NovelToon NovelToon
Sunda Bule

Sunda Bule

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Masalah Pertumbuhan / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Teen / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Sequel dari novel "Abang Bule Itu Jodohku"
Altezha biasa di panggil Tezha atau Ezha merupakan pewaris Klan Vins selanjutnya.

Apa kah sang pewaris mau dan mampu memikul tugas itu dengan baik sedangkan dia mempunyai sifat keras kepala dan tidak suka di atur?

Namun akhirnya dia harus menjalani hidup nya di kampung halaman sang Mimih. Dengan ke adaan 180' berbeda dengan kehidupan sebelum nya hingga bertemu dengan seorang gadis polos, blak blakan, galak plus cerewet nya mengalahkan toa .



Staycun teros yaaaaa


18+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai longsor

Matahari sudah hampir menghilang di peraduan nya, dan itu membuat seorang gadis di landa gelisah setengah mati. Mata nya terus saja melirik ke arah pintu masuk berharap seseorang untuk segera datang.

"Wes toh ndok, ojo mondar mandir wae bapak mumet ndelok e , bapak yakin Tezha masih sama pak Zae, dia kan asisten nya mungkin masih di kantor perkebunan". ( udah dong nak, jangan mondar mandir terus bapak pusing lihat nya)

Ajeng tidak mengindah kan ucapan bapak, gadis itu malah masuk kedalam kamar nya. Dia mengerutuki suami bule nya itu, kenapa dia sebagai seorang istri tidak mempunyai nomor ponsel suaminya dan suami nya itu tidak memberikan nya nomor ponsel, kalo minta duluan kan gengsi.

Kalau sudah begini pusing jadinya kan, mana udah mau sore,matahari udah merem, suami belum pulang. Kalau terjadi apa apa pada Tezha, Ajeng juga yang rugi, kalau seumpama terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada suami nya itu Ajeng belum mau jadi janda muda yang masih perawan. Masa si Teguh saja belum bersilahturahmi sama si Mona( montok dan mempesona) udah jadi janda aja, jangan atuh thor.

"Awas aja kalau pulang lewat dari magrib siap siap tidur aja di luar." Ajeng menyampirkan handuk kuning dan kimono mandi nya di pundak kemudian dia keluar dari kamar menuju kamar mandi di dekat dapur.

Setelah 15 menit melakukan ritual mandi nya, Ajeng akhirnya keluar dari sana. Dia memakai kimono sertahanduk berwarna kuning untuk menggosok gosok rambut nya yang basah sembari bersenandung masuk kedalam kamar nya tanpa memperhatikan keadaan.

Dengan langkah santai Ajeng melangkah kan kaki nya menuju lemari kayu yang lumayan besar. Dia tidak menyadari kalau ada seseorang sedang tidur di atas tempat tidur. Dengan menjinjitkan kaki nya Ajeng terus mencari sesuatu yang dia butuhkan di dalam lemari.

"Kemana sih kok pada ilang, perasaan masih ada dua bantal kemaren."

Mata beda warna itu perlahan terbuka saat mendengar seseorang berbicara sendiri. Dan ternyata benar, di depan lemari sana ada seorang gadis yang terlihat sibuk mencari sesuatu. Tanpa ingin mengganggu dia hanya memperhatikan tubuh mungil gadis itu yang terbalut handuk kimono.

Entah kenapa pemandangan itu membuat sesuatu di dalam diri nya memberontak ingin keluar. Apa lagi melihat kaki telanjang yang selalu dia tutupi oleh seragam sekolah dan jangan lupa rambut basah itu membuat nya berkali kali harus menaik turunkan jakun nya.

Tidak mau terbawa lebih jauh, akhir nya dia bangkit dan berjalan menuju gadis itu.

"Lagi nyari apa sih." Tubuh Ajeng tersentak saat tiba tiba ada seseorang di belakang nya. Ajeng pun memutar tubuh nya menghadap orang itu.

"L-loh kamu udah pulang, bukan nya tadi bel...."

"Aku udah pulang waktu kamu mandi, karena nungguin kamu lama mandi nya aku jadi ketiduran. Maaf ya aku tadi ketiduran di ranjang kamu."

Entah kenapa hati Ajeng tercenut nyuuuttt saat mendengar ucapan Tezha. Ranjang kamu ya ampun apa dia segitu kejam nya pada Tezha kemarin malam sampai sampai dia merasa tidak enak karena hanya ketiduran di tempat tidur nya.

