NovelToon NovelToon
My Different Wife

My Different Wife

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cintapertama / Reinkarnasi / CEO / Chicklit / Tamat
Popularitas:194k
Nilai: 5
Nama Author: GracyaValSa

Karya Ketiga!
Doain author makin sukses ya... AMIN!!!
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Guys (like, comment, vote dan tips yaa)

Venus yang memaksakan cinta pada Stave yang berakibat pada kematian dirinya di tangan orang yang paling di cintainya, kini telah kembali hidup setahun sebelum kematiannya. Apakah dia bisa mengubah takdirnya yang mengerikan itu? Atau dia akan mati dengan cara yang sama dengan cara mengenaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GracyaValSa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas Dendam

Catatan penulis:

Maaf ya bab ini aku sedikit nulisnya. Soalnya kemarin bergadang dan sekarang jadi ngantuk ngantuk ngerjainnya. Maaf banget ya... Aku usahakan besok up ceritanya yang panjang ya... Jangan lupa dukungannya... Makin banyak dukungan akan semakin menaikkan semangat author. Thanks ya... Love you...

Setelah segalanya sudah teratur dengan baik dan lancar. Venus sendiri jadi parno-an. Dia takut bercampur berdebar, dia bingung dan juga panik. Semua menjadi satu dalam hatinya dan pikirannya.

"Kenapa?" Tanya Victor yang tiba tiba duduk di sebelah Venus yang sedang duduk di kursi baca perpustakaan.

Venus menunjuk dirinya, "A-aku? Ah gak apa." Kata Venus dengan tersenyum kikuk dan kemudian kembali melihat ke arah buku novel yang di bacanya,

"Bohong." Kata Victor dengan tatapan dingin.

Venus menggeleng, "Gak kenapa kenapa kok. Beneran."

Victor menunjuk wajah Venus, "Kenapa wajahnya pucat gitu?"

Venus memegang wajahnya, "Anu, aku tadi gak sarapan. Jadi laper." Kata Venus mengalihkan pandangannya.

"Kamu gak mau baca buku ini?" Kata Venus dengan senyuman kecil mengalihkan dirinya.

Victor memeluk Venus dari sebelah dan meletakkan dagunya pada bahu Venus dengan pandangan searah dengan kedepan sama seperti Venus, "Venus aku sayang banget tau sama kamu. Tapi kenapa kamu masih aja gak mau jadi pacar aku."

Venus sedikit menggeser tubuh Victor, tapi Victor malah mengeratkan pelukannya, "Kalau aku langsung nikah sama kamu, kamu gak boleh nolak ya."

Venus membolangkan matanya mendengar kalimat Victor dan menoleh ke arahnya.

"Aku sayang banget sama kamu, sayang banget." Kata Victor tulus.

Venus menggeleng, "Aku gak bisa bersama denganmu Victor. Aku nyaman bersamamu tapi bukan perasaan nyaman yang sama denganmu. Aku nyaman menjadi seorang terdekat mu, sebagai adik dan teman. Itu yang aku rasakan." Jelas Venus.

Victor menunduk, "Tapi aku ingin kita lebih dari itu."

Venus menggeleng, "Maaf."

Perlahan pelukan Victor melemah dan terlepas.

Drett

Ponsel Venus bergetar, ada tulisan Steve di sana. Venus mengambilnya namun tangan Victor lebih dulu mengambil itu.

Victor menatap tajam Venus dengan memicingkan matanya dan kembali pada ponsel Venus.

Victor mengangkatnya,

"Venus, besok kita mengambil percetakan undangan pernikahan kita ya. Jangan kemana mana aku akan menjemputmu." Kata Steve singkat.

Victor mematikan ponselnya, "Pernikahan? Katakan siapa yang menikah?" Kini Victor menatap dengan penuh ancaman ke arah Venus.

Venus menunduk, "Orang tua kami-"

"Kenapa tidak menolak? Venus jangan jadikan mereka alasan. Kamu punya bibir kan untuk bicara, kenapa diam? Jawab Venus." Victor menatap terus Venus dan memegang bahunya.

"Aku gak punya pilihan, kamu harus men-"

"Oh, jadi ini alasan kamu menjauhiku. Karena dia memiliki keluarga yang lebih baik pastinya. Dia bukan terlahir di keluarga pecah belah kaya aku. Tentu saja aku kalah saing." Kata Victor tersenyum miring.

"Victor apa yang kamu katakan? Aku-"

"Sudahlah Venus, aku tau itu kejadian seutuhnya." Victor memiliki pemikiran sendiri.

Venus segera di tinggalkan Victor.

Ingin mengejar lelaki ini namun dia tak dapat lakukan itu karena dia juga tak bisa menenangkan Victor nantinya. Dia juga tak memiliki kata kata lain untuk menyenangkan hati Victor.

Venus tak ingin keluarganya menjadi kacau dan terjadi kehancuran. Dia lebih baik diam saja.

***

Victor memukul meja dengan keras, "Steve! Kau tampaknya sedang ingin bermain dengan seekor macan huh?" Ungkap Victor bermonolog.

Victor kemudian tersenyum miring, "Lihat saja aku akan membalasmu Steve. Lihat saja"

1
Retno Palupi
wah seru, kl langit jadian sama angkasa
Retno Palupi
apa Tara ibunya melody?
Retno Palupi
lho lah... kok ngejar venus lagi
Retno Palupi
apa Victor mencelakai Steve?
Retno Palupi
ntar jd ada yg kurang kl g ngerjain melodi Vic
Retno Palupi
🤣🤣🤣🤣 Victor Victor
Retno Palupi
Victor kurang perhatian mel, awas lhoo
Retno Palupi
wah Dre pacarmu selingkuh 😁😁😁
Retno Palupi
🤣🤣🤣
Retno Palupi
yah nanti jd bucin sama melodi Vic
Retno Palupi
semoga berhasil Vic jgn lupa cuma main main lhoo. eh tp dulu kan yg ngasih kesempatan kuliah jg Victor ya
Retno Palupi
Victor gila tp unik 😁😁😁
Retno Palupi
mending jd saudara aja Vic g usah ngarep jd suami
Retno Palupi
perlu berobat itu Victor
Retno Palupi
obsesi nih Victor
Retno Palupi
Victor mengerikan
Retno Palupi
hati hati venus Victor sudah pulang
Retno Palupi
jangan jangan Victor sakit jiwa, yg obsesi itu Victor bukan Steve
Retno Palupi
g nyesel vic? apa bakat ayahmu jg menurun padamu?
Retno Palupi
lanjut aja salah paham nya biar seru 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!