NovelToon NovelToon
Laras For Dani

Laras For Dani

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Perjodohan / Badboy / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anggi Dwi Febriana

"Kalau memang Mas Dani serius, Mas bisa langsung bilang ke orang tua saya." Ujar Laras.

"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan, malam ini juga aku akan bilang ke orang tua kamu. Dan kalau orang tua kamu setuju, maka kamu juga harus setuju untuk menikah denganku." Jawab Dani santai.


Larasati Dewi Arumsari (20) gadis muda yang bekerja sebagai pengasuh keponakan dari Ramdani Aditya Persada (31) tiba-tiba di lamar oleh laki-laki itu.

Entah apa yang Dani rencanakan sebenarnya. Laki-laki dingin itu sebenarnya memiliki prinsip untuk tidak lagi jatuh cinta apalagi sampai menikah. Lalu bagaimana bisa dia berubah pikiran setelah Maminya berencana menjodohkan dia dengan pengasuh keponakannya itu?

Akankah Dani akan jatuh cinta kepada Laras setelah perjuangan gadis itu? Atau justru Laras yang akan menyerah dan berpaling kepada seseorang yang selama ini mencintai dirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Dwi Febriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mematai

Saat arisan sedang berlangsung, Laras sedang menemani Lala yang tiba-tiba saja ingin bermain di halaman depan rumah. Tentu saja Laras mengikuti kemauan bocah cantik itu.

Lala bermain dengan sepedanya mengelilingi halaman luas milik keluarga Persada, sedangkan Laras duduk di sebuah gazebo kecil di dekat beberapa mobil yang terparkir di sebelahnya. Saking luasnya halaman rumah keluarga Persada ini sampai bisa menampung puluhan mobil, itu pun masih banyak spot yang kosong. Untuk itulah Lala masih bisa bersepeda disini.

Luasnya bahkan hampir mirip dengan lapangan bola, hanya saja dengan banyaknya bunga dan beberapa pohon membuatnya terlihat lebih asri dan rindang.

Saat sedang memperhatikan Lala yang sedang asik bersepeda tiba-tiba...

"Laras.... " Seseorang memanggil dan menepuk bahu Laras, refleks dia langsung menolehkan tubuhnya agar bisa mengetahui siapa yang sudah memanggilnya itu.

"Mas Randi? " Ujar Laras begitu melihat sosok kakak kelasnya itu. Bahkan baru kemarin mereka bertemu.

"Haiii.... Sendirian aja? " Tanya Randi membuka obrolan. Tampak senyuman di wajah tampannya.

Mata Laras seketika menatap sekitar, bagaimana bisa Randi ada disini. Dan untuk apa juga laki-laki itu disini?

"Iya Mas, ehmmm, aku lagi nungguin Lala sepedaan. " Jawab Laras seraya tersenyum manis.

Sebuah senyuman yang membuat Randi tidak bisa memalingkan wajahnya dari gadis cantik yang sejak dia duduk di bangku sekolah menengah atas mengisi hatinya dan belum tergantikan sejauh ini.

"Oo iya, Mas Randi lagi apa disini? " Laras bertanya kepada Randi. Apakah Randi ada tugas dari Danisa? Karena setau Laras, Randi adalah sekretaris Danisa.

"Enggak, aku lagi nungguin Mama di dalam, dia temen Tante Irene. Jadi kebetulan dia ikut gabung arisan juta. " Ujar Randi menjelaskan.

Bagaimana bisa Mamanya Randi dan Mami Irene bisa berteman? Itu karena mereka satu geng di komitas sosialita mereka. Keluarga Randi juga tidak kalah kaya dengan keluarga Persada. Keluarga Randi juga memiliki perusahaan mereka sendiri. Hanya saja Randi memilih untuk bekerja di perusahaan keluarga Persada untuk mencari pengalaman. Paling tidak dia bekerja di perusahaan Persada sampai dia siap memegang kendali perusahaannya sendiri.

"Ooo gitu." Laras menganggukan kepalanya menanggapi jawaban dari Randi. Dia tidak tau harus berkata apa lagi karena sudah lama dari terakhir mereka bertemu. Sebenarnya seperti yang kalian tau, Laras dan Randi sempat bertemu di pantry kantor kemarin, tapi itu hanya sebentar dan hanya sekedar menyapa.

"Ngomong-ngomong kamu udah berapa lama kerja disini?" Tanya Randi berusaha untuk membuka topik. Randi sangat tau dengan kepribadian Laras yang sangat kalem dan tidak banyak bicara.

"Baru beberapa hari sih Mas, belum ada seminggu." Jawab Laras.

Ya singkat padat dan jelas.

Namun jangan salah, Laras sangat berbeda sikapnya jika bersama anak kecil. Keibuan, mungkin itu kata yang tepat untuk mendeskripsikannya. Tidak ada kesan malu-malu jika dia sudah berhadapan dengan anak kecil.

"Kalau Mas Randi sendiri sudah berapa lama kerja di perusahaan Persada?" Kali ini Laras bertanya kepada Randi. Sedikit banyak Laras menyadari kalau Randi sedikit kesulitan membuka obrolan dengannya di karenakan jawaban Laras yang selalu singkat. Untuk itu Laras mencoba untuk membuka pembicaraan.

Mendengar Laras bertanya kepadanya, membuat Randi tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Dengan Laras bertanya saja itu sudah menunjukka kalau setidaknya gadis itu perhatian dengannya.