"E-emm...Gak pada kok. Kamu udah makan." Ajeng mencoba menetral kan hati nya yang mulai merasakan sesuatu yang belum pernah dia rasakan selama hampir 18 tahun ini.

"Belum."

Ajeng menghela napas nya, dia belum menyadari tatapan Tezha yang terus mengarah padanya. Entah apa yang tengah ada dalam pikiran Tezha sekarang, yang jelas jakun nya naik turun seraya tatapan nya terus saja tertuju pada Ajeng.

Gadis itu masih dengan pikiran nya yang melalangbuana " Jangan jadi istri durhaka, jangan jadi istri durhaka, jangan jadi istri durhaka"

Kata kata bapak terngiang ngiang kembali di kepalanya, bagaimana Ajeng tidak bingung ini sudah hampir malam woy apa dia harus dan kudu berbagi ranjang dengan laki laki asing yang nota bene sudah menjadi suaminya dua hari yang lalu.

"Baik buruk nya dia, dia tetap suami mu. Imam dalam rumah tangga mu"

Ucapan Ayah menjadi cambuk tersendiri untuk nya. Pernikahan ini memang bukan kesalahan Tezha sepenuhnya, dia juga turut andil. Kalau dia tidak sok sok an nangis kejer kayak orang sawan tidak mungkin ada tetangga yang datang dan menuduh Tezha macam macam.

Ajeng kini di landa longsor, longsor perasaan. Pertahanan ego nya mulai runtuh walaupun belum sepenuhnya. Dia masih menyangkal rasa bersalahnya, ego nya masih belum sepenuhnya menerima suratan takdir yang di beri Tuhan secara mendadak padanya.

Ajeng masih labil, tidak di pungkiri karena dia memang masih remaja. Darah muda dalam tubuhnya mudah saja memberontak kalau dia tidak memikirkan nasib orang lain yaitu sang bapak.

"Ayy.."

Ajeng masih mengendalikan deru nafasnya karena terus berperang dengan egonya. Dia ingin ikhlas tapi ego masih saja memberontak. Bahkan panggilan serta tepukan lembut di tangan nya tidak mampu membuat Ajeng kembali ke alam sadar nya. Dia masih di kendalikan oleh sesuatu dialam bawah sadar nya.

"AYY!!!"

Tezha berseru keras saat tidak ada sahutan dari Ajeng yang masih terdiam di tempat dengan tatapan kosong.

"Ayunda, dengerin aku!"

Ajeng tersentak saat tiba tiba tubuhnya di dekap oleh seseorang yang bertubuh lebih besar dari nya. Seketika otak nya ngeblank, apa alam bawah sadar nya benar benar membuat dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya.

"Kamu kenapa masih di sini, katanya tadi mau mandi."

Tezha menghela nafas nya saat mendengar Ajeng kini bersuara. Sungguh tadi Tezha terlihat panik saat melihat Ajeng terdiam dan membatu dengan tatapan kosong seperti orang linglung.

"Kamu yang kenapa, kamu bikin aku khawatir setengah mati tau!"

"Hah".

Ajeng mengerenyitkan dahinya mendengar ucapan Tezha. Memang nya dia kenapa perasaan tadi dia hanya mendengar suara bapak yang tengah menasehati nya kalau dia tidak boleh jadi istri durhaka.Dan tiba tiba ada orang yang mendekap nya.

istri durhaka,hiiihhh atut

Ajeng mendongakan kepalanya keatas, dan benar saja ini bukan mimpi. Dia tengah di peluk seseorang dan orang itu adalah Tezha suaminya. Entah kenapa dia merasa nyaman dalam pelukan itu seperti pelukan di malam pertama mereka sebelum pisah ranjang saat Tezha menenangkan nya.

Harus nya Ajeng mendorong atau melepas dekapan itu tapi dia malah mengeratkan pelukan nya pada tubuh tinggi besar yang di miliki oleh Tezha. Membuat si pemilik tubuh menegang, karena ada sesuatu yang terasa empuk menekan di dada nya dari balik kimono yang di pakai oleh Ajeng.

"Makanya kalau mandi jangan mau magrib, nanti bisa di toel jurig."

Tezha menetral kan perasaan nya yang terus saja memberontak minta lebih. Dan Ajeng yang mendengar ucapan Tezha langsung melepaskan dekapan nya hingga membuat lelaki bule itu merasa kehilangan sesuatu.

