NovelToon NovelToon
I Love You Tuan Muda

I Love You Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Balas Dendam / Detektif / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:894.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayla Noona

Takdir Aqilla itu rumit.

Hidup Aqilla terasa monoton sekali. Namun, hadirnya si kembar membawa warna baru di hidup Aqilla.

Walaupun terbebani rasa bersalah yang membuncah, Aqilla tetap bertahan demi sang buah hati. Si kembar-lah alasan terbesar Aqilla untuk terus berjuang.

Ditambah kehadiran daddy kandung si kembar membuat hidup Aqilla sedikit banyak mengalami perubahan. Tawaran pernikahan beralasan si kembar sudah lelaki itu berikan. Namun, Aqilla ragu karena dia sering melihat rumah tangga tanpa cinta selalu berakhir perpisahan. Ditambah lagi, ada sosok lain yang menentang keras hubungan keduanya.

Haruskah dia menerima tawaran itu?

“Kamu bukan tidak mencintaiku. Kamu hanya belum mencintaiku, Aqilla.”
–Rayhan Albar Refalino–

“Aku tidak tau harus menjawab apa. Bukan karena aku tidak mau mencoba mencintaimu. Tapi, aku punya alasan lain kenapa aku takut mencintaimu.”
–Alzena Aqilla Jonesa–

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayla Noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 | Tiba di Indonesia

Sampai!

Jovan dan Jovin akhirnya menapakkan kaki mereka di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Keduanya terlihat menggemaskan dengan topeng masing-masing yang menutupi sebagian wajah mereka. Bola mata ungu keduanya berbinar cerah, menunjukkan bahwa si pemilik mata tengah berbahagia.

Di belakang kedua bocah itu, Aqilla dan Ely menyusul. Setelan santai ditambah kacamata hitam yang bertengger membuat keduanya tak kalah memesona. Bahkan, ada beberapa kaum adam yang melirik Aqilla maupun Ely. Sesekali berbisik membicarakan mereka.

Pasalnya, aura yang muncul dari tubuh Aqilla mengisyaratkan kepemimpinan yang hebat.

Ely menatap sekeliling dengan saksama, ternyata tidak banyak perubahan yang terjadi dari tempat ini. “Akhirnya, kita sampe di sini.”

Aqilla mengangguk. Ia ikut mengedarkan pandangannya dengan sesekali meregangkan otot leher yang kram. Perjalanan dari Calgary hingga tiba di Jakarta memakan waktu lebih dari 22 jam. Rasanya udah kayak mau remuk aja, nih, badan.

Berbeda sekali dengan kondisi si kembar yang malah super bersemangat. Kedua bocah itu seperti tidak ada lelahnya. Padahal, perjalanan yang mereka tempuh lumayan menguras tenaga.

“Mommy, ayo kita pulang. Jovin lapar.” Gadis kecil itu merengek sambil mengusap perutnya.

Aqilla terkekeh pelan. “Iya, Girl. Sebentar, Mommy lagi nunggu jemputan.”

“He? Siapa yang jemput kita?” bingung Ely.

“Apa daddy?” seru Jovin heboh.

Baru saja Aqilla ingin menjawab, suara berat orang lain lebih dulu menginterupsi mereka.

“Nona!”

Aqilla menoleh. Ia tersenyum tipis melihat sosok lelaki yang tengah berlari kecil ke arah mereka. “Ah, syukurlah kamu udah dateng, Reno. Maaf, kami repotin kamu.”

Lelaki itu adalah Reno, lelaki yang sama di masa tujuh tahun silam yang diberi kepercayaan besar oleh Aqilla untuk memimpin pasukan di Indonesia. Yap, Aqilla memanggilnya kemari untuk mendapat jemputan. Untungnya, sih, Reno terlihat biasa saja, maksudnya tidak terbebani gitu.

“Tidak apa-apa, Nona. Saya senang bisa membantu,” balas Reno dengan senyum ramahnya.

Aqilla beralih menatap kedua anaknya. “Twins, ini Om Reno, teman Mommy. Salam dulu,” pintanya.

Jovan dan Jovin segera menyalami Reno layaknya orang Islam pada umumnya. Mereka juga memperkenalkan diri kepada sosok Om Reno yang tengah mengulas senyum gemas.

“Ini anak Anda, Nona?” tanya Reno yang mendapat anggukan dari Aqilla. “Wah, mereka menggemaskan sekali.”

Jovan dan Jovin nampak membusungkan dada, bangga dengan paras menawan mereka yang begitu membuat gemas orang yang menatap.

