kisah ini menceritakan seorang wanita yang dulunya pernah menjadi seorang anak dan ibu 4 orang anak.1 anak kandung dan 3 anak angkat.wanita itu tinggal dengan ibu dan ke 4 anaknya .dan berjuang keras untuk mereka sehingga berhasil memberi kehidupan layak sampai punya usaha.dan bisa memenuhi janjinya memberangkat ibunya naik haji .wanita tersebut tak pernah lelah untuk membahagiakan mereka sampai dia lupa dirinya sehingga dia sakit parah.sebelum wanita itu meninggal dia menitipkan usaha ibu dan ke 4 anaknya kepada adiknya .tapi ternyata bukannya bahagia yang didapatkan malah sebaliknya
akhirnya wanita tersebut berdoa minta diberi kesempatan hidup kembali agar bisa menjemput keluarganya yang dulu untuk kembali dijaganya.
dan jiwanya itu diberi kesempatan untuk transmigrasi ketubuh wanita lain yang punya banyak masalah yang harus diselesaikannya.
kisah ini banyak tantangannya sedih lucu bahagia dan ada tekad tidak pernah menyerah
Selamat menikmati dan mohon maaf bila ada salah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Rejeki rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Tdk jauh dr sana aku melihat adikku hai berjalan sendirian langsung aku datang menghampirinya sambil membawa bekal untuk diberikan padanya
"Hai ini bekal untukmu"
" Untuk apa kamu memberikan ini padaku aku tdk butuh"dia cuma melihat sekilas aja terus berniat pergi tanpa menoleh lg
Tapi sebelum adikku pergi aku mencekal tangan adikku sambil aku mengatakan" maafkan kakak bisakah kau beri kakak kesempatan untuk menjadi kakak yg baik buat km"
" Kakak yg baik buat aku kau membuat aku mau tertawa aja selama ini kau kemana aja ha"teriak sambil dia menghampiriku dan membisikanku sangat pelan tp aku bisa mendengarnya
" Dulu anda pernah mengatakan apa pada kami lebih baik kami mati aja jgn menyusahkan atau meminta bantuan pada anda sebab anda mengatakan anda bukan badan amal sedekah untuk orang 2 miskin seperti kami meskipun kami saudara anda "
"Deg " aku diam berdiri hatiku dan tubuhku bergetar sesak dan aku mengepalkan tanganku sampai kuku ku menancap ditelapak tangan sendiri sampai wajahku ikut pucat dan tanpa juga aku inginkan sekilas memori dr kata 2 itu muncul dikepalaku sampai dahiku berkeringat banyak
Dari memori yg aku lihat itu disuatu malam dan hujan lebat salah satu adikku terjadi kecelakaan tabrak lari dan masuk RS tp pihak RS meminta biaya untuk operasi bila ingin selamat hari itu juga langsung salah satu adikku yg baik 2 aja itu pergi kerumahku untuk meminta bantuan uang untuk saudara kembarnya kepadaku
Sampai adiknya pun itu bersujud menangis dengan keadaan basah baju nya pun dia tetap bersujud lama sekali
Tp itu tdk membuat tubuh wanita ini merasa kasihan malah tubuh ini mengatakan "aku bukan badan amal buat kalian kalau ingin dapat uang banyak bekerjalah jangan meminta minta seperti pengemis"
"Kak aku tdk mungkin bakalan meminta kalau hal 2 sepele kesini sebab ini keadaan mendesak tdk bisa diganggu gugat kak ini soal nyawa bukan soal lainnya kak itu adik kakak juga dan saudara kembarku tdk mungkin aku diam aja melihat adikku kembarku sedang bertaruh nyawa di RS"
" Itu urusanmu bukan urusanku karena dia adikmu bukan adikku jadi yg harus mengurusi adalah km sendiri maaf aku tdk punya uang sebanyak itu pergilah"
" Kak dia adikmu yg paling kau sayang dulunya kenapa kakak tega apa kakak tdk takut adik yg penurut baik pada kakak tiada dan kakak harus ingat pesan ayah ibu bahwa kakak harus menjaga kami ha...."
" Aku tdk peduli dengan pesan ayah ibu mereka udah meninggal jadi pesan mereka tdk berlaku untukku lagi dan juga biarpun dia maksudku saudaramu itu mati atau kamu mati aku tdk peduli dan pergilah jgn pernah kerumah ini lagi"lalu tubuh ini pergi keatas tanpa menoleh cuma mendengar langkah kaki aja yaitu adiknya langsung pergi jauh dan berlari kencang diantara hujan dan badai setelah itu tiba 2 aku tersadar dr ingatan itu
Justru karena itu aku akhirnya aku mengerti akan penolakan keras dr adikku hai karena aku memang pantas mendapatkannya setelah mengatakan itu hai langsung meninggalkanku dan aku masih sendirian yg masih mengingat sedikit dan merenung apa yg dilakukan tubuh wanita ini benar 2 kejam saat aku sadar aku bergumam apakah perjuanganku ini bakalan tdk gampang untuk merebut hati adik kembarku ini
Aku masih tetap diam berdiri meskipun kepalaku mau pecah dan tubuhku ingin ambruk gara2 memori sialan itu dan juga kejadian yg terjadi kepada 2 adik kembarku itu dulunya
Lalu aku hanya melihat punggung adikku hai yg tdk terlihat lagi kenapa semuanya seperti drama aja sih apa aku harus tetap merebut hati adikku yg bernama hai rasanya susah apa lebih baik aku
"Jangan kau mengatakan akan pergi wanita tua aku kembali tegaskan jgn coba 2 kau pikirkan sekalipun kau harus tetap menyelesaikan nya semua masalah tubuh wanita ini kalau kau ingin cepat menemui ibu dan anakmu dikehidupan dulu untuk hidup bahagia"ucap malaikat menyebalkan
" Astagfirulloh lagi 2 km tiba 2 datang didepanku tanpa diundang untung jantungku kuat kenapa sih setiap ada masalah langsung ada disini aja kayak senang aku menderita"ucapku
"Kan kami pengawas kak cantik takutnya kakak cantik kabur lebih baik kakak cari cara rebut adik kembar kakak lainnya timbang bertengkar dengan malaikat senior nanti waktunya lama buat ketemu dengan keluarga kakak cantik dulunya"malaikat junior