahan.

 Aku lebih memilih membuang beberapa mana untuk membawa paksa mereka,karena jika dilanjutkan akan memakan banyak waktu.

 Saat itu sudah pukul satu siang. Aku masih memiliki satu orang lagi yang harus kucari. Selama hampir dua jam, aku mencari Kak Ralia ke berbagai tempat. Setelah akhirnya menemukan keberadaannya, aku melihatnya bersama seorang pria yang asing. Mereka baru saja keluar dari sebuah hutan.

 Aku turun dari udara dan mendekati mereka. "Salam sejahtera," sapaku dengan senyum kecil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!