“Kalau lagi santai begini, panggil nama aja, Ren. Nggak usah formal banget,” kata Aqilla yang memang kurang nyaman dengan sikap Reno. Lelaki muda itu terlampau sopan kepadanya. Padahal, kan, situasinya saat ini ia sedang berlibur, bukan menjabat sebagai Nona Qaill yang disegani banyak umat.

“Tapi, saya tidak nyaman, Nona,” cicit Reno dengan senyum kikuknya.

“Kalo kamu terlalu formal, aku juga nggak nyaman. Santai aja.” Aqilla tidak mau dibantah. Reno pun cuma bisa pasrah. “Kita mampir ke restoran dulu, bisa? Kami lapar.”

“Boleh, em.. Kak.” Reno nyengir. Dia bingung ingin memanggil apa. Namun, mengingat Aqilla jauh lebih tua darinya, Reno memutuskan untuk menyebut kakak saja.

Dibantu oleh Reno yang membawa koper, kelimanya berjalan bersama menuju mobil yang terparkir. Si kembar yang memang cerewet itu sangat mudah akrab dengan sosok Reno yang menyenangkan. Ketiganya sedang berceloteh riang, tidak peduli dengan suasana sekitar yang gelap karena malam semakin larut.

Aku pikir, aku nggak akan ke sini lagi. Ternyata.. hari ini aku datang lagi dan tujuan aku ke sini untuk ketemu kamu.. tuan muda.

...👑👑👑...

Keesokan harinya...

Si kembar, Aqilla, dan juga Ely tengah menyantap sarapan ala Indonesia—bubur ayam. Soalnya, tadi ada gerobak keliling penjual bubur ayam. Karena di kulkas belum ada isinya, jadi Aqilla memutuskan untuk membeli empat mangkuk bubur ayam dengan topping komplit.

“Aunty mau ke mana? Kok, rapi banget?” heran Jovin melihat setelan yang dipakai Ely begitu rapi. Tidak seperti Jovin yang masih acak-acakan dengan piyamanya karena belum sempat mandi.

Si kembar memang bangun kesiangan hari ini. Mereka sedang berusaha beradaptasi dengan perbedaan waktu Calgary dan Jakarta yang cukup banyak, 13 jam.

Ely tersenyum lebar. “Aunty mau jalan-jalan, Sayang. Aunty ke sini, kan, mau liburan.”

Jovin mengerucutkan bibirnya. Jemari telunjuk kecilnya menunjuk ke arah dirinya sendiri. “Kami nggak diajak?” Jovan juga ikut memelas, berharap dirinya ikut digandeng menuju destinasi lokasi liburan aunty-nya ini.

“Tentu saja tidak!” jawab Ely sepenuh hati.

Ekspresi si kembar langsung berubah muram. Mereka mencebikkan bibirnya kesal, yang dibalas tawa menggelegar dari Aqilla juga Ely.

“Biarin aja, Twins. Mommy di sini, kan, libur juga. Nanti kita jalan-jalan sendiri, oke?” sahut Aqilla yang seketika menghilangkan aura mendung dari kedua anaknya.

“Beneran, Mom?” seru si kembar heboh. Senyum mereka merekah melihat Aqilla mengangguk. “Ke taman hiburan, ya?” tambah Jovan dan Jovin bersamaan.

“Hm, boleh.”

“Yes!” pekik si kembar heboh. Mereka bertepuk tangan senang. “Kapan, Mom?”

Aqilla berpikir sejenak. “Hari ini Mommy bisa, kok.”

Manik Jovan dan Jovin berbinar. “KALO GITU HARI INI, MOM! DEAL?”

“Deal.”

...👑👑👑...

Mansion Refalino...

“Tuan Muda.”

Rayhan yang sedang sarapan menghentikan pergerakannya sejenak, ia menoleh ke arah Alvin, sang asisten, yang datang dengan raut datar—udah biasa dia. “Kenapa?”

Bukan hanya atensi Rayhan yang teralih, Robert, Reva, dan Jessie pun sama. Bahkan, beberapa pelayan mansion yang berada di sekitar ikut menguping.

“Saya mendapat informasi jika Nona Aqilla saat ini berada di Indonesia, Tuan.”

Rayhan berdiri seketika. Diikuti anggota keluarganya yang lain. “Kamu serius?” desak Rayhan memastikan.

Alvin mengangguk mantap. “Benar, Tuan. Semalam, Nona Aqilla tiba di Indonesia dari Calgary. Dia datang bersama dua anak kecil dan seorang wanita.”

Rayhan mengerutkan dahinya. “Dua anak kecil dan seorang wanita?” ulangnya.

Alvin mengiyakan.

“Tidak ada laki-laki?”

Alvin membuka tablet yang dibawa, ia membaca ulang data yang didapat di layar tablet miliknya. “Tidak ada laki-laki dewasa, Tuan. Tetapi, salah satu anak kecil berjenis kelamin laki-laki.”

