Alesha Az-Zahra jatuh cinta pada pandangan pertama dengan guru SMA nya yang tampan, setahun memendam perasaan suka pada guru itu akan kah Alesha memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya?
"Hm," jawaban pak Rezel yang singkat padat dan tidak jelas itu membuat Alesha ingin menembaknya dengan serius, menembak dengan pistol, senapan atau sniper kalau perlu.
Mencintai pak Rezel itu melatih kesehatan mental Alesha, selain sikap nya yang galak dan menyebalkan dia juga kalau bicara sangat tidak jelas. Bicara pendek menyebalkan, bicara panjang malah lebih menyebalkan!
Di mata seorang Alfarezel Savian, Alesha adalah seorang gadis yang terlihat sangat mirip dengan seseorang di masalalu nya. Hal itu membuat nya cukup tertarik pada gadis itu, sampai suatu hari gadis itu datang dan menyatakan perasaan pada nya.
Siap mengikuti cerita mereka? Jangan lupa klik favorit terlebih dahulu agar mendapat notifikasi saat update :)
follow akun ig @_lisaautmptri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisaautmptri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(Mencuri) Ciuman
Sudah cukup lama dia memandangi pak Rezel, lama-lama bosan juga melihat nya. Hahaha berarti kalau ada orang yang bilang aku tidak akan pernah bosan menatap wajah cantik mu, berarti itu bohong ya. Bukti nya saja Alesha bosan sekarang melihat wajah nya
pak Rezel, padahal kadar cinta nya kan sudah tak terbendung lagi, hahaha. Gadis
itu melirik jam yang melingkar di tangan nya, waktu menunjukkan pukul tiga sore. Kalau Alesha pulang kesorean bisa habis di marahi nanti, apalagi dia kan sudah keluar sejak pagi, tapi dia juga masih ingin menghabiskan waktu bersama pak Rezel disini. Besok-besok belum tentu akan ada kesempatan seperti ini lagi
kan? Alesha bingung harus bagaimana sekarang.
“ Pak..,” panggil Alesha menarik lengan baju pak Rezel, berharap pemuda itu cepat bangun.
Kok rasa nya aneh ya manggil dia pak..,pak. Tapi kalau ku panggil Rezel takut dia
marah juga. Hahh begini amat nasib punya pacar galak.
“ Pak.., bangun, saya mau pulang.”
Guncangan di bahu nya semakin kuat, tapi pak Rezel belum bangun juga, ini bagaimana coba membangun kan nya? Di panggil belum bangun juga, kalau nanti Alesha teriaki saja
bagaimana?
Hihh Alesha jadi gemas ingin mencubit pipi nya pak Rezel, pulas sekali dia tidur.
Gadis itu memeberanikan diri, membungkuk di hadapan pak Rezel lalu memegang pipi nya.
Ya ampun wajah nya halus banget, Alesha memegangi pipi pak Rezel sambil senyum-senyum menakutkan. Entah sudah lari kemana pikiran nya sampai tidak menyadari kalau pemuda di bawah nya itu sudah membuka mata dan menatap nya tajam.
“Kamu mau mencium saya tanpa izin lagi?” suara pak Rezel hampir membuat Alesha jantungan saking terkejut nya, gadis itu sampai terjungkal ke belakang dan membentur sudut meja.
“ Ah sakit,” Alesha meringis memegangi punggung nya, sedangkan pak Rezel sudah duduk di hadapan nya dengan tatapan tajam.
“ Kamu mau mencium saya lagi?” tanya pak Rezel curiga.
Niat nya sih begitu tadi, tapi kan kamu sudah bangun duluan!
“ Tidak kok, bapak sih susah sekali bangun nya. Saya mau pulang pak, sudah sore.” Alesha menunjukkan jam tangan nya.
“ Tunggu sebentar saya ganti pakaian dulu,”
Setelah cukup lama menunggu akhir nya mereka pulang juga, Alesha sudah memakai baju nya yang tadi setelah di kering kan di mesin. Pak Rezel juga sudah memakai pakaian formal, mungkin dia masih ada acara lain setelah ini. Alesha juga tidak ingin bertanya,
dia sudah hafal kalau jawaban pacar nya itu selalu menyebalkan.
Dia juga sudah terbiasa dengan pak Rezel yang tidak pernah bicara, alhasil selama perjalanan Alesha hanya menatap jalan saja alih-alih memandangi wajah tampan nya pak Rezel itu.
Hari sudah mulai gelap saat mobil putih itu berhenti di depan gerbang, Alesha melepas sabuk pengaman nya. Dia masih ingin mengobrol basa-basi dulu sebelum turun, seperti yang pasangan umum nya lakukan, Alesha biasa melihat nya dalam adegan drama. Tapi pak Rezel hanya diam saja, menoleh pun tidak apalagi mau mengucap kalimat basa-basi sebelum perpisahan, dasar menyebalkan!
