Lauren adalah gadis cantik anak orang kaya raya di London,namun ia menyembunyikan kecantikan dan kekayaannya dari semua orang termasuk teman teman sekolahnya,ia tidak pernah mengumbar itu semua semata mata ingin mempunyai teman yang tulus apa adanya..ia mempunyai musuh bebuyutan bernama justin,disekolah justin hampir setiap hari membully lauren,namun sifat justin kepada lauren itu bukan semata mata karena ia benci,namun justru bullyan itu adalah tanda cintanya kepada lauren,.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon paijo paijem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24
3 hari telah berlalu,hari ini adalah hari dimana Jacob akan pergi ke Indonesia,tepatnya di ibu kota untuk memulai memimpin anak perusahaan milik Papahnya. Sejak pagi Jacob sudah disibukkan dengan bersiap diri dan meneliti barang barangnya agar tidak ada satupun barang penting yang tertinggal. Setelah dirasa sudah cukup dan lengkap semua,ia membaringkan tubuhnya diranjang kebesarannya dengan kedua tangan yang menyangga kepalanya. Jacob menatap langit langit kamarnya,sesekali menghirup aroma dalam ruangan kamarnya sambil memejamkan mata.
"Sungguh sangat berat."
Ditengah tengah ia sedang menikmati suasana kamarnya yang terakhir kali,terdengar suara ketukan pintu kamarnya.
"Jacob,apa mama boleh masuk?" tanya malaikat cantik dibalik pintu kamarnya
"Masuk aja,Mah." jawab singkat Jacob.
Tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki mendekatinya,dan perlahan suara itu menghilang serta berubah menjadi usapan lembut dikepala.
"Kamu harus semangat,Jacob. Buktikan jika kau ini adalah anak kebanggaan mama dan papa."
Jacob menghela nafas kasar,bangkit dari berbaringnya menatap lekat mamanya. Jacob melihat jelas dimata malaikat yang sudah melahirkannya itu sebuah kesedihan. Ini adalah pertama kalinya Jacob akan pergi jauh .
"Mamah menyuruh Jacob semangat,tapi mamah aja seperti ini. Coba lihatlah,wajah mamah sudah berkerut,jangan bersedih lagi dong, Jacob nggak mau ada kerutan lagi ni disini." menyentuh pipi mamanya berniat menghiburnya.
Candaan Jacob berhasil membuat mama nya terkekeh,ia lantas memukul pelan lengan anak laki lakinya itu lalu memeluknya dengan erat.
"Dasar anak nakal." saut mamanya sambil mengelus lembut punggung Jacob.
"Mah,Mamah udah dong jangan kayak gini,Mamah malah semakin berat buat Jacob melangkah." Ucap Jacob sambil melepaskan pelukan mamanya.
"Mama,Jagain Lauren baik baik ya. Mamah juga harus jaga diri baik baik." ucap Jacob lagi sambil menyeka air mata mamanya.
"Yasudah,(tersenyum mencoba tegar) ayo kita turun sarapan dulu,keburu nanti kamu ketinggalan pesawat lagi". menyeka air matanya sendiri
"Mau mamah bawain kopernya nggak?"
"Nggak usah, Mah. Mamah duluan saja".
Mama pun meninggalkan Jacob dan beranjak keluar dari kamarnya. Jacob menghela nafas panjang,mencoba menenangkan hatinya yang sedang beradu dengan kesedihan. Jacob mengambil ponselnya dari atas meja dan mengirimkan pesan kesebuah nomer yang nampaknya memang spesial baginya.
"pagi".
tidak lama kemudian,ponsel Jacob menerima sebuah pesan.
Pagi juga😊
udah mau berangkat ya?
"Iya. kamu baik baik ya,jagain Lauren dan hati kamu untuk kakak.
Jeuuuhh bucin ke2 ini mah.
Tentunya. Kakak hati hati ya. jangan genit genit.!
Iya sayang,Kakak berangkat ya.. I love you..
love you too,Kak.
Sekiranya sudah berpamitan dengan someone nya, Jacob memasukkan ponselnya kedalam jacketnya. Ia lalu menarik 2 koper yang cukup besar keluar dari kamarnya,sesampainya ia didepan kamar Lauren,Jacob berhenti sejenak dan menatap lekat pintu kamar adiknya,ia menghela nafas panjang dan kembali melangkahkan kakinya menuju ruang tengah.
"Pagi pah," ucap Jacob yang baru saja mendudukkan tubuhnya disamping papahnya.
"Pagi juga,Jagoan." melipat koran yang dibacanya lalu menatap anak laki lakinya.
"Kamu sudah siap.?"
"Yahhh.. seperti yang papa liat.." tanpa ada sedikitpun rasa bersemangat menyauti pertanyaan papanya.
Tidak lama kemudian mamahnya keluar dari dapur membawa beberapa gelas susu segar. Ia meletakkan satu persatu gelas susu itu diatas meja.
Suasana saat itu hening,hingga beberapa saat kemudian Lauren terlihat keluar dari kamarnya dengan senyum yang begitu mengembang dari bibirnya. Namun senyum manis itu tidak bertahan lama,senyum itu sirna saat mata bulatnya mengamati 2 koper besar yang tergelaletak berada didekat sofa,ia tau betul jika koper itu adalah milik kakakknya. koper koper itu hanya akan digunakan Jacob ketika sedang liburan bersama keluarga besar."Kali ini tidak ada rencana liburan,lantas koper itu kenapa ada disana?" pikiran Lauren berkecamuk sedang adu tebak dengan hatinya. Ia berlari cepat menuju ruang makan dimana disana sudah lengkap oleh penghuni rumah kecuali dirinya.
