Awal bulan mei, bulan yang penuh dengan keindahan yang pernah ku rasakan, karena bertemu dengan seseorang. Dia tinggi, hitam manis, orangnya cuek, dan bukan tipe banyak bicara. kami saling berkenalan, itu karena berada di tempat yang sama, tapi siapa sangka ternyata dia adalah kakak tingkat ku..
sosok yang ku cerita ialah Anton Mark, bukankah itu nama yang indah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Runi Baene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Mengetahui Fakta
Kadang kita merasa tidak enak berteman terlalu dekat dengan orang yang di sukai teman sendiri padahal mereka tidak punya hubungan apa-apa. Tapi takut aja menimbulkan masalah padahal hanya ingin berteman tidak lebih dari itu. Karena dari awal mengenalnya hanya menganggap teman saja, tidak ada perasaan lebih..
Setiap orang memiliki sikap dan karakter yang berbeda. Ada orang yang menyukai pacar temannya sendiri dan ada juga orang tidak menyukai pacar teman sendiri, bahkan orang seperti itu kita anggap saingan karena dia merebut teman kita..
Tapi apa lah daya, kalau laki-laki itu justru tidak menyukai orang yang menyukainya, melainkan lebih tertarik dengan teman perempuan yang sering bergabung dengan mereka, atau teman dekat perempuan yang menyukai nya..
Pasti perasaan ini tidak enak dan merasa menjadi orang ketiga di hubungan orang, walaupun mereka belum memiliki hubungan yang resmi..
tapi kadang perasaan seseorang tidak bisa di paksa entah kepada dia singgah..
Menyukai atau menjalin hubungan dengan seseorang tanpa ada rasa cinta, melainkan kerena terpaksa, yakin hubungan itu tidak ada artinya dan tidak harganya, cinta berat sebelah, komunikasi yang tidak baik dan merasa tidak pernah di anggap padahal memang tidak pernah singgah di hati..
Cinta bertepuk sebelah tangan rasanya seperti mencintai seseorang yang tidak memiliki perasaan yang sama dengan kita. Ada banyak hal yang sulit dijelaskan, karena hati berharap lebih, sementara kenyataan hanya memberikan secukupnya.
Bahkan dalam hubungan yang kita jalani pun, kalau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Mungkin secara fisik atau tubuhnya kita memiliki nya, tapi tidak dengan hatinya..
Membangun hubungan karena terpaksa, sama halnya berjalan tanpa arah dan tujuan pasti. Orang bilang lebih baik kena macet tapi masih ada tujuan, dari pada menjalin hubungan karena terpaksa tanpa ada perasaan itu tidak akan ada ujungnya..
Mungkin dia merespon setiap pesan atau telfon dari kamu, tapi itu semua di lakukan karena kau yang memulai bukan dia. lagian dia hanya merespon chat mu bukan hati mu..
Sama halnya dengan perasaan vio kepada Anton, percuma karena salah satu tidak menyukai dan hanya menganggap teman biasa saja..
Vio juga tidak mungkin memaksa, karena dia tau betul Anton secara terang-terangan memperlihatkan ketidak sukaan nya terhadap apa yang di lakukan vio dan terlihat menghindar saat vio menyentuh dirinya..
lagian vio juga udah tau, kalau Anton sudah menyukai seseorang tapi yang belum jelas itu siapa perempuan yang berhasil singgah di hati Anton, sehingga dia tidak melirik atau tertarik dengan perempuan di luar sana..
Tidak mungkin luna kan, secara dia pernah bilang kalau dia tidak menyukai dan hanya penasaran aja siapa sih Luna sehingga saat sulit membalas chat atau merespon pesan orang lain..
Tak terasa waktu terus berputar dan komunikasi antar Anton dan Rani juga semakin terlihat jelas tidak ada lagi rasa segan atau bersikap cuek satu dengan yang lain. Tapi Rani masih waras untuk menyukai laki-laki yang disukai oleh temannya sendiri..
