Kembalinya Gio Adipati Mahendra mengubah semua yang ada di kota A. Gio yang dulunya seorang pria yang lemah sekarang malah menjadi seorang pria yang tidak terkalahkan di kota A dan dinegara mereka.
Gio kembali setelah 5 tahun menghilang karena sesuatu hal tapi dia kembali bukan untuk balas dendam yang pertama dia ingin menemukan istri dan anaknya kira-kira sekitar 5 tahun sekarang dan juga istri cantiknya tidak lupa dia sangat merindukan mereka meski Gio baru pertama kali bertemu dengan Viona tapi dia sudah jatuh cinta denganya, tentu 5 tahun tampa seorang istri banyak godaannya mau bagaimana lagi takdir yang sudah memperlakukan mereka seperti ini.
Bagaimana bisa baru pertama kali, Sudah memiliki anak suatu pertanyaan besar bukan?
Simak cerita selanjutnya di next eps....
Ini Hanya fiksi kesamaan Nama tempat dan lain-lainnya murni ketidak sengajaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nabbhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Rumah keluarga Indrawina
Sam yang tidak menerima kekalahanpun sangat kesal kepada Gio. Diapun memutuskan untuk memberitahu ayahnya agar bisa membantu dirinya membalaskan dendam.
Setelah pulang dari sekolahan Jhonny, keluarga kecil itu memutuskan untuk pergi ke rumah keluarga Indrawina. Kebetulan juga ayahnya tidak berkerja dan semua anggota keluarga saat ini tengah berkumpul di ruang keluarga untuk berbicara dan becanda ringan.
Melihat putra bungsunya datang Bagas selaku kepala keluarga langsung berdiri menyambut anak, istri dan cucunya.
"Ini bekas apa sayang " Ketika ingin menggendong Jhonny, tidak sengaja Bagas melihat memar di kepala bagian kanan Jhonny.
"Itu kakek ada satu anak cewek yang mukul aku pake botol sabun pembersihan lantai" Adu Jhonny kepada sang kakek.
"Apa dia sudah dikeluarkan dari sekolah?" tanya Bagas sambil mengerutkan kening keriputnya.
"Belum kakek, tapi ayah sudah mengurusnya sepertinya dia sudah kapok"
"Oo kalo begitu kamu makan dulu sama mama kamu" Bagas pun menatatap Dita sebagai perintah untuk pergi ke meja makan.
"Ayo sayang..." ajak Dita kepada putra nnya itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Bagas yang tau kalo ada sesuatu yang tidak beres pun bertanya.
"Ayah tau Gio Mahendra?"
"Iya, anak angkat dari keluarga Mahendra itu kan?"
"Anak dia itu memukul Jhonny menggunakan botol sabun"
"APA?, lalu kenapa kamu diam saja?"
"Aku sudah berusaha bahkan sudah memanggil Idris, berharap jika Gio itu yang kalah malah Idris yang babak belur, dia begitu hebat sekarang tidak seperti dulu"
"Dia hanya pencundang yang baru kembali bagaimana bisa Idris kalah dengan dia"
"Aku tidak tau"
"Pasti ada orang dibalik dia"
"Benar itu kita harus cari tau siapa dia sebenarnya sebelum membalaskan dendam kita"
Keluarga Indrawina tidak akan memaafkan Gio Adipati Mahendra, karena anaknya itu sudah berani memukul salah satu anggota keluarga Indrawina.
...***...
Setelah pergi membeli es krim anak dan ayah itu memutuskan untuk pulang karena ibu mereka saat ini sudah menuju rumah mereka.
Baru saja ingin berjalan ke pintu utama rumah Viona datang menghampiri mereka.
"Kok baru pulang?"
"Itu tadi.... " ucap Kaila terpotong.
"Tadi kami beli es krim dulu sama ke taman kan Kaila? "
"Benar itu ibu kami pergi dulu"
"Oo, ayo masuk aku sudah membeli beberapa makanan untuk kita makan"
Gio memutuskan untuk menggendong Kaila masuk kedalam, sedangkan Viona sudah berjalan masuk terlebih dahulu.
"Yang tadi itu rahasia kita berdua aja" ucap Gio berbisik takut kalau Viona mendengar perkataannya.
"Kenapa? "
"Takutnya ibumu marah"
"Berati ibu khwatir kepada ayah"
"Benarkah itu?" Gio pun langsung mengulas seyum seperti bulan sabit.
"Tentu saja, kenapa ayah seyum seperti itu? jelek seperti badut"
"Seperti badutnya... " Tangan Gio pun bergerak menggelitik tubuh Kaila.
"Hahahaha.... " Kaila tertawa karena Gio menggelitik tubuh Kaila.
...***...
Setelah selesai membersihkan diri Gio dan Kaila langsung duduk di meja makan. Terlihat di meja makan banyak makanan terlihat lezat.
Sebelum Viona mandi, dia terlebih dahulu untuk meletakkan nasi dan lauk pauk lengkap di piring Gio dan juga Kaila.
"Sayang kamu tidak makan?"
"Hah...?" Viona yang masih tidak terbiasa di panggil sayang pun kaget.
"Aduh ibu..." Kaila sampai menepuk jidatnya sendiri, karena bingung dengan jalan pikirannya ibunya saat ini begitu aneh menurutnya.
