NovelToon NovelToon
KESUCIAN CINTA NAYA

KESUCIAN CINTA NAYA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:162.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: DewiOmega

Warning! Mengandung banyak bawang. Harap bijak dalam memilih bacaan. Silahkan promo di atas bab 100 ya. Hargai penulis ya. 🤗

Kehilangan cinta kedua orang tuanya bersamaan membuat gadis belia delapan belas tahun bernama Naya, merasa masa depannya bahkan hidupnya telah berakhir.

Kebaikan dan Cinta seorang duda seusia bapaknya, membuat hidup Naya penuh intrik. Orang di sekitarnya mulai memanfaatkannya untuk alat membalas dendam dan mencapai tujuan pribadi.

Kira-kira nih, Naya akan tumbuh menjadi wanita yang seperti apa? Dan bagaimana dengan kisah cintanya? Karena terkadang cinta bisa membahagiakan dan menyakitkan di waktu bersamaan.

Ini adalah novel ketiga DewiOmega, semoga bisa menghibur pembaca semua. Tetap dukung karya para penulis dengan memberikan Like, komen vote dan rate bintang 5 ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewiOmega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Bayu Saputra

“Arrghh…brengs*k! Siapa yang memukulku?!”

“Aku yang memukulmu. Dasar pencuri!”

Bugh. Bugh. Naya masih menambahkan dua pukulan lagi pada tangan kanan dan kiri pencuri itu.

“Hentikan! Arghh…!” pencuri itu dengan marah menangkis pukulan ketiga yang Naya layangkan padanya.

Klik. Tiba-tiba lampu ruang tengah menyala dengan terang. Laras terkejut oleh suara berisik di luar kamarnya hingga terbangun dan keluar kamar melihat keadaan. Tampak olehnya Naya dan anaknya, Putra, sedang melakukan aksi seperti dalam film laga Misteri Gunung Merapi.

“Kalian ini sedang apa?! Dan kamu, kapan kamu sampai?”

Naya melepaskan sapu di tangannya dan menurunkan kewaspadaannya kerena sepertinya pemilik rumah tempatnya menginap, kenal dengan pemuda yang disangkanya pencuri. Setelah lampu menyala, Putra bisa melihat dengan jelas orang yang memukulnya dengan gagang sapu, dan matanya tidak berkedip saat melihat Naya. Di usianya yang hampir mencapai sembilan belas tahun, sebulan lagi, Naya sedang dalam kondisi hampir mencapai puncak fase pertumbuhannya.

Untuk ukuran seorang gadis, Naya memang lebih tinggi dibanding gadis seusianya. Kulit putih, rambut lurus sepunggung, wajah cantik dengan mata bulat dan hidung mancung, ditunjang dengan bentuk tubuh yang proporsional dan dada yang sedang tumbuh mencapai bentuk sempurna, bisa dikatakan Naya sangat menarik.

“Putra! Ibu tanya, kapan kamu sampai?!” teriakan wanita yang mengantarnya ke dunia itu membuat lamunan Putra buyar seketika.

“Ibu kenal pencuri ini?”

“Dia Bayu Saputra, anak kedua ibu. Maaf membuatmu terkejut tadi.”

Naya tersenyum kikuk. Anak pemilik rumah tapi tingkahnya seperti pencuri. Salah sendiri. “Naya yang minta maaf, Bu.” Naya berpaling pada pemuda yang bernama Putra. “Maafkan saya, apakah sangat sakit?” ucapnya basa-basi.

“Hai, aku Putra. Dan pukulanmu tidak sakit. Malah seperti dipijat.” Cengirnya.

Cih! Dipijat? Mana ada orang dipijat teriak seperti itu. Rasakan.

“Nay, lanjutkan tidurmu. Ini masih pukul dua. Pagi masih lama.” Naya mengangguk dan melangkah menuju kamarnya.

PLAK. “Awh…! Kenapa memukulku lagi sih?!”

“Kamu pantas dipukul. Kenapa mengendap-endap seperti itu? Pantas saja Naya memukulmu dengan gagang sapu. Kapan kamu keluar dari pusat reh…” kalimat Laras tertahan di mulutnya karena Putra membungkan mulut ibunya dengan telapak tangan dan menyeretnya masuk ke dalam kamar.

Laras menepis tangan Putra. “Kamu ini apa-apaan sih?”

“Bu, siapa gadis tadi?”

“Jawab dulu pertanyaan ibu. Bukannya jadwalmu keluar masih minggu depan?”

“Putra dapat potongan masa rehab karena berkelakuan baik selama menjalani masa rehabilitasi. Tadi siang putra keluar.”

