Leon angga reksa mencintai Zafi laulani remaja polos yang ternyata kekasih Arief angga reksa adik kandungnya sendri, malam yang gelap menjadi saksi sakitnya hati Leon melihat wanita yang di cintai di tunang oleh adiknya. Akankah Leon mengalah dengan Arief adiknya? atau sebaliknya dia akan merebutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Welga Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKAL BULUS.
Akal bulus
...****************...
" Awalnya Zha ragu untuk meneruskan, tapi Zha sudah nyaman dengan Arief, dan orang tuanya setuju tidak memandang siapa Zha, ahirnya Zha ingin lanjut, tapi Zha belum sanggup untuk menikah Zha masih ingin tunangan dulu " jelas Zha pada Rima.
Percakapan Zha dan Rima tidak hanya di situ.
" Zha kalau gitu besok temani ibu ke pasar ya ? kamu yang tahu makanan kesukaan Arief " kata Rima ajak Zha.
...****************...
Setelah selesai berbelanja mereka pulang dan memasak di dapur, menyiapkan makan malam dan kedatangan keluarga besar Arief di kediamanya.
Setelah selesai memasak keluarga besar Arief datang terkecuali Leon. dengan membawa berbagai macam parsel untuk keluarga Zha dan memulai rundinganya. Mita dan Adi juga ikut menyaksikan dan di saksikan pak Rt dan dua warga.
Kedua keluarga berbincang serius dan mengutarakan apa uang akan di niatkan oleh mereka.
" Terima kasih karena telah menerima pinangan dari putra kami " kata Angga setelah meddengar jawaban dari pihak keluarga Zha.
" Sekarang tinggal rencana di rayakan pertunangan, mau di adakan di mana dan seperti apa konsepnya dan kapan ?" Lanjut Angga.
" Kami mewakili dari keluarga Zha, kata Zha tidah usah ada perayaan, dan Arief sudah setuju " kata Didik.
" Tidak bisa " sahut Dahlia " keluarga Angga reksa itu terkenal, dan putra bungsu Kami, belum pernah muncul di layar kaca, jadi keluarga kita ingin di rayakan, dan saya tidak mau di saat Arief ke luar negri gadisnya di dekati oleh pria lain " kata Dahlia.
Membuat semuanya tertegun kaget.
" Dan masih satu lagi yang telah saya katakan pada Zha, kalau setelah tunangan Zha harus kerja di perusahaan Reksa group, biar ada yang jaga Zha, " Lanjut Dahlia.
" Yang mau tunangan Arief mami yang repot mi ?" tanya Angga Reksa.
" Karena Mami tidak mau kejadian pada Leon terulang lagi " kata Dahlia, kondisi Leon yang jadi alasan.
" Kalau tidak mau tidak apa - apa, lebih baik ijab kabul saja langsung papi kira gampang cari menantu yang cocok dengan anak kita, harta bukan sebiah jaminan untuk bahagia " sahut Dahlia membuat mata semua memandang ke arah Dahlia.
" Tidak apa - apa kok Om tante, kalau harus di rayakan " kata Zha.
" Maafkan tante ya Zha ? dia kepingin banget punya anak perempuan makanya kayak gitu, kalau kamu keberatan tidak ada pesta tidak apa - apa ? " sahut Angga.
" Tidak apa - apa kok om, lagian juga cuman pesta, gak bikin kita berkurang, paling cuman capek Ya gak Rif ? " kata Zha sambil menengok pada Arief Arief hanya tersenyum.
" Ha ha ha ha " Tawa semuanya setelah mendengar jawaban dan senyuman dari Zha.
" Ya sudah kita adakan di mana dan kapan ?" tanya Angga.
" Kita adakan acaranya di hotel saja bagai mana ?" usul Dahlia.
" Bagai mana Zha ? " tanya keluarganya.
" Zha ngikut ajah ?" kata Zha.
" Kalau Arief inginya, resepsinya bertema di aut door " usul Arief.
" Bagai mana Zha ?" tanya Angga.
" Terserah om, kalau masalah pesta ha ikut aja, karena Zha belum pernah ikut pesta " kata Zha.
" Kalau gitu kesimpulanya seperti ini saja, karena yang mau tunangan Arief dan Zha, kita tanya Arief yang dia mau yang mana, karena ini momen seumur hidup sekali kita sebagai orang tia hanya bisa membantu dan memberi usulan " sahut Didik.
" Baiklah kalau itu yang terbaik " kata Angga.
