NovelToon NovelToon
Istri Kecil Dosen

Istri Kecil Dosen

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Jenar

Pertemuan pertama yang tidak mengenakan di toilet cewek dimana seorang cowok bernama Revan Sanjaya tengah bersembunyi dari kejaran fans cewek yang memujanya tanpa dia sadari di toilet ada seorang gadis kecil yang bernama Kiara Putri, setelah menyadari ada seseorang dia meminta bantuannya karena tidak melihat reaksi apapun dari gadis itu dia yang ada malah sikap cuek yang diberikannya sehingga Revan merasa tertarik dengannya dan langsung mengajaknya menikah tetapi ditolah. Sehingga suatu kejadian yang mengharuskan mereka menikah. Apakah Kiara akan menerima pernikahannya dan belajar mencintai Revan? atau dia akan membencinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Assalamu’ alaikum Wr. Wb.

Selamat membaca semuanya.

----------

“ Apa hubungannya Dr. Rio dari ganteng ke masih suka dengan lubang ketimbang bermain pedang.” Tanya Ara tak mengerti dan ketiga cowok itu saling memandang.

“ Kalian ini kalau bicara jangan di depan anak kecil, itu bisa merusak otaknya.” Ucap Pak Reza menatap tajam dan memarahi Pak Agus dan Dr. Rio, saat mendengarkan pertanyaan Ara dengan wajah polosnya sedangkan orang yang dimarahi hanya cengegesam memperlihatkan deretan giginya.

“ Ini ada apa, kenapa berisik banget?.” Tanya Revan dengan suara serak khas orang baru bangun tidur membuat keempat orang di ruangan itu menoleh ke arahnya.

“ Udah bangun aja masnya.” Ucap Pak Agus.

“ Gimana saya gak bangun kalian berbicara didekatku.” Jawab Revan dingin dengan tatapan tajam menatap ketiga cowok diruangannya.

“ Hehe.. Maaf mas sudah membuatmu terbangun.” Ucap Pak Agus dengan memaksakan senyumnya.

“ Sayang kenapa ada Polisi masuk ke ruanganku?.” Tanya Revan ke Ara tanpa memperdulikan Pak Agus.

“ Mereka katanya mau kenalan dengan kakak.” Jawab Ara dan Revan mengenyit kening.

“ Kakak? sejak kapan dia memanggilku dengan sebutan kakak, kemarin gue menyuruhnya memanggilku dengan sebutan kakak tapi dia tetap memanggil lu gue kayaknya ada yang tidak beres ini.” Gumam Revan dalam hati tidak menjawab.

“ Iya kita mau kenalan dengan calon suaminya mbak Ara, perkenalkan nama saya Agus Mulyono dan ini teman saya Reza Maulana.” Ucap Pak Agus memperkenalkan dirinya dan temannya sedangkan Revan hanya tersenyum penuh arti.

“ Kapan nih kalian mau nikah? Jangan lama-lama loh, entar gak jadi.” Ucap Pak Agus.

“ Kita akan menikah 2 minggu lagi, sebenarnya sih seharusnya besok tapi apalah dayaku masih berada di rumah sakit sehingga tidak bisa menikah besok.” Jawab Revan berpura-pura memasang wajah sedihnya sedangkan Ara terkejut dan melototkan matanya ke Revan.

“ Jangan.” Ucap Ara terpotong.

“ Iya sayang, aku tau aku harus sembuh dulu baru memikirkan pernikahan kita.” Ucap Revan dengan nada sedih.

“ Saya bisa bantu kalian untuk menikah besok, kebetulan saya ada kenalan penghulu tapi saya tidak ingin mbak Ara dinikahinya diri.” Ucap Pak Agus.

“ Tapi.” Ucap Ara terpotong.

“ Saya juga tidak ingin menikahi cewek yang saya cintai secara siri, tapi benarkah nda ingin membantu kami untuk menikah besok?.” Tanya Revan dengan wajah bahagia dan tersenyum lebar sedangkan Ara hanya membuang nafas kasar.

“ Iya saya serius, kalau gak percaya saya akan telvon langsung penghulunya.” Ucap Pak Agus serius.