"Aku mau mandi dulu" Viona pun kembali mengingat ucapan Gio, Karena malu dia pun langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa menit berlalu setelah Viona pergi ke kamar mandi, wanita itu baru saja kembali dengan rambut yang di gulung di kepala menggunakan handuk.
"Ibu ngapain aja sih?..."
"Mandi sayang kenapa?"
"Lama tau, Kaila kan jadi laper" Kaila pun langsung menyendok makanan di piring lalu menyuapkannya sendiri kedalam mulut kecilnya.
"Kenapa gak makan saja"
Viona yang melihat makanan yang dirinya letakkan di piring Gio dan Kaila masih utuh pun merasa tidak enak, makan malam ayah dan anak itu tertunda karena dirinya.
"itusjskdooc" Jawab Kaila dengan mulut yang penuh dengan nasi.
"Kunyah dulu sayang baru bicara"
"Hu... Baik, Kata ayah tadi, ayah makan bersama dengan ibu, Karena ibu sebelumnya pernah bilang untuk menunggu, ayah jadi Kaila tunggu ibu saja makanannya sekarangkan sudah lengkap ayo makan" ucap, Kaila menjelaskan sambil menirukan bagaimana tadi Ayahnya berbicara.
Gio melihat putrinya menirukan suarannya pun mengulas senyum, ternyata dia tidak salah pilih orang, Untuk meletakkan bibit.
"Iya..." Viona pun duduk disamping Gio didepan Kaila.
Gio pun mengambil centong nasi lalu mengambilkan nasi dan meletakkannya, di piring putih milik Viona.
"Mau pakai lauk atau sayur apa?" tanya Gio setelah meletakkan nasi tersebut.
Viona yang tidak bisa menjawab hanya bisa menunjukkan makanan yang dia mau. Hatinya langsung berbunga-bunga baru pertama kalinya Viona merasakan hal seperti ini, meski terdengar sepela tapi ini romantis menurutnya
Ditengah-tengah makan malam yang sunyi Kaila pun mendapatkan ide untuk menceritakan kejadian tadi siang kepada ibunya.
"Ibu tau kenapa Kaila dan ayah pulang telat? "
"Bukannya membeli es krim dan ke taman?"
"Membeli es krim nya itu bener tapi ada kejadian yang keren ibu"
"Kejadian apa?" Viona yang penasaranpun langsung bertanya.
"Jadi tadi itu ayah berantem ngebela ibu"
"Berantem sama siapa?"
"Jadi gini... " Kaila pun menceritakan semuanya, Mendengar cerita dari Kaila Viona langsung berdiri lalu menyuruh Kaila berdiri dan mencek apa ada luka di badannya.
"Aku tidak apa-apa ibu, ayah kan lindungin aku jadi aman dan terkendali" ada kelegaan tersendiri untuk Viona mendengar kalau putrinya baik-baik saja bahakan tidak ada luka sedikitpun ditubuh putrinya itu.
"Lain kali jangan gitu lagi biarin aja dia pinjem krayon kamu"
"Bukan Kaila gak mau pinjemin tapi itu Jhonny sering rusak berang-barang milik Kaila, dan berujung Ibu marah kepada Kaila" Viona selalu marah jika Kaila meminta krayon dan peralatan tulis lainnya.
Viona tidak mempersalahkan uangnya, mau bagaimana pun jiwa ibu-ibunya tidak ikhlas kalau barang yang baru di beli harus di beli lagi karena rusak atau hilang.
"Maaf sayang ayo duduk lagi lanjutin makanannya"
Setelah makan malam selesai Viona langsung membereskan meja makan lalu menidurkan Kaila di kamarnya.
"Gio heem... " setelah menidurkan Kaila, Viona menyusul Gio ke kamar mereka.
"Iya Viona ada apa?" tanya Gio yang saat ini sibuk dengan leptop milik Viona.
"Apa ada yang sakit"
"Ada disini.. " Gio pun langsung menujuk area lehernya ternyata disana ada luka kecil.
Viona yang melihat luka tersebut langsung mengambil kotak pk3, dan langsung mengobati area leher Gio yang terluka.
Viona meniup-niup lukanya agar merasa mendingan. Tiupan yang dibuat Viona membuat Gio merasakan Asfosfer yang berbeda.
"Apa mendingan?" tanya Viona khawatir.
"Iya... " Balas Gio dengan suara seraknnya lalu menarik tangan Viona mengakibatkan Viona saat ini tengah berada di pangkuan Gio.
Viona yang melihat mata sayu Gio menatap matanya pun mengerti apa yang akan terjadi setelah ini. Dengan berani Gio langsung mencium Viona dengan rakus, tangannya tidak tinggal diam. Tangan kekar tersebut menahan lekuk leher Viona agar ciuman mereka semakin dalam.
"Boleh kah?" tanya Gio melepaskan Ciuman dan memberikan akses untuk Viona bernapas.
"Iya... " mendapatkan persetujuan dari Viona Gio pun langsung melakukan aksinya untuk membuat adik untuk Kaila.
...***...
Yang tanya laptopnya kemana udah di lipat jadi saksi buta di meja dekat kasur.
Jangan menilai org dari luar nya saja .
Karena bisa saja luarnya terlihat dingin ternyata dalamnya hangat