Fantasy Wars berlatarkan sebuah dunia dimana semua orang memiliki sebuah kekuatan super yang disebut "trick". Mengkisahkan perjuangan sekelompok remaja untuk mempersatukan negeri mereka, Negeri Arasi.
Di sebuah negeri bernama negeri Arasi, terjadi banyak peperangan. Hal ini dikarenakan tidak adanya seorang pemimpin di negeri itu, sehingga banyak orang membentuk sebuah kelompok untuk berperang dan menjadi kaisar di negeri itu.
Zeyn, seorang remaja yang "trick"-nya tidak diketahui, bahkan diduga bahwa dia tidak memiliki "trick". Bercita-cita untuk menjadi kaisar dan mengakhiri peperangan di negeri Arasi. Sekaligus membalaskan dendamnya kepada pasukan Demon Warriors, pasukan yang telah menghancurkan desanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-Z Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan, Keberanian, dan Pahlawan
Setelah empat hari melakukan perjalanan dari Kota Chusan, Zeyn dan timnnya akhirnya sampai di sebuah desa bernama Desa Downstream. Baru beberapa langkah mereka memasuki desa itu, Zeyn dan teman-temannya sudah disambut dengan hembusan angin yang sepoi-sepoi.
"Wahh, nyamannya." Rill benar-benar menikmati hembusan angin itu.
"Ya," sahut Zeyn dan yang lainnya sambil merentangkan kedua tangan mereka.
"Em ... tapi, kenapa penduduk di sini tampak sangat gelisah dan tergesa-gesa?" Zeyn heran melihat penduduk desa itu.
"Vins, tanya situ!" ucap Troy sambil mendorong bahu Vincent.
"Hah?" Vincent sebenarnya ingin menolak. Tapi ia melihat tatapan tajam dari teman-temannya yang seakan-akan siap membunuhnya jika ia menolak.
"Iya-iya." Vincent mengangguk-nganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah takut.
Vincent lalu menghampiri salah seorang warga desa itu. Orang itu sedang berlari tergesa-gesa sambil membawa sebuah tas.
"Em ... maaf Pak-" Vincent memegang pundak oranf itu.
"Maaf, kami tidak ada waktu melayani turis!" bentak bapak itu sambil menepis tangan Vincent.
"Ehh ... mau kubunuh, yah!" Vincent langsung mengaktifkan cakarnya untuk menyerang bapak itu.
Namun beruntung, Troy dan yang lainnya segera menahan Vincent.
"Oi! Aku hanya menyuruhmu bertanya, bukan membunuh!" ucap Troy sambil menahan badan Vincent.
"Ehm, maaf yah Pak. Teman kami emang begitu orangnya," ucap Khaira sambil tersenyum manis.
"Wahh cantiknya." Mata si bapak berbinar-binar dan ia langsung mendekati Khaira.
Namun saat bapak itu mendekati Khaira, Zeyn langsung menghadang bapak itu dengan tubuhnya. Alhasil, bapak itu pun terdorong ke belakang.
"Hehehe. Maaf yah, Pak." Zeyn tersenyum.
"Hemh, dasar anak muda. Tidak ada sopan-sopannya pada orang tua," kata si bapak yang kesal sambil melanjutkan perjalanannya.
"Pak, tunggu! Ada yang ingin kami tanyakan!" teriak Zeyn. Padahal jaraknya dengan bapak itu belum jauh.
"Huhh ... Kai." Zeyn memberi kode pada Khaira.
"Ya," jawab Khaira mengerti.
"Pak, bolehkah kami bertanya," ucap Khaira dengan lembut yang langsung meluluhkan hati si bapak yang sedang kesal.
"Hah, Neng cantik mau nanya apa?" Si bapak langsung berbalik dan menghadap Khaira.
Melihat itu, Zeyn dan teman-temannya oun tersenyum aneh.
"Em ... begini Pak-" ucapan Zeyn terpotong.
"Aku tidak bertanya padamu!" bentak si bapak memotong ucapan Zeyn.
"E ... iya Pak, maaf," ucap Zeyn dengan wajah datar.
"Pffft." Rill, Troy, Vincent menahan tawa.
"E ... begini Pak. Kenapa orang-orang di desa ini tampak begitu gelisah dan tergesa-gesa?" tanya Khaira lembut.
"Hem ... desa ini akan diserang oleh pasukan Negeri Crystal," jawab si bapak yang tampak ketakutan.
Negeri Crystal adalah negeri yang berbatasa dengan Negeri Arasi. Negeri Crystal adalah salah saru negeri yang terlibat dalam peperangan tanpa henti dalam merebut kekuasaan di Negeri Arasi. Negeri ini sudah menguasai beberapa kota dan desa Negeri Arasi yang berbatasan dengan negerinya.
"Negeri ... Crystal." Tubuh Rill gemetar.
"Hih." Zeyn tersenyum kaku karena merasa cemas.
"Sudah, aku juga ada urusan," kata si bapak.
"Apa kau akan kabur dari pertempuran ini?" tanya Zeyn yang membuat langkah bapak tadi terhenti.
"Ya. Bukan hanya aku, tapi mayoritas orang di desa ini akan kabur," kata si bapak.
"Mayoritas? Berarti masih ada orang yang mencoba untuk bertempur," batin Khaira.