“ Eh tunggu dulu, saya ingin berbicara 4 mata dengannya.” Ucap Ara membuat Dokter Rio dan Pak Agus bingung sedangkan Revan tersenyum lebar dan Pak Agus sebenarnya dia juga bingung dengan kondisi yang dialami Ara sehingga dia memberikan kesempatan untuk Ara berbicara dengan Revan.

“ Oh silahkan, kami akan tunggu diluar.” Ucap Pak Reza cepat karena kalau temannya yang berbicara Bisa-bisa membuat masalah terlebih dia mengetahui Ara yang disudutkan disini.

“ Ehem.” Ara berdehem dan Revan melihat ke arahnya setelah tinggal mereka berdua didalam ruangan.

“ Kenapa lu bicara kalau kita akan menikah besok?.” Tanya Ara.

“ Karena saya mau menikahimu.” Jawab Revan seadanya.

“ Itu bukan jawaban.” Ucap Ara.

“ Terus kamu maunya saya apa?. “ Tanya Revan.

“ Kenapa lu mau menikahi gue besok?. “ Tanya Ara lagi dan Revan membuang nafas pelan.

“ Ok, saya sudah pernah bilang ke kamu kalau saya itu sayang sama kamu.” Jawab Revan serius.

“ Kalau sayang tidak perlu untuk menikahi gue, jangan pernah bermain-main dengan yang namanya pernikahan.” Ucap Ara tak kalah seriusnya.

“ Apa kamu belum mengerti juga dengan apa yang saya lakukan tadi malam, saya itu sayang sama kamu sebagai seorang cowok yang menyukai seorang cewek ya kalau orang bilang sih katanya namanya cinta.” Ucap Revan menekankan kata cinta dan Ara menghela nafas berat.

“ Tapi gue masih belum bisa percaya sama lu.” Ucap Ara masih ragu untuk menerima Revan menjadi suaminya.

“ Ok, kalau kamu masih belum bisa percaya saya mengerti. Kamu boleh minta apa saja dariku asal kamu mau jadi istriku.” Ucap Revan memberikan penawaran dan Ara memikirkannya.

“ Ok gue terima tawaran lu, tapi jangan menyesal setelah mendengarkannya.” Ucap Ara lalu memberikan syaratnya kepada Revan dan membuat Revan terkejut mendengarkan syarat dari Ara tapi dia tau kalau Ara masih meragukannya. Tanpa berfikir panjang Revan langsung menyetujui syarat yang diberikan oleh Ara kepadanya, baginya semua syarat yang diberikan Ara tidak masalah.

“ Ok saya setuju, pengacara saya akan datang besok membawa surat perjanjian seperti yang kamu mau.” Ucap Revan serius dan Ara terkejut Revan menyenggupi persyaratan yang dia anggap itu adalah persyaratan yang paling gila.

“ Apa lu yakin?.” Tanya Ara masih tidak percaya.

“ Saya tidak pernah seyakin ini dan saya juga akan membuat kamu perlahan jatuh cinta kepadaku.” Jawab Revan tegas.

“ Hm ternyata dia cowok yang memiliki pendirian yang kuat untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, baguslah kalau begitu. Semoga keputusan yang gue ambil ini sudah besar dan lu gak akan mengecewakan gue.” Gumam Revan dalam hati merasa senang.

💗💗💗

Keesokan harinya persiapan acara akat nikah Ara dan Revan sudah selesai disediakan oleh kedua Polisi dan kedua temannya Revan yang bernama Dion dan Billy.

“ Hai bro selamat ya bentar lagi lu jadi suami.” Ucap Dion memberikan selamat setelah masuk ke ruangan rawat Revan bersama dengan Billy.

“ Makasih Yon.” Jawan Revan.

“ Wah gue enggak nyangka kalau lu nikah.” Ucap Billy membuat Revan dan Dion melihat ke arahnya.

“ Emang kenapa kalau gue nikah?. “ Tanya Revan bingung.

“ Ya karena gue gak pernah lihat lu ngajak cewek atau jalan berduaan gitu, gue sempat mengira kalau lu itu suka pedang ketimbang lubang.” Jawab Billy dengan cengengesan.

