NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. menunggu dengan putus asa.

Kenzo sadar, masalah ini harus diselesaikan dulu sebelum dia sempat ke kantor menemui Vinda. Lagipula Kenan sudah memberi kabar gadis itu tetap masuk bekerja seperti biasa, sudah diminta tetap tenang dan percaya pada penjelasan yang akan segera disampaikan Kenzo.

****

Kafe SOULmate, Kalibata Jakarta 

Begitu melangkah masuk, Kenzo dengan penampilan jaket kulitnya dan masker di wajahnya meneliti sekeliling ruangan sambil menghela napas berat, dan merapatkan topi juga maskernya, lalu dia berjalan menuju deretan kursi merah di sudut sana. Kebetulan cafe masih sepi jadi Mereka jadi leluasa bertemu tanpa ada ketakutan akan as wartawan atau seseorang yang mengenali dia, mengingat berita skandal mereka sering ditayangkan di televisi pada berita gosip dan hiburan.

Kenzo menemukan Larasati duduk sendirian membelakangi pintu, santai sambil menikmati segelas jus jeruk.

"Akhirnya kamu datang juga." Kenzo duduk berhadapan dengan wanita itu, menatap tajam dan tak sabar, bukan lagi pandangan penuh cinta yang dia punya tapi penuh kebencian dan kemarahan. "Kenapa kamu memilih tempat ini?"

"Kenapa memangnya? Apa kamu jadi teringat kenangan lama Kita ya?"

"Bukan seperti itu aku hanya gak suka, bicaralah aku gak punya banyak waktu sama kamu!" Jujur saja Kenzo merasa tak nyaman berada di sin, ini dulu tempat cafe langganan mereka saat masih berpacaran sembilan tahun silam.

"Larasati, apa mau kamu mengacaukan semuanya begini? Mau balas dendam sama aku?! Atau kamu mau keluargaku hancur, ibu dan kakakku gak salah apapun tapi ikut jadi korban, kalo kamu dendam sama aku dan Daddy cukup kami yang kamu serang jangan libatkan yang gak salah!" Kenzo mengoceh panjang lebar dengan senyum sinis Larasati.

"Ngomong cepat! Aku tak mau berlama‑lama di sini."

"Selalu saja kamu anggap akulah yang paling bersalah. Bukankah sebaliknya, Kenzo?"

"Apa maksudmu?" Kenzo menyipitkan mata, nada bicaranya mengeras menahan gemas.

"Kamu dan ayahmu sama saja. Pria tak bertanggung jawab yang sama‑sama menghancurkan hidupku. Dan kamu sudah tega mencampakkan aku " Wajah Kenzo makin tegang, tangannya meremas kunci motor di saku jaket.

"Larasati, kapan aku mencampakkan kamu?!" Emosinya hampir meledak, tak ada lagi panggilan kakak, dia sudah muak pada wanita itu.

"Oh ya, lalu di mana kamu sembilan tahun lalu saat sudah berjanji akan menikahiku? Di mana janjimu untuk bertanggung jawab atas hidupku?!" Larasati terkekeh sinis, menunjuk wajah Kenzo di depannya.

"Aku berikan segalanya padamu—bahkan tubuhku. Kegadisanku, Hiks… lalu seperti gadis bodoh, aku percaya saja pada janji manismu. Padahal kenyataan semua janji itu hanya omong kosong belaka! Kamu malah lebih sibuk membangun impian mu sendiri!" Tuduh Larasati membabi buta.

"Larasati, cukup! Aku masih berencana mewujudkan janjiku waktu itu. Aku sibuk membangun Tous Les Jours demi masa depan kita berdua! Kamu saja yang gak bisa sabar dan serakah harta!" 

"Hahaha… masa depan kita?! Serakah kamu bilang? Sebenarnya masa depan itu hanya khayalan, dan janjimu yang hangus oleh waktu. Kau tahu tidak? Aku menunggumu setahun tanpa kepastian! Seperti wanita bodoh yang yakin kekasihnya akan kembali ke Jakarta dan menikahinya!" Larasati terisak, bahunya bergetar sambil menatap mata Kenzo dengan penuh luka.

"Hardi Armanta… saat itu aku tak tahu dia adalah ayahmu."

Deg!

"APA?!" Wajah Kenzo penuh kejutan, menatap Larasati dengan tatapan penuh pertanyaan.

"Dia menolongku malam itu… hiks… dia jadi dewa penolongku saat aku putus asa, bahkan mau bunuh diri di jalan buntu. Ayahku sakit parah dan adik-adikku masih kecill"

Larasati mengusap air mata, seolah terlempar kembali ke masa lalu. Di kursi dan meja sudut kafe ini, adalah tempat dulu mereka sering berkencan dan membahas tugas kuliah.

 

Larasati berbicara lagi sambil menatap kosong ke langit-langit kafe.