Prinsip hidup Rani adalah tidak boleh berpacaran atau menyukai orang yang di sukai oleh teman dekatnya, kecuali teman dekat nya sendiri yang mengizinkan dan benar-benar tidak ada perasaan lagi..
Tapi yang jadi pertanyaannya " siapa perempuan itu yang telah singgah di hati Anton?"...
Kembali pada Rani yang saat ini mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai jadwal perkuliahan..
seraya mempersiapkan diri, Rani lebih dulu memeriksa perlengkapan yang akan dia gunakan dan kembali membaca materi Minggu lalu, dikarenakan akan ada kuis dari dosan sebelum materi baru di jelaskan.
Setelah selesai, Rani berangkat ke kampus dengan mengendarai motor kesayangannya itu.
Sesampainya ke kampus dan langsung berlari ke ruang yang akan di gunakan, jarak antara parkir dan gedung fakultas keguruan cukup memakan waktu 30 menit, sedangkan Rani sampai ke kampus 5 menit sebelum jam 10.00, itu sebabnya rani berlari supaya tidak terlambat, jika terlambat sedikit aja dan dosan sudah ada dalam ruangan sudah di pastikan rani tidak ada di izin kan masak dan Rani akan ketinggian materi..
sesampainya di ruang, Rani melihat kedalam dan ternyata dosan belum ada. Syukur deh Rabu tidak jadi terlambat..
Rani duduk di kursi yang telah di siapkan oleh vio, yah bertiga duduk berjejer posisinya tidak di belakang dan tidak di depan, tapi masih bisa di jangkau atau di lihat oleh dosan..
proses perkuliahan berjalan lancar, banyak hal yang di samping terutama menjadi seorang guru profesional dan banyak juga pertanyaan yang d ajukan oleh mahasiswa
Rani tidak tertarik menjadi seorang guru. Dia lebih suka mengerjakan di bank atau perkantoran. Tapi kenapa apa akhirnya Rani memilih keguruan, itu karena usulan keluarga nya, apa lagi peluang kerja cukup luas, terutama bahasa Indonesia atau pbsi bukan hanya berfokus untuk menjadi guru atau menciptakan karya sastra, tetapi juga bisa berkerja di perkantoran atau bank, itu alasan Rani memilih keguruan..
setelah perkuliahan selesai, Rani dan kedua temannya serta Luna yang bergabung dengan mereka. Saat ini sedang berada dalam perpustakaan untuk mencari referensi dalam membuat makalah presentasi yang akan di laksanakan Minggu depan.
mereka sibuk dengan kegiatan mereka, ada yang sibuk mencari buku dan ada juga yang sok sibuk yang kerjaannya hanya mengambil video atau foto, katanya sih untuk dokumentasi yang akan di lampirkan di belakang makalah..
Di lain tempat, ada tiga laki-laki yang asik nongkrong di kantin pinggir jalan, dengan rokok yang terletak di sela jari itu..
Mereka duduk santai dengan menikmati pemandangan yang ada, sekali-kali mereka menganggu perempuan yang melintas di depan Mereka, memang mata keranjang..
Padahal dari mereka bertiga, yang duanya sudah punya pacar, tapi tau lah hubungan ldr jadi bebas mau ngapain aja toh gak ada yang tau..
"Anton. Sebenarnya kau ada rasa gak sama Luna?" tanya Olga, Karena dia tidak tau apa-apa. Yang dai tau bahwa Anton dan Luna sempat bertukar pesan
"gak, cuman penasaran aja" jawab Anton santai
"kenapa gak kau Pacari aja, luna lumayan lah" ucap Olga kepada Anton
"gak tertarik, lagian aku udah suka sama seseorang" jawaban Anton tersebut membuat putra dan Olga terkejut.
