"Kau tahu, kau tak pantas untuk menjadi bodyguard ku tapi kau lebih pantas menjadi kekasih kecilku." Ucap Riana Saraswati Candra.
"Nona muda, tolong jangan katakan itu lagi." Ucap Jeremi.
Bagaimana rasanya jika seorang pria tampan menjadi bodyguard seorang wanita yang genit dan centilnya minta ampun, akankah dia tahan dengan godaan dari majikannya itu atau malah sebaliknya.
Penasaran, langsung di baca yah
👇👇👇👇👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ati Nurhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Pak Candra
30 menit kemudian...
Akhirnya para Polisi datang dan langsung membekuk pelaku yang belum menyadarkan diri.
Sambil menghampiri. "Terima kasih pak, atas kedatangannya." Ucap Jeremi sambil membopong Riana.
"Sama-sama De. Ini memang sudah kewajiban saya sebagai aparat." Ucap polisi tersebut.
Dreet...dreet...
Terdengar handphone Jeremi berbunyi. Dan Jeremi langsung mengambilnya dari dalam saku celana. Saat di lihat ternyata Pak Candra menelpon dengan menggunakan video call. "Pak Candra." Ucap Jeremi dengan nada terkejut dan dia langsung mengangkatnya.
Nampak wajah Pak Candra penuh amarah.
"Jeremi apa yang terjadi." Tanya Pak Candra.
Sambil memegang handphone. "Saya minta maaf Pak, karena saya telah lalai menjaga Nona muda." Ucap Jeremi.
"Saya bayar kamu untuk menjaga anak saya, bukan untuk jalan-jalan." Bentak Pak Candra.
Sambil merebut handphonenya. "Pah aku mohon jangan salahkan Jeremi." Ucap Riana sambil meneteskan air mata.
Sambil melihat Riana. "Sayang, kamu tidak apa-apa nak." Ucap Pak Candra dengan lembut.
"Aku baik-baik saja pah. Jangan salahkan Jeremi, ini semua salah aku." Ucap Riana sambil menangis.
"Memangnya apa yang terjadi." Tanya Pak Candra penasaran.
"Pah mereka adalah mantan Bodyguardku yang dulu. Mereka sakit hati karena perlakuanku yang semena-mena terhadap mereka, dan mereka sampai kehilangan istrinya karena sulit untuk mendapatkan pekerjaan." Ucap Riana dengan penuh penyesalan.
"Yah sudahlah nak, yang penting kamukan baik-baik saja." Ucap Pak Candra dengan tenang.
"Tapi Pah, papah jangan menyalahkan Jeremi dia gak salah." Ucap Riana.
"Kalau masalah itu, Jeremi tetap salah. Dia tak bisa menjaga kamu, dan tak bisa menjaga amanah dari papah." Ucap Pak Candra dengan nada tinggi.
"Pah ini semua salah Riana. Aku paksa Jeremi untuk menemaniku pergi liburan, karena aku suntuk tinggal di rumah terus. Dan kejadian ini juga salah Riana karena aku gak mau dengerin perkataanya." Ucap Riana sambil menangis.
Nampak Pak Candra melamun, merenungi perkataan anaknya. "Iya, mungkin ini semua bukan salah Jeremi. Karena aku tahu benar Sifatnya Riana." Gumamnya dalam hati.
"Iya sudah, lebih kamu istirahat. Dan tolong berikan handphone ke Jeremi." Ucap Pak Candra sambil tersenyum.
Riana menyerahkan handphonenya kepada Jeremi. Dan pak Candra langsung melanjutkan pembicaraannya.
"Maafkan saya, karena saya telah marah-marah sama kamu dan saya berterima kasih sama kamu. Karena kamu telah menjalankan amanah yang saya embankan sama kamu." Ucap Pak Candra.
Sambil menunduk. "Saya sekali lagi minta maaf, karena kelalaian saya yang tak bisa menjaga Nona muda." Ucap Jeremi.
"Sudahlah, jangan merasa bersalah. Saya mengerti posisi kamu. Dan lebih baik kalian beristirahatlah. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih." Ucap Pak Candra sambil menutup teleponnya.
Tut...Tut..
Terdengar suara telepon di tutup. Jeremi segera menyimpan handphonenya dan langsung membawa Riana ke penginapan.
20 menit kemudian...
Akhirnya mereka sampai di kamar penginapan dan Jeremi segera mendudukkan Riana di atas sofa.
Sambil membawa obat P3K dan pakaian Riana. "Nona, pakailah dulu baju ini." Ucap Jeremi sambil memberikan baju Riana.
Riana melihat kearah Jeremi dan Jeremi mengerti maksudnya. Jeremi langsung balik badan karena Riana ingin mengganti pakaiannya.
"Sudah." Ucap Riana singkat.
Jeremi langsung membalikkan badannya dan duduk di samping Riana untuk mengobati lukanya.
"Maaf, biar saya obati luka yang ada di wajah Anda." Ucap Jeremi sambil mengambil obat dari kotak P3K.
Riana hanya menganggukkan kepalanya dan Jeremi langsung mengobati lukanya dengan perlahan.
"Aw... sakit." Ucap Riana.
"Maaf Nona." Ucap Jeremi sambil mengobatinya kembali dengan perlahan dan meniupi lukanya.
Nampak Riana tengah memandang Jeremi. "Maafkan aku." Ucap Riana.
"
jgn marah ya thor !
cm ksh masukan doang. 😁