NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:47.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Antagonis yang Teraniaya

"Nyonya, saya sudah selesai. Saya akan ke kamar, dan menjaga Rafa!" kata bibi Asih.

Ratih mengangguk setuju.

"Iya Bi!"

Setelah bibi Asih pergi, bibi Erma yang gantian mendekat ke arah Ratih.

"Nyonya, tuan belum keluar dari kamarnya. Semalam juga tuan tidak makan, apa nyonya tidak khawatir?" tanya bibi Erma.

Wanita paruh baya itu, sedang berusaha menghasutt Ratih untuk mengalah dan membujuk Fandi. Sayangnya, Ratih tak tampak khawatir sama sekali meski mendengar Fandi belum makan malam, dan sampai sekarang belum keluar dari kamar.

Ekspresi wajah santai dan biasa saja itu, membuat bibi Erma merasa heran. Kenapa Ratih seperti itu? Dulu saja, ketika dia mendengar hal seperti ini. Ratih akan meninggalkan semua pekerjaan yang dia lakukan untuk membujuk Fandi. Sekarang malah begini. Aneh sekali.

"Nyonya..."

"Iya Bi, aku tahu. Tapi, sekarang coba aku tanya pendapat bibi ya. Bibi adalah orang yang sudah bersamaku selama belasan tahun. Ketika aku menikah dan pindah ke rumah ini, bibi juga aku minta untuk ikut denganku. Bibi sudah lama mengenal kami kan? sekarang coba bibi katakan, apa aku pernah menolak permintaan mas Fandi? apapun yang dia inginkan aku turuti, apapun yang dia mau, aku berikan. Bibi tahu tidak, kemarin dia berbohong padaku! dia bohong, dia memberikan dokumen abal-abal, semua anggaran sudah digendutkan olehnya. Bukankah itu sama saja mas Fandi ingin menipu aku, Bi? Mas Fandi tidak percaya padaku?" tanya Ratih.

Niat hati bibi Erma ingin Ratih terpengaruh kan? tapi Ratih justru memainkan peran yang sangat bagus. Dia balik mempengaruhi bibi Erma.

Kalau setelah semua yang Ratih katakan, bibi Erma masih membela Fandi. Bukankah sama saja bibi Erma seolah tak mengenal siapa Ratih. Dia sedang membuat bibi Erma terjebak pada pilihannya. Dan kalau bibi Erma setuju pendapat Ratih. Maka masalah selesai, seharusnya bibi Erma tidak perlu bicara lagi.

'Kenapa dia memberikan pertanyaan seperti itu? kalau aku bilang Fandi salah, selesai sudah? kalau aku masih membujuknya bukankah aku seolah membela Fandi yang menipunya. Lagian kenapa harus ketahuan sih? Fandi ini semakin lama juga semakin tidak becus!' omelnya dalam hati.

Ratih yang melihat bibi Erma diam. Tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk lebih membuatnya terkesan menjadi korban di persoalan ini, dan harusnya bibi Erma memang membantunya.

"Bibi saja terkejut kan? bibi Erma pasti diam karena terkejut kan? aku juga bi! aku sangat kaget, mas Fandi tega sekali! apa aku pernah tidak jujur padanya? bibi tahu kan, aku hanya mencintai mas Fandi. Aku bahkan setuju pergi dari rumah ayah dan ibu, padahal mereka mau aku tinggal disana. Aku anak satu-satunya mereka, bi. Aku sudah menurut! aku kurang apa bi? hiks...!"

Dan akting Ratih itu di akhiri dengan tangis palsu darinya.

"Aduh, nyonya... nyonya tenang dulu nyonya. Sabar, jangan menangis!"

Bibi Erma sibuk menenangkan Ratih yang pura-pura menangis. Sampai dia tidak tahu harus bicara apa sekarang.

"Nyonya tenang dulu!"

"Aku akan ke kamar saja, bi. Aku mau istirahat dan menenangkan diri!" kata Ratih yang menyeka air mata palsunya itu dan bergegas pergi ke kamar.

Bibi Erma mendengus kesal. Sementara Ratih tersenyum puas ketika meninggalkan tempat itu.