“Lalu kamu kemana saja, sampai jam segini baru pulang ke rumah?” Laras tidak kuasa untuk bersikap tegas pada anaknya karena pernah merasakan kehilangan Roy, anak pertamanya.

“Biasalah, temu kangen sama teman-teman. Siapa gadis tadi?”

“Temu kangen? Kamu baru keluar dari pusat rehab, malah ketemu dengan teman-temanmu yang gak jelas itu. Bagaimana kalau kamu tertangkap lagi? Apa kamu tidak kasihan sama ibu, Putra?”

“Teman gak jelas gimana? Ibu lihat sendiri, Putra masih bisa pulang ke rumah.”

“Sudahlah, jangan bahas lagi. Sana, kamu ganti baju dan segera tidur. Ibu masih mengantuk.” Laras bersiap merebahkan tubuhnya di kasur, namun lengan Putra menangkap punggungnya dan kembali mendudukkannya.

“Ibu belum jawab, siapa gadis tadi?”

“Dia Kanaya, anak panti Destiny. Sementara tinggal di sini karena habis mengalami kecelakaan di panti.”

“Owh. Ya sudah, Putra kembali ke kamar dulu.” Mengabaikan tatapan mata ibunya yang sendu dan menahan rindu padanya, Putra melenggang keluar kamar.

“Apa kamu sama sekali tidak rindu pada ibumu ini, Nak?” dua bulir kristal bening jatuh dari kedua pelupuk matanya.

****

“Apa karyanya layak untuk menang?” Frans duduk di kursi kebesarannya di sebuah ruangan pabrik garmen miliknya.

“Dari hasil penjurian sementara, Naya berhasil masuk ke semifinal bersama lima belas peserta lainnya.”

“Bagus. Kalau begitu, bayar seluruh biaya kuliah Naya selama berada di LaModѐ.” Perintah Frans sebelum memutuskan sambungan telepon.

“Aku harus berhasil membuatmu menjadi seseorang agar dosaku pada Elena bisa diringankan.” Gumam pria tua itu seraya menghisap cerutunya. “Mumpung kau tidak bisa mengawasiku, sebaiknya aku gunakan untuk menghisap cerutu kesukaanku.” Pria itu terkekeh.

Tak lama, ponsel miliknya kembali bergetar.

“Ya.”

“Tuan, baru saja saya menghubungi pihak LaModѐ, menurut mereka Naya sudah melunasi biaya kuliah tahun pertamanya. Jadi kita hanya perlu membayar tiga tahun sisanya.”

“Hebat juga gadis itu. Baiklah, lakukan saja.”

****

Seperti yang sudah dijanjikan, pagi ini Indra Hartawan dan sekretarisnya yang paling handal dan setia, Haris, mendatangi kediaman Laras untuk bertemu dengan Naya.

“Bagaimana keadaanmu?” sapa Indra ketika Naya menemuinya.

“Naya sudah pulih, Paman. Paman sendiri bagaimana?”

“Itu yang ingin paman bicarakan hari ini.” Indra berpaling pada sekretarisnya yang sedang berkutat dengan ponselnya. “Apa semua sudah siap, Ris?”

“Sudah, Pak. Tinggal menunggu pak Tio datang.”

“Naya, paman datang ke sini hari ini ingin memintamu tinggal bersama paman. Walau mungkin kamu akan keberatan, paman tetap ingin menanyakannya padamu. Bagaimana?”

“Tinggal bersama paman? Di rumah paman? Bersama para mons, eh, manusia kejam itu?” intonasinya mulai naik.

“Paman ingin, kamu ada saat ajal menjemput paman.”

“Apa maksud paman?” Naya menautkan kedua alisnya.

“Saat kejadian nahas yang menimpamu, paman sedang berada di Singapura untuk general check-up. Hasilnya, sel kanker sudah menghabiskan sebagian paru-paru sebelah kiri dan sedang berpesta menikmati yang kanan juga.” Indra tersenyum getir.

“Menurut dokter, sisa umur paman tidak akan mencapai satu tahun dengan kondisi paman yang sekarang. Paman ingin menghabiskan satu tahun terakhir ini bersamamu, dekat denganmu. Apakah permintaan paman ini berlebihan?”

“Tidak mungkin. Orang baik seperti paman pasti akan berumur panjang.”

“Pemikiran positifmu yang paman butuhkan untuk menguatkan. Kamu baca berkas ini dulu, sambil kita menunggu pengacara paman.” Indra menyerahkan map ke tangan Naya. “Paman hanya ingin pastikan bahwa kamu selalu aman.”