"Hentikan! Kenapa kau ingin pergi meninggalkan desamu, disaat ada orang yang ingin merebutnya?!" ucap Zeyn.
"Memangnya kami bisa apa?! Dan kau sendiri siapa, sampai berani melarangku?!" balas si bapak.
"Kalian bisa bertahan, selama kalian masih punya harapan! Kalian bisa melawan, selama kalian masih punya keberanian! Kalian bisa meminta tolong, selama masih ada manusia!" seru Zeyn tersenyum yang membuat semua orang di sekitar situ melihatnya.
"Dan kau bertanya siapa aku? Aku Zeyn, Zeyn Caylon! Tapi sebaiknya aku tidak hanya memperkenalkan diriku sendiri, kami berlima adalah pahlawan!" sambung Zeyn.
"Haaa." Beberapa orang berdecak kagum dengan seruan dari Zeyn.
"Anak ini, dia memiliki aura pemimpin yang hebat," batin si bapak sambil tersenyum lebar.
"Dia memiliki, aura seorang pahlawan," batin si bapak tadi lagi.
Semua orang di sekitar situ termasuk teman-teman Zeyn pun tersenyum dan jadi bersemangat karena seruan dari Zeyn tadi.
*****
Sementara itu, di sisi lain desa. Ada sepasang wanita dan laki-laki sedang mencoba melakukan hal yang sama seperti yang Zeyn lakukan. Mereka berdua berseru kepada orang-orang di sana agar tidak menyerah dan berusaha untuk mempertahankan desa mereka sendiri.
Namun sayang, hasil yang mereka dapat tidak sama dengan apa yang didapat oleh Zeyn. Seruan mereka diacuhkan dan beberapa kali mereka juga dibentak dan dimarahi bahkan juga dicemooh. Mereka berdua adalah Scarlet dan Joshi.
"Ahh!! Sial!!" ucap Scarlet kesal.
"Tua-" ucapan Joshi terpotong ketika melihat Scarlet menatapnya dengan tajam.
"Scarlet, ini percuma. Mereka semua tidak akan menerima seruan kita," ujar Joshi.
"Ya, tapi kita tidak boleh menyerah. Kalau tidak, kejadian itu akan terulang kembali," kata Scarlet sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Kalian bisa bertahan, selama kalian masih punya harapan! Kalian bisa melawan, selama kalian masih punya keberanian! Kalian bisa meminta tolong, selama masih ada manusia!" seruan Zeyn tadi terdengar hingga sampai ke telinga Scarlet dan Joshi.
Scarlet dan Joshi pun tertegun mendengar seruan itu.
"Seruannya ...," gumam Scarlet tertegun.
"Luar biasa," kata Joshi yang mendengar gumaman Scarlet.
"Kita harus ke sana!" tegas Scarlet pada Joshi.
"Ya." Joshi dan Scarlet pun berlari ke arah lokasi asal suara seruan Zeyn tadi.
*****
Sementara itu, di lokasi Zeyn dan yang lainnya.
"Hehe, hahahahahahah." Si bapak tadi tertawa terbahak-bahak.
"Heh, tak kusangka semakin tua diriku ternyata harapan dan keberanian diriku semakin menurun," ucap bapak itu.
"Apa yang diucapkan anak itu memang benar. Kita harus mempertahankan desa ini!" seru warga desa yang lainnya.
"Hemh." Zeyn tersenyum.
Lalu, si bapak tadi berjalan ke arah Zeyn.
"Kami masih punya harapan, kami masih punya keberanian, dan yang ada di hadapanku ini adalah manusia. Tidak, maksudku pahlawan." Si bapak tersenyum sambil memegang pundak Zeyn.
"Mohon bantuannya!" teriak semua warga di sana meminta bantuan dari Zeyn dan timnya.
Mendengar itu, Zeyn dan teman-temannya pun tersenyum gembira.
"Ya!" jawab tim Zeyn dengan lantang menerima permintaan dari warga Desa Downstream.
Lalu, Joshi dan Scarlet pun tiba di lokasi Zeyn dan yang lainnya. Mereka melihat Zeyn dan teman-temannya dari jarak yang cukup jauh.
"Lihat, sepertinya ada pendatang baru di kota ini." Joshi menunjuk ke arah Zeyn dan teman-temannya.
"Ya. Mungkin pria yang pundaknya dipegang oleh Pak Date itu adalah orang yang melakukan seruan hebat tadi," kata Scarlet.
"Hm ... dia harus menjadi anggota kita," gumam Scarlet sambil tersenyum.
"Tidak. Aku juga akan setuju jika dia menjadi pemimpin kita," sambung Scarlet.
"Hah? Memimpin kita?" Joshi terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Scarlet.
"Kenapa? Kau tidak setuju?" tanya Scarlet dengan menunjukan tatapan tajam.
"Ehehe tidak-tidak," ucap Joshi ketakutan.
"Dia memiliki aura seorang pahlawan. Dia bisa menyelamatkan desa ini. Bahkan mungkin, dia juga bisa mempersatukan Negeri Arasi ini," batin Scarlet sambil tersenyum lagi.
hehe, abis baca marathon✌🏻
Ganbatte, ditunggu up nya😆
karya mu semakin keren
Salam Mengintip Jodohku