Karena tidak berhasil menghasutt Ratih, bibi Erma kembali ke ruangan laundry. Dan melihat anaknya yang pasti sangat sedih karena gagal melihat Rafa.

Bibi Erma terkejut, dia bahkan langsung berlari menghampiri putrinya itu.

"Sarah, sarah kamu kenapa?" tanya bibi Erma yang melihat putrinya terduduk lemas di lantai.

Sebenarnya pertanyaan itu terlontar begitu saja. Karena sebenarnya, jawaban dari pertanyaan yang diajukan bibi Erma barusan itu, bibi Erma sudah mengetahuinya. Apalagi yang bisa membuat Sarah seperti itu, jika bukan karena sangat merindukan anaknya.

"Ibu, aku tidak tahan lagi. Aku ingin melihat Rafa..." tangisnya berhenti, malah semakin menjadi.

Bibi Erma memeluknya, dia seperti bisa merasakan apa yang saat ini anaknya rasakan itu. Bayangkan saja, sejak melahirkan anaknya, Sarah emang belum pernah bertemu dengan Rafa.

Karena setelah melahirkan, bibi Erma sungguh langsung menukarnya dengan anak kandung Ratih. Pikirnya begitu, mereka sama sekali tidak tahu, kalau kedua anak itu telah ditukar kembali oleh Ben.

Bibi Erma dan Sarah, bahkan Fandi sama sekali tidak mengetahui bahwa bayi yang mereka jual kala itu adalah anak kandung Sarah. Dan yang saat ini berada di sisi Ratih adalah anak kandung Ratih.

Tapi, karena mereka tidak mengetahui hal itu. Dan Ratih memang sengaja untuk tidak memberitahukan hal itu kepada mereka. Supaya mereka menderita.

Tiga bulan lebih, berapa hari yang telah berlalu, berapa minggu yang sudah Sarah tunggu. Hanya untuk melihat anaknya. Dia hanya bisa mendengarkan suara Rafa saja, tanpa pernah bisa sekalipun menatap wajah anaknya itu.

"Ibu, aku mau bertemu dengan Rafa, Bu. Bawa dia padaku, Bu!"

Sarah yang terisak, bahkan merengek seperti anak kecil, dia merengek-rengek seperti tak mampu melakukan apapun dan hanya bisa mengandalkan ibunya.

Sementara bibi Erma juga bingung. Ratih sangat protektif pada Rafa. Dan pengasuh itu, juga terus menjauhkan Rafa darinya. Alasannya banyak sekali, karena bibi Erma sering keluar masuk rumah dan sering pergi ke tempat umum seperti pasar dan yang lainnya untuk berbelanja, dan melakukan banyak hal. Bibi Asih emang sengaja menjauhkan Rafa supaya tidak terkontaminasi debu atau virus dari luar.

Bahkan Fandi saja di larang memotret anaknya itu. Ratih mengatakan kalau jaman sekarang, sanggup mudah melakukan kejahatan dari cyber seperti itu. Ratih sendiri juga tidak pernah memotret anaknya. Lagipula untuk apa? 24 jam dalam 7 hari, anaknya itu selalu berada dalam pengawasannya.

"Ibu..." Isak tangis Sarah kembali menyadarkan bibi Erma dari lamunannya.

"Sabar Sarah, ibu akan pikirkan caranya...!"

"Sejak aku datang kemari, ibu sudah mengatakan kalimat itu puluhan kali!" sela Sarah yang menjadi begitu emosional, "tapi sampai sekarang, mana! mana buktinya ibu bisa melakukan itu! jika aku tahu akan seperti ini, aku tidak mau anakku ditukar!"

Bibi Erma mulai panik. Karena terlalu emosional, Sarah bicara dengan nada tinggi. Bibi Erma dengan cepat menutup mulut Sarah dengan telapak tangannya.

"Sarah, diam!" katanya sambil menutup mulut anaknya itu.

Sarah menepis tangan bibi Erma.

"Kalau begitu bawa anakku padaku! bawa Rafa padaku sekali saja Bu, aku mau lihat Rafa. Aku mau memeluknya!" tangis Sarah kembali pecah.

Dia memang wanita yang egois. Dia menjadi simpanan seorang pria yang sudah menikah. Tapi dia tetap seorang ibu, dia mengandung anaknya selama 9 bulan lebih. Dia melahirkan anaknya dengan penuh perjuangan. Wajar dia sangat menderita karena tidak bisa melihat anaknya.