" Bagai mana Rif ?" tanya Dahlia.
" Arief maunya aut door, bertema alam " kata Arief.
" Kita adakan di mana dan dan kapan ?" Sahut Angga
" Di hutan pinus, kalau kapan Arief mah maunya secepatnya " kata Arief sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ha ha ha ha, Arief Arief, anak kok gak sabaran ?" kata Dahlia.
Arief tersenyum malu, Zha hanya mengalah, sebenarnya dia tidak ingin pesta meriah, tapi keluarga Angga tidak ingin kalau hanya sederhana karena ini acara pesta pertama putranya, Zha mengalah, dari pada di nikahkan sekarang juga.
Kebahagiaan kedua keluarga begitu hangat.
" Bagai mana kalau minggu depan saja pak Didik, karena kalau bulan depan Arief harus mempersiapkan wisudanya dan pemberangkatanya ke Swis " tanya Angga.
" Terserah pak Angga saja kita hanya bisa ikut saja demi kebahagiaan anak - anak kita " jawab Didik.
" Ya sudah kesimpulanya Acara tunangan Zha dan Arief bekonsep autdoor, tempat hutan Pinus, dan di adakan minggu depan " kata pak Rt yang ikut menyaksikan.
" Kenapa tidak di luar negri sekalian Rif?", kata Mita.
" Jangan Rif, nanti Zha mabok di pesawat " sahut Adi.
" Ha ha ha ha. . . ! tawa Semua.
Zha malu dengan kata Adi.
" Kalau Zha yang mintak pasti saya turuti " sahut Arief.
" Semua sudah setuju jadi kini tinggal persiapan nanti semua biaya biar keluarga kita yang mendanai keluarga Zha tinggal beres saja mami tugasnya mempersiapkan Arief dan juga Zha " kata Angga bagi tugas.
Semua rencana telah di siapkan oleh Angga. tinggal bagi tugas. dan setelah berunding mereka pamit undur diri.
Sesampainya masuk mobil Arief dan Dahlia tertawa dengan bahagia,
" Bagai mana Rif, mami pintarkan agar Zha mau mengadakan pesta ?" tanya Dahlia yang duduk di belakang sedang Arief duduk di sebelah sopir.
" Emang mami yang terbaik " kata Arief sambil mengangkat jempolnya.
" Kenapa kamu tidak mau ngomong sendiri Rif sama Zha ?" tanya Dahlia.
" Alasan Zha, dia malu mi, karena dia anak orang biasa saja sedangkan kita orang berada itu mi dan Arief tidak ingin memaksa Zha " Cerita Arief.
" Sungguh sederhana anak itu " Sahut Angga.
" Iya pi makanya Arief yakin sama dia, apalagi dia selalau jaga perasaan Arief waktu Arief jauh dia jaga jarak dengan pria lain " cerita Arief.
" Tapi kalian pakai akal bulus untuk mengelabuhi dia ?" kata Angga.
" Akal bulus apa pi ?" tanya Arief kaget sambil melotot ke arah Angga.
" Itu. ingin pesta saja mami harus bohonginya segala " Kata Angga.
" Itu juga demi kebaikan anak kita pi dari pada nanti Arief alergi sama cewek kayak Leon " kata mami.
" Bukan alergo mi, kak Leon adlah tipe pria setia mi, walaupun do tinggal dia masih ingin bertahan " kata Arief .
" Dasar anak dua ini selalu tidak bisa di jelekan " kata Dahlia.
Dirumah Zha setelah keluarga Arief pergi.
" Zha kenapa kamu tidak pernah cerita kalau arief anak dari Angga reksa ?" tanya Adi.
" Siapa juga yang tahu kalau dia putra Angga reksa, baru kemaren aku tahunya " jawab Zha.
" Tahu dia putra Angga reksa tidak akan aku biarkan dia bersama kamu ?" kata Mita membuat irang di ruangan situ melotot ke arah Mita.
" Maksudmu ?" jawab Zha heran.
" Tidak tidak Zha aku hanya bercanda, tidak mungkinlah aku nikung sahabat aku sendiri. nanti kalau kamu sudah sama Arief tolong bantu aku untuk mendekati CEO Leon yang super dingin itu ya ? biar kecipratan kayanya " kata Mita..
" Mana mungkin Leon yang tampan mau sama kamu body bebek ?" kata Adi mengejek.
" Bilang saja kalau kamu cemburu " sahut Mita sambil menunjuk Adi.
nikah sama kakaknya
omongan Zha jadi nyata 🤭