NovelToon NovelToon
[Horror] Ghost In A Flower

[Horror] Ghost In A Flower

Status: tamat
Genre:Misteri / Fanfic / Horor / Tamat
Popularitas:44.7k
Nilai: 4.2
Nama Author: zahroni nurhafid

*KHUSUS PEMBACA UMUR 17+*

Pertemuan mereka berdua membuat roda takdir berputar.
Hari – hari indahnya bermula saat Dion bersama dengannya, mengawali dan menutup hari dengan mengucap namanya yang sudah terukir didalam hati. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua dari kebahagian itu, hingga suatu saat....
“Lebih baik aku tidak pernah bertemu denganmu.” Gumam Dion
Di malam hari, gelap, tanpa cahaya aku berdiri dan kembali menyesali perbuatanku. Awan besar menutupi rembulan, aku tak dapat berkata – kata lagi tanpa kusadari air mata telah mengalir.
“maafkan aku teman – teman....”
Disini, dikelas ini, diantara jasad seluruh sahabat2ku, aku menangis.
Dengan tatapan kosong dan tubuh bermandikan darah.
“anak iblis”
“Pembunuh”
“Penjahat”
Satu persatu sebutan itu terdengar ditelingaku hingga sampai membuatku lupa akan identitasku sendiri. 1 minggu kemudian Aku terbangun disebuah rumah sakit jiwa tanpa mengingat apapun dan langsung pindah ke kota Lando dan berseklah di SMA Violet

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahroni nurhafid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23 - Terror dalam kegelapan

Imelda?!

Apa aku tidak salah

baca, mungkin saja begitu. Ku berjalan meraba dindin mencari tombol lampu

kelas.

*klik

Lampu berhasil

dihidupkan,

Ku coba

membacanya sekali lagi dengan penerangan yang cukup namun tiba – tiba saat aku

melihat kearah surat lampunya tiba – tiba mati.

Apakah lampunya

sudah rusak?

Kuperiksa dan

kutekan kembali tombol lampunya,

*Klik

Hmm?

*klik

.

.

*Klik

Lampunya tetap

tidak menyala,

Mungkin saja

rusak, cahaya dari bulan juga kurang.

Ku lihat sekitar,

Seluruh ruang

kelas yang begitu gelap membuatku berfikir tak mungkin untuk membacanya disini

sesaat aku melangkah keluar menuju lorong tiba – tiba lampu yang ada di ujung

lorong padam.

Saat kuperhatikan,

didalam kegelapan itu terlihat sesosok wanita memakai seragam sekolah kami

namun wajahnya tak terlihat karena rambut panjangnya menghalangi dan juga

begitu gelap.

*tak

Wanita itu

melangkah kearahku,

*tak tak

Lampu yang

didekati wanita itu langsung padam.

*tak tak tak

Sekitar 5 meter

dariku ia berhenti,

Berdiri diperbatasan

cahaya dan kegelapan....

“hey, apa yang

kau lakukan disekolah malam – malam begini?” tanyaku

Namun ia tak

menjawab pertanyaanku dan hanya berdiri tak bergerak....

Ku coba

mendekatinya,

“Hey, apa kau

baik – baik saja?”

Semakin ku

bertanya dan semakin ku mendekatinya aku merasa ada sesuatu yang tidak beres,

Semakin kumendekat

aku mencium aroma yang tak asing namun tak dapat ku kenali,

“Hey?”

*brak

Wanita itu

langsung roboh,

Saat tubuhnya

tersinari cahaya aku menyadari aroma yang sedari tadi kucium,

Itu adalah aroma

“Darah?!”

Sebuah Cutter

menancap di punggungnya,

Darah segar

mengalir dan membanjiri lantai dan tubuhnya,

“Di-Dion...”

Sesaat ia

memanggil namaku, dan juga suaranya aku langsung mengenalinya,

“IMELDA?!”

Dengan panik

kuberlari kearahnya,

“Di, Dion!” ia

mengangkat wajahnya dan menyeret tubuhnya kearahku,

“IMELDA!”

Imelda yang

selalu terlihat tenang dan menawan kini ia terlihat begitu kesakitan sampai

meneteskan air mata dan juga mulutnya yang terus mengeluarkan darah.

