Cerita ini merupakan lanjutan dari cerita JENDRAL NAGA HITAM , yang terpaksa tidak bisa dilanjut, karena kerusakan hp.
Lu Sun adalah putra tunggal dewa perang Lu Bu dan istrinya Diao Chan..
Ketika kota XIA PI yang dibawah kekuasaan Lu Bu diinvasi oleh CAO CAO.
Lu Bu mengirim Lu Sun ke Paman Kakek nya
yang tinggal dikota JIAN YE.
Naas ditengah perjalanan Lu Sun mengalami musibah dan terjatuh kedalam jurang.
Yang ternyata berbatasan dengan suatu segel formasi dewa.
Segel secara otomatis terbuka setiap 100 tahun sekali selama 3 jam.
Didalam segel formasi dewa terdapat suatu alam tempat menghukum para dewa yang melakukan pelanggaran yang sangat berat.
Lu Sun jatuh tepat diatas segel formasi dewa, yang sedang terbuka. Lu Sun bertemu dengan Guru yang mewariskan kemampuan silat dan berbagai pengetahuan militer padanya.
Disinilah pertualangan Lu Sun dimulai.
Mulai dari belajar silat sampai mewarisi ilmu strategi milter. juga perjalanan dan pertualangannya setelah meninggalkan alam hukuman para dewa.
Yang melibatkannya dalam, pertempuran, adu strategi militer, perluasan kekuasaan, tipu muslihat, asmara yang berliku-liku ada sedih,gembira, bahagia.
Semua dapat kalian baca lebih lengkapnya di
LEGENDA JENDRAL NAGA HITAM.
Semoga cerita ini dapat menghibur para pembaca..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MING2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MISI LU BU DAN ZHANG LIAO 5
Lu Bu meninggalkan lokasi setelah melihat Xia Hou Ba terbujur kaku gak bergerak.
Lu Bu segera menaiki Chi Tu Ma dan memacunya kegaris depan dengan sedikit memutar.
Lu Bu dapat melihat Cao Ren dan Zhang He yang sedang memimpin digaris depan dari jarak yang jauh.
Lu Bu sengaja mengambil jarak yang jauh agar musuh tidak menyadari keberadaannya .
Dia memacu Chi Tu Ma ke arah yang lebih jauh didepan dari pasukan CAO CAO.
Agar dapat menemukan lokasi strategis bersembunyi sambil menunggu aksi Zhang Liao.
Sementara Zhang Liao juga bergerak cepat menyusul Lu Bu ,hanya saja kuda Persia masih kalah cepat dibanding Chi Tu Ma.
Ketika sampai dilokasi baris belakang Zhang Liao melihat kesibukan dan kepanikan pasukan baris belakang karena Xia Hou Ba telah tewas.
Zhang Liao tidak terlalu ambil perduli dia cuma lihat sekilas dari jauh kemudian memacu kuda agar lebih cepat kegaris depan.
Akhirnya Zhang Liao berhasil mengejar barisan depan pasukan CAO CAO.
Zhang Liao juga melihat Zhang He dan Cao Ren ada dibarisan paling depan.
Zhang Liao segera memacu kudanya untuk menghadang jalan mereka.
"HA..HA..HAHAHA, ZHANG HE"
"orang tak berguna yang menggantikan sibuta menjadi pemimpin garis depan."
"Hari ini kebetulan kita bertemu disini, apakah kamu berani menerima tantangan duel dari ku."
"Kalau punya nyali majulah, kalau tidak saya akan ijinkan kamu pulang untuk menyusu sama ibu tua mu, HA..HA..HAHAHA."
Zhang Liao terus keluarkan kata hinaan dan ejekan untuk memancing emosi Zhang He .
"Siapa kamu *******?"
" cepat laporkan namamu agar tidak sampai mati dan menjadi hantu tanpa nama!" Zhang He mulai terpancing.
"HA..HA..HAHAHA "
"Kamu pasti pernah dengar namaku dari sibuta,."
Kamu seharusnya berterima kasih padaku karena berkat aku sibuta dikirim kebagian ransum .
Kamupun bisa tempati posisinya sebagai jendral garis depan. Zhang Liao sengaja bermain teka-teki mengulur waktu dan memancing Zhang He mengejar kearahnya.
"Kamu adalah Zhang Liao yang menjebak Xia Hou Dun dihutan Neraka Bumi."
"Tepat sekali ternyata kamu tidak sebodoh yang kukira."
"Ayo majulah kalau punya nyali kalau tidak segera pulanglah."
Zhang Liao lagi-lagi mengejek Zhang He.
Zhang He akhirnya mengangkat tombaknya sambil berteriak "Zhang Liao serahkan nyawamu padaku!!"
"HA..HA..HA.. Kamu lebih lucu dari sibuta kamu pikir kamu siapa , mau ambil nyawaku datanglah ambil sendiri."
Zhang Liao diam ditempatnya menunggu datangnya serangan Zhang He .
setelah berjarak 3 meter Zhang He langsung menusukkan tombaknya bertubi-tubi kearah dada leher dan kepala Zhang Liao.
Zhang Liao menghindari semua serangan dengan menjatuhkan tubuhnya disamping tubuh kudanya .
Sehingga serangan Zhang He cuma melewat diatas punggung kuda tanpa ada yang mengenai sasaran.
