NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:46.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunga itu,akan mekar lagi.

Ucapan Nisa menjadi motivasi untuk Raya. Kembali bekerja? bukankah dulu Raya juga bekerja dan punya penghasilan sendiri? Raya ingat pak Darto. Mantan bosnya yang beberapa tahun lalu menghubunginya dan meminta dia kembali bekerja perusahaannya.

" Kapanpun kamu mau kembali. Saya dengan senang hati menerima kamu lagi Raya. Hubungi saja Saya kalau kamu butuh pekerjaan, kamu itu punya bakat dan teliti, sayang kalau di sia siakan." itulah yang dikatakannya dulu sebelum Raya resign.

Pak Darto masih kerabat jauh Raya. Almarhum ayah Raya adalah sepupu pak Pak Darto. Namun meskipun demikian. Raya masih malu untuk meminta pekerjaan lagi.

Pagi itu Galang dan Gilang sedang pergi jalan jalan bersama Bu Sri. Rumah sepi.

Raya duduk dimeja makan. laptop terbuka. laptop yang dipakai Raya sekarang, merupakan milik Nisa.

Bodohnya Raya dulu. melepaskan semuanya hanya karena cinta. Melepaskan parfum mewah demi bau bawang busuk.

Disebelah laptop ada secangkir kopi yang hampir dingin. karena tidak disentuh sedari tadi. Dilayar tertera Link lowongan kerja.

Jari Raya berhenti di touch. Sudah sepuluh tahun Dia tidak melamar pekerjaan. Hatinya sedikit ragu.

Raya menghela napas dan menutup laptop pelan. Nisa masuk dari dapur bawa piring." Apa ada masalah?"

Raya mengeleng, Dia sama sekali tidak hanya menulis apa sekarang, pikirannya buntu.

" Apa masih ada yang menerima aku, Mbak?" Tanya Raya.

Nisa menaruh piring ditempatnya kemudian menarik kursi dan ikut duduk disebelah Raya.

" Tentu."

" Rata rata sekarang banyak anak muda yang menganggur Mbak, Yang muda dan cantik saja masih kesulitan. Lalu bagaimana dengan aku? apa aku bisa bersaing dengan itu. Aku hanya ibu rumah tangga yang selama sepuluh tahun berkutat dengan pekerjaan rumah." Raya merasa rendah diri.

Nisa tersenyum." Yang muda itu memang banyak Ray, tapi tidak semuanya punya potensi seperti kamu. Bukankah pak Darto masih mau menerima kamu?"

" Tapi aku malu,Mbak. Aku dulu yang meminta resign karena ingin fokus dengan keluarga. Tapi ternyata.." Raya menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Nisa membuka tangan Raya yang menutupi wajahnya. " Kamu tidak perlu malu, Raya. Semua ini demi anak anak kamu. kalau kamu tetap malu dan ragu. Anak anakmu akan lepas dari kamu."

Ucapan Nisa itu melekat dikepala Raya. Betul. Demi anak anaknya dia tidak seharusnya malu. Lebih baik menahan malu daripada menahan rasa sakit karena kehilangan anak anak.

" Mbak, aku mau WA pak Darto sekarang. " Ucap Raya yakin.

" Iya."

" Selamat pagi, pak Darto. Maaf mengganggu jam segini, ini Raya pak. Tawaran Bapak sepuluh tahun lalu, apa masih berlaku? Saya mau kerja lagi pak, Saya benar benar butuh, pak." send.

Raya menaruh kembali HPnya di meja, Memalukan rasanya. Tapi mau bagaimana lagi? Dia butuh.

" Sabar, ya!" Nisa menenangkan.

Centang biru." Saya tahu, Raya. Raka sudah cerita semuanya. Tawaran untuk kamu selalu berlaku. Besok jam sepuluh datang saja ke kantor. Tidak perlu bawa CV, karena saya sudah tahu siapa kamu. Kita masih keluarga Raya. kamu tidak perlu sungkan."

" Apa katanya, Mbak?" Raya tidak berani membuka pesan di HPnya. Takut kecewa.