"kenapa, biasa aja kali tuh ekspresi" sambung Anton yang terlihat heran dengan reaksi keduanya
"siap anjing, kok gak tau?" ucap putra heran
"junior kita, lagian kita sering bertemu dengan dia" jawab Anton santai
"siapa" ucap putra dan Olga secara bersama dan kepo dengan perempuan yang Anton suka
"rahasia, kalau aku Uda berhasil dapatin dia baru aku kasih tau dia siapa" kata Anton
"gila, yang di chat siapa eh yang disukai siapa" ucap Olga heran dan hanya bisa menggelengkan kepala nya
Yah ketiga laki-laki itu adalah Anton, putra dan Olga yang sedari tadi duduk santai di kantin itu..
Setelah percakapan selesai, mereka kembali diam dan tidak ada lagi pembahasan, mereka memang sering berkumpul tapi hanya duduk diam dan menikmati rokok dan kopi..
Kembali pada keempat perempuan yang masih sibuk memilih buku yang di gunakan.
Setelah menghabiskan waktu sekitar hampir sejam di perpustakaan. Akhirnya mereka suka menemukan buku..
mereka keluar dari perpustakaan dan berjalan ke kantin, tapi sebelum masuk ke dalam Kantin, Luna ternyata tidak singgah dan memilih pergi ke kost teman sekampungnya
"aku gak ke kantin yah" Luna memberitahu kan
ketiga menoleh kearah Luna
"terus kau mau kemana?" tanya Rani
"ke kost Kawan aku dekat kampus" jawab Luna
"ohh, yah udah terserah kau aja sih" ucap Rani.
mereka berpisah tepat setelah sampai d kantin. ketiga nya masuk dan tidak sengaja melihat laki-laki yang selama ini sering bergabung dengan mereka..
Alhasil ketiga memilih duduk dan bergabung dengan kating mereka itu..
"boleh duduk gak?" tanya Rani
"boleh duduk aja" jawab Anton dan menggeser posisi duduk nya.
Rani duduk di sebelah Anton, sedang cara duduk Anton sengaja di miringkan agar bisa berhadapan dengan Rani..
makan siang telah selesai sibuk dengan dunianya masing-masing, putra dan Lia yang kembali ribut jika bertemu, Olga yang sibuk dengan gamenya, vio yang sedang mengerjakan tugasnya, sedang Rani dan Anton asik bercerita.
selama bercerita, Rani tidak sengaja memenang tangan Anton dan sialnya Anton malah juga merespon hal itu, tidak menghindar seperti yang di lakukan sama orang lain, justru Anton menggenggam tangan Rani..
Vio yang melihat itu terlihat jelas tidak suka dan cemburu dengan apa yang di lihat nya, tapi apa daya Anton juga tidak keberatan dengan hal itu dan Rani yang tidak peduli, toh vio juga tidak suka lagi sama Anton katanya, makanya Rani berani seperti itu. Tapi ternyata ada yang tidak suka dan mood nya langsung berubah..
Melihat ekspresi wajah vio, Rani buru-buru melepaskan tangan nya dari Anton, tapi sialnya Anton tidak mau lepas dan malah menguatkan genggaman nya.
Rani merasa tidak enak dengan vio, walaupun Rani tidak ada rasa dengan Anton, dan vio juga yang sering bilang kalau dia tidak suka lagi dengan Anton. Tapi Rani tau betul, bahwa vio cemburu dan tidak suka dengan apa yang terjadi barusan..
Rani terus menarik tangannya dan Anton yang masih belum mau melepaskannya, alhasil Rani hanya pasrah dan berharap tidak ada yang marah dan tidak ada yang salah paham dengan apa yang terjadi..
Akhirnya Rani berhasil melepaskan tangan nya dari genggaman Anton dan bernafas lega.
Untung tidak ada yang curiga dan Rani kembali bersikap biasa aja, walaupun ada rasa tidak enak kepada vio..
Setelah semuanya selesai dan perkuliahan juga tidak ada lagi, Rani pulang tapi tidak sendiri melainkan bersama Lia..
