Anisha adalah seorang gadis Sholehah yang cantik dan baik hati semenjak kematian kedua orang tuanya Anisha menjadi orang tua tunggal untuk adik semata wayang yang bernama adeliya.sampai akhirnya Anisha bertemu dengan seorang ibu yang sangat baik dan menganggap Anisha anaknya sendiri,tanpa disadari Anisha kalo ibu itu ternyata mempunyai maksud lain dari rasa sayangnya terhadap Anisha.
apakah Anisha mengetahui maksud ibu tersebut?
yuk langsung kepoin novel ku yang pertama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sischa cintara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
" iya juga ya pah, tapi nanti saja lah itu di pikirkan.tapi mamah yakin, berbohong untuk kebahagiaan Anisha,mamah rasa ngak papa " kata Susi pada suaminya.
" apa mamah ngak takut..?" tanya Anton.
" takut pada siapa..? Susi balik bertanya pada Anton.
" takut dosa pada almarhumah Yanti dan almarhum Wijaya, kalo mamah berbohong demi menjadikan anak mereka menantu kita" ujarnya sambil menoleh ke istrinya.
" Yanti pasti bahagia, begitu juga dengan Wijaya pasti setuju kalo anaknya jadi menantu kita."
" mamah kayanya yakin banget sih.." sambung Anton lagi.
" mamah yakin banget pah, kalo Yanti dan Wijaya akan merasa senang melihat anaknya bahagia." lanjut Susi lagi.
pak Anton mengangguk - anggukan kepalanya tanda mengerti apa yang dimaksud oleh istrinya.
" maaf kan aku Yanti dan wijaya,mudah - mudahan kalian disana bahagia dan merestui Anisha jadi menantu ku" gumam Susi dalam hati.
Mereka terdiam di dalam mobil yang melaju menuju rumahnya.mereka berdua larut dalam pikiran mereka masing - masing.
Sesampainya di rumah,mereka mendapati anaknya Andre yang sedang duduk diruang tamu seorang diri.dan terlihat murung.
kedua orang tuanya menghampiri Andre dan duduk di depannya.
ada apa nak...?" tanya mamah nya yang langsung duduk di sebelah anaknya.
" kenapa wajahmu sedih begini ndre...?" tanya papahnya lagi.
" mah, pah ada yang ingin Andre bicarakan " katanya.
" mau bicara apa ndre..?" tanyanya lagi.
Andre menarik nafas panjang dan memandang kedua orang tuanya.
" maafkan Andre pah, mah Andre ngak bisa membawa calon Andre untuk di perkenalkan kepada kalian.andre menyerahkan jodoh Andre dengan mamah ataupun papah."katanya lagi dengan pasrah.
"jadi kalau mamah dan papah mencarikan jodoh buat kamu, kamu ngak menolak kan..?" tanya papah nya.
" iya pah,Andre ngak akan menolak." jawabnya
" janji.." kata keduanya
" iya mah, iya pah atur aja.andre janji, Andre juga percaya kalo pilihan kalian baik buat Andre." lanjutnya
" kalau nanti pilihan kami, apakah kamu akan menyayangi nya dan membahagiakannya? tanya mamahnya lagi.
" insya Allah mah Andre akan menyayanginya dan berusaha mencintainya serta membahagiakannya"
" karena Andre percaya pasti pilihan kalian ngak akan membuat Andre kecewa" ujarnya sambil berdiri dan meninggalkan kedua orang tuanya menuju ke keluar rumahnya.
kedua orang tuanya memandangi kepergian putranya.kemudian mereka bertos tangan ria karena anaknya menyetujui keinginan mereka.
" gayung bersambut " gumam Susi sambil tersenyum
" tinggal mengatur pertemuan antara Andre dan Anisha nantinya.." kata suaminya
dibalas anggukan kepala Susi pada suaminya.mereka sama - sama tersenyum bahagia.
_______--------______
Andre meninggalkan rumahnya menuju ketempat Boby untuk menenangkan dirinya.
Tepat jam 10 malam Anisha keluar dari mini market,dia menuju motor kesayangannya.dan melajukan motornya menuju rumahnya.
tapi tepat mau masuk kejalan menuju ke rumahnya Anisha di hadang beberapa orang lebih tepatnya preman kampung yang tidak tau asal mereka dari mana.ada beberapa orang yang memang tetangga Anisha.
" aduh...gimana ini benar kata Adel kalau ada preman kampung yang kumpul - kumpul lagi." gumamnya sambil menghentikan motornya.
" wah ada gadis cantik nih, malem - malem keluyuran." kata salah satu preman kampung itu.
" maaf saya mau lewat." kata Anisa
" lewat kemana neng,lewat hati Abang aja neng."lanjut preman satunya sambil tertawa.
"tolong ya saya mau pulang, jangan halangi saya" lanjut Anisha.
" pulang kemana neng...?" goda seorang lagi sambil mendekati Anisha dan Mau memegang dagunya.
" jangan macam - macam, kalian kurang ajar sama saya, akan saya laporkan ke polisi." ancam Anisha sambil menepis tangan laki - laki preman itu.
" polisi..? iih Atut.. " kata seorang preman itu.
"hahaha" semua preman itu tertawa.
" hey...bang biarkan saja dia lewat,jangan di ganggu karena dia tetangga ku bang, dia kak Anisha bang namanya." ujar Alpin anak Bu ana tetangga nya.
" siapa tadi pin ? Anisha ? wow ...cantik ya namanya sesuai dengan wajahnya yang cantik " lanjut preman kampung itu sambil mendekati Anisha.
" Awas..!!!! jangan mendekat dan jangan macam - macam dengan saya, jangan coba - coba menyentuhku" ancam Anisha lagi.
" hahaha" semua orang yang ada disitu tertawa termasuk Alpin.
" Alpin kenapa kamu ikut kumpul - kumpul ngak penting gini sih..?" tanya Anisha.