Menikahlah denganku......!!
Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...
Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.
Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Tiga..
Rencana Baikal untuk makan siang dengan Ayra sudah gagal sekarang . Baru kali ini Baikal merasa sangat kesal dengan pekerjaannya . Biasanya dia selalu sangat menyukai pekerjaannya tapi semenjak menikah dengan Ayra . Ayra lah yang paling dia suka , bahkan Baikal bisa meninggalkan pekerjaannya hanya demi bisa bersama dengan Ayra . Dengan berat hati akhirnya Baikal menghubungi Ayra untuk memberitahu kalau dirinya tidak bisa makan siang bersama .
Baikal sudah mulai menelefon Ayra sekarang. Sangat lama bahkan sampai panggilan yang kedua baru diangkat oleh Ayra .
"Hallo Bai...kenapa ? " suara Ayra di seberang telefon sana.
"Kenapa lama banget angkat telefon nya ?" ucap Baikal bersungut-sungut . Mana pernah dia diabaikan perempuan sebelumnya , kecuali oleh istrinya sendiri yaitu Ayra .
"Aku tadi di kamar mandi , jadi kenapa ? " jawab Ayra dengan santainya.
"Maaf ...nanti kita tidak jadi makan siang bersama ," ucap Baikal dengan nada sendunya.
"Oh...."
"Kok kamu jawabnya gitu....kamu gak kecewa ? "
Baikal merasa kecewa dengan jawaban Ayra yang terlampau santai dan singkat itu. Padahal tadi Baikal sudah berusaha mencari cara agar mereka bisa tetap makan siang bersama .
"Gak.... ,sebenarnya hari ini aku mau pergi sama Sisil . Berhubung kita tidak jadi makan siang jadi aku tak perlu harus membatalkannya ."
"Pergi ke mana ? " Baikal menjadi tak tenang setelah mendengar Ayra akan pergi tanpa dirinya . Dia khawatir , Baikal takut kalau Ayra sampai kenapa-napa.
"Cuma makan siang di luar ."
"Gak ada cowoknya kan? " tanya Baikal was-was.
"Enggak ada , cuma makan siang berdua dengan Sisil . Udah ya aku mau lanjut kerja lagi ," jawab Ayra sambil memutuskan telefonnya secara sepihak.
Belum sempat Baikal bertanya lagi Ayra sudah memutuskan telefonnya. Istrinya ini benar-benar harus membuat Baikal ekstra sabar untuk menghadapinya . Untung Baikal cinta jadi dia terima-terima saja diperlakukan wanitanya seperti ini. Tapi sekarang dia menjadi tidak tenang setelah mendengar Ayra pergi tanpa dirinya . Dia harus cepat-cepat menyelesaikan pertemuan dengan kliennya setelah itu menyusul Ayra .
____________
Benar-benar tidak sesuai dengan rencana Baikal . Pertemuan dengan klien malah mundur sampai 30 menit padahal Baikal tadi sudah datang lebih awal karena ingin segera menyelesaikannya . Bahkan sekarang sampai jam makan siang berakhir pun pertemuannya masih belum selesai . Baikal terus saja mengumpat dalam hatinya . Dia jadi gagal untuk menyusul Ayra sekarang .
Setelah beberapa saat , pertemuan dengan kliennya akhirnya selesai . Baikal buru-buru mengambil ponselnya untuk menghubungi Ayra lagi . Siapa tau Ayra masih di luar , dia akan segera menyusulnya jika benar. Baikal takut Ayra kenapa-napa .
"Hallo Ay..." telefon Baikal yang langsung diangkat Ayra.
"Iya , kenapa lagi...?"
"Kamu dimana? "
"Di butik... kenapa?
"Sudah balik..., gak kenapa-napakan tadi?" tanya Baikal cukup khawatir.
Ayra yang mendengar nada khawatir dari Baikal hatinya menjadi sangat tak karuan. Baikal menjaganya dengan sangat baik , Ayra hanya pergi sebentar saja Baikal sudah sangat khawatir seperti ini.
"Aku baik-baik saja ....tadi cuma pergi di sekitaran butik ," jelas Ayra agar Baikal tidak khawatir lagi .
"Ya udah aku tutup dulu telefonnya ya..."
ucap Ayra lagi kemudian munutup sambungan telefon .
Baikal lega sekarang , Ayranya baik-baik saja . Sekarang dia bisa melanjutkan pekerjaannya dengan hati yang tenang . Tapi dia menjadi sangat kangen sekarang dengan Ayra setelah mendengar suaranya tadi . Dia ingin segera bertemu Ayra , tapi pekerjaannya sangat banyak dan tak bisa ditinggal sama sekali.
