NovelToon NovelToon
Bukan Salahku, Indahnya Reuni

Bukan Salahku, Indahnya Reuni

Status: tamat
Genre:Romansa / Pihak Ketiga / Penyesalan Suami / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Sering dibully oleh keluarga sang suami, serta mertua dan ipar yang mulai ikut campur dalam rumah tangganya. Pernikahan impian yang semula tergambar indah, seketika berubah.
Memiliki suami yang mulai dingin, membuat Tari tergoda untuk berpaling.
Bermula dari reuni, Tari mulai bermain api. Akankah api itu menghangatkan atau justru membuatnya terbakar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menipu Suami

Bukan Salahku, Indahnya Reuni Bagian 25

Oleh Sept

Menolak permintaan suami untuk melakukan hubungan adalah sebuah dosa besar, Tari panik. Karena gelagat Dewa sepertinya minta di servis oli.

Mungkin juga sebagian rasa yang pernah ada mulai sirna. Bukannya terlena dan terbawa arus saat Dewa menyesap bibirnya, Tari justru merasa mual. Lambungnya terasa dicengkram, dan dia akhirnya permisi ke kamar mandi.

Dewa mendesis kesal, padahal miliknya sudah tegang. Bisa-bisanya Tari langsung cut begitu saja.

Di dalam kamar mandi, Tari mondar-mandir. Bagaimana ini? Dia sudah tidak selera saat akan diajak tidur bersama oleh suaminya itu.

Tari mengusap wajahnya, membasahi mukanya dengan air yang mengalir dari kran. Kemudian menatap cermin, mencari cara agar dirinya terhindar.

Buru-buru Tari membuka laci di dalam kamar mandi tersebut. Kemudian mengambil satu pembalut. Padahal sedang tidak halangan. Namun, akhirnya dia memutuskan pura-pura.

Tari keluar sambil memegangi perutnya, berakting seperti sedang kram perut karena datang bulan.

"Kemarilah! Kamu kenapa?" tanya Dewa.

"Maaf, Mas. Aku lagi dapet."

Cih!

Dewa kelihatan gusar, kemudian memutuskan tidur di luar, atau di kamar tamu. Percuma, Tari sedang tidak bisa dipakai saat ini.

Setelah Dewa keluar, Tari bisa bernapas lega. Ia kemudian merebahkan tubuhnya di sofa. Lalu memijit kepalanya. Baru kali ini dia main akal-akalan. Biasanya, kalaupun gak mood, jika Dewa butuh servis, maka Tari akan memberikannya.

Ini pasti gara-gara PIL. Ya, pria idaman lain di hati Tari. Sampai mengelabui suaminya sendiri.

"Aku dosa ga ya?" Tari kepikiran, kemudian beranjak dan melihat Ibel.

Ia dekati Ibel, kemudian mengusap lembut. Merasa bersalah juga pada putrinya itu.

"Maafin Mama ya, Sayang."

Hatinya yang dulu hanya untuk Dewa sepertinya mulai terbelah. Cintanya yang tulus untuk papanya Ibel itu kini mulai tergerus. Asmara yang dulu bergejolak mulai meredup dan padam bersama dengan Dewa yang tak setia.

Mungkin hukum alam, atau hukum karma. Entahlah, hanya saja jauh di lubuk Tari ada perasaan yang mengganjal.

Mereka memulai hubungan dengan baik-baik, dan selanjutnya pun ingin baik-baik. Saat melihat anaknya, Tari kok takut, ia takut jika nanti Ibel akan diambil dari sisinya.

Tari menggeleng keras, menepis segala hal paling buruk jika nantinya dia harus berpisah, sebab rasa pun mulai tidak ada.

***

Pagi harinya. Tari bangun saat matahari belum muncul. Dia masak, karena suaminya di rumah. Daripada ceramah agama karena makanan, Tari pun menyiapkan segalanya pagi-pagi buta.

Belanja di depan komplek, sampai para tetangga heran.

"Tumben belanja, Mbk?"

Tari hanya senyum, setelah keperluannya selesai, ia langsung balik. Bukan tipe Tari harus gibah dulu di tukang sayur bersama ibu-ibu.

Kini, aroma wangi harum masakan Tari sampai ke hidung Dewa.

"Masak apa?"

Dewa langsung melihat ke dapur, kemudian menoleh ke belakang. Ibel berjalan sambil merengek.

"Mama ... Ma ..."

"Duduk dulu ya, Ibel. Mama masak dulu. Ini mau selesai."

"Mama ..."

Dewa langsung mengendong anaknya. Tari melirik, wajahnya galau. Meskipun suaminya itu menjengkelkan. Kalau sama Ibel pasti baik dan manis. Pikiran untuk berpisah pun Tari timang-timang kembali.

Detik berikutnya, terdengar dering ponsel milik Dewa. Pria itu kemudian menjauhi Tari. Dan meletakkan Ibel di atas sofa.

"Sebentar sayang," kata Dewa pada putrinya.

Dewa kemudian kembali menjauh, seperti menyembunyikan sesuatu.

"Apa? Tidak mungkin! Aku kan menyuruhmu KB!" desis Dewa yang marah.

Pria itu berkacak pinggang, sambil sesekali melirik ke belakang.

"Gugurkan!" titah Dewa dengan kejam.

Dari telepon, terdengar suara wanita menangis.

"Kita ke rumah sakit besok! Nanti sore aku balik!" ucap Dewa lalu mematikan ponselnya.

"Siapa, Mas?"

Hampir saja Dewa terkejut. Tiba-tiba Tari sudah ada di belakangnya.

"Orang kantor, aku harus segera balik!" kata Dewa yang kala itu sedang berbohong.

Tari melirik, dan sama sekali tidak percaya. Kenapa orang kantor telpon pagi-pagi sekali?

***

Di tempat lain.

Rio berdiri di balkon kamarnya menikmati matahari pagi, wajahnya menyiratkan sesuatu. Bibirnya mengulas senyum.

1
Eva Nietha✌🏻
Nyosor trus ampe pasrah
Eva Nietha✌🏻
Kapok kalian
Eva Nietha✌🏻
Nah cwe panuan hamil 👏🏻👏🏻 good biar dewa n tari pisah
Eva Nietha✌🏻
Huhhhhh knp aq deg2 an ya 😆😆
Eva Nietha✌🏻
Iman q ga kuat .. langsung terbayang2 Rio klo jd tari 🤣🤣🤣🤭
Omha Achun
Luar biasa
Bunda Aish
wa ..wa.... siap-siap ya jangan sampai kedatangan si menyesal karena tiada guna
Bunda Aish
kalau kayak gini sepertinya gpp selengki dibalas selengki, mana lebih untung kayak nya buat Tari /Applaud//Facepalm/
Sky Blue
Pdahal berharap klw Dewa sdar akan sgala kekurangannya. bkan malh melalkukan hal² konyol kek gitu.
Surati
bagus
Modish Line
sok tau bgt lu ....laki2 tua dr mana coba?
Modish Line
Karena lu egois
Modish Line
Tim Riolah ....Dewa mah buang aja ke laut
Dewa Dewi
wahh minta ditabok nih mulutnya si Dewa 🤬🤬 sial bgt Tari punya suami kaya Dewa udh tukang selingkuh, keluarganya toxic semua lagi
Dwi Fadilah
Luar biasa
kakaika
garuk pake besi 🤣
Jihan Yuni
alur cerita nya bagus... karakter nya jg bagus saya cerita nya
komalia komalia
mau nya si s dewa nya menyesali sama orang tua nya
komalia komalia
udah baca godaan mantan
komalia komalia
pastisi dewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!