Tapi salah siapa? sebenarnya yang membuatnya tak bisa melihat anaknya itu kan dia sendiri. Dia sudah menjualnya.

***

Bersambung...

1
awesome moment
getok j, bu. ben mmg rada stubborn. saking tahu diri bgts. smg rafa adalah anak ben😄😄😄
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tenang Bu Maya , anak nakal itu gak akan jadi pergi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: ketahan pengakuan cinta juga, makanya gak bisa pergi 🤭
total 2 replies
vj'z tri
tenang mam gak jadi minggat kok /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: 🤧🤧🤧😂😂
total 1 replies
awesome moment
tugas dokter kn mmg membantu pasien. udh bnr mrk. toch jg g akan lama. bntar lg kn mrk ber3 meninggoy dgn sukses. racun dri ratih kn sdh mendaging darah di body mrk ber 3. tinggal menunggu waktu j. RIP dgn sukses buat mrk ber 3😉😉😉
Noer: semoga tenang disana
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
oh ternyata masih ada yang mau nolongin Fandi 🤭
Noer: iya tak kenal maka tak tahu kalau dia jahat ya
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
memprihatinkan sekali kondisi Sarah, tapi gimana , dia juga jahat tega menjual anak 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤭🤭🤭
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ini apa Ratih 🤔
Noer: ini...... itulah pokoknya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
makan tu kekalahan mu Fandi 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
harus kasihan apa senang melihat nasib Sarah yang begitu 🤭🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: 💃💃💃💃💃
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
jangan pergi Ben
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 3 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Oalah Ben bingung jadi kamu ya 🤭🤭🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: iya 😀😀😀
total 2 replies
vj'z tri
lebaran wes lewat k Noer tinggal di goyang up nya /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: yok yok
total 1 replies
vj'z tri
dokter belum tahu ajj apa yang trio kwek-kwek ini telah lakukan ...gak yakin kalau tahu terus dokter masih kasihan...... /Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye//Bye-Bye/
Noer: iya kan ya
total 1 replies
vj'z tri
terkuat makan rendang ya k /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: salah ketik, ya ampun rekonsiliasi 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 2 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
lanjutkan hasutanmu Lola 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒: selamat hari raya idul Fitri juga kak 🙏
mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Ria Adek
Bagus, mereka sudah pergi dari rumah Ratih sebelum mati..
Khawatir jika kelamaan di rumah itu, keburu bau bangkai..
Dan Fandi pun sudah di cerai..
Kini kehidupan mereka sudah tercerai berai..
Kira² apa selanjutnya yg terjadi..?
Yuk ahh.. Bab berikutnya kita baca lagi.. 🏃‍♀️🏃‍♀️😁
Noer: Aamiin ❤️
total 3 replies
Ria Adek
Wow.. Banyak kejutan di bab ini rupanya..
Ternyata Ratih sudah mengetahui semuanya..
Dan apa yang terjadi..? Terkejut dong pastinya.. 🤭
Apa lagi Bi Erma, sudah tak mampu lagi berkata untuk menolak fakta..
Karena Ratih punya CCTV yg tersembunyi, dan tak di ketahui oleh mereka bertiga..
Lalu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya..?
Yuk.. Mari kita baca bab selanjutnya.. 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Ria Adek
Adrian, jabatan tinggi..
Harta melimpah..
Ternyata hasil korupsi..
Kasih nafkah anak istri pake uang haram, parah dahh.. 🤦🏻‍♀️
Ria Adek: Hmm.. Terlalu.. 🤭
total 4 replies
Ria Adek
Sepandai-pandai nya kau menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga Erma.. 😏
Kau kira kebusukan bisa kau tutupi selamanya..?
Kau kira kebenaran tak akan menemukan jalannya..?
Mungkin saja kau terbebas saat ini, tapi lihat saja nanti, tunggu saja waktu nya tiba..
Kau akan berada di tempat mu yg seharusnya, yaitu penjara.. 😏
Noer: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 5 replies
awesome moment
😄😄😄cemen dipiara
Noer: 😂😂😂😂😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!