"Siapa kamu?" ucap Airin, melihat bayangan laki laki yang berjalan kearahnya.
Kepala Airin terasa sangat berat saat itu membuat nya tidak sadar kan diri, malam yang panjang itu pun ia lalui dengan seorang CEO yang cukup terkenal dikalangan bisnis.
Disinilah Airin memulai kehidupannya.
Bagaimana kisah selengkap nya,,, ikutin terus yaaa:):):):)
.
.
.
Instagram @linaa.pndk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maulina Nur Latifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 23 - Bersama Alfa
"Suruh mereka masuk" Perintah Alfa.
"Masuklah" ucap Hyper kepada Bryan dan Brayen.
"Hai om" ucap Bryan, entah kenapa mood nya kembali membaik ketika bertemu kembali dengan Alfa.
"Hai boy, kita bertemu kembali" ucap Alfa tiba tiba saja menunjukkan sikap lembutnya.
Hyper yang melihat itu pun membuatnya bingung dengan sikap tuannya. Sikap tuannya tiba tiba saja berubah ketika kedatangan kedua anak itu.
"Tuan saya permisi dulu" ucap Hyper, dijawab anggukan oleh Alfa.
"Kita belom kenalan, nama kalian siapa?" tanya Alfa lembut.
"Bryan om dan ini Brayen, cuma beda 2 menit saja" ucap Bryan tersenyum.
"Pantas saja sama sama tampan" ucap Alfa mengusap lembut rambut Bryan dan Brayen.
"Hehehehe makasih om, om juga lebih tampan dari kita" ucap Bryan.
"Udah udah memujinya, nanti om terbang gimana?" ucap Alfa tertawa.
"Kalian diantar siapa tadi?" tanya Alfa.
"Sopir" ucap Brayen.
"Udah bilang ke mamah kalian kan?" tanya Alfa.
"Sudah om" ucap Brayen berbohong. Karena ia yakin mamah nya tidak akan mengizinkan Bryan dan Brayen bertemu orang asing.
"Om" panggil Bryan dengan tatapan sendu.
"Iya Boy, ada apa?" ucap lembut Alfa.
"Apa kami boleh memeluk om Alfa" ucap Bryan tiba tiba.
"Sini" ucap Alfa langsung merangkul Bryan dan Brayen kedalam dekapannya.
Seolah olah rasa nyaman, bahagia, sedih yang Alfa rasakan saat memeluk Bryan dan Brayen. Bahkan sebaliknya mereka berdua juga sangat nyaman dalam pelukan Alfa.
"Kenapa nyaman sekali, perasaan apa ini sebenarnya" batin Alfa bertanya tanya.
"Makasih Om" ucap Bryan dan Brayen bersamaan.
"Kalian udah sarapan belom boy?" tanya Alfa.
"Belom om" ucap Bryan.
"Yaudah kita sarapan dulu, om juga belom makan dari pagi" ucap Alfa tersenyum manis, entah kenapa ia merasa kan kenyamanan ketika bertemu kembali dengan Bryan dan Brayen.
Alfa menggandeng Brayen dan Bryan keluar menuju lobby. Alfa menyuruh Hyper untuk menghandle semuanya. Semua mata memandang Alfa yang menggandeng kedua anak yang memiliki wajah mirip dengan Alfa.
"*Apa mereka anaknya tuan Alfa?"
"Wajahnya mirip sekali"
"Tapi setahuku tuan Alfa belom menikah"
"Udah udah, jangan ikuti urusan atasan, bisa bisa kita di pecat ketahuan ngomongin CEO perusahaan*"
Setelah Alfa sampai di lobby, mobil sudah siap di depan. Alfa membukakan pintu depan untuk Brayen masuk, dan belakang untuk Bryan.
"Kita mau kemana om?" ucap Bryan.
"Om sih pengennya makan masakan Seafood, tapi apa kalian suka?" tanya Alfa.
