Farel adalah seorang Ceo tampan yang bersikap dinggin bertemu dengan gadis cantik yang cuek bernama Nayla.
hal itu membuat pertengkaran bak kucing dan anjing jika mereka bertemu.
Namun karena takdir, mereka di satukan dalam ikatan cinta pernikahan.
Apakah mereka akan bersatu atau bahkan mereka akan berpisah?
Bagaimana kah kelanjutan nya?
Simak terus ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan vote nya ya readersku😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menjalani hukuman
"Argh!! kenapa sih dia blak blak an banget" umpat Naila
"Dasar!! nggak tau etika!!"
"Mulutnya bisa di rem nggak sih! argh!!!"
Naila terus mengumpat dan akhirnya tertidur.
******
"rel, kamu udah ke butik tadi?"
"Udah ma"
"Syukurlah, yang lain nggak usah di fikirin, udah mama siapin semuanya"
"Nggak seharusnya secepat ini lagian ma"
"jangan menunda nunda kebaikan kamu rel, nggak baik"
farel hanya diam mengunyah makanannya.
*****
06.50
kring!!!!... kring...
alarm berbunyi
Naila terbangun dari tidurnya. dan meraih alarmnya
"hah???, udah siang banget"
"Aduh!! telat nih gue"
dengan berlari Naila langsung ke kamar mandi.
hanya bermake-up tipis dan langsung menuju ke kantor.
Setelah beberapa menit, akhirnya sampailah di lobby, dan terlihat di sana banyak karyawan yang sedang berdiri
"Duh! kenapa tuh rame rame?"
"Pasti lagi kena hukuman tuh mereka"
"aduh!! Ma*pus nih gue! mana gue telat lagi hari ini, pasti gue juga kena hukuman tuh pasti"
Naila masih berdiri di dekat bagian resepsionis.
"Ada apa mbak Naila?" tanya seorang resepsionis yang heran dengan sikap Naila
"Eh! nggak papa kok, cuma lagi nunggu tukang ojol" kata Naila berbohong
"Oh, baiklah mba"
Naila lalu berbalik ke pintu keluar dengan langkah tergesa gesa, dan menutupi kepala nya dengan map nya.
tanpa disadari, farel melihat tingkah nya yang keluar dari kantor.
"Oke baiklah! hukuman kalian sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan"
"Han, kamu awasi mereka"
"Baik pak"
Farel pun menyusul Naila ke luar.
"Disini dulu kali ya, aman" kata Naila yang berjongkok di samping mobilnya
"Sampai kapan gue di sini, mana nggak kelar kelar lagi tuh"
"Sampai saya datang! dan menghukum kamu" bentak farel yang membuat Naila terkejut
"Huaaaaaa!!" teriak Naila karena saking terkejutnya
"lah! ma*pus gue! kenapa ada dia di sini sih! arghhhh" Naila menepuk jidatnya
"Kenapa? kaget? terkejut? binggung?"
"Eh! nggak! saya tadi di sini cari bolpoin saya jatuh di sekitar sini tadi" jawab Naila dengan berpura pura meraba raba bawah mobilnya
"Bohong kamu!!! ayo! ikut saya! kamu harus mendapatkan hukuman " dengan menarik tangan Naila
"lepasin tangan saya! saya bisa sendiri"
akhirnya Farel melepas nya
"Baguslah! Anda tidak mencari kesempatan dalam kesempitan"
"ihh! pede banget sih Lo! ogah ya gue di pegang sama lo"
Naila hanya menjulurkan lidah nya tanpa sepengetahuan farel. dan mengekor di belakangnya.
"Karena kamu tadi telat dan masih berani sembunyi, jadi kamu harus mendapatkan hukuman yang spesial"
"what? spesial katanya? perasaan gue udah nggak enak nih"
"Hukumannya mudah saja! untuk sehari ini kamu harus menggantikan pekerjaan OB di sini?"
"Hah??? OB?" tanya Naila setengah berteriak
"Iya! kenapa? masih kurang?, kalau masih belum puas saya bisa tambahkan lagi"
"Sudah lebih dari cukup bapak Farel yang terhormat!" jawab Naila dengan raut masam
"Baguslah! laksanakan sekarang!"
Naila pun mulai meninggalkan farel dan mengambil peralatan.
"argh!!!! tega banget sih! dasar cowok singa"
menyapu dan mengepel dari bagian lobby.
"lohhh, mbak Naila kenapa menyapu di sini, emang pak slamet kemana mbak?" tanya seorang resepsionis
"Iya lagi mood bersih bersih aja nih, kotor kan nggak enak diliat! pak Armant ada tuh, gue bantuin gitu"
"Oh begitu! baik banget mbak "
"baik lah, kalau nggak karena terlambat juga ngga akan gue kaya gini"
berlanjut ke ruangan farel.
"Permisi"
"Silahkan masuk"
"Maaf bapak, ruangan bapak akan saya bersihkan, bisa kah bapak keluar sebentar" pinta Naila dengan muka dibuat semanis mungkin
"Tdak bisa, saya sedang banyak kerjaan"
orang itu bikin gue kesel aja tiap hari,
oke lah! nggak apa apa! yang penting nggak kemana mana tuh cowok, tetap duduk ditempat ye
Naila pun mulai menyapu lantai dan mengepel ruangan tersebut.
saat sudah mendekati pintu, farel memanggil nya.
"Naila, yang ini masih kotor! bersihkan lagi"
Naila lalu kembali ke bagian yang di maksud. dan terlihat bekas sepatu mengeplak cokelat di lantai.
"ini kan bekas sepatu Lo dodol"
tapi Naila hanya diam, dan mengepel bagian yang kotor agar cepat selesai.
"Map yang biru kok nggak ada ya?" kata farel sembari mencari cari di tumpukan meja
"Oh iya di lemari belakangan"
Akhirnya farel berdiri dan mengambil map di lemari, sehingga menimbulkan bekas kotor di lantai
Naila yang mengetahui hal itu merasa di permainkan.
Dan akhirnya Nayla menghempaskan tubuhnya di sofa.
"Terserah Loe deh, gue capek" kata Naila akhirnya
"Cepat selesaikan! tidak usah banyak mengeluh!" Kata farel masih terfokus dengan laptopnya
Naila yang tak tahu harus berkata apa lagi, dengan kesal kembali mengepel ke tiga kalinya. dan meninggalkan ruangan tersebut
"Pelajaran buat kamu, nay" tawa Farel akhirnya pecah saat Naila sudah meninggalkan ruangan nya.
"Makanya jadi wanita yang anggun" kata Farel masih dengan tertawa
Naila yang selesai dengan hukuman nya, lalu masuk ke ruangan nya
"Eh nay, udah selesai?" tanya Eva yang melihat Naila masuk ke ruangan
" udah"
"Capek pasti, gue baik kok nay " kata Evi dengan mengipas ngipaskan buku ke Naila
"Apaan sih va"
"Eh! kok tega banget ya pak Farel ngasih hukuman ke kamu berat banget. padahal kan kamu tunangan nya dia"
"Yahh! gue itu nikah sama dia ngga ada landasan cinta nya va"
"lahh! kok bisa nikah?"
"Karena di jodohin orang tua kita sendiri sendiri"
"Pantesan liat kamu kemaren sama pak farel malah kaya Tom and Jerry"
"Ya emang gitu! dia suka liat gue sengsara"
"haha! apaan sih Lo nay, ngarang! ntar lama lama juga tumbuh sendiri tuh cinta nya!
"Tumbuhan emang nya"
"Terserah Loe deh "
Baca Part awal kayaknya seru..