Follow ig:@nafsie
Tomy dan jeny adalah sepasang sahabat dari kecil. Meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh namun itu tidak menjadi penghalang kelekatan hubungan persahabatan mereka.
Tomy selalu baik dan bertanggung jawab menjaga dan melindungi jeny. Hal itu yang membuat jeny nyaman dan tidak bisa tanpa tomy.
Suatu ketika tiba tiba orang tua mereka mendadak menjodohkan mereka. Baik jeny maupun tomy mereka sama sama tidak bisa menolak. Itu karena kepatuhan mereka pada orang tua nya masing masing juga karna keadaan papah tomy (Pak cakra).
Merekapun akhir nya menikah.
Namun belum genap seminggu pernikahan mereka tiba tiba tomy memutuskan pergi ke belanda untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.
5 Tahun jeny melalui hari harinya tanpa tomy di sisinya. Tanpa komunikasi juga kejelasan tentang hubungan mereka hingga akhir nya jeny mendatangi mertuanya dan mengatakan ingin bercerai.
Saat itu tomy muncul dan menolak dengan tegas perceraian yang di inginkan jeny.
“Dengar baik baik jeny. Mulai saat ini aku akan selalu ada di samping kamu. Tidak ada seorangpun yang bisa memutus pernikahan kita, Kecuali aku.” Tegas nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Selama dalam perjalanan pulang jeny terus terdiam. Ingatan nya tentang tomy terus saja berputar di pikiran nya. Mulai dari awal mereka menjalin persahabatan sampai akhirnya mereka berdua sama sama beranjak dewasa.
Jeny selalu mengingat bagaimana tomy yang selalu menjaga dan melindunginya kapanpun dan dimanapun mereka berada.
Tomy bahkan dulu selalu mengantar dan menjemput jeny saat jeny masih duduk di bangku sekolah dasar sedangkan tomy sudah duduk di bangku SMP.
Tomy seakan tidak pernah merasa malu sedikitpun. Tomy bahkan selalu mengajak jeny pergi kamanapun. Mereka berdua tidak pernah terpisahkan sepanjang hari. Hanya gelap nya malam yang dengan paksa memisahkan mereka untuk sementara.
Jeny menolehkan kepalanya pada lorenzo yang menghentikan mobil nya. Gadis dengan dress selutut berwarna toska itu kemudian memperhatikan sekitar nya.
“Kenapa berhenti?” Tanya nya dengan suara bergetar.
Lorenzo tersenyum.
Pria itu mengecilkan udara dingin AC di mobil nya. Lorenzo juga melepaskan jas abu abu yang di kenakan nya kemudian memakaikan nya pada jeny.
“Biar kamu nggak kedinginan.” Katanya.
Jeny mengangguk.
Semenjak kepergian tomy lorenzo memang berlahan mulai mendekat padanya. Jeny sendiri tidak tau kenapa tiba tiba pria itu mendekati nya dan memberi perhatian lebih terhadap nya.
Jeny tidak bisa menampik perasaan senang nya. Namun meskipun orang yang di kagumi nya mendekat jeny tetap merasa kurang karna tidak ada tomy di samping nya.
“Oh iya.. Aku punya sesuatu buat kamu..” Senyum lorenzo menatap jeny.
Jeny hanya diam saja. Jeny benar benar tidak tertarik dengan sesuatu yang di katakan lorenzo untuk nya.
“Selamat ulang tahun.. Semoga selalu bahagia..” Ucap lorenzo menyodorkan sebuah kado berukuran kecil dan sebuket bunga pada jeny.
Jeny terdiam sesaat.
Lagi lagi ingatan jeny terarah pada tomy. Andai saja tomy yang memberikan bunga dan kado itu, jeny pasti akan sangat bahagia.
“Makasih kak..” Senyum tipis jeny menerima bunga dan kado yang di berikan lorenzo.
“Sama sama..” Angguk lorenzo tersenyum.
“Kak sorry... Apa bisa anterin aku pulang sekarang?” Tanya jeny menatap lorenzo.
“Oh.. Iya yah.. Sorry yah..”
Lorenzo kembali melajukan mobil mewah nya. Sesekali pria bermata sipit itu melirik pada jeny yang hanya diam dan memeluk bunga pemberian nya.
Ketika sampai di depan gerbang rumah nya, jeny langsung turun dari mobil mewah lorenzo. Jeny hanya mengatakan rasa terimkasih nya karna lorenzo sudah mau mengantar nya. Dan jeny sama sekali tidak menawarkan lorenzo untuk masuk ke dalam rumah nya.
“Ya tuhan non.. Non kok basah kuyup gini..?” Tanya pak satpam yang membukakan pintu gerbang.
Jeny hanya tersenyum tipis kemudian segera berlalu meninggalkan pak satpam dan lorenzo yang masih diam di dalam mobil nya.
“Happy birdhay..!!”
Jeny terkejut ketika tiba tiba kedua orang tua juga kedua mertuanya berseru.
“Mah pah...” Lirih jeny tersenyum haru.
Mamah jeny tersenyum.
Wanita cantik berambut ikal itu melangkah mendekat dengan kue tart di tangan nya.
“Selamat ulang tahun anak mamah yang paling cantik..” Katanya tersenyum lembut.