Rayhan terdiam. Ia sedang berusaha mencerna maksud perkataan Alvin.

“Siapa anak-anak itu? Bukannya Aqilla cuma punya satu anak? Anak perempuan, kan?” beo Reva bingung.

“Salah satu anak kecilnya memang perempuan, Nyonya Besar,” kata Alvin memberitahu.

“Masa Kak Aqilla udah punya 2 anak?” heran Jessie. “Mungkin itu anak wanita yang satunya,” celetuknya memberi pendapat.

“Mungkin aja,” balas Reva.

“Terus suami Aqilla di mana?” tanya Robert penasaran.

“Maaf, Tuan Besar, saya tidak tahu.” Alvin menundukkan kepalanya.

Rayhan berkata dengan tegas, “Cari tau siapa anak-anak itu dan riwayat keluarga Aqilla. Aku ingin semua datanya, lengkap! Mengerti?”

Alvin membungkuk hormat. “Perintah diterima, Tuan Muda.”

^^^To be continue...^^^

1
Qaisaa Nazarudin
MENURUT KU ALASAN KENZIE MEMUSUHI RAYHAN ITU GAK LOGIS,HANYA KARENA AQILLA HAMIL,ITU JUGA BUKAN KESALAHAN RAY DOANG KAN,TERUS NGAPAIN JUGA NYALAHIN RAY..ANAK AQILLA JUGA UDAH LAHIR DAN GEDE SEKARANG,MASIH AJA GAK OUAS HATI,CKK ALASANNYA, GAK MASUK AKAL MAKIN KESINI..🙄
Qaisaa Nazarudin
TAPI CANTIK DAN IMUT BANGET LHO AY,AKU SUKA,SESUAI UMUR SI JOVIN LHO..🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Cucu2 oma lagi sholat tuh..
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah disiapkan aja..Emang niang banget ya ninggalin anaknya disana..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Handsome boy..😍😍😍🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
SEPERTI NYA KEKUASAAN KELUARGA REY GAK BERGUNA,MENDING KELUARGA MAFIA,SETEBAL APAPUN BENTENGNYA ORANG YG MAU DI CARI,PASTI AKAN DIDAPATKAN SELAMBAT2 NYA DLM WAKTU 1 MINGGU,SI MAFIA NYA BAKALAN BISA MENYUAP PIHAK DLM DEMI MENDAPATKAN DATA ORANG YG DI TARGET,.LHA INI MALAH BERTAHUN2 MASIH AJA GAK BISA TEMBUS..😂
Qaisaa Nazarudin
Gumusshh banget aku dengan si kembar💋💋💋💋💋💋
Qaisaa Nazarudin
Untung nya Aqilla udah ceritain semuanya ke si kembar,Jadi gak bakal ada kesalahpahaman lagi nantinya..
Qaisaa Nazarudin
Berarti diagnosa DOKTER nya yg gak becus,darimana DOKTER mendiagnosa Rey mandul? Noh si kembar aja udah gede gaban kayak gitu..
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget putus asa nya..harusnya kamu cari tau ttg Aqilla dan si kembar,Anggap aja Allah ngasih kamu peluang kedua untuk mendapatkan Qilla,ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Baguslah karena mmg Rey ditakdirkan untuk jadi bapak nya di kembar doang..
Qaisaa Nazarudin
Lho thor cepat banget?? Kenapa gak dipertemukan Jovin dan Jovan dengan bapaknya cepat?? sampai 5 tahun masih belum dipertemukan mereka? ckk ketetlaluan Aqilla..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣MENURUN BAR-BAR MOMMY NYA SEMUA..
Qaisaa Nazarudin
Muslim,Tapi kenapa anaknya semua bule..Nama indo banyak lho yg keren2 tapi pastikan gabungkan sekalian nama keluarga bapaknya..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang baru ku tau umur Aqilla itu berapa,Aku pikir umurnya udah 26-27 gitu,aku sebenarnya kurang suka baca alur yg peran ceweknya umur di atas 20an apalagi udah 25+ kayak udah tua banget,Kecuali alurnya bagus..
Qaisaa Nazarudin
Waaahh kembar sepasang😍😍😍
Qaisaa Nazarudin
Ngerti banget thor,aku udah ngelahirin 4X juga,jadi tau banget gimana rasanya..😁
Qaisaa Nazarudin
Waahh outhor mah curang,Kenapa aku gak dapat feelnya Aqilla hamil dan melahirkan ya?? 😭😭
Qaisaa Nazarudin
Apa selama Qilla hamil Rey tidak mengalami hamil simpatik gitu,Atau merasa apalah gitu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!