Cukup lama sekali , Baikal terus berkutat dengan pekerjaannya , hingga tanpa terasa sekarang sudah pukul lima sore . Baikal merapikan berkas-berkas yang ada di mejanya kemudian mengambil jas yang sempat ia lepas tadi dan memakainya kembali . Dia akan menjemput istri tercintanya sekarang.
Ayra sedang menunggu Baikal di depan butiknya sambil menenteng sebuah paper bag di tangan kanannya. Sudah sekitar 10 menit Ayra menunggunya hingga akhirnya sebuah mobil Sport milik Baikal menghampirinya.
Baikal turun terlebih dahulu membukakan pintu untuk istri tercintanya .
"Sudah lama menunggu sayang?"
"Iya , sudah sepuluh menitan ," jawab Ayra kemudian masuk ke mobil dan mendudukan dirinya .
"Maaf ya sayang ...tadi pekerjaanku banyak dan tak bisa ditinggal."
Baikal menutup pintu mobil dan ikut mendudukan dirinya di samping Ayra.
"Gak papa ...."
"Itu apa yang kamu bawa sayang ," tanya Baikal melihat paper bag yang Ayra taruh di kursi belakang tadi.
"Gak papa ...udah ayo pulang," jawab Ayra yang tak mau ditanya lebih tentang paper bag itu.
Baikal menjadi sangat penasaran setelah mendengar ucapan Ayra. Dia menengok ke belakang dan berusaha mengambil paper bag itu . Tapi suara Ayra menghentikannya.
"Mau apa?"
"Mau lihat isinya ," jawab Baikal.
Ayra mengambil paper bag itu dan menaruhnya di atas pangkuannya.
"Udah ayo pulang aja....aku capek ."
Baikal menjadi tambah penasaran lagi . Lagi lagi Ayra melarangnya untuk melihatnya . Tapi melihat Ayra yang memang sudah kelihatan sangat capek Baikal langsung mengemudikan mobilnya menuju apartemen .
Ayra dan Baikal sudah sampai di apartemen . Mereka masuk ke kamar mereka untuk mandi dan ganti baju . Ayra membantu Baikal melepaskan pakaian kerjanya . Biasanya Mama Leylin melakukan itu untuk Papa , jadi Ayra juga akan melakukannya untuk suaminya .
"Aku bantu ya ....." Ayra mulai membantu Baikal melepaskan jas dan kemudian membuka kancing kemeja Baikal satu persatu hingga menampakkan tubuh bagian depan Baikal yang sangat atletis. Ayra menelan ludahnya kasar ketika melihat otot-otot di perut Baikal .Dia jadi teringat dengan percintaan mereka , betapa perkasanya Baikal ketika melakukannya bahkan sampai membuat Ayra kuwalahan.
Baikal yang menyadari kalau Ayra sudah mulai terpesona dengan tubuhnya sangat ingin sekali untuk menggodanya .
"Pegang aja sayang ...." Baikal meraih tangan Ayra kemudian ia membawanya untuk menyentuh dada bidang miliknya dan menggerakannya naik turun.
Ayra yang mulai sadar dengan perbuatannya dia buru-buru menarik tangannya dan menormalkan dirinya kembali .
"Eemm kamu mandi dulu Bai ....aku mau bereskan ini dulu ," ucap Ayra sedikit gugup sambil membereskan barang-barang yang dipakai Baikal tadi.
Baikal bukan menuruti permintaan Ayra , dia malah memeluk Ayra dari belakang dengan erat . Menenggelamkan kepalanya di perpotongan leher milik Ayra.Menciumi tubuh wangi Ayra yang sudah menjadi candunya itu .
"Bai...jangan gini , geli... eumm..." Baikal sudah mulai membuat tanda-tanda merah di leher Ayra.
Baikal mengangkat tubuh Ayra membawanya ke atas ranjang dan mulai menindihnya . Baikal mulai menyatukan bibirnya dan bibir Ayra menyesap dan ********** lembut . Ayra mengalungkan tangannya di leher Baikal dan mulai memberikan balasan walaupun masih terasa kaku , ia melakukannya sama seperti yang dilakukan Baikal.
Baikal sangat senang Ayra mulai membalas ciumannya , dia sudah semakin terangsang sekarang .
"Ay ...aku mau sekarang ya.."
Ayra menganggukan kepalanya dan membiarkan Baikal melakukan apa yang dia mau.
___________________
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak juga ya....