Selama perjalan Lia dan Rani tidak bisa diam dan tidak sengaja menceritakan bagaimana ekspresi vio tadi, Karen jujur aja Rani masih tidak enakan.
"Lia, menurut kamu yang ku lakukan dengan Kaka Anton biasa aja kan atau gimana?" tanya Rani kepada Lia
"yang mana?" tanya balik Lia
"yang aku dan kak Anton yang sempat berpegangan tangan, lagian tidak tidak sengaja kok" Rani memberikan tahu hal tersebut.
"kalau menurut aku sih biasa aja, tapi gak tau sama vio" jawab Lia dan Rani kembali memikirkan perasaan vio.
"jujur aku gak ada niat lain kok, lagian kak Anton kok gak menghindar gitu saat aku pegang" Rani heran dengan siapa Anton
" iya juga nya, biasanya dia menghindar dan tidak suka di sentuh" ternyata Lia juga heran dengan apa yang dia lihat
"mmm apa jangan-jangan orang yang di sukai kak Anton itu kau ran" sambung lia, Rani reflek memukul bahu Lia dengan pelan
"jangan ngadi-ngadi deh, lagian aku gak ada rasa sama kak Anton" ucap Rani tidak suka dengan kalimat itu
"kan aku cuman bilang sesuai dengan apa yang ku lihat, soalnya tatapan kak Anton ke kamu dan kelainannya itu berbeda banget" sambung Lia.
Lia memang jujur, pada yang di lihat atau di rasakan nya dia kan berkata Langsung atau memberi tau hal mengganjal..
Tapi Rani tidak peduli dan tidak mau tau juga dengan apa yang di rasakan orang kepadanya, yang dia tau adalah perasaan nya terhadap orang lain yang dia suka dan tidak peduli dengan perasaan orang untuknya..
Setelah mengantarkan Lia ke rumahnya, Lia kembali berkata
"tapi sebenarnya kak Anton sukanya sama kamu" ucap Lia lagi
"plis Lia jangan bilang seperti itu lagi" Rani lagi-lagi menghindari kalimat itu
sepulang dari rumah Lia. Rani sepanjang perjalan malah kepikiran dengan perkataan Lia tentang Anton yang menyukainya, alhasil Rani kembali teringat dengan sikap Anton.
Rani langsung menggelengkan kepalanya dan tidak mau mengingat lagi dan Rani menganggap semuanya hanya angin lewat..
Sesampainya di rumah, Rani tidak langsung ke kamarnya, melainkan mengambil perkerjaan rumah..
Setelah selesai, Rani masuk ke kamar dan mengambil buku kecil itu, membukanya dan menulis satu puisi
Lebih Baik Tidak
"Aku tidak tahu sejak kapan dia mulai menyukaiku.
Yang kutahu hanyalah tentang dirinya
yang lebih dahulu disukai oleh temanku sendiri.
Sejak awal mengenalnya,
aku hanya ingin menjadikannya seorang teman.
Tidak pernah terlintas dalam pikiranku
untuk memiliki perasaan yang lebih dari itu.
Aku tidak pernah mengharapkan seseorang menyukaiku,
terlebih jika laki-laki itu adalah orang
yang sedang disukai oleh teman dekatku sendiri.
Aku tidak ingin berada dalam keadaan
yang membuat semuanya menjadi rumit.
Sebab, ada perasaan yang harus dihargai,
dan ada pertemanan yang tidak ingin kusakiti.
Walaupun semuanya belum pasti,
aku tidak tahu apakah dia benar-benar menyukaiku
atau hanya sekadar menunjukkan perhatian biasa.
Namun, satu hal yang kuyakini,
aku tidak akan mudah mempercayai perkataan orang lain.
Jika memang benar ada perasaan itu,
biarlah dia sendiri yang mengatakannya kepadaku.
Sebab, aku tidak ingin salah mengartikan perhatian,
apalagi membangun harapan dari sesuatu
yang bahkan belum tentu memiliki kebenaran.
Pada akhirnya, mungkin lebih baik tidak.
