"Menikahlah denganku dan jadilah istri juga ibu untuk kedua anakku!"
Apa jadinya jika pertemuan mu dengan seorang duda beranak dua bisa mengubah hidupmu dalam waktu singkat?
Itu yang dirasakan oleh Azkia Anandita Ayunindya. Gadis berusia dua puluh satu tahun. Seorang mahasiswa dari Universitas New Student Spirit, dari jurusan PG/SD.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan dua gadis kecil berhasil merubah hidupnya dalam waktu singkat. Sebab, ayah dari kedua gadis kecil itu memintanya untuk menikah dengannya.
Arkanza Abbiyya Bassam.
Seorang pengacara muda yang berusia dua puluh delapan tahun. Arkanza terkenal sebagai pengacara yang selalu berhasil menyelesaikan setiap permasalahan kliennya berkat ketelitiannya.
Karena desakan dari ibu nya, yang selalu memintanya untuk menikah dalam waktu cepat, membuat Arkanza pusing. Padahal banyak wanita yang selalu mengantri untuk menjadi istrinya, meskipun mereka tau bahwa Arkanza adalah seorang duda beranak dua.
Namun sayangnya Arkanza tidak bisa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Happy reading
❄️❄️❄️
Ailsie dan Naila membantu Azkia menyusun barang-barang Azkia ke dalam koper. Tidak banyak, hanya beberapa saja karena rencananya Azkia akan tetap menyewa rumah sewaan itu, karena takut sewaktu-waktu papanya bangun Azkia tidak perlu bingung mau membawa papanya kemana.
"Akhirnya selesai juga." Ucap Ailsie seberi merebahkan diri nya di samping Khilva yang masih saja tidur dan tidak menghiraukan keributan yang tidak sengaja mereka perdebatkan beberapa menit yang lalu.
"Kalau tuh laki, macam-macam mending kamu siap-siap deh Az buat ramuan kekacauan." Saran Ailsie membuat Naila dan Azkia mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Bagaimana caranya? Kamu kan tau, kalau ramuan cinta itu tidak ada." Jawab Naila membuat Ailsie kesal.
"Kamu bodoh atau gimana sih!" Ucap Ailsie sambil mengetuk dahi Naila. Hal itu mengundang amarah dari gadis yang tenang itu."Kamu yang sering baca novel dewasa masa tidak paham sih." Gerutu Ailsie sambil melirik ke arah Azkia yang memang masih belum mengerti dengan maksud sang sahabat.
"Oh ya, aku paham!" Ucap Naila mulai mengerti dengan perkataan sang sahabat."Jus cinta. Kamu bisa membuatnya Az. Untuk suami sialan mu itu. Aku yakin setelah ini dia akan kampok menyiksamu dengan tugas-tugas anehnya."
"Apa itu!"
"Jus obat p**asang dijamin mantul dan dia tidak akan mengusikmu lagi." Jawab keduanya dengan serempak berhasil membuat Azkia menganga mendengarnya.
"Apa!!" Pekik Azkia syok dengan saran kedua sahabatnya itu. Bagaimana tidak sahabatnya menyarankan hal paling absurd dalam hidupnya."Ini tidak mungkin, kalian berdua memang gila ya!"
"Jangan marah gitu dong Az. Ini saran yang paling bagus dari kami berdua."
"Iyaa Azkia, daripada kamu kebingungan. Di jamin itu manjur. Novel yang kami baca begitu koh." Jawab Naila dengan entengnya, semakin membuat Azkia berteriak frustasi. Bagaimana tidak dia diberikan sahabat seperti mereka.
"Tapi ini bukan novel Naila. Ya Tuhan kalian, coba kasih saran yang bagus keh. Apa gitu, tapi nggak gini juga!" Ucap Azkia memasang wajah masam nya.
Ya begitulah mungkin perdebatan yang ketiga buat tapi tidak membuat Khilva bangun dari tidurnya.