“ Sialan lu Bil, gue itu laki-laki normal dan masih menghormati budaya ketimuran bukan kayak lu yang bebas melakukan apapun dengan semua perempuan. Gue sangat menghargai yang namanya perempuan karena gue lahir dari seorang perempuan juga, jadi gue sangat menjaga kehormatannya gak merusaknya sebelum waktunya karena gue akan melakukannya ketika kita sudah halal.” Jawab Revan dengan nada menyindir dan wajah seriusnya membuat kedua temannya melongok.

“ Tetap aja intinya entar lu ngerusaknya juga.” Jawab Billy atas sindiran Revan.

“ Iya ngerusak dengan adanya status yaitu sebagai istri, bukan kayak lu ngerusak tanpa adanya status yang jelas.” Ucap Revan tetap dengan nada menyindir.

“ Terserah lu mau bilang apa yang terpenting gue bahagia dengan apa yang gue lakuin, gue juga tidak memaksa mereka tapi mereka yang mendatangin dan menyerahkan tubuhnya kepada gue dengan suka rela.” Jawab Billy tak mau kalah sedangkan Revan dan Dion hanya menggelengkan kepala.

“ Hingga hening seketika sampai ada yang membuka pintu ruangan.

“ Assalamu' alaikum.” Ucap Pak Agus dibalik pintu.

“ Walaikumsalam.” Jawab mereka berbarengan.

“ Eh calon pengantin cowoknya udah siap aja.” Ucap Pak Agus.

“ Yalah saya sudah siap lahir dan batin, mana istri saya?.” Tanya Revan tidak melihat Ara.

“ Ingan masih calon belum jadi istri, sabar sebentar lagi. Kalau mbak Ara belum ada calon suami sudah saya jadikan istri. Yaudah kalau gak dapat gadisnya jandanya juga boleh.” Ucap Pak Agus dan Revan yang mendengarnya tidak suka dan menatap tajam ke arah Pak Agus, tapi yang ditatap tidak menanggapi.

----------

**Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, tekan gambar love, komentar dan yang pastinya vote ya teman-teman biar autor-nya tambah semangat Upnya... ** 😘😘

1
Riskiya ahmad
masa si arA hamil ga ada tanda nya,imang perut ara gak bunjit thor,ko bisa lahiran😗
Nayla Azizah
bhs'n tvlalu baku d berbelit-belit
Nolis Hasanah
main singkat aja... wooy thor bgaimana dengan ortu nya si revan
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
sippp ini jejakq thor 🤭
Unn Handa
penulis nya kayak bernostalgia sendiri dlm pikiran nya,,kita yv baca kena imbas jdi nya kan kita pusing
Herta Siahaan
heran tapi katanya dia punya genk tapi gampang tertangkap dan g ada rasa waspada dan peka
Unn Handa
berbelit belit ceritanya,kosa kata yg berubah ubah
Evi Yuliana Rinjani
maksudnya apa?
Evi Yuliana Rinjani
sebenarnya yg jadi tokoh utamanya siapa sih ? temen²nya ato ARA sih ?
Evi Yuliana Rinjani
sepertinya cerita tentang pertemanan merek di skip aja deh thor, atao dipertengahan cerita di flasback aja beberapa kenangan gitu. jgn hal² yg g penting juga di ceritain.
Adi Prasetya
terlalu banyak ngobrolnya dan terkesan bertele2.padahal ceritanya bagus
Yuni Shopia
ceritanya bagus thor, tapi maaf bahasanya tlg di perhatikan. klo mau lu gua atau aku kamu hrs di tetapkan 🙏🙏🙏
bunda khairy
baru mampir semoga seru
Bunga Blivers
kayak nya ara engidam dah oalnya berbeda hamil nya cengeng
Bunga Blivers
itu semua rencana anak sendiri karena mau membuat dedi nya bersatu sama ibu nya
Bunga Blivers
pasti dosen nya refan
Bunga Blivers
ya ketemu kan dong thor
Bunga Blivers
guuut thor ara harus di lindungi soal nya ada musuh
Bunga Blivers
ara mendapatkan pesen dari pak dokter
Bunga Blivers
akurasa ara hamil soalnya pak dosen mual2 pasti lagi engidam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!