"Aku baru 1 tahun ini." Jawa Randi.

Setelahnya mereka terlibat banyak pembicaraan, tanpa menyadari kalau ada sepasang mata tajam yang memperhatikan mereka dari atas sebuah kamar.

Setelah berbagi banya cerita, Randi berkata kalau dia meminta nomor Laras agar mereka menjadi lebih mudah berkomunikasi.

"Eemmm... Boleh aku minta nomor ponsel kamu Ras. Buat nyambung tali silaturahmi lagi." Ujar Randi kepada Laras.

"Boleh." Laras segera memberikan nomor ponselnya kepada Randi, toh tidak ada salahnya kan? Mereka memang berteman sejak dulu.

Sepulangnya dari kantor Dani memutuskan untuk memotong rambutnya yang panjang ini, sebenarnya dia nyman-nyaman saja, hanya saja Mami Irene terus memaksanya untuk memotong rambut. Katanya wajah Dani terlihat menyeramkan. Tidak tau saja kalau sudah banyak wanita yang menjadi korban karena terpesona oleh wajah yang kata Mami Irene menyeramkan ini.

Selesai memotong rambut, seperti janjinya kepada Lala, Dani mampir ke Toys Store untuk membelikan mainan sebagai hadiah karena kemarin mendapatkan bintang 5 dari gurunya.

Sesampainya di rumah Dani langsung menuju kamar ponakan tersayangnya itu, disana dia mendapati Lala bersama pengsuhnya, Laras.

Entah kenapa setiap melihat Laras, Dani selelu teringat akan rasa kopi yang di buatnya. Untuk itulah Dani meminta Laras untuk membuatkan kopi untuknya saat Laras meminta tolong kepadanya untuk menjaga Lala karena gadis itu harus mandi.

Bayangan akan nikmatnya kopi buatan Laras di hancurkan oleh rasa kopi yang berbeda. Laras tidak beratanggung jawab menjalankan perintahnya. Dani sangat tau kalau kopi ini bukan buatan Laras.

Tadi pagi dia menahan dirinya untuk tidak mengganti kopi yang tersaji di meja makan, karena biar bagaimanapun Dani tidak mau di sebut tidak menghargai kopi yang di buat oleh Dini.

Dan sekarang Dani sangat kesal karena bukan Laras lagi yang membuat kopinya.

Dani memutuskan untuk meninggalkan kamar Lala setelah mengatakan sesuatu kepada Laras.

Untuk menghilangkan rasa kesalnya, Dani memutuskan untuk merendam tubuhnya dengan air dingin. Karena siapa tau hal ini membuat otaknya menjadi lebih dingin.

Setelah mandi, Dani berdiri di jendela kamarnya. Menatap pemandangan bawah yang kebetulan langsung berhadapan dengan taman halaman depan ruumahnya.

Sudut bibirnya tersenyum melihat Laras yang sedang memakaikan perlengkapan keselamatan untuk Lala bermain sepeda. Tidak ada yang tau apa yang sedang ada di pikirannya saat ini.

Namun lengkungan tipis di bibirnya mendadak lenyap setelah Dani melihat seorang laki-laki yang dia ketahui sebagai sekretaris kakaknya di kantor tiba-tiba mendekati Laras.

"Apa mereka saling mengenal? Kenapa mereka terlihat dekat. Bagaimana bisa di hari pertama Laras ke kantor dia langsung bisa dengan mudahnya akrab dengan laki-laki asing." Ujar Dani bergumam.

Tapi kenapa juga dia harus kepo dengan urusan orang lain, bukankah Laras mau berintraksi dengan siapapun itu bukanlah urusananya?

Dani terus menatap Laras dan Randi dari jendela kamarnya. Kemudian tatapannya beralih kepada Lala yang sedang bersepeda sendirian.

Hal ini membuat bibir Dani seketika tersungging sinis. Dani mengambil ponselnya dan menuliskan sebuah pesan teks.

^^^***Si Pengasuh***^^^

^^^*Kak Danisa menggajimu bukan untuk bermesraan dengan seorang laki-laki di rumah ini. Tugasmu adalah menjadi pengasuh Lala*.^^^

Ya, Dani mengirimkan pesan itu untuk Laras.

Dari tempatnya berdiri, terlihat Laras sedang membuka ponselnya. Raut terkejut tidak dapat di sembunyikan dari wajahnya saat ini.

Hingga tiba-tiba tatapan antara Laras dan Dani bertemu. Laras menatap kearah Dani dengan ekspresi wajah memelas.

Dan seperti biasa Dani memasang wajah dinginnya.

1
Rahmaniar
suka banget ceritanya,,,alurnya bagus,ceritanya serasa mengalir aja,,pokok nya berkesan banget ceritanya👍👍👍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Dayu Dayu
Sya ???
Dadah Frey
lupa baca di bab berapa yg bilang klo Laras udah semester 2
Aline Kharena
Luar biasa
susi 2020
😍😍😍
susi 2020
🤣🤣🤣
susi 2020
🤩🤩🤩
susi 2020
😍😍
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
😍😍🥰
susi 2020
😘😘😘
susi 2020
🥰🥰🤣
susi 2020
🤩🤩😍😍
susi 2020
😍😍🥰🥰
susi 2020
😘😘
susi 2020
🤩🤩
susi 2020
🤣🤣🤣
susi 2020
🙄🙄
susi 2020
🥰🥰
susi 2020
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!