NovelToon NovelToon
Dendam Maharani

Dendam Maharani

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Dendam Kesumat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: neng_86

Maharani, gadis manis tapi pemalu yang menyukai seorang laki-laki anak kepala desa yang tampan bernama Andrean.

cinta yang tulus tapi dibalas oleh sebuah kejahatan.

maharani hanya menuntut tanggung jawab, tapi dia dijebak, lalu di rud*p*ksa oleh Andrean bersama dua rekannya.

maharani di tolong oleh seroang nenek yang kemudian memberinya ilmu kanuragan untuk balas dendam pada orang-orang yang menyakitinya.

akankah para pelaku ditangkap atau berakhir tragis, yuk simak kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neng_86, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

penyesalan

Keheningan diruang tamu rumah mewah itu kini lebih terasa mencekam.

Hanya terdengar suara-suara dengungan yang menguar dari bibir mbah Kromo.

Pria tua itu sedang melakukan ritual pemanggilan.

Bu Kasih bersama pak Herman dan istrinya Ratih akhirnya memutuskan memanggil mbah Kromo kembali.

Ada kisah yang harus diungkap. Ada rahasia yang harus segera dipecahkan.

Angin bertiup lebih dingin dari pendingin ruangan rumah juragan Kardi.

Semua orang beringsut dan saling merangkul.

Mata mereka memancar ketakutan.

Tek..

Tek...

Tek...

Satu-persatu lampu dirumah itu padam.

Tarjo menghidupkan senter batrai miliknya.

Menyorot pada sesuatu yang berdiri diluar rumah.

"Dia... Dia Maharani..." cicit bu Ratih dan semua orang melihatnya.

"SUDAH AKU KATAKAN JANGAN IKUT CAMPUR KROMO! DIA MILIKKU DAN HANYA AKU YANG BOLEH MENGHUKUMNYA!" bentak Rani.

"Aku tahu penderitaanmu Rani.. Tapi mengorbankannya tidak akan membuatmu bisa mengembalikan semuanya seperti sedia kala... Itu hanya akan membuatmu semakin terikat pada raja iblis... Kembalilah atau menghilanglah dari bumi ini" ujar mbah Kromo berusaha untuk tetap tenang.

"CIH...!! KAU TAHU APA TENTANG PENDERITAAN KROMO! JANGAN MENGGURUIKU. KAU BAHKAN JAUH LEBIH JAHAT DIBANDINKAN AKU... HANYA SAJA KAU SUDAH TUA BUKAN BERARTI KAU BERTAUBAT... KAU PIKIR AKU TIDAK TAHU BAGAIMANA KISAH TERLARANG ANTARA KAU DAN ISTRI JURAGAN KARDI.. KAU PASTI SENANG KARNA DIA SUDAH AKU BANTU HILANG DARI MUKA BUMI INI DAN KAU BISA MELANJUTKAN HUBUNGAN TERLARANG KALIAN... IYA KAN ??"

Tawa Maharani menggelegar usai mengatakan hal tersebut.

Berbeda dengan mbah Kromo yang menggertakkan giginya.

Sementara,bu Kasih pucat seketika.

Wanita paruh baya yang masih cantik diusia setengah abad itu sedikit beringsut menjauh dari sisi bu Ratih.

Dia terkejut dan malu bersamaan karena kisah terlarang itu diungkap depan orang banyak.

"TUTUP MULUTMU WAHAI PEREMPUAN! SEKARANG KEMBALIKAN ANDREAN...! KAU TIDAK BERHAK MENGHUKUM MANUSIA KARENA KAU BUKAN TUHAN!" hardik mbah Kromo.

"Aku mohon Maharani.. Tolong kembalikan Andre pada kami... Jangan sakiti dia...." bu Ratih bergerak maju dan bersimpuh dihadapan Rani.

Rani tersenyum miring.

Matanya dingin memandang bu Ratih.

Wanita yang selama Rani mengenalnya adalah seorang ibu-ibu pejabat yang sombong hanya karena jabatan suami dan putranya.

Dia selalu memandang remeh dan hina pada Rani serta keluarganya.

"Apa kau tahu kesalahan putra kesayanganmu itu Ratih?"

Bu Ratih diam tak bergeming.

Rani yang entah bagaimana kini telah berjongkok dihadapan bu Ratih hingga wanita paruh baya itu berjengit kaget.

Gerakannya seperti cahaya. Begitu cepat, sunyi dan tenang.

"Andre... Putra kesayangan mu itu telah memb*nuh janinku, calon cucu kalian... Dia juga telah menyuruh orang untuk memperk*saku serta menguburku demi menghilangkan jejak.. Dia kejam bukan?" ucapnya lembut namun tegas bercampur amarah didalamnya.

Bola mata bu Ratih nyaris keluar dari rongganya begitupun pak Herman serta bu Kasih yang berdiri tak jauh dibelakang.

"Jika saja Andre tidak merayuku dengan iming-iming kalimat cinta yang busuk, aku pasti sudah hidup bahagia bersama keluargaku... Jika saja juragan Kardi tidak pernah berbuat jahat padaku dan keluarga ku, pasti dia sekarang bersama kalian dan bisa melihat perselingkuhan istrinya bersama dukun terkenal dari desa seberang... Iya kan Kromo?" ucap Rani rendah namun penuh intimidasi kearah mbah Kromo.

"Lalu apakah pantas orang seperti itu dimaafkan?" ujar Rani lagi menatap satu-persatu wajah yang dilanda ketakutan.

