Disekian banyaknya cinta,akhirnya aku hanya memilihmu untuk kucintai.
Suatu penantian dari seorang Ibu yang terbaring lemas dan berpesan kepada seorang pria muda yang selalu merawatnya
dan menjaganya. Bernama Dirga Arbian seorang aktor terkenal diamanahkan untuk menjaga anak gadisnya, ke Dirga seorang aktor kaya dan juga CEO terkenal memaksa menikahinya. Gadis tersebut bernama Tiara Bella.Tiara adalah Gadis nan cantik,terseret banyak masalah membajirinya.Hingga gadis yang yang dibenci seorang lelaki yang sah menjadi suaminya itu.Akhirnya mencintainya setulus genangan air mengalir.Bulir-bulir air mata bisa mereka lalui karena kisah cinta mereka yang datang sendiri.Tumbuhnya cinta membuat mereka buta akan nikmatnya.Kebencian dulu,hingga kebahagian datang dan kesedihan larut dalam garam yang mereka buat.
Akankah mereka selamanya bahagia?Sama dengan cerita drama?Ayo lanjutkan membaca awal kisah mereka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunuh aku saja
" Baiklah.Ini baru pertama kali saya memberitahu ke semua publik.Memang benar.Saya adalah pemilik perusahaan Nuel."
Apa?Dia yang pemilik bisnis sampo dan
parfum.
" Baiklah.Jika sudah tidak ada pertayaan.Sekian dari saya terima kasih."Dirga menarik lengan Ara masuk kembali ke rumah.
" Mas.Kamu itu?"Ara meragukan lagi pertayaanya.
" Sana!Siapkan kebutuhanku.Aku ingin makan kue."Dirga menghilang dari tempat Ara berdiri.
Jika mau makan tinggal bilang pada banyaknya pelayan.
Mengapa juga aku harus wajib mempersiapkan semua ini.
Hanya karena makan sepotong kue.
" Ayo.Tunggu apalagi disana!"Dirga kembali menjemput Ara untuk kedapur.
" Oh.Iya baiklah Mas.Saya buatkan dulu!"Ara membungkukkan tubuhnya sejenak lalu kedapur.
Gadis itu.Mengapa aku ingin sekali menghiburnya dengan cara menyiksa.Apa aku sudah lupa amanat Bu Ella?Dirga menunggu di ruang perpustakaan.
Di dalam menuju ke perpustaan,Dirga memencet tombol membuka pintu masuk ke perpustakaan.Dia mengeser bangku mengambil beberapa buku tebal.Dan kembali mengeser bangku untuk duduk.Seseorang mengetuk pintu diluar ruangan.
" Masuk!"Dirga tidak mengalihkan pandangannya dari buku yang saat ini dia baca.
" Tuan.Semua para jurnalis ataupun wartawan telah menghilang.Dan mereka sudah pergi dari wilayah ini."
" Baiklah terima kasih."Dirga masih fokus membaca buku.
" Iya,sama sama Tuan."
" Lalu bagaimana dengan keadaan statistik
perusahaan saat ini."Dirga mengeser satu lembar kertas untuk membaca halaman berikutnya.
" Sudah sangat stabil 90% baik saat terkena rumor dan skandal Tuan kemarin.
Semuanya tetap aman,berkat para penggemar Tuan."
" Bagus.Bulan depan kita harus lebih meningkatkan kestabilan perusahaan menjadi 100%."Dirga bersandar dipapan bangku.
" Baiklah Tuan."Rayyan menoleh keasal suara ketukan pintu.
" Silakan masuk Nona Muda."Rayyan terseyum menghindar dari Tuanya.
Apa?Kau.Jika kita sama-sama musuh.Aku juga tidak akan menyapamu.Ara membalas dengan senyuman dan anggukan sembari membawa nampan berisikan satu potong kue.
" Ini Mas."Ara belum menaruhnya,sedang menunggu Dirga untuk berbicara.
" Letakanlah!"Dirga membalikkan halaman berikutnya karena masih merasa nyaman untuk membaca.
" Baik Mas."Ara meletakkan sepiring dengan satu potong kue coklat di samping meja Dirga membaca.
" Saya permisi, Mas."Ara mengengam
nampan di pelukan dadanya.
" Tunggu!"
Apalagi sih.Kan sudah aku turuti maumu.Ara berbalik badan melihat sorot wajahnya Dirga yang telah datar dengan kedua tangan melipat di dada.Dengan santainya menyilang kedua kakinya.Dan bersandarkan punggungnya juga.
" Suapkan aku, satu suapan kue!"Dirga menoleh.
Hei.Kau tidak bisa makan sendiri,bayi besar sepertimu harusku suapkan dengan racunkah?Agar kau mati.Lebih baik kau bunuh saja aku.Ara menurut,mengambil kursi lalu duduk.Dan memulai memotong kue.
Waduh.Mataku masih suci,aku harus menghindar sebelum mataku tidak suci lagi.
" Tuan.Saya permisi keluar.Karena ada beberapa pekerjaan yang belum saya selesaikan."Rayyan membungkukkan tubuhnya.
" Iya."
" Cepat suapkan ke mulutku!"Dirga membuka mulutnya.
Kau bisa menjilatku.Tapi aku bisa mematahkan tanganmu jika kau masih ada hati nurani sedikit.Tidak ada celah untuk aku mematahkanya.
