Marsha harus dihadapkan dengan kenyataan pahit, di usia yang masih sangat muda harus menikah dengan gurunya sendiri. Bukan karena sebuah perjodohan tetapi karena kejadian satu malam yang tidak sengaja mereka lakukan.
Apakah Bastian akan benar benar mencintai Marsha? atau hanya rasa bertanggungjawab saja dan terpaksa menikahi Marsha? sementara Bastian masih mencintai mantan calon istri nya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Pernikahan
Setelah menempuh jalur kesepakatan akhirnya keluarga Marsha menyetujui jika Bastian mempertanggungjawabkan atas semua perbuatannya, dan hari ini langsung saja menikahi Marsha yang pastinya mereka semua saat ini menuju ke rumah sakit di mana Marsha dirawat.
Sedari tadi Bastian hanya diam saja, bukan karena ia menyesali keputusannya tetapi memang ini yang harus ditempuh, ia adalah laki-laki sejati yang harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah dilakukannya meskipun semua kesalahan tidak terletak padanya namun Bastian mengingat kembali dengan ucapan Marsha 1 bulan yang lalu jika memang Bastian adalah laki-laki yang seharusnya bisa menolak semuanya, pastinya kejadian itu tidak akan terjadi dan Bastian meninggalkan Marsha begitu saja, tidak malahan mengikuti apa yang jelas-jelas Marsha sendiri tidak sadar karena pengaruh alkohol.
Maka dari itu, di sini Bastian juga bersalah... ia sudah memutuskan dan keputusannya itu adalah benar, untuk masalah cinta dan yang lainnya bisa dipikirkan lagi yang jelas ia harus bertanggung jawab dengan Marsha dan mencoba untuk mencintai perempuan itu meskipun Bastian tahu akan sulit sekali menjalani pernikahan dengan Marsha.
Dan tidak perlu diragukan lagi, semua perlengkapan untuk pernikahan sudah selesai, semuanya sudah beres bahkan penghulu pun sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit yang pastinya semuanya bisa cepat selesai jika ada uang dan tentu saja Papa Arman sudah mengatasi semuanya.
Hari ini Bastian dan Marsha akan menikah tentu saja bukan pernikahan di atas tangan saja tetapi mereka menikah sah secara hukum dan agama bukan hanya sekedar nikah siri.
Semuanya sudah sampai di parkiran rumah sakit tetapi Mama Tina dan juga Mama Dinda meminta supaya Bastian dan juga papa Arman berikut juga Papa Wira menunggu dulu di sebuah ruangan.
Beruntung sekali keluarga dari Papa Wira kenal betul dengan pemilik Rumah Sakit ini yang mana mereka meminjamkan satu ruangan khusus untuk Bastian bersiap-siap menghadapi pernikahan ini, yang pastinya Mamah Tina dan juga mama Dinda segera menuju ke ruangan Marsha beliau juga harus mempersiapkan Marsha.
"Sayank....."
Setibanya di ruangan Marsha, Mama Dinda langsung saja membuka pintu ruangan perawatan putrinya itu di mana di sana sudah ada Aditya yang saat ini sedang berbicara dengan Marsha, entahlah Apa yang diucapkan oleh Aditya itu apakah Aditya mengatakan yang sebenarnya jika hari ini Marsha akan menikah dengan Bastian atau tidak.
Pelukan kangen dan juga rasa sayang mama Dinda berikan kepada Marsha, anak perempuan satu-satunya itu.
Tanpa terasa, kedua pasang mata mereka saling meneteskan air mata, yang pastinya Mama Dinda merasa gagal menjaga putrinya hingga kejadian 1 bulan itu terjadi.
"Bagaimana keadaanmu sayank? maaf ya mama baru tahu jika kamu mengalami musibah seperti ini, apa ada yang sakit? atau kamu membutuhkan sesuatu? atau ingin makan apa biar mama persiapkan?"
Marsha menggelengkan kepalanya, saat ini keduanya sudah melepaskan pelukannya dengan tangan Mama Dinda mengusap lembut pipi Marsha yang sedari tadi terkena tumpahan air mata.
Yang pastinya Mama Dinda tahu jika Marsha benar-benar menderita, bahkan perempuan cantik itu juga tahu jika putrinya saat ini sedang merasakan sakit, namun Marsha tidak berani untuk mengatakannya.
"Maafkan Marsha, Mah...."