Zhang He memutar arah laju kudanya dan kembali melaju kearah Zhang Liao sambil mengacungkan tombaknya.
Sekali ini dia bukan cuma menusuk tapi juga menyabet dan mengemplang kearah Zhang Liao.
Sekali ini Zhang Liao pun menghindar sambil menangkisnya TRANNNNGG . TRANNNGG..
melihat Zhang Liao mulai terlibat dengan Zhang He sambil pelan-pelan menjauhi lokasi Cao Ren.
"Lu Bu pun berjalan keluar dari balik rumput.
Berjalan kearah Cao Ren , Kamu beranikah kamu menerima tantangan duel dariku?"
Ucap lu Bu sambil menunjuk tongkatnya kemuka Cao Ren.
"Tentu aku berani ,
"kamu siapa apa hak mu mensntangku, lebih baik kamu hadapi beberapa bawahan ku itu lebih sesuai!"
Besar mulut kurasa kamu tidak akan lama lagi hidup didunia.
"Ayo majulah" aku Bu Li biar dapat kuantar kamu pergi menjumpai Xia Hou Ba ."
"Apa maksudmu?"
"Kamu mau tahu kalau mau tahu kemarilah akan aku beritahu!"
"HE..HE..HE" jawab Bu Li cengengesan sambil mengayun-ayunkan tombaknya.
"Kamu seorang jendral dan masih saudaraan dengan CAO A MAN, tapi nyalimu kecil melawan seorang prajurit tak berkuda dan cuma jalan kaki kamu bisa gak berani maju.
"Kamu suruh bagaimana mereka akan memandang dan menuruti perintahmu."
"Aku pun jadi curiga kamu mendapatkan jabatan karena koneksi sebagai sepupu si A MAN.
"Benar tidak kata-kataku teman-teman yang disana."
"Apa kalian gak menyesal menjual nyawa kalian untuk membela dan menuruti orang tak berguna?" teriak Bu Li kearah pasukan dibelakang Cao Ren.
Para pasukan dibelakang Cao Ren termakan oleh kata-kata Bu Li mereka mulai berbisik-bisik dan terihat kasak- kusuk dibelakang Cao Ren.
Cao Ren wajahnya merah padam keparat bermulut tajam ini bukan hanya menghina dan melecehkannya.
Bahkan pimpinannya CAO CAO pun dibawa-bawa kalau dia tidak segera membereskan prajurit didepannya ini. Bagaimana dia punya muka menghadapi pasukan yang dia pimpin dan atasannya kelak.
Berpikir itu Cao Ren pun berteriak,
"Prajurit tidak tahu diri hari ini aku akan merobek mulutmu busukmu. Agar kelak sebelum berbicara kau menggunakan otakmu untuk pikirkan akibat dari ucapanmu.
Cao Ren langsung memacu kudanya dan mengayunkan goloknya kearah mulut siprajurit didepannya.
Prajurit itu dengan gaya menutup mulutnya dia berjongkok seakan ketakutan .
Tapi gerakan tersebut malah menghindarkannya dari tebasan Cao Ren .
Cao Ren segera memutar balik kudanya karena merasa penasaran prajurit itu bisa menghindari tebasannya.
Tapi mungkin itu cuma kebetulan dia mencoba mengulangi nya tebasannya lagi.
Kini dengan gerakan tebasan dari atas kebawah seperti membelah kayu.
Tapi kagi-lagi prajurit itu bisa menghindar dengan gaya konyolnya, tubuhnya terhuyung-huyung seperti terpental kena angin ayunan golok Cao Ren.
Cao Ren mulai penasaran dan terus mengejar dan menebas prajurit itu.
Tapi meski memegang tombak prajurit itu tidak terlihat menangkis atau membalas.
Malah dia cuma bisa menghindar dengan terhuyung-huyung main mundur .
Kadang dia sampai bergulingan ditanah menghindari serangan Cao Ren . Tapi anehnya tidak ada serangan Cao Ren yang bisa melukainya.
Tanpa Cao Ren sadari karena mengejar prajurit tersebut semakin lama dia semakin meninggalkan pasukan dibelakangnya.
Bahkan dia kini melompat turun dari kudanya dan mengejar sambil menebas prajurit yang seperti ketakutan dan berlari-lari sambil berteriak konyol.
Sementara dipasukan barisan belakang mulai mendapat serangan mendadak dari komandan Chen dan Li karena tidak siap dan panik barisan belakang pasukan CAO CAO banyak jatuh korban.
Keributan dibarisan belakang akhirnya terdengar sampai barisan depan mereka segera bergegas kebelakang memberi bantuan melupakan ke 2 jendral mereka yang sedang berduel dengan musuh didepan.
Melihat Pasukan musuh mulai meninggalkan lokasi tiba-tiba Bu Li menangkis bacokan golok Cao Ren dengan kuat,
"AAKHH," Cao Ren meringis kesakitan telapak tangan yang menggenggam golok pecah mengeluarkan darah.
Golok terlempar jauh lepas dari genggaman nya.
Tombak Bu Li bergerak sangat cepat setelah menangkis, langsung menusuk leher Cao Ren.
Cao Ren terkejut dan jatuh terduduk dengan ujung mata tombak menempel pada kulit lehernya.
Dia merasa bagian lehernya sedikit pedih.
semoga ada kesembuhn pada cerita ini