NovelToon NovelToon
Menghempas Keluarga Benalu

Menghempas Keluarga Benalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Selama lima tahun, Nadira Suryani rela membiayai keluarga mertuanya. Namun, kesabarannya habis setelah mengetahui putrinya, Naya, selalu diperlakukan berbeda dari cucu laki-laki mereka. Bahkan, ibu mertuanya diam-diam mengambil jatah biaya sekolah Naya untuk diberikan kepada cucunya.

Ditambah suaminya yang selalu lebih mementingkan keluarganya sendiri, Nadira akhirnya memutuskan untuk bercerai. Kali ini, ia tidak akan membiarkan keluarga mertuanya terus memanfaatkannya dan akan membuat mereka merasakan akibat dari semua perbuatan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Usir

"Dengan memanggil polisi?" tanya Arhan.

Nadira menggeleng, ia tahu ibunda dari Arhan itu tidak akan takut jika mereka membawa polisi yang terpenting bagi mereka adalah suatu hal yang bisa membuat ego mereka tergoyahkan.

"Tapi kamu mengizinkan apapun yang akan aku lakukan kan?" tanyanya.

Arhan segera mengangguk, "Aku akan selalu mengizinkan apapun yang ingin kamu lakukan."

Nadira hanya tersenyum, ia segera mengeluarkan ponselnya dan menekan beberapa tombol angka dan selang beberapa menit telepon itu terangkat.

"Nona Nadira, apakah ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.

"Saya ingin membatalkan sewa apartemen ini! Kalian bisa kembali menyewakan apartemen ini!"

Di seberang telepon, terdengar suara seorang perempuan yang langsung menjawab dengan sopan.

"Baik, Nona Nadira. Namun, apakah Nona yakin ingin membatalkan penyewaan apartemen tersebut? Mengingat saat ini apartemen itu masih ditempati oleh Ibu Imah dan keluarganya."

Nadira tersenyum tipis. Ia melirik Arhan yang berdiri di sampingnya sebelum kembali menjawab.

"Saya yakin. Saya sudah tidak ingin apartemen itu ditempati oleh mereka. Silakan proses pembatalannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku."

"Baik, Nona. Apakah Nona ingin memberikan pemberitahuan kepada penghuni apartemen terlebih dahulu?"

"Tentu. Berikan mereka waktu sesuai dengan ketentuan kontrak. Saya tidak ingin ada masalah di kemudian hari. Namun, pastikan tidak ada perpanjangan sewa tanpa persetujuan saya."

"Baik, Nona. Kami akan segera mengurusnya."

"Terima kasih."

Nadira mengakhiri panggilan tersebut. Ia kemudian memasukkan ponselnya ke dalam tas dengan wajah tenang. Arhan yang sejak tadi mendengarkan percakapan istrinya langsung bertanya.

"Kamu membatalkan sewa apartemen yang sekarang ditempati Ibu?"

Nadira mengangguk. "Memangnya kenapa? Apartemen itu milikku, Han. Selama ini aku yang membayar biaya sewanya. Aku juga yang memberikan izin kepada Ibumu untuk tinggal di sana. Tapi kalau sekarang mereka sudah berani mengambil hak anakku, untuk apa aku terus memberikan fasilitas kepada mereka? Aku tidak sebaik itu Arhan. "

Arhan terdiam. Ia sebenarnya tidak terkejut dengan keputusan Nadira. Selama ini, istrinya memang sudah terlalu banyak membantu keluarganya. Bahkan apartemen yang ditempati Imah, Jordi, dan Rania pun merupakan fasilitas yang diberikan Nadira.

"Aku mengerti. Mereka memang sudah keterlaluan," jawab Arhan.

Nadira menghela napas. "Aku tidak peduli mereka mau tinggal di mana setelah ini. Mereka masih punya waktu untuk mencari tempat lain. Tapi aku tidak akan membiarkan mereka terus menikmati fasilitas dariku sementara mereka memperlakukan anakku seperti itu."

Pengacara yang berdiri tidak jauh dari keduanya kemudian angkat bicara.