Dengan kedatangannya Mama Dinda ke sini, Marsha sudah tahu jika mama Dinda sudah tahu kebenaran tentang apa yang sedang terjadi, beliau yakin dengan perlakuan Mama Dinda itu terlebih lagi dengan mama Dinda yang sudah meneteskan air matanya.
"Jangan bicara seperti itu, Mama yang salah dan kenapa kamu tidak menceritakan semuanya?"
"Maaf mah, tetapi Marsha takut untuk mengatakannya..."
Jawab Marsha, kemudian perempuan cantik itu menundukkan wajahnya, ia benar-benar tidak tahu dengan apa yang akan terjadi nantinya, yang kedua orang tuanya sudah tahu sebenarnya.
Sedangkan Mama Tina, sedaru tadi melihat interaksi antara Mama Dinda dengan Marsha, beliau juga sempat meneteskan air matanya, terharu dengan perlakuan manis Mama Dinda dan juga bentuk kasih sayang mama Dinda terhadap putrinya.
"Cantik...pantes saja Tian tidak bisa menolak nya...."
Bukan hanya Mama Tina yang hanya melihat interaksi antara Mama Dinda dengan Marsha, tetapi perempuan yang tidak muda lagi itu juga melihat ke arah Marsha, menatap wajah cantik perempuan yang menjadi tokoh utama hari ini, yang pastinya Mama Tina menganggukkan kepalanya... beliau juga berucap di dalam hati sembari tersenyum.
Yang pasti Mama Tina mengagumi kecantikan dari Marsha, meskipun Marsha dalam keadaan yang tidak sehat dengan kondisi wajah yang masih nampak pucat tetapi beliau yakin jika Marsha itu adalah perempuan yang sangat cantik dan menarik, buktinya saja putranya tidak bisa menolak pesona Marsha.
"Hai sayank, Bagaimana kabar kamu?"
Setelah beberapa menit hening, akhirnya Mama Tina memberanikan diri untuk mendekati Marsha, beliau juga ingin berkenalan lebih jauh dengan calon menantunya itu yang mana beliau yakin jika Marsha adalah perempuan yang baik meskipun masih terlihat anak-anak.
"Ini mamanya Bastian sayank, kenalan dulu..."
Marsha tentu saja melongo, tetapi ia kemudian tersenyum dan mengulurkan tangannya, kemudian salim dengan mema Tina dan langsung saja disambut dengan pelukan hangat dari mama Tina itu.
Yakin sekali Marsha bingung, kenapa ada mamanya Bastian di sini, apa yang sebenarnya terjadi? Karena ia tidak tahu apa-apa, kenapa juga mamanya bisa bersama dengan mamanya Bastian.
"Kamu cantik sekali sayank, mama jadi tidak sabar untuk membawa kamu pulang."
Ujar Mama Tina sembari merapikan rambut Marsha yang nampak berantakan, beliau juga masih memandangi wajah cantik Marsha yang memang benar-benar sangat mempesona.
Marsha sendiri tidak bisa menjawab apa-apa, ia bingung.. kemudian menoleh ke arah Mama Dinda, berniat untuk mencari jawaban atas apa yang diucapkan oleh Mama Tina barusan.
"Sayank, Mama dan Papa sudah tahu dengan apa yang terjadi sama kamu dan Bastian, oleh karena itu hari ini Bastian akan menikahi kamu."
Deg
Sungguh kejutan macam apalagi ini, di mana Marsha benar-benar kaget mengapa Bastian akan menikahi dirinya, padahal setahu Marsha, Bastian hari ini menikah dengan kekasihnya.
"Iya sayank, kamu akan menikah dengan Bastian, kamu mau kan menikah dengan Putra mama?"
Sahut Mamah Tina yang mana beliau melihat ekspresi dari Marsha yang masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Marsha tidak mau Tante, bukannya pak Bastian itu hari ini menikah dengan pacarnya? Marsha tidak mau disebut sebagai pelakor dan merusak rumah tangga orang, Marsha juga tidak mau dijadikan istri kedua. Antara Marsha dengan Pak Bastian juga sudah selesai, terlebih lagi pak Bastian juga sudah mengatakan jika Marsha diminta untuk melupakan semua yang terjadi dan Marsha melupakannya, Marsha juga tidak akan menuntut pertanggungjawaban dari Pak Bastian, asalkan Pak Bastian tidak mengganggu hidup Marsha."
mampir thor..🙋
hebat pengarangnya mengerti dgn keinginan pembacanya
the best👍
lanjut
kebeneran deh
betul2 harus d tertibkan
ha ha
lanjut