Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Itu bukan anakmu
Pagi ini, sesuai keinginan Jude untuk melakukan fitting baju pengantin untuk mereka berdua, sekaligus mengajak Aurelion berjalan-jalan menggunakan mobil, anehnya. Hari ini Jude malah sengaja tidak memberikan banyak penjagaan ketat untuk mereka, Jude berkata tidak ingin Rosalie merasa tertekan jika terlalu banyak orang di sekitar mereka.
Rosalie tersenyum menanggapi perkataan itu, dan dia menundukkan kepalanya menatap Aurelion yang tertidur pulas di gendongannya, setelah dia meny*s*i bayinya.
“Dia tertidur sangat lelap.” Ujar Rosalie dengan senang.
“Baguslah, aku akan menyetir pelan, agar tidak mengganggu tidurnya.” Ujar Jude mulai menjalankan mobilnya, membuat Rosalie merasa bingung.
Biasanya Jude tidak pernah seperti ini, tapi mungkin saja dia tidak ingin mengulang saat-saat mereka hampir kecelakaan dengan Noah malam itu. Jadi dia memilih menjalankan mobil dengan pelan, dan tidak terlalu kencang.
Suasana sedikit berubah, entah kenapa Rosalie merasa tidak nyaman di tempat duduknya.
“Ada apa ??” Tanya Jude dengan fokus menatap ke arah depan.
“Aku sedikit tidak nyaman. Ada beberapa mobil, mengikuti kita. Apakah itu Alendo ??” Tanya Rosalie sambil menatap kaca spion di samping, Jude hanya menggelengkan kepalanya.
“Mungkin hanya perasaanmu saja, toh banyak mobil yang lewat disini. Karena disini jalan pintas untuk mengatasi kemacetan.” Ujar Jude dengan santai, Rosalie menghela nafasnya berat. Memang sih, seharusnya dia tidak terlalu berpikir negatif mengenai mobil di belakang.
Toh ini jalanan umum, sudah pasti banyak orang yang akan melewati jalan yang sama. Rosalie berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri, tapi tetap saja hatinya tidak bisa berbohong, jika dia merasa sangat gelisah.
Jude hanya melirik ke arah Rosalie sembari tersenyum kecil, seakan dirinya tahu rasa khawatir dan panik yang di alami kekasihnya, tapi Jude seakan tutup mata akan semuanya, dan bertingkah datar seakan tidak ada apapun yang terjadi.
Setelah sampai di butik yang mereka tuju, Jude memarkirkan mobilnya sedikit jauh, karena memang parkiran sedikit lebih penuh dari biasanya. Membuat Mobil mereka mendapatkan tempat luang di bagian paling pojok.
Setelah merapikan posisi mobil di tempat parkiran, barulah Jude mematikan mesin mobil dan berkata.
“Alendo, dan anak buahku sudah berjaga di sekitar, jadi kau tidak perlu khawatir.” Bisik Jude dengan nada perlahan, Rosalie menganggukkan kepalanya perlahan, dia menoleh ke bawah menatap gemas ke arah putranya yang masih terlihat menggemaskan. Tapi entah kenapa, dia merasa ada sedikit yang berbeda untuk hari ini.
“Oh iya, aku akan ke kamar mandi dulu sebentar, kau mau masuk atau ikut aku dan menunggu di luar ??” Tanya Jude.
“Aku ikut saja, tidak apa aku menunggu di luar.” Ujar Rosalie, Jude menganggukkan kepalanya.
...
Tidak memerlukan waktu lama, Jude dan Rosalie sampai di kamar mandi luar, yang di sediakan oleh pihak gedung. Rosalie duduk area yang dekat dengan kamar mandi, dan Jude akhirnya masuk ke dalam.
Awalnya Rosalie merasakan semilir angin yang begitu sejuk, dan langit yang cerah, membuatnya merasa hari ini benar-benar ada sesuatu yang berbeda. Tapi entah kenapa, perasaan dan firasat buruknya kembali.
Rosalie terdiam sejenak, dia memeriksa kondisi putranya yang sedari tadi masih belum bangun dan tertidur pulas, Rosalie tidak menggunakan gendongan seperti biasanya, karena terlalu ribet jika nanti harus bergonta-ganti pakaian. Rosalie memilih menggunakan gendongan khusus itu setelah mencoba gaun pengantinnya.
Lalu beberapa orang berlalu lalang ke sana dan kemari, tapi suasana tetap saja terlihat sepi. Beberapa orang lewat lalu menghilang begitu saja, hingga seorang lelaki terlihat berjalan santai dengan memakai topi dan wajahnya tertutupi dengan masker. Rosalie tidak terlalu memperdulikan lelaki itu, toh pasti dia hanya akan lewat seperti biasa.
Tapi...
