NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata kamu

@ Sebuah Restoran

MIrra dan Julia sudah sampai di restoran, mereka juga langsung menghampiri bangku dimana Dani dan kedua putranya yang sudah menunggu kehadiran mereka.

" Maaf ya, kalian lama nggak nunggunya? " Ucap Julia lalu kemudian duduk di samping Dani," Sini sayang, kamu duduk di sebelah mama. " Pinta Julia kemudian kepada Mirra.

Mirra hanya mengangguk lalu kemudian dia dengan segera duduk tepat di samping mamanya, dan begitu Mirra menatap kearah dua pria yang sudah berada di hadapannya, Mirra tampak begitu terkejut.

" Kak Satria? " Kejutnya sambil memanggil nama Satria yang saat ini memang duduk tepat di hadapannya.

" Mirra? Jadi lo anaknya tante Julia? " Satria juga sama terkejutnya dengan Mirra.

" Iya kak, lo juga anaknya om Dani? Astaga, dunia sempit banget ya kak, tapi gue seneng sih, karena ternyata anaknya om Dani itu lo kak. " Mirra pun tersenyum dengan begitu lebarnya, namun tidak dengan Satria, dia juga tersenyum, hanya saja senyumnya terlihat tampak sedikit memaksakan.

" Jadi kalian udah saling kenal? " Tanya Dani kemudian.

" Iya om, kita satu sekolahan. "

" Oh, jadi kamu juga sekolah di SMA Guna Bangsa? "

" Iya om..."

" Syukurlah, mama senang kalo kalian udah akrab..." Lanjut Julia.

" Oh ya Mirr, kenalin, ini kakaknya Satria, namanya, Sandy, mereka cuma beda dua tahun. " Dani pun memperkenalkan putra pertamanya pada Mirra.

" Halo kak, aku Mirra, salam kenal ya..."

" Iya Mirra, salam kenal juga, ternyata kamu cantik ya, mirip sama tante Julia. "

Mirra pun hanya tersenyum mendengar pujian dari Sandy, sedangkan Satria, dia kini mulai memasang wajah masamnya, dan Sandy menyadari hal itu sehingga Sandy sedikit menyikut pinggang Satria.

" Lo kenapa? " Tanyanya berbisik pada Satria.

Satria hanya menggelengkan kepalanya sambil sedikit tertunduk, dan tidak lama kemudian mereka mulai memesan makanan mereka masing- masing, lalu mereka menikmati makan malam mereka dengan suasana yang begitu harmonis.

" Mirra, karena kamu satu sekolahan sama Satria, dan sepertinya kalian juga kelihatannya cukup dekat, om boleh nggak nanya sesuatu sama kamu? " Tanya Dani dengan tiba-tiba.

" Boleh om tanya aja, cuma aku sama kak Satria ya sebatas kenal aja om, kalo di bilang deket banget ya nggak juga, iya kan kak? " Jawab Mirra lalu kemudian menanyakan pendapat Satria.

" Iya pa...aku sama Mirra cuma sebatas kenal, nggak sampe yang deket banget gitu. " Jawab Satria dengan nada suara yang terdengar cukup berat, bahkan dia sama sekali tidak menatap ke arah Mirra sedikitpun dan hanya fokus pada makanan nya.

" Oh gitu, om kira kalian deket, paahal om mau nanya soal cewek yang lagi deket sama Satria, siapa tau aja kamu tau Mirr. "

Uhukkk...uhukkk..uhukkk...

Seketika itu juga Satria langsung tersedak, ia tidak menduga jika papanya akan membahas soal wanita yang sempat ia ceritakan kepada papanya beberapa hari yang lalu.

" Kamu kenapa Sat? Pelan-pelan makannya..." Ucap Dani.

" Nggak apa-apa pa, tapi boleh nggak pa jangan bahas soal itu, aku malu pa, apalagi ini kan makan malam papa sama tante Julia, dan pertemuan pertama keluarga kita. " Tegur Satria.

" Ahahahah, maaf Sat, kan papa cuma pengen tau aja, tapi kalo kamu nggak mau ya nggak apa-apa. "

Dan Satria pun kembali melanjutkan makannya dengan masih tertunduk, sementara Sandy, dia sangat mengenal seperti apa adiknya, dan tidak biasanya Satria bersikap seperti sekarang ini.Sandy pun akhirnya curiga dan dia bisa menebak jika mungkin saja wanita yang sering kali Satria ceritakan itu adalah Mirra.

empat puluh menit kemudian.

Setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka, mereka pun sedikit berbincang-bincang, dan di tengah percakapan, tiba-tiba saja Satria beranjak dari duduknya.

" Pa, tante, Mirra, kayaknya aku harus pamit sekarang. " Ucapnya.

" Mau kemana kamu Sat? " Tanya Dani.

" Tadi temenku chat pa, dan dia lagi butuh bantuan ku. "Jawabnya beralasan, padahal dia hanya ingin segera pergi karena ingin menenangkan pikiranya sejenak dari bayang-bayang Mirra.

" Oh gitu, yaudah kalo gitu...hati-hati, jangan pulang malem-malem ya Sat. "

" Iya pa..."

" Pa, aku juga ada urusan mendadak, aku pergi bareng Satria aja ya pa. " Lanjut Sandy yang sudah tau niat adiknya saat ini.

" Kalian ini, yaudah kalo gitu. "

Lalu mereka berdua pun mulai berjalan pergi untuk meninggalkan restoran, keduanya juga terlihat sedang menghampiri sebuah taksi yang memang sengaja parkir di depan restoran.

" Lo mau satu taksi sama gue kak? " Tanya Satria heran pada Sandy.

" Iya, gue emang mau ikut sama lo. "

" Ngapain? "

" Gue tau Sat, lo cuma alesan kan bilang mau bantuin temen lo? Gue paham, dan cewek yang sering lo ceritain itu Mirra kan? "

" Nggak usah sok tau kak, udah lo cari taksi lain aja. "

" Udah lah Sat, lo tuh nggak bisa boongin gue, gue tau lo dari orok. "

"Kalo emang iya gimana? "

" Yaudah, lo bilang aja sama papa, suruh papa ngalah, lagian papa kan udah tua, dia pasti maulah ngalah sama yang lebih muda, apalagi sama anaknya sendiri. "

" Nggak segampang itu kak, masalahnya sekarang Mirra udah punya cowok, dan cowoknya itu Zian. "

Sandy pun langsung membelalakkan kedua matanya. " Zian? Sohib lo itu? "

" Iya..."

" Kok bisa? Lo kalah start atau gimana? "

" Gue juga nggak tau, bahkan gue aja nggak yakin apa Mirra tuh beneran pacaran sama Zian, padahal mereka sebelumnya nggak pernah akur, dan Zian juga nggak suka sama Mirra. Mirra juga sebelumnya keliatan benci banget sama Zian, tapi nggak tau kenapa tiba-tiba mereka bisa pacaran."

" Kok aneh banget sih? Kalo mereka nggak saling suka, ngapain juga mereka pacaran, lo udah coba tanya sama Mirra nya? "

Satria hanya menggeleng, " Gue takut semakin sakit kalo gue tau Mirra beneran suka sama Zian. "

Sandy pun mengusap-usap bahu Satria. "Yang sabar ya Sat, gue nggak nyangka kalau percintaan lo serumit ini, gue nggak bakal ikut campur deh, terserah lo aja mau bersikap gimana, kalo emang lo nggak mau nerima tante Julia karena Mirra juga gue nggak apa-apa, gue ngikut lo aja. "  Ujar Sandy.

" Ntar gue pikirin lagi kak, gue nggak bisa mentingin ego gue juga, kasian papa, kasian tante Julia juga, nggak mungkin kan gue ngehancurin kebahagiaan dan harapan mereka. "

" Iya, lo bener juga. "

" Yaudah, lo nggak usah ngikutin gue, gue mau cari udara segar. "

" Oke, tapi nggak usah terlalu galau Sat, masih banyak kok cewek di dunia ini, siapa tau lo bisa nemuin lagi yang kayak Mirra. "

" Iya kak, yaudah gue duluan. " Satria pun langsung masuk ke dalam taksi dan Sandy, dia mulai berjalan menghampiri taksi lain yang ada di sana.

Perasaan Satria memang bercampur aduk, namun dia sadar jika dia tidak bisa berbuat apa-apa, dan dia juga tidak bisa menentang keinginan papanya untuk menikahi Julia, mama dari Mirra.

' Apa gue harus kubur perasaan gue ini ya? ' Batinnya. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!