Tidak perlu mencari tahu terlalu jauh,
tidak perlu menaruh harapan terlalu tinggi,
dan tidak perlu membuat keadaan menjadi rumit.
Biarlah semuanya berjalan sebagaimana mestinya.
Aku hanya ingin tetap menjadi teman,
tanpa harus menjadi alasan
bagi siapa pun untuk merasa kehilangan."
Rani menutup buku tersebut dan membaringkan tubuhnya dan melihat langit-langit kamarnya..
Pikiran nya kembali dengan apa yang terjadi dan perkataan Lia yang terlihat nyata. Rani juga kembali teringat dengan perasaan vio yang sepenuhnya belum selesai dan menghilang..
Rani tidak ingin merusak pertemanan nya hanya karena perkara sepele dan tidak penting itu.
Melihat itu semua, Rani kembali mengingat perasaan yang kepada seseorang yang di mana juga belum sepenuhnya hilang dari dirinya..
Yah Rani belum bisa memastikan perasaan nya terhadap Morgan, apakah sudah selesai atau masih ada sisa yang tersimpan. Karena Rani setiap melihat Morgan kadang perasaan itu muncul kadang juga terlihat biasa aja. alhasil dia bingung dengan semua nya..
Rani tidak ingin ambil pusing, toh belum tentu benar dengan apa yang di sampingkan oleh Lia..
Rani lebih memilih membersihkan diri dan akan menyibukkan diri dengan mengerjakan tugas kelompok atau pribadi malam ini, dan dia tidak ingin mengingat nya lagi..
Setelah makan, Rani mengerjakan tugas nya satu persatuan. Rani tidak peduli dengan notif-notif yang sedari tadi masuk dari WhatsApp dan tidak peduli dengan pesan, fokusnya saat ini adalah tugas.
Saat tau Anton mengirimkan pesan untuk nya, Rani hanya membacanya lewat notif tanpa ada niat membalasnya. Setelah kejadian barusan dia memilih menghindar dulu, lagian bukan hanya pesan dari Anton yang dia cuekin, yang lainnya juga gak di balas..
Di tempat lain, Anton duduk santai bersama teman-temannya, sedari tadi dia menunggu balasan dari pesan yang ia kirim, tapi nih nih tidak ada hasil, jangan kan di balas di baca aja gak..
Alhasil Anton meletakkan handphone nya dan bercerita dengan taman tongkrongannya, dari pada menunggu, lebih baik tidak usah..
keduanya benar-benar tidak berkomunikasi malam ini, yang biasanya mereka sering bertukar pesan atau telfon semenjak mereka dekat, tapi malam ini tidak, entah apa yang membuat Rani tidak mau membalas nya padahal online..
Anton tidak ingat ambil pusing, dia lebih memilih menonton dan membuka media sosial nya..
Kembali pada Rani, yah sedari tadi bergelut dengan banyaknya tugas, dan pada akhirnya selesai juga..
Rani kembali ke tempat tidur dan membuka handphone setelah semuanya urusannya selesai..
Rani membaca satu persatu pesan yang terkirim, baik di grup kelas yang sangat berisik padahal hanya masalah sepele tapi di besar-besarkan oleh penghuni grup tersebut. dari grup yang hanya di isi kan tiga orang itu, tapi pembahasan nya dan berisik nya seperti satu kampung aja, dan yah terakhir dari anton, rani tidak membacanya dan tidak juga membalasnya..
Rani sibuk scrol media soalnya hanya untuk menghilangkan rasa gabutnya dan kesepian nya. Yah begitu lah Rani jika semua pekerjaan telah selesai baru deh merasa kesepian dan pengen di perhatikan dan di tanya tentang hari ini, giliran ada yang suka ehh dianya malah gak mau pacaran aneh memang Rani ini..
Malam yang semakin larut, jarum jam yang terus berputar dan suhu malam ini juga semakin dingin..
malam ini hujan tiba-tiba turun, padahal pagi am petang tadi cuaca nya bagus, eh malah hujan malam ini..