Naya membaca dengan seksama lembar demi lembar dokumen bermaterai yang ada di tangannya. Ini adalah surat adopsi, paman Indra-nya telah mengangkatnya menjadi anaknya dan telah disahkan secara hukum. Lembar berikutnya adalah surat pernyataan bermaterai atas namanya yang menyatakan bersedia tinggal dan menemani Indra Hartawan hingga sisa umurnya.

“Paman, apakah ini tidak terlalu berlebihan?” Naya mengangkat map yang ada di pangkuannya ke udara.

“Itu adalah bentuk terima kasih paman pada bapakmu dan penyesalan paman padamu atas perbuatan anak-anak. Paman mohon, ini tidak akan lama. Paman bisa jamin.”

“Beri Naya waktu untuk berpikir. Naya tidak bisa memutuskannya sekarang.” Indra hanya bisa mengangguk pasrah dan meninggalkan rumah Laras sebelum pengacaranya datang.

“Beritahu pada pak Tio untuk menemui saya di kantor.” Katanya pada Haris saat mobilnya baru saja meninggalkan halaman rumah laras. Sampai di kantornya, pak Tio sudah menunggunya di ruangan.

“Tolong kamu buatkan surat wasiat untuk saya.”

“Su-surat wasiat, Pak?” pengacara paruh baya itu terkejut dengan permintaan kliennya.

“Ya, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kita ke depan. Saya tidak ingin anak-anak saya menjalani hidupnya dengan sembarangan atau malah berebut harta warisan.”

“Baik, Pak. Saya siap.” Pak Tio menyiapkan laptop dan alat perekamnya, siap mendengarkan wasiat seorang milyarder, Indra Hartawan.

****

Mana jempol dan komentarnya????

1
Janitra Windarto
Lumayan
Fania kurnia Dewi
keren
Fania kurnia Dewi
Mampir,langsung suka ceritanya
DewiOmega: terima kasih sudah berkunjung. semoga terhibur dengan ceritanya.
total 1 replies
Meri Marlinda
nyimak
Yeni Eka Wijayanti
ceritanya bagus, sayang sekali yg like dan vote sedikit
Nhimasera Sera Sera
keren ada makna yg terkandung dalam cerita bahwa sebaik apapun rencana manusia pasti rencana Tuhan lebih baik lagi 👍👍👍
Elly Sari Narulita
Kasian Kanaya hidupnya selalu sedih dari kecil...
teganya kamu Thor..harusnya Kanaya merasakannya kebahagian 😭😭
DewiOmega: Tunggu season 2 nya ya... 😅
total 1 replies
Elly Sari Narulita
karena dari awal niatnya Damar sudah jelek pasti hasilnya juga jelek..habis manis sepah di lepeh..hahahha kasihan...
Elly Sari Narulita
apakah harus koma dulu papi Frans ..baru menyesali perbuatannya 😠
Elly Sari Narulita
Hendry...emberrrr banget sihhhh
Elly Sari Narulita
bokiisss alannn....
minta dua an aja...cemburu yaa sm Ji min😀
Elly Sari Narulita
tiba tiba erica pingsan..apa dia sudah merasa mau bertemu dgn papi tua yg pemaksa??
Elly Sari Narulita
semangat ya Kanaya erica 😘
Elly Sari Narulita
ya Tuhan...kenapa ceritanya jadi bagus begini...jadi pengin baca terus..
DewiOmega: Terima kasih sudah berkunjung, Kak. Semoga terhibur dengan ceritanya. 😘
total 1 replies
Elly Sari Narulita
kesian Naya deh...
kenapa sih pak Indra ngga terus terang aja..kalo Dari awal udah jelas pasti anak2nya maklumin....
Elly Sari Narulita
senenggggg bacanyaaa..
semangat nanyaaa 😘😘
Coretan Senja: Hai ka kalau berkenan mampir juga yuk di ceritaku judulnya MENIKAH DENGAN MAFIA ARROGANT hehehe 🥰
total 1 replies
Elly Sari Narulita
Alllaaaaannnn....

aku padamuuuuu💖💖😀
Elly Sari Narulita
jadi esmosi sm anaknya Bu Laras😠
untung ada Alan ..
Elly Sari Narulita
jreng ..jrenggg..
apa tuh wasiatnya om Indra Hartawan 🤔
Elly Sari Narulita
Naya..Naya...berani banget sih..
aku mah udah ngacirrr 😂

tambah penasaran bacanya
Lanjutttt..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!