Menceritakan seorang gadis yang berusia 22 tahun yang bernama ASKIA PUTRI HUMAIRA, seorang muslimah cantik yang hidup dengan kesederhanaannya, memiliki sifat yang ceria dan ramah pada setiap orang.
Kehidupannya berubah saat dirinya dijodohkan dengan seorang pria yang tak pernah menganggap dirinya sebagai tempatnya pulang.
Berharap Cinta setelah menikah, malah poligami yang ia dapatkan.
Tiada hari tanpa Air mata.
Akankah dirinya bisa bertahan dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter-22
3 bulan kemudian..
Matahari telah menunjukkan sinar nya, menandakan malam telah berganti pagi, di sebuah universitas yang bergangsi di kota ini, terlihat banyak mahasiswa dan siswi sedang berfoto foto bersama keluarga, sahabat dan juga orang terkasih dengan menggunakan jubah toga wisudawan.
sinar bahagia tampak keluar dari semua orang yang ada di sana.
Namun tidak dengan seorang gadis yang berstatus sebagai istri, meskipun keluarga dan mertua yang saat ini sedang menemani di hari kebahagian nya ini tak mambuat diri nya bahagia karena menunggu kedatang seseorang yang tak lain adalah suami nya sendiri.
Sudah banyak alasan yang ia berikan ke pada orang tua dan mertuanya saat mereka menanyakan keberadaannya.
Hingga acara selesai harapan itu tetap saja sia sia, semua orang telah kembali ke rumah masing masing begitu juga dengan Askia ia kembali kerumahnya namun bukan ke rumah suami nya melainkan kerumah orang tua nya.
Entah kenapa semenjak tadi perasaannya tidak enak, hati nya kalut, perasaan gundah, ia tak tahu apa yang akan terjadi setelah kembali dari sana akan ada sebuah hadiah yang akan menunggu dirinya.
Kini Askia berada di dalam kamarnya saat ia masih berstatus single di rumah orang tuanya, ia melamunkan tentang bagaimana setelah ini ia mengambil keputusan, hingga suara ketukan pintu kamar membuat ia tersadar dari lamunannya.
Askia POV
Tok tok tok
"Kia apa boleh Ummi masuk nak??" tanya suara itu di balik pintu kamarku.
"Iya Ummi, masuk saja pintunya ngak di kunci kok" sahut ku dari dalam.
Ceklek
"Sayang, kamu sedang apa??" tanya Ummi masuk kedalam dan di ikuti oleh Abi , bang Samir dan juga kak Nor.
"Tidak, Kia tidak melakukan apa apa Mi , loh kalian juga disini?? ada apa ini rame rame??" tanya ku keheranan melihat mereka.
"Kia, apa boleh Abi bertaya pada Kia??" tanya Abi yang sudah duduk si samping kiriku.
"Iya boleh Abi, apa yang ingin Abi tanya kan? insya allah Kia akan menjawab nya" sahut ku.
Ku lihat Abi menarik nafas dalam dalam, begitu juga dengan yang lainnya.
"Maaf sebelum nya, bukan nya Abi ingin ikut campur urusan dalam rumah tangga Kia," Abi menghentikan sejenak ucapannya, ia menatap kearah ku dengan tatapan sedih, begitu juga dengan yang lain nya.
Ya Allah, ada apa ini
"Apa selama ini Kia bahagia??" sambung Abi lagi yang membuatku langsung membeku.
Deg
Aku tak menjawab, aku tak berani memandang ke arah mereka yang sedang menatapku.
"Sayang?? jujurlah sama Abi dan Ummi, Ummi tidak mau melihat anak Ummi menderita dan kesakitan" ujar Ummi yang duduk di samping kananku sambil mengelus tanganku.
Aku masih tak menjawab dan menunduk kebawah, namun tak dapat ku pungkiri air bening yang sudah kutahan semenjak tadi langsung meluncur begitu saja.
"Kia" panggil Abi , lalu aku mendongakkan kepala ku menatap kearah Abi.
"Abi.. Ummi sebenarnya pernikahan Kia tidak bahagia.. hiks...hiks.."
Bagaikan di sambar petir saat mendengar pengakuan dari ku, ku lihat Abi menutup kedua matanya, sedangkan Ummi sudah menangis sejadi jadinya di dalam pelukan kakak iparku dan bang Samir ?? ia sedari tadi hanya diam.
"Abi... ini salah Ummi.. hiks..hiks.. ini salah Ummi yang menyuruh Kia menikah dengan nya hiks..hiks.." ujar Ummi menyalahkan dirinya.
"Tidak tidak, ini bukan salah Ummi, ini mungkin sudah takdir Kia Ummi, jangan menyalahkan diri Ummi" sahutku.
"Kia, apa selama ini dia memperlakukan mu dengan baik nak?? tanya Abi lagi.
Aku menggeleng kepalaku," Apa dia menjalankan tugas nya sebagai seorang suami??" tanya bang Samir yang sedang menahan emosi.
"Tidak Bang, bahkan mas Farhan tidak pernah menafkahi Kia secara lahir maupun batin dari awal kami menikah" jawab ku segugukan.
"Maksud Kia?? dia tidak pernah menyentuh dirimu nak??" tanya Ummi yang sedikit terkejut mendengar pengakuan ku.
"Iya Ummi sampai sekarang Ki.. Kia masih suci" sahut ku kembali menumpahkan air mataku.
"Brengsek...!!!" ujar bang Samir sambil meninju dinding kamar ku.
"Abang...!!" aku kaget saat melihat tangan bang Samir mengeluarkan darah.
Kak Nor langsung menenagkan suaminya itu, "Mas tenanglah" ujar kak Nor.
"Nak maaf kan kami karena telah memaksa mu untuk menikahi pria itu, kalau... kalau saja Abi tahu ini akan terjadi aa... Abi.. tidak akan pernah menikahkan mu dengan pria itu" ujar Abi terbata bata menahan emosinya, ayah mana yang tidak marah saat melihat putrinya di perlakuan seperti itu?
"Apa wanita yang bersama nya itu kekasih nya??" pertanyaan bang Samir kali ini membuatku membulatkan kedua mataku, aku kaget bukan main, begitu juga dengan yang lain.
"Maksud kamu apa Samir??" tanya Ummi.
"Ummi, Abi, sebenar nya 2 bulan yang lalu, saat Samir berada di London Samir melihat suami Kia sedang bersama seorang wanita, awalnya Samir kira itu hanya rekan atau sodara nya, tapi hampir setiap hari Samir melihatnya, bahkan Samir pernah melihat mereka masuk kedalam sebuah hotel dimalam hari dan keluar di pagi hari" jelas bang Samir panjang lebar.
Air mata ku kembali mengalir saat mendengar kenyataan lain nya bahkan dari keluarga ku sendiri.
"Kia, jawab pertanyaan Abang" ujar bang Samir .
Aku kembali mengganggukkan kepala ku.
"Bahkan sekarang kekasih Mas Farhan tinggal bersama Kia Abi.. Ummi .." jawab ku kembali menangis.
"Astaghfirullahalladzim!!!"
Ummi langsung kembali histeris, aku menenangkan Ummi yang semakin menangis.
Abi langsung keluar dari kamarku entah kemana Abi pergi, aku terus menenangkan Ummi begitu juga dengan kak Nor.
Bersambung........
jangan lupa tinggalkan jejak kalian sayang sayangku 😘 😘 😘 😘 TERIMAKASIH
Humaira yg Sabar yah...
Lanjuuut Thooor..