Tapi anehnya Rani menyukai suasana ini, walaupun dingin tapi Rani tidak merasakan hal itu, melainkan dia merasa seakan-akan ada yang menemaninya dalam kesendirian dan kesepian ini..
Rani memang suka dengan kehidupan yang di jalani, sejak duduk di bangku SMA, Rani tidak punya teman dekat, dia lebih suka sendiri di mana pun dan kapanpun. selama SMA dia tidak pernah tertarik atau mengagumi senior nya tau teman seangkatannya padahal bisa di bilang, laki-laki yang satu sekolah dengan Rani cukup ganteng..
Tapi itu lah prinsip. Rani sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa selama dia duduk di bangku sekolah menengah atau pertama, dia tidak akan pacaran atau membuka hati dengan siapapun. Dia hanya ingin berteman dan mengenal orang saja.
walaupun semasa sekolah Rani tidak punya teman, maklum bukan anak yang muda bersosial dengan lingkungan baik sekolah atau dilingkungan tempat tinggal..
Sikap Rani tersebut sampai sekarang masih sama, hanya bedanya di perkuliahan ini dia punya teman dekat dan menjadi tempat cerita nya, walaupun yang dia rasakan tidak semua nya di beri tahukan kepada kedua temannya itu..
Hal tersebut membuat Rani sangat susah mengekspresikan dirinya terhadap perasaan yang dia rasakan, entah suka beneran atau hanya perasaan biasa aja tanpa ada rasa cinta yang mendalam...
Itu sebenarnya Rani tidak mudah percaya dengan perasaan orang lain kepadanya. Dia aja tidak percaya kalau dia suka atau tidak dengan seseorang..
itu lah yang di rasakan Rani dulu kepada Morgan. Kadang Rani suka melihatnya, kadang juga tidak. entah lah Rani bingung...
Tak terasa hujan semakin deras, untung aja tidak ada Peter yang terdengar malam ini. Rani benar-benar menikmati suasana malam ini..
Jika ada Peter bisa dipastikan Rani tidak akan tidur malam ini, karena dia sangat takut peter apa lagi suaranya yang keras dan menghantam dinding jika dia menampakkan kilat nya di langit sana..
Rani memandang suasana di luar sana di baik jendela, dan tidak terasa tangan rani membuka buku kecil itu dan menulis puisi lagi.
Di Balik Rintik Hujan
"Hujan turun perlahan,
membasahi bumi dalam keheningan.
Langit yang semula cerah mulai menggelap,
menyisakan suasana yang begitu senyap.
Rintiknya terdengar menenangkan,
seolah membawa damai dalam kesunyian.
Namun, di balik suara hujan yang merdu,
ada kesepian yang menyelimuti waktu.
Jalanan mulai sepi,
cahaya perlahan menghilang dari bumi.
Gelap menyelimuti setiap sudut,
sementara kesendirian semakin larut.
Aku menyukai suasana ini,
ketika dunia terasa begitu sunyi.
Tanpa keramaian, tanpa suara manusia,
hanya hujan dan keheningan yang menemani jiwa.
Sebab terkadang,
kesendirian bukanlah sesuatu yang menakutkan.
Ada ketenangan yang tak ditemukan dalam keramaian,
ada keindahan yang tersembunyi di balik kesunyian."
Rani melihat jam sudah menunjukkan larut, dan Rani berjalan tempat tidur. Sebelum tidur Rani berdoa agar tidur nya terjaga dan nyaman sehingga esok hari dia terbangun dengan nafas dan kesehatan yang masih tuhan percayakan kepada nya dan berserah diri kepada Tuhan, biarkan sang maha kuasa yang mimpi hidup dan perjalanan kehidupan yang akan di hadapi. Serta mengucapkan syukur atas segala anugerah dan berkat tuhan yang telah dilimpahkan pada dirinya maupun orangtuanya..