" Baca sendiri." Nisa berdiri sambil tersenyum.

Raya yang penasaran, langsung saja membuka layar HPnya. tangannya bergetar. Raya berpikir mungkin saja pak Darto tidak mau lagi menerimanya.

" Alhamdulillah.." Raya menangis haru saat membaca pesan yang balasan dari pak Darto.

Nisa ikut tersenyum. Dia sudah tahu kalau Raya akan diterima kembali.

" Mbak, Anak anak masih tetap sama aku, Mbak." Raya berdiri dan memeluk Nisa yang masih disana.

" Mbak tahu. Itu sudah rezeki anak anak kamu. Selamat ya, dek."

Mereka berdua saling berpelukkan, sudah lama Raya tidak merasa sebahagia ini. Beberapa hari yang lalu hanya murung dan rasa sedih dipikirannya. Tapi sekarang senyum Raya kembali lagi.

" Mama kenapa?" Gilang sudah masuk kedalam rumah dan mendapati mamanya berpelukkan dengan Nisa, sambil tertawa.

Dibelakangnya ada Galang dan Bu Sri. Mereka saling pandang dan ingin segera tahu apa yang terjadi.

Raya melepaskan pelukannya dan kini gantian memeluk Gilang yang masih bingung." Kamu akan tetap sama mama, sayang. Tidak ada yang bisa mengambil kamu dan Abangmu dari mama. kalian anak anak mama." Raya mencium pipi Gilang.

" Ada apa?" Bu Sri meminta penjelasan kepada Nisa.

Nisa hanya tersenyum dan memberi kode kepada mertuanya untuk diam, karena nanti dia akan cerita.

" Mama sudah tidak sedih ya, ma?" Tanya galang polos.

" Tidak sayang, Mama tidak akan sedih lagi. Sini. Mama ingin peluk kamu juga." Raya membentangkan tangannya. Memberi ruang kepada Galang untuk ikut masuk dalam pelukkannya.

Suasana pagi itu mendadak ceria. Seperti bunga yang baru saja bermekaran dan menampakkan warna indahnya.

Bagas merapikan dokumen tender dimejanya. Jasanya sudah dilepas, dasinya dikendorin sedikit, lengan kemeja digulung sampai siku. Bagas balik lagi bekerja seperti biasa. Bukankah dia ingin mendapatkan hak asuh atas anak anaknya.

Pak Arman pengacaranya, menelpon tadi malam." Pak Bagas, kalau mau hak asuh, pengadilan tidak cuman melihat, siapa yang lebih sayang. Tapi siapa yang lebih stabil secara finansial demi menjamin masa depan anak anak."

Ucapan itu selalu terngiang ditelinganya, Sudah hampir satu minggu lebih dia libur. Satria meminta Bagas tetap bekerja dah liburnya selama ini dianggap potong cuti tahunan.

Tadi sebelum masuk kekantor, Bagas berpapasan dengan Andini. Namun kali ini Bagas sama sekali tidak memperdulikan Andini.

Pintu ruangan terbuka." Apa otakmu sudah aman?"

Bagas mengangkat wajahnya. Satria. Sahabat. Sekaligus atasannya. Dulu mereka tender di jembatan musi. karena kinerjanya Bagus. Satria naik jabatan. Jauh lebih tinggi daripada Bagas.

" Ya, begitulah." Tangan Bagas masih sibuk merapikan dokumen dokumen yang sudah menumpuk di meja kerjanya.

Satria menaruh dua kaleng kopi dimeja Bagas. lalu duduk dikursi depan. " Kemana saja kamu liburan selama ini?" Goda Satria.

Bagas tertawa pahit. Membuka kaleng kopi dan mulai menyeruput nya. " Liburan? Apa itu sebuah sindiran? atau kepedulian?"

" Berarti, Saya salah." Satria menyender.

Bagas tidak jawab. Dia menaruh kaleng kopinya dan kembali merapikan berkas berkas.

" Aku tidak bisa kehilangan anak anak." Akhirnya dia bicara pelan.

" Siapa juga yang mau kehilangan anak, Bagas. kamu menyindirku, karena aku kehilangan Laura dan calon anak kami?" ledek Satria.

Istri Satria yang bernama Laura memang meninggal beberapa tahun yang lalu. Dia meninggal saat hamil lima bulan, karena Istri nya komplikasi dan tidak bisa di selamatkan. Semua yang ada dikantor juga tahu akan hal itu.

" Aku tidak bermaksud mengungkit. " Senyum paksa Bagas.

Satria tahu. Yang dimaksud Bagas sekarang adalah anak anaknya dan juga masa depan rumah tangganya.

Andini mengintip dari balik pintu. Dia masih belum menyerah untuk mendapatkan hati Bagas. Terlalu cinta atau obsesi semata.

1
sutiasih kasih
inget bagas..... g ada perempuan baik" yg tega mnyakiti hati perempuan lainnya....
km gantikan berlian dgn kilauan kepalsuan dri selingkuhanmu🙄🙄
Melda Andriyani
orang tua bodoh BKN mau menyenangkan ank tapi mala menyesatkn
Melda Andriyani
dasar gila si Raya pelakor
Melda Andriyani
mbak Nisa hamil
murni l.toruan
Bodohnyalah kau Bagas...pelakor itu hanya merusak hubungan suami istri, pilihan yang tepat adalah permalukan Andini didepan teman2nya
sunaryati jarum
Sungguh besar harga yang harus kau bayar karena kena rayuan Andini,Bagas
sunaryati jarum
Benar itu karena Bagas pernah memberikan harapan pada Andini.Dan kesalahan Bagas yang dulu seolah lebih menghorgai Andini.Jadi Andini yang telah terobsesi , sekarang sangat kecewa
sunaryati jarum
Satria Raya sudah tidak mau kembali pada Bagas, walau ada Galang dan Gilang
sunaryati jarum
Semoga Andini sadar beneran akan semua kesalahannya
Debby debora laoshi
sepertinya Andini SDH bertobat dan mau memperbaiki diri stlh ketemu gilang.jadi berikan kesempatan pada Andini buat bertobat.dan mungkin sebaiknya papanya Andini dan Andini pindah saja ke kota yg lain biar bisa mulai hidup baru disana🙏
sunaryati jarum
Ikut senang Andini sadar akan semua kesalahannya walau sudah terlambat, semoga dia menyerahkan diri,dan mengembalikan Gilang
sunaryati jarum
Semoga segera ketemu, hukuman kamu makin berat Andini.
sunaryati jarum
Apa masih punya simpanan untuk kabur 😭Andini.Kau pasti tertangkap Raya sudah tahu kamu hanya pura- pura gila.
sunaryati jarum
Andini dengan berbagai ulah burukmu,malah membuka kejahatan ayahmu.Kasihan di masa tua seharusnya hidup damai dantenang,eee karena memanjakan dan selalu menuruti keinginanmu walau dengan cara yang salah,membawanya berurusan dengan hukum
sunaryati jarum
Hanya penyesalan yang kamu dapat Bagas
sunaryati jarum
Nah ,pak Wijaya baru sadar bahwa selama ini salah dalam pengasuhan Andini.Jika Andini gila beneran memang tidak bisa diproses hukum.Bagas kamu juga salah besar dengan keadaan rumah tanggamu,dan Andini karena kamu yang memberi harapan dan bermain api.Nah segera nikahi Andini 🤣🤣🤣🤭. Sebenarnya emak kasihan Pak Wijaya tapi itu memang sudah konskueinnya
sunaryati jarum
Bagus
sunaryati jarum
Itulah akibat didikan orang tua yang salah, selalu dimanjakan, diberikan apa yang diminta dan melindungi bahkan membela saat Andini melakukan kesalahan - kesalahan.Merebut suami orang uga didukung,nah setelah melakukan kesalahan dan diketahui publik bagaimana kau membelanya.semoga Andini gila beneran bukan berulah licik pura- pura gila
sunaryati jarum
Semua harus kerja sama agar Andini mempertanggung jawabkan perbuatannya
Anonim
RAYA BALASAN DENDAM IBUMU
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!