"Kamu tahu? Kalau kamu berada di posisiku saat itu, pasti juga akan memilih mati. Hiks… aku mencarimu malam itu, Kenzo. Di apartemenmu kosong, ke rumahmu juga kosong. Kakakmu dan Ibumu berada di Jepang, cuma pembantu yang menemuiku lalu aku putus asa."

Kenzo membeku diam, hanya mendengar wanita itu bercerita dengan terisak miris, seolah menyesali semua yang terjadi.

"Dan pada akhirnya, aku tak tahu lagi kemana mencari uang untuk operasi jantung ayahku malam itu."

"Kenapa kamu tak hubungi ponselku?"

"Ponsel? Hahaha… aku hubungi ponselmu seperti orang gila sejak pagi, tapi cuma suara mailbox yang terdengar."

Kenzo terkejut. Astaga, jadi itu saat dia kehilangan ponsel dan terpaksa beli yang baru esok harinya. Tak pernah terpikir dia bahwa Larasati sedang mencari dan membutuhkannya saat itu.

"Larasati, aku… maaf. Saat itu ponselku—"

"Akhirnya kamu ingat juga? Cih… kalau saja aku mati malam itu, mungkin lebih baik. Aku tak perlu menikahi Hardi Armanta untuk membalas kebaikannya, dan bisa membuatmu menyesal seumur hidup karena sikap egoismu." Mulut Kenzo terbuka tanpa suara melongo. Dia menggeleng menahan air mata, tak menyangka cerita masa lalu yang tak ingin didengar ternyata jauh lebih menyakitkan dari dugaan.

"Kalau saat itu aku tahu Hardi Armanta adalah ayahmu, tak akan mau menerima lamaran dia. Aku lebih memilih mati saja malam itu." Kenzo tak bisa menjawab apapun dia diam seribu bahasa.

****

Kenzo memarkir motor yang dipinjamnya dari Denny, di taman kecil dekat rumah Vinda. Jam tangan menunjukkan pukul empat sore. Dia berjalan masuk perlahan.

"Vinda…" Gadis yang duduk di ayunan membelakangi dia segera menoleh, berdiri dan memeluknya dengan bahu bergetar.

"Maafkan aku, sayang. Maaf… sejak pagi aku tak bisa bertemu kamu, bahkan tak bisa ke Tous Les Jours." Dia membelai rambut indah Vinda yang terurai. Gadis itu mendongak menatap mata mononya dengan harap.

"Semua berita di TV dan koran itu bohong kan, mas? Hiks…aku takut sekali, katakan padaku, tolong." Kenzo mengusap pipi gadis yang dia cintai lembut, mengecup dahinya yang masih basah air mata. Sial! Hari ini seharusnya dia melamar gadis ini, tapi semua rencana indah hancur karena Larasati.

"VINDA, lihat mataku. Kalau kamu ragu dengan perasaanku, kamu bisa temukan itu di mata ini."

"Hiks… mas tapi kenapa wanita itu bisa bilang janin di rahimnya adalah anakmu?" Kenzo menggeleng geram, bingung bagaimana menjawab kekasihnya.

***** 

FLASHBACK yang terjadi di cafe tadi.

 

"Soran mengirim suaminya dan pengacara untuk melakukan tes DNA pada bayiku. Boleh saja, kalau mereka ragu, lakukan tes apa saja."

"Itu tak mungkin anakku! Aku tak pernah melakukan apapun padamu. Semua ini hanya karanganmu kan?!"

 

"Kalau saja kamu menikahiku delapan tahun lalu, mungkin janin ini adalah anakmu. Hiks… sayangnya kamu lari dari tanggung jawab, seperti pengecut yang menyangkal dosa dulu, lalu sekarang menyalahkan aku yang berkhianat."

"Larasati! Katakan dengan jujur! Aku tak ingin berbelit-belit dan kamu tipu seperti ini!"

"Dia anak ayahmu. Sekarang, apakah kamu percaya?"

 

"A… apa?!"  Wajah Kenzo tersentak, menggeleng berkali-kali. 

"Ayahmu seenaknya menceraikanku, menganggap aku wanita murahan yang berselingkuh dengan anaknya. Lalu menurutmu, dia akan percaya kalau janin ini darah dagingnya?"

"Ya Tuhan…" Kenzo mengusap wajahnya syok.

 

FLASHBACK BERAKHIR

 

1
Ananda Boy
kakk ini blm tamat kan
Ananda Boy
next
Ananda Boy
Bagus banget 😍
Ananda Boy
deg degan aku
Ananda Boy
bagus buku ini, semngat kakak author 😍
Ananda Boy
😍😍😍😍
Ananda Boy
kasian vinda
Ananda Boy
ini Novel bikin aku tadinya ketawa sekarang nangis 😭🤣
Ananda Boy
bikin emosi aj 😭
Ananda Boy
jahat banget si Laras 😭
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!