"Kalau begitu, saya akan menunggu perkembangan dari pihak pengelola apartemen. Sementara itu, kita tetap perlu memikirkan langkah selanjutnya untuk mendapatkan dokumen pendaftaran Naya."

Nadira mengangguk. "Baik, Pak. Saya ingin Bapak membantu mengurus semuanya. Saya tidak mau kejadian seperti ini terulang lagi."

"Tentu, Bu. Saya akan segera menyiapkan langkah yang diperlukan."

Arhan kemudian membuka pintu mobil untuk Nadira. "Masuklah. Kita harus segera mencari cara lain agar Naya tetap bisa mendaftar hari ini."

Nadira masuk ke dalam mobil. Sebelum Arhan menutup pintunya, ia sempat menggenggam tangan suaminya.

"Han, aku tidak mau Naya tahu kalau kita sedang kesulitan mendapatkan formulirnya. Aku tidak ingin dia merasa bersalah atau berpikir bahwa semua ini terjadi karena dirinya. Aku akan melakukan apa saja untuk bisa membuat putri kita bersekolah di sekolah elit itu. "

Arhan mengangguk pelan." Tenang saja, aku akan selalu membantumu dan mendukungmu. Aku akan menebus kesalahanku kepada kalian. "

Disisi lain, Imah masih terlihat kesal dengan sikap putra sulungnya dan menantunya itu.

"Dasar menantu tidak tahu diri! Berani sekali dia mengancam keluarga suamimu sendiri!" gerutunya sambil kembali duduk di sofa.

Rania yang berada di sebelah Jordi ikut mengangguk. "Benar, Bu. Padahal selama ini kita juga sudah banyak membantu mereka. Sekarang malah datang-datang membawa pengacara segala."

Jordi terkekeh. "Sudahlah, Bu. Tidak perlu dipikirkan. Mas Arhan tidak akan berani melakukan apa-apa. Dia itu masih anak Ibu."

Imah tersenyum puas mendengar perkataan Jordi. "Benar. Arhan memang keras kepala, tapi dia tidak akan pernah tega membiarkan ibunya sendiri kesusahan."

Belum sempat mereka melanjutkan percakapan, dari arah pintu terdengar suara beberapa kali ketukan. Imah segera meminta menantunya itu untuk segera membuka pintu. Rania segera bangkit dari duduknya dan segera membuka pintu.

Di depan sana ada dua orang pria berbadan besar dan satu wanita dengan kemeja rapih ya.

"Ngapain kalian kesini? Siapa kalian?" tanya Rania.

Wanita itu segera menatap ke arah dua pria berbadan besar itu, meminta mereka untuk segera masuk. Salah satu pria mendorong Rania dan segera masuk disusul pria lain dan wanita itu. Rania terhuyung beberapa langkah akibat dorongan salah satu pria tersebut. Ia segera menatap mereka dengan wajah tidak terima.

"Hei! Kalian ini sebenarnya siapa? Berani sekali masuk ke rumah orang tanpa izin!"

Imah yang mendengar keributan dari ruang tengah langsung bangkit dari sofa. Wanita paruh baya itu tampak terkejut ketika melihat dua pria bertubuh besar bersama seorang wanita berpakaian rapi berdiri di ruang tamunya.

"Ada apa ini? Kenapa kalian masuk begitu saja ke rumah saya?" bentak Imah.

Wanita berkemeja putih itu mengeluarkan sebuah map hitam dari tasnya. Ia kemudian menatap Imah dengan sikap profesional.

"Selamat siang, Ibu Imah. Perkenalkan, saya perwakilan dari pihak pengelola apartemen. Kedatangan kami ke sini untuk menyampaikan pemberitahuan terkait penghentian penyewaan unit apartemen yang saat ini Ibu tempati."

Imah mengerutkan keningnya. "Penghentian penyewaan? Maksudnya apa?"

Wanita itu membuka map yang dibawanya, kemudian mengeluarkan beberapa lembar dokumen.