Sedikit lagi,

Sedikit lagi aku

akan menggapaimu!

“Di...on......larilah.”

“apa maksudmua?”

Disaat yang sama kumelihat sebuah bayang – bayang hitam

dibelakang Imelda,

dengan mata merah

dan wujud tidak terlalu jelas itu ia mengambil Cutter yang tertancap di

punggung Imelda.

“Ugh!” Imelda

menutup mulutnya menahan sakit dan darah yang keluar semakin banyak

Saat melihat

sosok itu tanpa kusadari kakiku sudah tak dapat digerakkan lagi, aku tak dapat

berkata – kata.

Bayangan itu

dengan sadisnya menusuk punggung Imelda lagi lalu mencabutnya dan mengulanginya

lagi,

Imelda menjerit

kesakitan,

Namun bayangan

itu melakukannya lagi,

Lagi,

Dan lagi,

Sampai membuat

Imelda tak bersuara lagi.

Melihat pemandangan

sadis itu membuat tubuhku bergetar ketakutan,

(bodohnya aku!)

(mengapa aku

tidak bisa menyelamatkan orang yang kucintai!)

(Padahal dia

berada didepanku.)

(BERGERAKLAH!)

(BERBICARALAH!)

(AYOLAH TUBUHKU!)

“WOY, KAU! APA

YANG KAU LAKUKAN PADA IMELDA?!”

Tiba – tiba bayangan

itu menatapku,

Mata merahnya dan

wujudnya yang agak transparan itu tertuju padaku,

(jangan takut!)

*glup

Saat aku bersiap

melawannya tiba –tiba seluruh lampu dilorong padam secara bersamaan.

“hah?!” karena

kaget aku langsung terjatuh

*Stab!

Sebuah Cutter

tiba – tiba menancap disamping kepalaku,

Saat kusadari

bayangan itu sudah berada diatasku.

(apakah aku akan

mati disini?)

Saat kumulai

pasrah aku teringat akan Imelda yang kesakitan tadi,

(TIDAK! AKU HARUS

MEMBALASKAN DENDAM IMELDA!)

Ku tendang

makhluk itu,

*wush

“hah?”

(Tembus?!)

Ia menggapai Cutter

yang tertancap disampingku disaat yang sama ku gunakan kesempatan itu untuk

kabur darinya.

Lari!

Lari!

Ku berlari sejauh

yang kubisa,

Apa – apaan makhluk

itu?!

Dia pasti dalang

dibalik semua kejadian ini.

Mengapa dia

melakukan hal seperti ini?

Tolong!

“Siapa saja tol-“

*sret!

Sebuah Cutter melesat

melewati kepalaku dan menggores pipiku,

Ku lirik

kebelakang ia sudah berada tepat dibelakangku,

“hi.”  Bisiknya tepat disamping telingaku

Dengan reflek aku

langsung melompat ke tangga,

Kubergelinding

ditangga sampai menuju dilorong lantai 1,

*aduh,duh!”

Bergegas kubangun

dan berlari selagi ia tak didekatku, ia pasti sedang mengambil cutternya tadi.

*grak

Kubuka pintu

ruang guru lalu menutupnya dengan segera dan bersembunyi didalam lemari

penyimpanan alat kebersihan.

*krek krek

Suara cutter yang

sedang dimainkan,

*krek krek

Suara itu

terdengar semakin keras,

*grak

Suara pintu ruang

guru terbuka,

*krek krek

Suara cutter

semakin mendekat,

Ku intip dari

ventasi udara dilemari

Bayangan itu

berjalan lurus kearah ku,

*krek krek

Gawat!

Apa yang harus

kulakukan!

Dia semakin

mendekat!

*krek krek

Kuberdoa didalam

hatiku,

Semoga dia tidak

menemukanku disini!

Pergilah!

*Krek krek

Bayangan itu

berhenti tepat didepanku.

Keringat bercucuran,

aku bahkan tak bisa bernafas,

Ku tutup mataku

dan kembali berdoa,

*krek krek

Saat ku intip Tiba

– tiba bayangan itu mengganti arahnya dan berjalan ke arah kiri,

Bagus!

