"Nyebelin! Padahal udah kukerjakan dengan baik. Huh!!!" ~ Rika Sanders.
"Salah! Ulangi! Ini juga ulangi semuanya!" ~ Steven Oscar.
Pria tampan yang kaya namun memiliki sikap sombong dan perfeksionis membuat semua pelayan enggan bekerja dengannya. Lalu bagaimana seorang wanita bernama Rika dapat bertahan dengannya?
NB:
Please Vote if you like it because one of your vote are so precious to me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cibbyone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
"Rika.." ucap Alfred dengan nada kecil yang sedang duduk di meja makan samping Rika. "ya? ada apa Alfred?" tanya Rika seraya meletakkan kembali garpu dan pisaunya. "kau.. " ucap Alfred kemudian dia berdeham. "lupakan." ucapnya singkat. Rika bingung dengan reaksi itu namun.. apa boleh buat dia tidak mungkin memaksa Alfred mengatakannya karena mereka tidak sedekat Rika dan Angeline. Tentu saja tidak! Alfred sudah memiliki tunangan! Tidak mungkin dia berteman dekat dengan pria itu yang sudah punya tunangan. Tau-tau dibilang perakor(perebut suami), arghh tentu saja setelah trauma yang banyak dialami Rika dia juga tidak mungkin dekat-dekat dengan Alfred. Walaupun sempat terpikir dalam pikiran Rika bahwa kemungkinan pria itu-itu tuannya tidak mungkin melakukan hal seleceh itu dan Rika juga tau diri bahwa derajatnya berbeda dengan pria itu. Setidaknya derajatnya untuk sekarang karna dia bekerja untuk pria itu, Steven Oscar.
Waktu berlalu menjelang sore, Rika belajar banyak hari ini. Mulai dari tradisi orang Eropa yang diajarkan, baiklah kali ini Alfred mungkin akan curiga Rika bukan dari London karena tata kramanya sama sekali berbeda dimana Alfred harus mengajarkannya lagi. "besok nenek dan kakek tuan akan datang, yang tadi kuajarkan jangan lupa ya Rika." ucap Alfred membetulkan kacamatanya sambil tersenyum kecil. Senyuman itu sebenarnya membuktikan bahwa pemikiran Alfred yang masih kacau kini sudah sangat jelas. Sayangnya Rika menganggap senyuman itu adalah senyuman tanda "fighting" untuknya. "tentu, terima kasih sudah menghabiskan waktumu Alfred." ucap Rika seraya membalas senyuman Alfred. "ah! pas sekali tuan sudah pulang." ucap Alfred yang kemudian berbalik ke arah Rika yang tadinya berbalik ke arah depan untuk menunggu supirnya. Memang benar, pria itu--Steven Oscar baru saja memasuki gerbang dengan Range Rover yang dikendarai Dan. Entah apa yang merasuki pria itu hingga menggunakan mobil itu hari ini. Pria itu turun dan berjalan mendekati Alfred, "Biarkan Dan yang mengantarmu saja." ucap pria itu lalu menatap ke arah Rika. "Se-selamat datang kembali, tuan e.. maksudku Steven." ucap Rika tergagap karena sikap pelayannya masih melekat. Tentu saja melekat, siapa saja pasti akan begitu karna baru saja mempelajari hal baru dalam sehari dan kini harus membiasakan. "Panggil saja Steve." ucap pria itu lalu berjalan melewati Alfred dan mendekati Rika.
***
"sudah jam berapa ini dan kau masih di kamar pelayan? Besok malam mereka akan tiba dan kuharap kau tidak mampir disini lagi esok." ucap pria itu ketika mengetuk pintu kamar Angeline dan Rika yang membukakan. Sebenarnya Rika sempat terkejut karena pria itu ternyata tau selama ini bahwa Rika selalu ke kamar Angeline sebelum tidur. Rika hanya mengangguk sambil melihat pria itu yang tampaknya sudah mengantuk lalu meninggalkannya begitu mendapat respon Rika.
"Astaga! Miss Rika kau benar-benar... kau apakan tuan?" tanya Angeline dengan nada keras setelah pria iti meninggalkan mereka. "tentu saja tidak ada geline! Kan sudah kubilang tidak ada yang kulakukan dan dia hanya begitu karna pernikahan temannya." ucap Rika menjelaskan dengan padat sambil mengecilkan suaranya. "Tuan belum pernah seperti ini, mungkin dia tertarik padamu." kata-kata tak bernada itu keluar dari mulut Rachel Swiss yang sedang membaca buku resep di pojok kamar Angeline. Rachel jarang berbicara, tapi kalau sekali berbicara langsung menusuk. Setidaknya itu yang mengiang di pikiran Rika. "Ti-tidak mungkin! Steve maksudku Tuan hanya membutuhkanku dan ini masalah pekerjaan!" sentak Rika yang sempat kaget namun dapat mengontrol dirinya kembali. "ayolah, Miss Rika. Aku yakin sekali tuan benar-benar tertarik padamu. Aku sudah bekerja tiga tahun disini sebagai pelayan bawahan, bagaimana aku tidak tau?" sentak Angeline dengan nada bersemangat. "oh ya geline, maaf kalau aku bertanya ini. Kenapa kau tidak jadi kepala pelayan saja?" Pertanyaan itu sengaja ditanyakan Rika untuk menghindari topik yang barusan beserta penasaran.
"aku.. sebenarnya sebelum bekerja disini, aku banyak mendengar rumor tentang keluarga Oscar. Tuan merupakan orang yang tergolong dingin, galak dan menyeramkan yah jadi.. aku meminta untuk menjadi pelayan atau apapun itu namun dengan syarat untuk tidak menjadi kepala pelayan." ucap Angeline dengan nada gemetaran. "lalu bagaimana nantinya? Disaat aku menjadi teman tuan, kau akan menjadi kepala pelayan?" Astaga... Rika mengatakan itu tanpa berpikir sama sekali yah walau dia penasaran sekali apa yang selama ini ditakutkan para pelayan. "Angeline memang menjadi kepala pelayan namun tugasnya tidak sepertimu, dia hanya melayani tamu dan tuan saat ada tamu. Lagipula, setidaknya tuan mungkin senang dengan dirimu yang mampu bertahan selama ini." ucap Rachel dengan nada datar lalu menoleh ke bukunya. "Be-benar sekali! Banyak kepala pelayan yang keluar bahkan tidak sampai 3 minggu dan Miss Rika yang paling bertahan. Sebenarnya kepala pelayan pertama tuan meninggal 1 tahun lalu jadi.. sejak itu tuan tidak terbiasa dengan pelayan baru dan terus memarahi mereka." ucap Angeline yang kembali mengendalikan dirinya yang tadinya gemetaran sambil melipat tangannya. "tuan cuma memarahi mereka?" tanya Rika acuh tak acuh. "e.. sebenarnya tuan pernah bahkan membentak habis-habisan pelayan yang tidak becus karna menjatuhkan makanan disaat melayaninya." ucap Angeline ditengah membaringkan tubuhnya di tempat tidurnya sementara Rachel yang permisi untuk tidur duluan. Astaga.. Membentak, laki-laki membentak perempuan.. Itu sangat keterlaluan! "Miss Rika?" pikiran Rika buyar akibat panggilan Angeline. "ah.. begitu ya.. sebaiknya aku kembali tidur sebelum larut malam." ucap Rika lalu beranjak dari kursinya. "iya night Miss Rika." gumam Angeline singkat lalu tersenyum padanya.