"Pemilik unit, Nona Nadira, telah mengajukan pembatalan penyewaan dan meminta agar unit tersebut nantinya dikembalikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami datang untuk memberikan pemberitahuan resmi sekaligus menjelaskan proses pengosongan unit."

Mendengar nama Nadira, wajah Imah langsung berubah. "Jadi, kalian ini orang suruhan Nadira?"

"Kami datang atas permintaan pemilik unit, Bu."

"Kurang ajar! Berani sekali perempuan itu melakukan hal seperti ini!" geram Imah.

Rania yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari pintu segera menghampiri mertuanya.

"Kenapa Nadira membatalkan sewa apartemen ini? Apa urusannya dia dengan apartemen ini!"

Wanita pengelola apartemen itu menghela napas sejenak. " Selama ini biaya penyewaan unit memang dibayarkan oleh Nona Nadira. Oleh karena itu, keputusan mengenai kelanjutan penyewaan berada di tangan beliau sebagai pihak penyewa yang tercatat dalam perjanjian."

"Jordi! Sini kamu!" panggil Imah.

Jordi segera menghampiri mereka. Tatapannya langsung tertuju pada dua pria berbadan besar yang berdiri di dekat pintu.

"Siapa mereka, Bu?"

"Mereka datang untuk mengusir kita dari apartemen ini! Semua gara-gara Nadira!"

Jordi mengerutkan keningnya. Ia kemudian menatap wanita yang membawa map tersebut.

"Maaf, Mbak. Sebenarnya apa maksud kedatangan kalian? Kami sudah lama tinggal di sini. Tidak mungkin kalian tiba-tiba menyuruh kami pergi begitu saja."

Wanita itu tetap bersikap tenang. "Seperti yang sudah saya jelaskan, kami hanya menyampaikan keputusan pemilik unit. Ibu dan keluarga masih diberikan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mempersiapkan pengosongan apartemen. Kami tidak meminta Ibu meninggalkan unit ini secara mendadak."

Jordi mendengus. "Kalau begitu, kami tidak mau pindah! Ini apartemen saya!"

Wanita itu menghela napas kecil sebelum kembali menjelaskan.

"Maaf, Pak. Kami hanya menjalankan prosedur. Apabila Bapak dan keluarga ingin mengajukan keberatan, silakan menghubungi pemilik unit secara langsung. Namun, kami tetap harus menjalankan proses administrasi sesuai perjanjian."

Imah langsung merebut dokumen dari tangan wanita tersebut. Ia membolak-balik beberapa lembar kertas dengan wajah kesal.

"Ini tidak bisa diterima! Saya mau bicara langsung dengan Nadira. Rania, cepat telepon kakak iparmu itu!"

1
Noey Aprilia
Mampooosss.....
orng2 ga tau diri ky mreka,emng pnts jd gmbel.....drpd bkin repot orng trs.....🙄🙄🙄
Noey Aprilia
Hai kk...
aku udh mmpir....slm knal....
dr awl udh d bkin emosi....ko ada y wnita s'ga waras itu,yg lbh syng cucu laki2 drpdd ccu prmpuan.....mna hsil nyolong pula....kl aku jd nadira,dr lma udh usir mreka biar jd gmbel.....😡😡😡
Heny
Harus berpisah biar nggak di ganggu lg km berhak menentukan sikao
Heny
Mertua pilih kasih
Adinda
laporin aja langsung kok hak orang diambil
Adinda
mungkin Arhan cuma anak angkat makanya ibunya seperti itu
Adinda
mungkin Arhan cuma anak angkat makanya ibunya seperti itu
falea sezi
🤣🤣 arhan liat kelakuan emak mu
Adinda
tinggalin aja punya orang tua seperti itu,apalagi anakmu gak dianggap dan cuma dijadikan atm berjalan
Adinda
jadi selama nadira jadi istri gak dikasih nafkah yang layak semua gaji arhan buat keluarganya begitu thor
Adinda
suruh suamimu nikah lagi bu imah mungkin kamu punya anak kecil laki laki🤣🤣
Adinda
keluarga parasit takut kehilangan atm berjalan kalau arhan cerai sama nadira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!