Squel novel Bidadari sang gus season 3
❌ JANGAN PROMOSI DI NOVEL ON GOING !!!!!!
SILAHKAN PROMOSI DI NOVEL YANG SUDAH TAMAT !!!!
Rasya Syafaraz, sering kali dipanggil Gus Rasya yang saat ini usianya sudah menginjak 33 tahun.
Selama hampir 6 tahun ia hidup sendiri dengan membesarkan putri cantiknya seorang diri.
Janji 'Aku akan selalu mencintaimu kapanpun, dimanapun, dan apapun yang terjadi. Aku tetap ingin berjalan bersamamu hingga ke Jannah Allah'
Hingga sampai saat ini, Rasya masih setia dengan sumpah ikrarnya pada sang istri.
Lalu bagaimana ia menghadapi kehidupan ketika takdir mempertemukan anaknya dengan seorang wanita yang selalu di anggap sebagai ibu-nya ?
Masih bisakah Rasya mempertahankan Ikrar cintanya pada Aisya ?
Saksikan terus cerita yang menarik ini dalam kisah Ikrar Cinta Gus Rasya !!!
Happy Reading guys !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliraa al syifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayo kita menikah lagi !
Rasya benar-benar tidak sanggup lagi jika harus menceritakan dengan detail bagaimana kehidupannya, termasuk bagaimana Aishi.
Namun yang jelas, nasib anak itu tidak seberuntung anak pada umumnya.
Bagaimana tidak ? Kasih sayang dari ibu yang seharusnya ia dapatkan, nyatanya di gantikan oleh sang ayah yang harus menjadi ayah sekaligus ibu untuknya.
Rasya kembali mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya. Ingatannya menerawang kejadian saat Aishi hampir meregang nyawa di rumah sakit.
"Abi kepala Ici sakit bi, kepala Ici sakit. Hu hu hu, Ici mau umi, bi ! Dimana umi ? Ici mau ikut sama umi !" Aishi tidak henti-hentinya menangis hingga berhari-hari terus saja menanyakan keberadaan ibunya. Sampai dokter tidak ada cara lain selain menyuntikan obat penenang untuk Aishi menghentikan tangisnya dan beristirahat.
Selama kurang lebih satu bulan Aishi hidup bergantung dengan obat-obatan.
Bahkan dokter sempat mengatakan bahwa Aishi terkena Aritmia, yang artinya kondisi jantung memiliki detak tidak normal. Dan tentunya penyakit itu bukanlah hal biasa, bahkan bisa berakibat fatal pada nyawa seseorang.
Setiap kata yang dokter katakan mengenai penyakit Aishi Rasya mengingatnya dengan jelas. Dadanya kembali sesak menahan himpitan pahitnya hidup tanpa seorang istri di sampingnya.
"Aku tidak sanggup lagi, Aisya. Terlalu pahit kehidupan kami untuk diceritakan. Aku hanya berharap satu hal di sisa hidupku, bersamamu kembali dan kebahagiaan anak kita ! Maafkan aku," Rasya tak kuasa menahan tangisnya. Ia mengeluarkan segala keluh kesahnya selama ini. Setelah kepergian Aisya, tujuan hidupnya hanyalah Aishi. Namun saat ini keyakinannya benar terjadi, istrinya masih hidup, ia masih bisa merangkai kisah cinta mereka sampai maut menjemput.
Aisya memeluk suaminya, entah dorongan dari mana ia ingin menjadikan pundaknya sebagai sandaran kesedihan Rasya. Melihat Rasya menangis, hati Aisya merasa sakit. Ia merasa tidak rela jika pria yang duduk di sampingnya mengeluarkan air mata.
Sebegitukah pedihnya hidupmu saat aku pergi ?
Kenapa aku merasa bersalah ?
Aisya ikut menitikan air matanya, membayangkan bagaimana hidup Rasya dan Aishi selama ini.
"Apa kau tau sayang, bagaimana keadaanku setelah kau pergi dari kami ? Aku hancur, Aisya. Seperti mayat hidup yang berjalan dengan sisa nafas yang kau tinggalkan. Aku tak punya tujuan hidup, ketika separuh jiwaku ikut pergi bersamamu. Jujur aku rapuh, Aisya. Aku tidak begitu tegar seperti yang orang-orang kira, aku pun merasa lelah dengan kepura-puraan ini. Semuanya hanya demi anak kita, buah cinta kita, aku bangkit berdiri dengan satu kaki membesarkan putri kita. Setiap malam aku selalu mengucapkan kata rindu dan memintamu kembali, aku menghitung setiap kalimat rindu yang ku ucapkan selama 6 tahun. Dan aku nyatakan sudah 4.380 kali aku mengucapkan kata itu di setiap sujud ku setiap harinya. Aku mohon kali ini tolong jangan tinggalkan aku lagi, sayang ! Sudah cukup penantian ku selama 6 tahun menunggu kepulangan mu. Jujur aku lelah, Aisya !" Lanjut Rasya lagi.
Aisya menangis tersedu merasakan bagaimana sakit dan pahit hidup suami serta anaknya selama ini.
Kenapa Tuhan mengujinya dengan seperti ini ?
Aisya mengangkat wajah suaminya yang terus menunduk, ia menatap lekat mata yang mulai membengkak itu.
Cup..
Aisya mengusap pipi dan mata Rasya yang basah.
"Maafkan aku yang sudah menelantarkan mu, mas. Ayo kita menikah lagi !"
**Huah, nikah gengs ?
Kapan ?
Tunggu kalau ujan udah reda 🤣🤣
Votenya jangan lupa yak
Happy Reading pemirsah
TBC**
nyari yg Satue gak ada disini.....mo buka aplikasi lagi Sik males ....🙏
kakak sering bolong update saja udah bisa dipastikan bulan depannya level akan turun.
saran kalo mau level cepet naik, up tiap hari, max. bolong hanya 3hari/bulan jangan lebih.
jumlah kata jg bisa mempengaruhi.
Cemunguts z deh Thor
Tp sayangnya langsung end...
Semoga, sukses di karya barunya, Thor
makasih thor cerita yg bgs
semangat untuk berkarya sll ya