"Kamu mau diantar nggak Az. Kebetulan kami bawa mobil."
"Boleh, kebetulan juga aku lagi butuh kendaraan hehehe." Jawab Azkia menyeringai.
"Mau di antar sekarang?"Ailsie.
"Tunggu putri ku bangun dulu, biar enak nanti saat membawanya. Takut nanti dia rewel kalau kita membangunkan saat masih tidur." Jawab Azkia menatap lembut ke arah Khilva.
"Aku lihat-lihat kamu sangat menyayanginya ya Az. Padahal dia bukan putrimu dan baru beberapa bulan saling mengenal."
"Aku juga nggak tau Nai. Rasanya kasihan saja gadis kecil seperti mereka tidak mendapatkan peran dari kedua orang tuanya. Aku berharap dengan adanya aku, mereka bisa mendapatkan peran ibu yang hilang."
"Mudahan-mudahan begitu ya Az. kami tau kamu gadis yang baik dan penyayang, mereka pasti menemukan sosok ibu dari kamu.. makanya mereka manja banget kalau sama kamu." Sambung Ailsie mendapatkan anggukan dari Naila.
"Betul tuh. Malah aku bangga sama kamu. Kamu begitu sangat menyayangi mereka tanpa melihat siapa ayah mereka. Kalau aku jadi kamu, sudah tak cubit." Ucap Naila mendapatkan anggukan dari Ailsie.
"Kamu terlalu baik az."
"Aku nggak sebaik itu, aku masih banyak kekurangan. Jadi jangan puji-puji aku baik." Ucap Azkia tidak mau besar kepala dengan pujian kedua sahabatnya itu.
🌼🌼🌼🌼🌼
"Tuan ada yang mencari anda."
"Siapa?" Jawab Arkanza masih fokus dengan kertas kertas di depannya.
"Seorang wanita yang meminta bantuan anda untuk mendampingi suaminya yang dituduh melakukan pembunuhan." Arkanza menghentikan gerakan tangannya. Pandangannya mendongak menatap Agus.
"Suruh dia masuk."
"Baik tuan."
Tidak berselang lama seorang wanita muda masuk ke ruangan Arkanza bersama Agus.
"Selamat siang tuan Arkanza." Arkanza menanggapi nya sangat datar dan hanya suara gumaman."Suami saya dituduh sebagai pembunuh tuan, oleh atasannya sendiri. Saya hanya ingin anda membantu membelah suami dalam pengadilan kalau suami saya tidak melakukan pembunuhan itu."
"Apakah anda memiliki bukti untuk itu, nona?"
"Ada tuan." Wanita itu mengeluarkan beberapa kertas dan sebuah rekaman."Mungkin bukti ini terlalu kecil kemukiman untuk suami saya bebas tuan, tapi saya bisa menjadi saksi kalau suami saya hari itu bersama saya sebelum terjadinya penembakan."
"Apakah ada bukti lain selain ini."
"Kurang tau tuan, mungkin saja ada tapi penyidikan belum menemukan bukti lain."
"Baik, saya akan turun tangan menemui penyelidik untuk membahas ini. Jika benar suami anda tidak bersalah, anda akan mendapatkan jawaban di pengadilan nanti." Ucap Arkanza seberi berdiri dari duduknya.
"Saya akan membayar berapapun yang anda inginkan tuan asal suami saya bisa bebas."
"Saya tidak menunggu bayaran anda nona. Sebanyak apapun anda mengeluarkan uang, tapi suami anda dinyatakan bersalah maka saya tidak bisa menjamin nya." Jawab Arkanza berlalu meninggalkan ruangan nya. Pandangannya beralih ke arah Agus asistennya."Urus sisanya. Dan pastikan tidak ada yang terlewat."
"Baik tuan." Jawab Agus.
💧💧💧
Terima kasih sudah membaca, jangan lupa kasih like, vote dan subscribe biar author makin semangat buat update lagi.
Salam manis dari author😉