" Kau.Sudah tidak bekerja lagi?"Dirga mengunyah suapan terakhirnya.
Untuk apa dia pura-pura tidak mengerti.Dia yang baru saja mengeluarkanku dari kerjaku kan.Ara mengambil tisu basah diatas nampan yang sudah disediakan saat di dapur.
" Saya akan mengerjakan tugas saya sepenuhnya sebagai seorang istri.Lagi pula saya tidak bisa menolak perintah anda."
Gadis ini.Kenapa aku baru sadar,dia tidak
pernah membalas kesalahanku, yang membuatnya sakit hati terhadapku.Dirga menutup buku di depanya.
" Oh.Baiklah.Segera usap mulutku dengan tisu yang kau ambil!"Dirga menunjuk ke atas dan bawa bibirnya.
Dasar bayi besar.Bayi mana yang tidak mau dibesarkan dengan cara dirawat ketat Ibunya.Ini yang aku alami.Ara mulai mengusapkan tisu basah kebibir lembut Dirga yang terkena noda coklat kue yang baru dia makan.
Bibirnya.Sungguh mengodaku,walau aku sudah pernah menciumnya.Hanya karena membuat nafas buatan.Dirga memperhatikan bibir mengkilau Ara walau tidak memakai pelembab bibir.
" Hei kau!Kau pakai pelembab bibirkah?"Dirga melerai Ara karena melihat bibir ara mengkilau.
" Tidak Mas.Memang ada apa?"Ara memengang bibir tipisnya.Tidak ada apa-apa.
" Sudah sana keluar!"Dirga mengalihkan pandangan ke bangku yang ada didepanya.
Ada apa denganya.Manusia sungguh sangat aneh.Kadang berubah,kadang terlalu kasar.Ara mengambil nampan berisi piring kotor kedapur.
" Nona.Sudah kembali?"Rayyan muncul saat Ara keluar dari ruang perpustakaan.
" Sejak kapan.Anda berbohong?"Ara dengan wajah menahan emosi.
" Berbohong?Apa maksud Nona ya?"
" Hahaha.Jangan tidak pura-pura tahu dan bodoh.Karena kau bagiku,kau menyebalkan."Ara menabrak bahu Rayyan.
" Lah.Ada apa dengan Nona hari ini?"Rayyan masuk ke dalam ruangan perpustakaan.
" Permisi Tuan.Saya masuk!"Rayyan masuk.
" Iya."Dirga tidak menoleh.
" Ini berkas untuk perusahaan besok.Tadi banyak yang ingin kerja sama dengan Tuan.Tapi setelah tahu pemilik Nuel.Semuanya melonjak menjadi tinggi."
" Bagus."Dirga menutup bagian buku yang telah dia baca.
" Bagaimana masa lalu Ara semasa kecil?"Dirga berdiri dan berpindah ke sofa.
" Semasa kecil.Nona Ara adalah anak yang berbakti.Hanya sejak almarhum Pak Batara meninggal.Dia tidak menjadi anak yang ceria.Bahkan saat keadaan dipanti dulu.Nona Ara selalu bermain,membantu teman panti dengan iklasnya."
Begitulah ucapan Rayyan setelah mengambil buku.Yang baru dibaca Dirga lalu menaruhnya kembali ke rak buku dengan rapi.Setelah selesai melettakan.Dia tahu sorot mata Dirga masih ingin mendengarkan penjelasan Rayyan.
" Lalu dia menjadi anak penyendiri.Tapi kawan yang semasa kecilnya.Nona Ara juga sama,dia karena dididik keras oleh orangtuanya.Mereka selalu membuka pendapat."
" Permisin,Tuan."Pelayan rumah mengetuk pintu setelah membawa secangkir teh hangat.
" Silakan masuk!Sini berikan padaku!"Rayyan mengambil sodoran nampan yang diberikan pelayan itu.
" Terima kasih.Tolong tutup pintunya!"Rayyan kembali ke ruang baca.
" Sama-sama Tuan.Saya permisi,"Setelah bayangan Rayyan hilang saat masuk.
" Silakan diminum tehnya Tuan.Mumpung masih hangat!"
" Kau,minumlah!"Dirga memberi kode dengan sorot mata yang berbeda dari sebelumnya.
" Terima kasih Tuan."Rayyan menyeruput tehnya.
" Lanjut!Siapa temanya itu?"Dirga setelah menyeruput secangkit teh dihadapanya.Dan ditaruh dimeja.
" Namanya adalah Stella Wulandari.Dia anak dari perusahaan bisnis biasa.Walau begitu,dia dari remaja berkehidupan mandiri."
" Apa karena dia dididik keras.Karena dia tidak menurut?"Dirga menghambiskan secangkir teh hangat terakhirnya.
" Tidak Tuan.Dia hanya ingin bebas saja."
" Makanlah ini.Kau harus cari tahu lebih mendalam masa lalu Ara."
Bersambung...
Mohon maaf kalau sy salah, tapi terus terang sy aga bingung mengimajinasikan reka adegannya di episode ini, terutama yg bagian akhir.. 🙏🏻
Semangat berkarya.. 💪🏻💪🏻💪🏻
lanjut tor...
ditunggu feedbacknya 🤗🦋