“ Bapak tidak mau mampir dulu?” tanya Alesha sambil menatap penuh harap,pak Rezel menoleh.
“ Tidak usah, saya harus ke suatu tempat setelah ini,”
Alesha berdecak sebal, tidak bisa apa dia menjawab iya lain kali sayang. Atau titip salam untuk ayah bunda mu ya, ini jawaban nya to the point sekali.
“ Ya sudah saya pulang dulu pak, terimakasih.” Ketus Alesha sambil membuka pintu. Pak Rezel hanya berdehem sebagai jawaban, pemuda itu sudah menatap depan lagi.
Cup..
Yes! Alesha berhasil mencuri satu ciuman lagi di pipi pak Rezel, terlihat pemuda itu terkejut dan mau menarik tangan Alesha, tapi gadis itu sudah lebih dulu menutup pintu mobil
dan masuk ke dalam gerbang.
“ Hei apa yang kamu lakukan?!” kesal sekali pak Rezel di buat nya, sudah dua kali dia kecolongan gadis kecil itu.
Terlihat Alesha melambaikan tangan sambil tersenyum lebar dari sela pagar, pak Rezel mendengus saja. Kelakuan gadis itu memang selalu menjadi kejutan untuk nya, dia melajukan mobil nya setelah membunyi kan klakson dua kali.
Alesha membanting pintu kamar nya senang setelah menyapa anggota keluarga nya yang tengah berkumpul di bawah.
Hari ini dia senang sekali menghabiskan waktu seharian dengan pak Rezel walaupun awal nya dia sempat kecewa dan ingin putus, tapi sekarang pokok nya dia sangat senang.
Alesha langsung melompat ke tempat tidur nya, mengigit bantal karena gemas
sekali saat melihat wajah terkejut nya pak Rezel itu.
Hahaha wajah pak Rezel kalau terkejut sama menahan marah itu kenapa makin menggemaskan sih, aku jadi tergila-gila sama pak Rezel kalau begini terus. Pak Rezel lagi
ngapain ya, haha aku jadi kangen lagi!
Alesha meraih tas nya lalu mengambil ponsel, niat nya sih ingin mengabari pak Rezel, tapi dia malah menemukan ponsel pemuda itu masih di dalam tas nya. Alesha jadi penasaran ingin
memeriksa apa saja yang ada di dalam nya, melihat foto-foto pak Rezel dan mencari tahu apa nama kontak nya di ponsel pak Rezel.
Alesha mencoba membuka nya, tapi ternyata ponsel pak Rezel di aman kan dengan sidik jari milik nya. Alesha jadi mendesah kecewa, gagal sudah dia mengepoi isi ponsel pak Rezel. Padahal kan niat nya dia mau menghapusi kontak gadis-gadis hahahaha.
Pagi ini Alesha sudah marah-marah pada abang nya, dia ingin cepat sampai di sekolah, tapi sekarang mereka justru berhenti di pinggir jalan karena motor abang nya mogok. Padahal
nanti jam pertama kan jadwal nya pak Rezel mengajar, permasalahan nya Alesha
jadi takut kalau nanti dia di usir dari kelas karena terlambat.
“ Bang cepetan dong ini gimana,” Alesha menendang motor abang nya, Andri yang kesusahan itu ikut kesal juga, adik nya bukan ikut mendorong malah ngomel-ngomel tidak jelas.
“ Maka nya bantu abang dorong motor nya biar kita cepat sampai di bengkel!” Andri berteriak kesal, mana panas lagi dan dia harus mendorong sendirian. Kalau teman kampus nya ada yang melihat kan bisa turun harga diri nya karena mendorong motor begini.
“ Ih males, aku udah cantik begini nanti kena debu lagi bang,”
“ Gaya banget kamu dek. Cepetan dong, kalau kamu gak bantuin kapan kita sampai nya?”
Kira-kira hampir sejam adegan dramatis mendorong motor dan sampai bengkel, sekarang Alesha baru sampai di depan gerbang. Alesha berlari masuk setelah berpamitan dan mencium pipi
abang nya seperti biasa.
Alesha mengetuk pintu kelas nya yang sepi, entah ada apa di dalam. Gadis itu sudah ketakutan duluan, kalau nanti dia di amuki pak Rezel karena terlambat bagaimana coba?
“ Masuk!” nah kan, suara mengerikan itu sudah terdengar. Alesha mendorong pintu perlahan, melihat pak Rezel sedang berdiri di samping papan tulis, sedang menjelaskan materi
sepertinya.
“ Maaf pak saya terlambat,” Alesha sengaja berdiri saja di depan pintu, kalau di usir dia bisa langsung keluar, kalau di marahi juga dia di jarak aman dan tidak terjangkau
tendangan atau pukulan pak Rezel nanti.
“ Hm, silakan duduk.”
semangat thor 😊