"Itu makanan favorit kami om" ucap Bryan kegirangan.
"Sama dong, om juga suka banget sama Seafood" ucap Alfa.
"Emmm om" panggil Brayen.
"Iya Boy ada apa?" ucap Alfa.
"Apa om sudah menikah?" Tanya Brayen tiba tiba.
"Kenapa kamu tanya seperti itu?" tanya lembut Alfa, mengusap rambut Brayen.
"Kami hanya takut, jika om sudah menikah terus istri om melihat keberadaan ku dan Bryan pasti akan salah paham" ucap Brayen sangat dewasa.
"Tenang boy, Om belom menikah." ucap Alfa, Entah kenapa membuat hari Brayen dan Bryan bahagia mendengar itu.
Akhirnya mereka sampai disalah satu restoran langganan Alfa. Mereka turun dari mobil dan masuk kedalam. Alfa memesankan 3 porsi Seafood spesial di restoran itu.
Tiba tiba telfon Alfa berdering, yah ternyata mamahnya yang menelponnya. Alfa segera mengangkat telfon dari mamahnya.
"*Halo mah?" Ucap Alfa.
"Nanti malam ada pertemuan dengan salah satu teman mamah, datanglah" ucap Mamah.
"Hmm oke" jawab cuek Alfa*.
Yah kali ini memang mamah nya sering sekali menjodoh jodoh kan dengan teman mamahnya. Namun satu pun dari mereka tidak ada seorang pun yang membuat luluh seorang Alfarizi.
"Kenapa om?" tanya Brayen melihat Alfa sedikit berbeda.
"Tidak ada boy, hanya masalah kecil" ucap Alfa.
Dan akhirnya pegawai resto mengantar kan seafood pesanan Alfa. Banyak pasang mata yang melihat ke arah Alfa yang membawa dua anak laki laki tampan. Tidak banyak dari mereka juga mengambil gambar ketika Alfa bersama Bryan dan Brayen.
Alfa merasakan kenyamanan ketika melihat Brayen dan Bryan, entah kenapa hati nya menyuruh nya untuk tidak meninggalkan mereka berdua.
Setelah selesai makan, Alfa mengajak Bryan dan Brayen ke salah satu toko. Disana banyak sekali Miniatur berbagai macam anime yang cukup banyak disukai orang orang saat ini.
"Wahh Om Alfa juga suka anime?" tanya Brayen.
"Om suka banget dari kecil, tapi karena om sibuk kerja jadi om sudah gak pernah lagi kesini" ucap Alfa.
"Kalian suka?" ucap Alfa.
"Suka bangett, kita penggemar anime." ucap Bryan.
"Kalian lihat lihat saja, ambil kalau kalian suka" ucap Alfa.
"Beneran om? ini mahal banget" ucap Bryan melihat harga yang tertera.
"Bantu om menghabiskan uang, Om gatau lagi cara ngehabisin uang Om yang terus bertambah" ucap Alfa memperlihatkan wajah sedihnya.
"Baiklah kalo om memaksa" ucap Bryan langsung memilih beberapa miniatur yang ia suka.
Mereka langsung menuju ke kasir, total harga nya sungguh fantastis. Namun hal itu malah membuat Alfa sangat bahagia, hal itu pun membuat Bryan dan Brayen ikut tersenyum.
"Om nanti turunin di dekat gerbang saja, sopir kita udah nunggu disana." ucap Brayen sopan.
"Baiklah boy" ucap Alfa.
"Makasih om" ucap Bryan dan Brayen bersamaan dan langsung mencium Alfa tiba tiba.
Hal itu pun membuat Alfa syok, dan langsung terdiam dengan senyum yang terus ia perlihatkan. Sungguh perasaan nya kali ini sangatlah berbeda.
.
.
.
.
.
.
.
#Haii semuanya
Makasihh yang udah support Outhor sampai sekarang
Jangan lupa LIKE, COMENT, FOLLOW YAA.
Instagram @linaa.pndk