Tap.. Tap... Tap..
Syutt !!!
“Apa yang kau lakukan ?!”
Rosalie terkejut saat lelaki itu berlari ke arahnya, dan langsung menarik bayinya hingga Rosalie hampir terjatuh. Lelaki itu langsung membawa lari Aurelion, membuat Rosalie langsung bangkit berdiri, dan hendak mengejarnya tapi..
“Hey.. Hey.. Tenanglah..” Jude langsung memegang tangannya dan menghalangi, Rosalie langsung menunjuk ke arah sosok lelaki yang sudah menjauh.
“Jude !! Dia.. Dia membawa Aurelion !! Kita harus mengejarnya !! Dia menculik-”
“Ada Alendo dan anak buahku, aku sudah menghubungi mereka. Jangan melawannya, dia memiliki senjata tajam.” Bisik Jude dengan lembut, membuat Rosalie terdiam, mencoba menenangkan diri meski matanya masih memancarkan aura ketakutan dan panik yang luar biasa melihat anak yang dia gendong, putranya di bawa lari oleh orang asing.
Jude mengajak Rosalie untuk duduk di kursi sebelumnya, sembari mengelus rambut kekasihnya menenangkan wanitanya itu. Rosalie sempat terisak sedikit karena perasaan takut dan khawatir kembali menguasai pikirannya, hingga beberapa langkah kaki terdengar mendekati mereka.
Rosalie langsung mengangkat kepalanya, dan melihat Alendo membawa sesuatu yang di baluti kain berwarna biru. Dan di belakangnya diikuti beberapa bodyguard. Rosalie langsung berdiri dan mendekati Alendo, lalu melihat ke arah gendongan Alendo.
Rosalie terkejut, di sana Aurelion justru membuka matanya dan tersenyum riang. Hanya saja, warna kain yang menutupinya berbeda, tadi dia menggunakan kain berwarna putih untuk Aurelion, tapi kenapa sekarang berganti menjadi warna biru.
“Anda tidak perlu khawatir nyonya, sedari tadi tuan muda Aurelion terlihat aman dan senang bersama saya.” Ujar Alendo menyerahkan Aurelion ke tangan Rosalie, membuat wanita itu merasa bingung dengan perkataan itu.
“Hah ?? Maksudnya ??” Tanya Rosalie bingung, dia menoleh ke bawah putranya tertawa kecil seakan menggambarkan kondisi jika dia memang sudah aman.
Rosalie kemudian menoleh ke arah Jude, yang malah menaikkan alisnya lalu tersenyum kecil. Lelaki itu kemudian berdiri dari posisi duduknya, dan berjalan mendekati Rosalie.
“Aku tahu jika Ernes berencana menculik anak kita. Jadi aku sengaja menukar Aurelion dengan anak lain untuk memancing mereka.” Ujar Jude tersenyum kecil, awalnya Rosalie merasa senang, tapi kemudian dirinya mengingat sesuatu.
“Jude, ayo selamatkan anak itu. Meskipun itu bukan Aurelion, tapi tetap saja itu anak orang. Jangan menjadikan bayi itu sebagai umpan untuk predator.” Ujar Rosalie, membuat Jude tersenyum kecil, Alendo juga ikut tersenyum mendengarkan kebaikan hati Rosalie.
“Rosalie..”
“Iya ??”
“Anak itu adalah bayi perdana menteri yang di culik.”
“....”
“Bukan aku yang menculik, jangan salah paham. Ada yang menculik dan kemudian anak buahku berhasil menyelamatkannya”
“Lalu kenapa kau berikan pada Ernes ??”
Jude tersenyum tipis, “Karena orang yang di suruh oleh Ernes tadi, adalah pelaku yang menculik anak si perdana menteri.” Ujar Jude membuat Rosalie merasa bingung awalnya, lalu dia mulai paham.
“Dan kau sengaja menghilangkan jejakmu sebagai penyelamat anak itu, agar perdana menteri mengira yang menculik anaknya adalah Ernes ??”
“Benar sekali, 100 untukmu.” Ujar Jude dengan senang, membuat Rosalie memberikan tatapan datarnya. Betapa liciknya suaminya itu, sementara Jude malah terkekeh pelan, dia merasa jika Ernes akan semakin hancur.
🩵🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷
Kalian enggak bingung, kan ?? Sama rencananya Jude ?? Jadi pelaku yang diberi tugas untuk menculik Aurelion, sebelumnya menculik anak si perdana menteri, nah si Jude yang tahu.
Sengaja banget menukar Aurelion dengan anak si perdana menteri, biar Ernes yang kena getahnya 🤣🤣 Ntar dia di tuduh melakukan penculikan anak sama pemerintah kerajaan inggris 😏😏
Udah gitu aja, teman-teman 😉😉
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana