Kisah anak sulung Casey (Transmigrasi Belvia) yang jiwa nya mengalami perpindahan ke tubuh orang lain… bagaimana Ganethaa akan menghadapi kehidupan barunya setelah dia tahu kalau sekarang dia berada di tubuh orang lain…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Ruang keluarga kembali dipenuhi keheningan.
Tak ada lagi yang berani mengangkat suara.
Nebula menoleh kepada Lily.
“Lily.”
“Ya, Bos.”
“Bawa mereka.”
Lily mengangguk.
“Siap.”
Dua orang pria berpakaian hitam yang sejak tadi menunggu di luar rumah masuk ke dalam.
Mereka menghampiri Kila.
Kila langsung meronta.
“Tidak!”
“Jangan bawa aku!”
“Jordan! Tolong aku!”
Jordan refleks melangkah.
“Tunggu!”
Namun salah satu pria itu menghalangi jalannya.
Nebula menatap Jordan dengan dingin.
“Lo…”
“…belum selesai urusannya.”
Jordan mengepalkan tangan.
“Nebula…”
“Mau apa lagi kamu?”
Nebula menjawab tanpa emosi.
“Gue masih mikirin…”
“…hukuman apa yang pantas buat lo.”
Tatapannya semakin tajam.
“Karena udah nyakitin istri lo sendiri.”
“Dan…”
“…nyakitin anak perempuan kandung lo.”
Jordan menundukkan kepala.
Tak mampu membalas.
Lily kemudian beralih kepada Elara.
“Silakan ikut.”
Elara langsung menggeleng panik.
“Gak!”
“Aku nggak mau!”
“Kak Langit!”
“Kak Bintang!”
“Kak Senjanu!”
“Tolong aku!”
Tak satu pun dari ketiganya bergerak.
Elara semakin histeris.
“Kalian percaya sama dia?!”
“Itu semua fitnah!”
“Nebula selalu memfitnah aku!”
“Aku nggak salah!”
Namun…
Suaranya kini terdengar kosong.
Setelah semua bukti ditampilkan, tak ada lagi yang mampu langsung mempercayai ucapannya.
Lily memberi isyarat.
Dua petugas wanita yang datang bersamanya kemudian menggiring Kila dan Elara keluar rumah.
Tangisan Elara masih terdengar hingga pintu tertutup.
Brak.
Rumah kembali sunyi.
Langit perlahan berjalan menghampiri Nebula.
Matanya memerah.
“La…”
“Maafin Kakak.”
“Kakak udah gagal jadi kakak buat lo.”
Nebula hanya menatapnya datar.
Bintang ikut maju.
“Gue juga minta maaf.”
“Harusnya dari dulu gue cari tahu yang sebenarnya.”
Senjanu menundukkan kepala.
“Semua kesalahan ini…”
“…juga salah gue.”
“Kita terlalu gampang percaya.”
Nebula tersenyum tipis.
Namun senyum itu sama sekali tidak terasa hangat.
“Udah selesai?”
Ketiganya terdiam.
Nebula mengembuskan napas pelan.
“Sayangnya…”
“…permintaan maaf kalian udah telat.”
Langit menggigit bibirnya.
“La…”
“Tolong kasih kami kesempatan.”
Nebula menggeleng pelan.
“Gue udah bilang.”
“Kata maaf kalian…”
“…udah nggak berlaku.”
Tatapannya perlahan menyapu wajah mereka bertiga.
“Karena adik yang selama ini kalian benci…”
“…udah mati.”
Suara Nebula terdengar sangat tenang.
Namun setiap katanya terasa menghantam hati mereka.
“Yang kalian sakiti.”
“Yang kalian hina.”
“Yang kalian tampar.”
“Yang kalian tinggal sendirian.”
“Itu adalah Nebula.”
“Dari dulu dia cuma pengen dipercaya.”
“Sesekali aja.”
“Tapi bahkan kesempatan itu…”
“…nggak pernah kalian kasih.”
Langit menundukkan kepalanya.
Air matanya mulai jatuh.
Bintang mengepalkan kedua tangannya hingga bergetar.
Senjanu memejamkan mata rapat.
Nebula melangkah melewati mereka.
Sebelum benar-benar pergi, ia berhenti sejenak tanpa menoleh.
“Nikmatin aja karma kalian.”
“Soalnya…”
“…penyesalan paling sakit bukan saat kehilangan.”
“Tapi saat sadar…”
“…orang yang ingin kalian minta maaf…”
“…udah nggak bisa kembali lagi.”
Setelah mengucapkan itu, Nebula kembali melangkah menuju pintu keluar.
Meninggalkan ruang keluarga yang kini dipenuhi isak tangis dan penyesalan yang datang terlalu terlambat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mobil sport hitam melaju meninggalkan kawasan rumah Jordan.
Kabinnya dipenuhi keheningan.
Nebula memandang lampu-lampu kota yang berkelebat di balik jendela.
“Lily.”
“Ya, Bos.”
“Mulai jalanin rencana.”
Lily membuka tabletnya.
Nebula menjawab dengan suara tenang.
“Periksa semua perusahaan Jordan.”
“Bikin perusahaan itu bangkrut, dan sita rumahnya sekalian gue ingin melihat Jordan masih bisa sombong atau tidak.”
Lily mengangguk.
“Baik, Bos.”
Nebula melanjutkan.
“Untuk Langit, Senjanu, dan Bintang…”
“Sebarkan berita ke sekolahan tentang kelakuan mereka kepada Nebula selama ini.”
“Jangan ditambah.”
“Jangan dikurangi.”
“Kalau mereka mendapat sanksi sosial atau sanksi dari sekolah karena perbuatan mereka sendiri…”
“…itu konsekuensi yang harus mereka hadapi.”
“Gue ingin merasakan apa yang di rasakan oleh Nebula.”
Lily kembali mencatat.
“Lalu Kila dan Elara?”
Nebula menatap lurus ke depan.
“Bawa mereka ke gudang jangan di satukan...”
“Jangan sampai melarikan diri.”
Lily mengangguk singkat.
“Baik.”
Beberapa detik kemudian ia bertanya pelan.
“Bos…”
“Bos ingin menemui mereka?”
Nebula menghela napas.
“Iya.”
“Gue mau hukum mereka dengan cara gue sendiri.”
“Mereka mempertanggungjawabkan semua kebohongan dan perbuatan mereka.”
Lily tersenyum tipis.
“Itu baru Nona Ganethaa.”
Mobil terus melaju di tengah malam.
Nebula kembali memandang keluar jendela.
“Dendam memang bisa membuat seseorang bertindak gegabah.”
“Tapi keadilan yang benar…”
“…adalah saat kebenaran terbukti dan setiap orang menerima konsekuensi dari pilihannya melalui jalan yang semestinya.”
Lily mengangguk pelan.
“Dimengerti, Bos.”
Mobil hitam itu pun melaju semakin jauh, membawa Nebula menuju babak berikutnya, sementara berbagai kebohongan yang selama ini tersembunyi mulai runtuh satu per satu di hadapan hukum dan kenyataan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya…
Suasana di SMA Garuda Nusantara jauh lebih ramai dari biasanya.
Bel berbunyi.
Namun tak ada satu pun murid yang langsung masuk ke kelas.
Mereka justru berkumpul di koridor.
Di kantin.
Di halaman sekolah.
Semua membicarakan satu hal.
“Nih, lo udah lihat belum?”
Seorang siswa memperlihatkan layar ponselnya.
“Video CCTV yang viral itu.”
“Yang Elara ternyata bohong?”
“Iya!”
“Terus yang dorong Nebula dari tangga juga dia.”
“Parah banget.”
“Gue kira selama ini Nebula emang pembuat onar.”
“Ternyata dia korban.”
Tak jauh dari sana…
Rania, Ghina, dan Weni berjalan dengan kepala tertunduk.
Tatapan sinis langsung mengarah kepada mereka.
“Itu mereka.”
“Temennya Elara.”
“Cih…”
“Pantes aja kemarin sok galak.”
“Bukannya mereka ikut jebak Nebula?”
Rania menggigit bibir.
Ia tak berani membalas.
Semua orang memandang mereka dengan tatapan kecewa.
Di sisi lain…
Sebuah mobil berhenti di depan gerbang sekolah.
Langit turun lebih dulu.
Disusul Bintang.
Lalu Senjanu.
Biasanya…
Tiga bersaudara itu selalu menjadi pusat perhatian.
Namun hari ini berbeda.
Begitu mereka melangkah memasuki halaman sekolah…
Suasana mendadak sunyi.
Beberapa murid hanya menatap mereka.
Yang lain berbisik pelan.
“Itu kakaknya Nebula.”
“Iya.”
“Yang selalu nyalahin adiknya.”
“Gue kasihan sama Nebula.”
“Kalau gue jadi dia…”
“…udah pergi dari rumah.”
Langkah Langit perlahan melambat.
Ia bisa merasakan puluhan pasang mata menatapnya.
Bintang mengepalkan tangannya.
“Semua orang lihat kita…”
Senjanu menghela napas pelan.
“Biarkan.”
“Ini konsekuensi.”
Saat mereka berjalan melewati koridor…
Terdengar bisikan lain.
“Kakak macam apa mereka?”
“Percaya orang lain dibanding adik kandung sendiri.”
“Kasihan Nebula.”
Langit memejamkan matanya sejenak.
Setiap ucapan itu…
Terasa seperti menghantam dadanya.
Untuk pertama kalinya…
Ia merasakan bagaimana rasanya dihakimi oleh banyak orang.
Tanpa bisa membela diri.
Sementara itu…
Di kelas Elara…
Bangkunya kosong.
Semua murid hanya melihat kursi itu sambil saling berbisik.
“Katanya Elara nggak masuk.”
“Setelah semuanya terbongkar.”
“Pantes aja.”
“Kalau gue jadi dia juga malu.”
Di sudut koridor lantai dua…
Galaksi berdiri sambil memperhatikan suasana sekolah.
Ia menatap Langit dan kedua adiknya yang berjalan dalam diam.
Lalu bergumam pelan.
“Ternyata…”
“…karma memang datang dengan caranya sendiri.”
ada sorakan.
ada ejekan langsung.
Bahkan mereka melemparkan telor di seragam Senjanu, Bintang dan Langit.
Namun tatapan kecewa dan bisikan yang memenuhi sekolah hari itu cukup membuat suasana berubah drastis.
Dan untuk pertama kalinya…
Langit, Bintang, dan Senjanu benar-benar memahami bagaimana rasanya menjadi seseorang yang dihakimi oleh banyak orang sebelum sempat didengar penjelasannya.
author jgn lama2 lah uploadnya soalnya nggak sabar sama kelanjutannya niii
ditunggu ya kelanjutannya author
makini seru nii
ditunggu ya kelanjutannya author
ditunggu ya kelanjutannya author
ditunggu ya kelanjutannya author
enak banget yaa pindah jiwa orang yaa, dasar pengkhianat
ditunggu ya kelanjutannya author
wah nebula keren bantai mereka yang suka cari masalah
ditunggu ya kelanjutannya author
ditunggu ya kelanjutannya author 🥰