"Udah mandi sana, nyari kesempatan dalam kesedihan." Ajeng melempar handuk Tezha kearah nya sembari berjalan menjauhi Tezha yang terlihat heran dengan sifat nya. Tadi Ajeng meluk dia dengan erat , lah sekarang malah marah marah tidak jelas. Tezha kan cuma mengingatkan kata Mimih jangan mandi pas mau magrib pamali nanti takut di toel jurig cai.

Dengan wajah pasrah Tezha melangkah pergi dari kamar, karena hari mulai magrib dia mengurungkan niatnya untuk mandi. Tezha menunggu sejenak di ruang tengah bersama bapak mertuanya yang tengah menonton televisi.

"Bapak besok mau daftar jadi ke amanan ya Zha. Lumayan kan buat lemburan." Tezha yang baru mendudukan diri di atas karpet segera menatap sang mertua dengan serius.

"Bapak yakin, mending bapak di rumah saja. Biar Tezha yang akan daftar jadi keamanan di sana. Udara malam gak baik buat kesehatan loh pak."

Si bapak malah tersenyum sembari menghisap nikotin di jepitan jarinya. Dia memandang Tezha dengan dalam seakan tengah memindai sesuatu.

"Udara malam juga tidak baik untuk anak seusia kamu. Lebih baik kamu di rumah temenin istrimu jangan sampai dia seperti tadi mondar mandir kayak setrikaan konslet pusing bapak liat nya."

Bapak dan Tezha terkekeh tanpa menyadari seseorang tengah mengintip dari balik pintu kamar. Melihat interaksi itu membuat dia membulatkan tekad nya.

"Kalau begitu biar adil, Saya ikut daftar bapak juga ikut daftar. Gimana adil kan,lumayan lah pak Saya bisa dapat uang tambahan untuk anak gadis bapak itu."

Anak gadis?

Bapak mengerenyitkan dahi nya mendengar ucapan menantu bule nya itu. Dan bapak bukan bocah polos yang tidak paham dengan kode yang di berikan oleh Tezha itu. Bapak hanya tersenyum, ternyata Tezha bukan laki laki yang egois. Tezha memikirkan kesiapan sang putri dalam hal itu, bapak yakin akan ada saat nya dia memiliki cucu nanti.

**METT PAGI SEMUANYA...NENG OTHOR UP DATE PAGI PAGI YA SOALNYA SIANG NANTI NENG AGAK SIBUK.

TAPI TENANG NENG AKAN DAOUBELLLLLLLLL UP KOK

PANTENGIN TERUS YAAAAA

SEE YOU NEXT PART

BABAYYYYY....MUAAAACCCHHHHH**....

1
Yatt Hayatiey
aqilla cerita gak ada ya
Mini Amora
okeee deh thor
dtunggu cerita aqilla & kakak bastiannya yaaa🤭
Mini Amora
setelah baca papih & mimihnya...
langsunggg cusss baca kisah anaknya nihhh
EembuL
astaaagaaaa gara2 ngomong si *teguh* yg ada nanti yg punya nama salah paham lgi 😃😃😂😂😂😂😂😂
Atik Kiswati
udah tamat aja nih.....
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
suka bangt cerita kayak gini bahasa sundamah emang luar biasa piseurieun🤣🤣🤣
juwita
aya bule congean iih gareuleuh🤣🤣🤣
Mazree Gati
ga masuk ceritanya, end
Mazree Gati
jadi bosan bacanya,,bantai aja si tahza biar mampus trus tamat
Mazree Gati
ceritanya jadi nggak karuan
Mazree Gati
uda berapakali skip loncat masi sama ceritanya
Mazree Gati
si ajeng uda bacotnya asal ngomong kasar anjing,judes galak ga sesuai namanya
Mazree Gati
goblok semua apa lagi authorrr
juwita
bau ajag leuweung 🤣🤣
juwita
mampir
Adhitama Cecilia278
thor bikin ceritanya tata sma regan dnk..🙏🏻
Fina Fitriani
bagus dan lucu ceritanya Thor....semoga aja ada dinasty2 bule Sunda yg lainnya.sama kaya dinasty duren sawit yg udh aku baca..... semangat terus Thor berkaryanya💪💪👏👏👏👏
Nur Lela
Ira Rachmad
Nice story...tapi. . EYD-nya di benerin lg. msh byk typo bertaburan.klo ejaannya bener aja..cakep lhoo
Ira Rachmad
kwkwkkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!