Jeny menjatuhkan bunga dan kado pemberian lorenzo kemudian berhambur memeluk tubuh tinggi semampai mamah nya.
Bukan tidak bersyukur dengan apa yang di milikinya, tetapi jeny selalu saja merasa kurang meskipun kedua orang tua dan mertuanya selalu ada untuk memperhatikan nya.
“Makasih mah.. Makasih..” Lirih jeny menahan tangis nya.
“Udah dong.. Sekarang mendingan kamu tiup lilin nya ya sayang..”
Jeny menurut.
Gadis itu melepaskan pelukan nya. Tatapan mata indah nya kini terarah pada lilin ber angka 24 di atas kue tart yang di sodorkan mamah nya.
“Jangan lupa berdo'a..” Senyum mamah jeny mengingatkan.
Jeny menganggukan kepalanya. Dengan memejamkan kedua matanya jeny memanjatkan do'a. Di malam bertambah nya usia nya, jeny mengadukan ke inginan dan harapan terbesar nya pada sang pencipta. Dan ke inginan terbesar nya tidak lain adalah kembali nya tomy di sisi nya.
Jeny membuka kembali kedua matanya kemudian meniup lilin.
Tepuk tangan dari para orang tuanya membuat jeny tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya. Pelukan hangat dan perhatian penuh di rasakan jeny di malam yang semakin larut itu.
“Nak.. Kamu pakai jas siapa?”
Pertanyaan papah tomy membuat semua mata memandang pada jas berwarna abu abu yang di kenakan jeny.
“Oh.. Ini punya kak lorenzo pah.. Tadi jeny kehujanan terus nggak sengaja ketemu sama kak lorenzo..” Senyum jeny menjawab.
Mereka semua mengangguk mengerti. Beberapa menit lalu memang hujan lebat sempat mengguyur kota tempat mereka tinggal.
“Lalu bunga itu?” Kali ini giliran mamah jeny yang bertanya.
Jeny memungut kembali bunga dan kado yang sempat terjatuh dari tangan nya. Gadis itu tersenyum dan menatap ke empat orang tuanya satu persatu.
“Dari lorenzo juga?” Tebak mamah jeny.
“Ya mah...” Senyum jeny menganggukan kepalanya.
“Eemm.. Ya udah mah pah.. Kalau gitu jeny ganti baju dulu yah..” Lanjut jeny.
Jeny melangkahkan kakinya mantap menjauhi orang tuanya dan orang tua tomy. Gadis itu sepertinya tidak menyadari tatapan dari para orang tuanya.
“Apa mungkin jeny tidak memberitahu lorenzo..” Lirih mamah jeny menatap punggung putrinya yang semakin menjauh.
Mamah tomy tersenyum.
Wanita cantik itu mendekat dan mengusap pelan bahu besan nya.
“May.. Tomy sama jeny kan memang masih merahasiakan tentang pernikahan mereka..” Katanya.
Mamah jeny menghela nafas. Dengan pelan di taruh kue tart yang di pegang nya di atas meja. Wanita itu merasa sedikit tidak tenang karna jarak antara tomy dan jeny yang terlalu jauh.
Di tambah tomy yang super sibuk mengembangkan bisnis keluarganya di luar negeri.
“Bagaimana dengan tomy? Kapan dia akan pulang?” Tanya mamah jeny sambil melangkahkan kakinya menuju sofa panjang di ruang tamu.
Mamah tomy terdiam.
Tomy tidak pernah mengatakan kapan dirinya akan pulang. Putra sulung nya selalu sibuk sehingga sering membuat nya khawatir pada kesehatan nya.
“Aku nggak tau may..” Jawab mamah tomy pelan.
Papah tomy dan papah jeny yang berdiri berdampingan hanya diam saja. Mereka berdua tidak bisa masuk dalam obrolan istrinya sehingga memilih mendengarkan saja.
Mamah jeny memijat pelan ujung hidung nya. Wanita itu tau bagaimana terpuruk nya jeny tanpa tomy. Dirinya bahkan sering memergoki jeny yang menangis sendirian dengan memeluk bingkai photo tomy.
“May...”
“Apa tomy benar benar serius dengan pernikahan nya dengan jeny?” Sela mamah jeny dengan kedua mata terpejam.
Mamah tomy mengeryit. Wanita itu langsung melangkah mendekat dan mendudukan dirinya di samping mamah jeny.
“Apa maksud kamu?” Tanya mamah tomy lirih.
“Tomy tidak pernah memberi kabar pada jeny 5 tahun ini. Dia hanya menanyakan apa yang di lakukan jeny pada aku setiap harinya lewat pesan singkat. Aku yakin kamu bisa merasakan apa yang di rasakan jeny sebagai seorang istri.”
Mamah tomy terdiam.
Tomy memang tidak pernah mengontak jeny. Tapi tomy mempunyai alasan kuat kenapa tidak berkomunikasi dengan jeny. Dan sebagai seorang ibu, mamah tomy berusaha untuk mengerti dan memahami putranya.
“Ya.. Aku tau. Tapi aku juga yakin tomy serius dengan pernikahan nya may.”
jika ada bibit pelakor pasti kata2 kasar mereka keluar, pelakor murahan, laknat, menjijikan, mudah mudahan dibinasakan
tapi beda
jika ada pebinor, mereka hanya diam kayak tidak ada apa2
reader2.......