Lauren mengamati suasana lingkup sarapan pagi itu,ini sangat berbeda dari pagi pagi sebelumnya,pikirnya.
Semua orang terdiam,dan hanya menundukkan wajahnya. Jacob yang biasanya menyapa dan selalu menciuminya pun kini hanya memandangnya dan melemparkan senyum kecil. Ia tau betul dimata kakaknya itu sedang ada beban. Lauren menarik kursi disamping Jacob dan langsung mendudukkan tubuhnya.
"P-pagi sayang." sapa mamah dengan lirih tanpa memandanginya.
Kenapa perasaanku jadi nggak enak ya! semua orang aneh.
"Kak,bukankah itu koper kakak. Kenapa ada disana?" memandang lekat Jacob yang sangat terlihat gelagapan.
"emm.. i-tu,kakak,ka-kak mau." belum juga Jacob menyelesaikan kata katanya, Pak Diman(supir)tiba tiba berucap dari arah pintu utama.
Tuan muda,Sopir yang akan mengantarkan tuan ke Bandara sudah datang. Ucap pak Diman.
"Bandara." ucap tegas Lauren.
"kak,kenapa kakak mau ke Bandara,apa kakak mau liburan?." tanya Lauren kembali.
Jacob yang sudah tak kuasa menahan kristalnya diujung mata,ia segera merengkuh tubuh mungil adiknya,ia mengelus lembut punggung adiknya dan mendaratkan bertubi tubi ciuman diujung kepala Lauren.
*Deg
kenapa perasaan ini sama seperti saat Justin pergi meninggalkanku*.
Lauren melepaskan kasar pelukan Jacob,ia memandangi kakaknya dengan mata membulat sempurna."Kak,jawab Lauren. Kakak mau kemana?". kini Lauren mulai berkaca kaca. Hatinya mulai perih,ia merasakan akan adanya hal yang tidak baik setelah ini.
"Lauren." Mama Lauren mulai membuka suara,mata malaikat yang melahirkan mereka berdua itu pun ikut berkaca kaca.
"Kakakmu.." Kata kata terputus
"Mah,..(suara sudah memulai memberat) Jangan bilang kak Jacob mau pergi!" air mata yang sejak tadi Lauren coba tahan,kini berhasil mengalir deras saat ia mendapati mamahnya menunduk sambil sesenggukan.
"Kakak,kakak sudah nggak menyayangi Lauren,kakak tega ninggalin Lauren.!" air mata bening kini sudah mengalir deras dari mata bulat milik Lauren.
Jacob semakin merasa berat meninggalkan Lauren,bagaimana pun Lauren adalah adik kesayangannya. Jacob mengusap lembut pipi Lauren yang basah dengan air matanya.
"Kak,kenapa? kenapa kakak mau pergi? apa kakak sudah nggak sayang Lauren. Pah,tolong cegah kak Jacob,Pah?" memalingkan wajahnya menghadap papahnya,ia menatap papahnya dengan penuh harap,tapi disana Lauren juga sama sekali tidak mendapati jawaban dari Papahnya.
"Kakak jahat,Lauren benci sama kakak! " Lauren mengibaskan tangan Jacob dari pundaknya lalu beranjak hendak lari,namun belum juga Lauren berhasil melangkahkan kaki,tubuh kekar Jacob sudah berhasil merengkuh tubuh mungilnya. Jacob mendekap erat tubuh adik kesayangannya itu,ia menciumi pucuk kepala Lauren dengan sangat rapat. Lauren yang mendapati tubuhnya direngkuh oleh kakaknya mencoba berontak,namun semakin Lauren memberontak,Jacob semakin mengeratkan pelukannya. Lauren yang kini tidak bisa apa apa hanya menghirup tubuh kakaknya dengan sangat dalam,menikmati menit terakhir bersama kakaknya.
"Maafkan kakak,Ren. Kakak sangat menyayangimu,maaf jika kakak harus pergi." ucap lirih Jacob dengan masih memeluk erat tubuh mungil Lauren.
"Kakak janji,kakak akan selalu memberimu kabar,Kakak akan selalu menelfonmu untuk mengobati rasa rindumu,Sayang."
hikss hikss hikss..
Suara sesenggukan Lauren semakin menjadi jadi kala Jacob mengucapkan itu semua,tubuhnya seketika melemas. Namun Lauren mencoba sekuat tenaga untuk menyangga tubuhnya agar tidak lunglai.
"Sayang,jangan pernah tanya kakak kemana dan berada dimana,Suatu saat nanti kita pasti akan bertemu,menurutlah dengan Papah dan Mamah, belajarlah dengan baik,biar kelak kamu cepat bertemu kakak. Selepas kakak pergi,Justin akan menggantikan kakak untuk menjagamu." Sedikit menjauhkan tubuhnya hingga kini mereka saling menatap. Jacob mendaratkan ciuman dikening Lauren dengan waktu yang sangat lama.
Jacob harus menguatkan hatinya,ia harus bisa melakukan ini. Setidaknya hanya untuk hitungan bulan.
Mungkin perih dihati Lauren kini terulang kembali. Luka yang menggores 6 tahun yang lalu kini sudah membaik,namun ternyata luka itu kembali tergores dengan kepergian kakaknya yang menurutnya sangat mendadak.
.
.
.
.
.***jeng jeng jeng... happy ya genggsss. maapkan 3 hari nggak bisa up,karena keadaan badan lagi eror😅
oke baiklah sperti biasanya ya.. jangan lupa vote,komen,like,favorit dan bintangnya yaa..
Sharangheooo genggssss💋💋💕💕***
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🔥🔥🔥
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos 🌸🌸🌸
tinggalkan like and comment ya 🙏🙏
plisss 🙏🙏🙏
3 kali sehari num obat kali ah😆