Sekarang pergilah!

Setelah suara

cutter itu menghilang aku pun mulai merasa lega dan kembali bernafas dengan terenggah

– enggah.

*bruak!

Sebuah tongkat

sapu melesat dengan kuat menembus lemari kayu tempatku bersembunyi,

Tongkat itu

hampir saja mengenai kepalaku, jika tadi aku bergerak sedikit saja mungkin

kepalaku sudah hancur terkena tongkat itu.

(huh?!)

*bruak!

Sekali lagi

tongkat itu menembus lemari dari belakang dan hampir mengenai tangan kananku,

Karena lemari ini

posisinya ada ditengah ruangan maka akan sulit menebak dari mana dia datang,

*Bruak!

Kali ini dari

depan dan hampir menembus leherku,

(kalau aku terus

disini aku bisa mati!)

(Aku harus keluar

dari sini!)

Kudorong pintu

lemari namun tak bisa digerakkan karena terhalang oleh tongkat – tongkat ini.

(Ba-Ba-Bagaimana

ini! aku terjebak!)

*Bruak!

Kali ini dari

samping kanan bawah dan menggores kedua kakiku,

“Hmm!!!”

Kututup mulutnya

yang hampir berteriak,

Kalau begini

terus aku bisa mati tertusuk!

Berpikir!

Berpikir!

.

.

.

.

Oh iya,

Kutarik tongkat

yang menghalangi pintu,

Satu persatu

namun saat tongkat terakhir berhasil kucabut keluar dari bekas lubang mata kamipun

bertemu,

“hahaha”

terdengar suara tawa kecilnya

Gawat!!

*Bruak!

Tongkat itu langsung

mengarah tepat kekepalaku namun untunglah aku berhasil menangkapnya dan

menahannya.

“UGHH!!! A- APA

YANG KAU INGINKAN DARIKU?”

“hahaha.” Lagi –

lagi tawa kecil yang kudengar

Disaat yang sama

kekuatan bayangan itu semakin kuat mendorong tongkat itu agar bisa menembus

kepalaku.

“ARGHH!!!”

Perlahan demi

perlahan tongkat itu mendekati kepalaku,

Bagaimana ini?!

Kalau begini

terus jelas aku akan mati,

Aku harus

menemukan solusi sebelum tenagaku habis,

Kulirik kesekitar

namun tak ada alat yang bisa dipakai di lemari ini,

Hanya ada sapu,

kain lap, ember saja

Aku tidak bisa

melemparnya dengan alat – alat ini karena pasti hanya akan terbang melewatinya

saja.

Lagi pula aku

tidak bisa membuka pintu lemari ini.

Oh iya! Aku ada

id-

Tiba – tiba

telapak tanganku berkeringat dan tongkat itupun melesat,

Sial!

*Bruak!!

Tongkat itu

menembut lemari,

Darah mengalir

dari dalam lemari,

Tak ada gerakan

ataupun suara dari dalam lemari dan disaat yang sama bayangan itupun menghilang

begitu saja,

1
keyza alfaro
11 Mei hari ini anjirr 🗿
Park Kyung Na
💪💪
Park Kyung Na
mampir
Author yang kece dong
Aku mampir kakak 🤗
demit bahagia
uuuhhh mantaaap kak, feedback ya. jangan lupa mampir
ISTRI MUDAKU MAFIA
Santai Dyah
dah tamat semua nih
Zahroni Nur Hafid: hooh kk, dh tamat. lgi kerjain proyek baru
total 1 replies
Ryoka2
Queen System hadir lagi Thor 👍
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
lanjut terus kak
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
bikin penasran...makin gimana gitu
~🌹eveliniq🌹~
hadir membawa support selalu
Zahroni Nur Hafid: makasih evelin
total 1 replies
Aris Pujiono
bikin senyum2
Aris Pujiono
bikin sdih
Aris Pujiono
seru sekali
Aris Pujiono
keren
senja
yg ini hiatus?
Love You
Mantap kakak.
Ella
aku mampir karya mu Thor.
Zahroni Nur Hafid: Welkom2 kk bella.... sampe novel lama ku jg di datangi kk bella, makasih kk
total 1 replies
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda seru saya like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!