Semua orang terdiam termasuk pak Herman yang masih terkejut akan fakta putranya.

Selama ini pak Herman hanya tahu jika Andre itu anak baik dan penurut. Tapi ternyata Andre punya sisi yang jauh dari manusiawi.

Brakkkkk...

"Kromooo...." teriak bu Kasih ketika melihat mbah Kromo terlempar kebelakang dan membentur besi tangga.

Mbah Kromo memegang dadanya yang terasa sakit.

Darah segar mengucur dari mulutnya.

"Kan sudah aku katakan jangan main-main denganku Kromo..." tutur Rani terdengar begitu dingin.

Tadinya mbah Kromo berusaha menyerang Rani dengan ilmu batinnya, tapi seperti yang sudah dikatakan oleh Rani, mbah Kromo bukan lawannya.

Pria tua itu terpental sebelum sempat menyentuh fisik Rani dengan ilmunya.

Secepat cahaya, Rani sudah berada di hadapan mbah Kromo.

Kuku-kukunya yang panjang dan runcing siap mencabik-cabik badan mbah Kromo.

Tarjo yang berusaha menolong ikut mental dan berakhir mengenaskan dengan cucuran d*rah yang keluar dari mulutnya.

"Aaaa.... Raa... niiiiii...." suara mbah Kromo tercekat karena Maharani mencekiknya.

Wujudnya berubah menjadi mengerikan.

Semua mata yang melihat tercengang.

"MAHARANI...! HENTIKAN!"

Rani menoleh pada sumber suara yang memanggilnya.

"JANGAN IKUT CAMPUR DARSIH!! AKU TIDAK ADA URUSAN DENGANMU!" hardik Rani.

"Bertaubat lah! Hilangkan dendammu...! Jangan lagi menghabisi nyawa yang tak bersalah...!" ujar eyang Darsih.

"Rani... Lepaskan mereka" kali ini Tio yang berbicara.

Perlahan, mata merah dan wujud Rani berubah seperti sedia kala.

Semua orang menghela nafas karena akhirnya Rani mau melepaskan mbah Kromo.

Tapi itu hanyalah tipuan.

Mbah Kromo rupanya memanfaatkan situasi dan berbalik ingin menyerang Rani.

Tapi Rani lebih tinggi ilmunya.

Dia tahu. Dia tidak lengah.

"KROMOOO...."

"Mbah.."

Teriak orang-orang bersamaan.

Maharani menghempas dan mencabik-cabik mbah Kromo. Tentu dia tidak sendiri.

Ada sosok yang merasukinya.

Mbah Kromo berakhir tragis sama seperti korban lain.

Semuanya meringis melihat kejadian yang baru pertama kali mereka lihat seumur hidup mereka

Pak Herman tak lagi kuat menopang tubuhnya.

Dia terlalu tua untuk melihat adegan mengerikan tersebut tepat didepan matanya.

Bu Ratih dan bu Kasih pun sama.

Bu Kasih menangis tersedu-sedu karena kekasih hatinya berakhir dengan cara yang tak wajar.

Eyang Darsih tetap tenang di posisinya.

"Tio..." panggil eyang Darsih.

"Kamu jangan ikut campur... Dia lebih berbahaya dari yang kita kira... Ini bukan lagi ranahmu... Hentikan penyelidikan mu tentangnya.. Eyang tidak ingin kehilangan mu" titah eyang Darsih.

"Tidak bisa eyang... Maharani harus diselamatkan dari belenggu raja iblis... " tolak Tio.

"Dia telah memutuskan untuk menyerahkan jiwanya mengabdi pada iblis.. Dan jika pun dia ingin berhenti, maka dia sendirilah yang akan jadi korban selanjutnya. Ini konsekuensi atas pilihannya, kita tidak bisa melakukan apa-apa" ujar eyang Darsih.

Tio menatap nanar tubuh mbah Kromo yang tergeletak bersimbah d*rah begitupun pengikutnya, Tarjo.

Maharani telah hilang ditelan kabut dan pekatnya malam.

Meninggalkan isak tangis dan ketakutan dari orang-orang yang menyaksikan kengerian tersebut.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pak Rahman dan bu Sukma serta Bagas berkumpul diruang tamu sebuah rumah sederhana yang terletak di perbatasan desa Lestari.

Sebelumnya, mereka telah diungsikan oleh eyang Darsih yang datang kerumah kediaman mereka.

Walau awalnya menolak, namun dengan bujukan akhirnya pak Rahman setuju.

Mereka telah mengetahui jika putri kesayangan mereka kini telah bersekutu pada iblis demi dendamnya.

Bu Sukma bahkan terus bermimpi buruk akan Maharani.

Hati ibu mana yang tak hancur kala mendapat kabar yang tak sedap atas apa yang menimpa putrinya.

Putri yang dinanti kelahirannya dan ditimang dengan penuh kasih sayang.

Mereka menyesal karena tak pernah jadi tempat bercerita anak-anaknya.

Mereka terlalu sibuk mencari nafkah demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya hingga para orangtua ini lupa jika anak-anak juga butuh dukungan moril bukan hanya materil semata.

Terutama pak Rahman selalu menyalahkan diri sendiri karena tak bisa melindungi putri mereka satu-satunya dari kejahatan laki-laki 'lapar' diluar sana.

bersambung....

1
Astuti Puspitasari
Mbahe iku jahat apa ngga ya kok makan janin /Grimace/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!