NovelToon NovelToon
Arundaya Manggala

Arundaya Manggala

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cichio23

Malu terlahir tanpa status? Iya.
Tapi, aku tidak pernah malu terlahir dari rahim perempuan bernama Nimas Ayu. Sosok perempuan cantik mengalami gangguan jiwa yang 18 tahun lalu dihancurkan dan dilecehkan.

Kata-kata itu milik Arundaya Dirandra (Dira). Satu-satunya harapan dari ibu yang dipaksa gila oleh dunia. Dan ketika aib itu dibuka, Dira memilih berdiri. Bukan untuk membantah, melainkan untuk berkata “Aku Bangga Menjadi Putrinya.”

Visual ada di IG author: Cichio23
Bagi yang suka menghayal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cichio23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 Aku Bangga Terlahir Dari Rahimnya

Tap… tap… tap!

Hah… hah… hah! 

Suara sol sepatu serta nafas memburu Miss Panda terdengar jelas di sepanjang koridor sekolah. Dirinya berlari menuju kelas Dira. Tersebarnya video tentang keluarga Dira, membuat perasaan Miss Panda tidak tenang. 

“BRAK!” 

Suara pintu terbuka keras langsung menghentikan kegaduhan di kelas. Hanya dengan menggunakan tatapan mata. Miss Panda meminta Faza meredam kekacauan yang terjadi. Tentu saja Faza melakukan apa yang diperintahkan Miss Panda. 

Teg.

Satu anggukan singkat perintah diterima. Sedangkan Miss Panda langsung berjalan ke bangku Dira. 

“Ikut ke ruangan Miss, sekarang,” ajak Miss Panda sambil menarik tangan Dira. 

Dira yang saat ini merasa malu sekaligus hatinya hancur saat aib sang ibu menjadi konsumsi publik. Memilih diam sambil menundukkan kepalanya. 

Air matanya masih terlihat jelas menetes membasahi wajah hingga jilbab yang dikenakannya. Melewati Faza yang hatinya ikut merasa hancur. 

“Bu Fani, saya izin bawa Dira.” 

“Silahkan Miss Panda,” ucap Bu Fani yang kebetulan mengajar di jam pelajaran Dira.

Sambil menggenggam erat tangan Dira. Miss Panda keluar kelas menuju ruangannya. Sedangkan Faza langsung menatap tajam ke arah Sisil yang saat ini wajahnya datar tanpa ekspresi sama sekali. 

“Kenapa kamu menatapku seperti itu, Za? Apakah kamu menuduhku sebagai pelaku utama penyebaran video itu?” tanya Sisil setenang mungkin. 

“Iya, dan aku akan membuktikan jika kamulah pelaku utamanya.” 

Ucapan Faza membuat nafas Sisil merasa sesak hingga dadanya sakit. Rasa terintimidasi atas sikap Faza kembali menjalar, membuat rasa tidak suka Sisil ke Dira semakin besar. 

‘Sialan! Aku kira Faza akan jijik dengan perempuan rendahan itu. Ternyata justru ingin melindunginya. Benar-benar cinta buta yang menjijikan,’ batin Sisil merasa kesal karena rencana membuat Dira dibenci Faza gagal. 

‘Tapi, gak apa. Ini masih awal. Karena aku akan membuat orang-orang semakin tidak menyukai perempuan rendahan itu termasuk Faza melalui rencana baru. Tunggu saja tanggal mainnya,’ batin Sisil kembali. 

BRAK!

“Diam semua! Tutup handphone kalian! Fokus kembali ke pelajaran.” 

“Baik, Bu.” 

“Yah, gak asik nih.” 

“Pantas saja yang ngambil raport neneknya. Jadi, Dira itu sebenarnya…” 

“Ibu katakan untuk, BERHENTI! Fokus ke papan digital!” 

“Baik, Bu.” 

Setelah kekacauan yang terjadi di kelas akibat video asal usul Dira. Kelas kembali kondusif karena diambil alih oleh Bu Fani. Meskipun ada rasa penasaran kuat menggelayuti diri teman sekelas Dira. Namun, harus disingkirkan terlebih dahulu. 

Sedangkan di ruangan Miss Panda. Dira masih menangis tanpa suara. Terlihat jelas Dira sekuat tenaga menahan sakit. Membuat Miss Panda mencoba mendekati Dira dari hati ke hati. 

“Dira.” 

“Bolehkah saya izin pulang lebih awal, Miss,” ucap Dira tiba-tiba. Jelas sekali jika Dira merasa enggan membahas masalah keluarganya. 

“Boleh, tapi Miss yang harus mengantarmu pulang ke rumah. Miss hanya ingin memastikan saja kamu pulang sampai rumah dengan selamat.” 

“Tapi sepeda saya, Miss?” 

“Biar dibawa sama Faza,” jawab Miss Panda yakin. 

Jelas Miss Panda yakin pada sosok Faza. Mengingat Faza perwira muda dibawa pimpinan Satria, kakak kandung Miss Panda. 

“Ayo Miss antar kamu pulang.” 

Belum juga keluar dari ruangan Miss Panda. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar. 

Tok… tok! 

“Masuk!” 

Krieeet! 

“Ini tas dan juga barang milik Dira, Miss.” 

Suara Faza yang terdengar di luar pintu ruangan Miss Panda. Membuat Dira kembali menundukkan kepalanya. 

Dirinya merasa malu dilihat orang lain. Meskipun sosok itu adalah Faza. Sudah dua kali Faza melihat Dira lemah. 

“Terima kasih banyak, Faza. Pulang sekolah tolong antarkan sepeda Dira.” 

“Siap, Miss.” 

Ingin sekali Faza bisa melihat keadaan Dira secara langsung. Namun, penyelidikan tentang video serta oknum penyebar lebih penting saat ini. Lagipula Faza yakin jika Dira tidak selemah itu. 

“Kamu boleh kembali ke kelas.” 

“Baik, Miss. Assalamualaikum.” 

“Waalaikumsalam.” 

Setelah kepergian Faza. Miss Panda langsung mengantar Dira pulang. Waktu yang tepat karena para siswa masih berada di kelas. 

“Masuk ke mobil, Dira.” 

Tanpa sepatah kata Dira melakukan perintah yang diberikan Miss Panda. 

Bruum…

Suara mesin mobil pergi meninggalkan sekolah. Tujuannya jelas tempat tinggal Dira. 

“Padahal tadi sempat mendung. Alhamdulillah sudah cerah,” ucap Miss Panda mencoba mencairkan suasana di dalam mobil. Dan sepertinya cukup ampuh. 

“Beliau perempuan hebat,” ucap Dira sambil melihat kemacetan jalanan ibu kota. 

Ingin rasanya Miss Panda menepikan mobilnya. Mengobrol lebih dalam dengan Dira. 

Namun, kemacetan parah akibat pembangunan jalan layang kereta cepat. Membuatnya harus rela mengobrol di tengah kemacetan. 

“Apakah saat ini aku merasa malu? Jawabannya, jelas iya,” tutur Dira.

“Tidak ada yang menginginkan lahir tanpa ada status jelas,” ucap Dira kembali tanpa melihat ke arah Miss Panda. 

“Tapi, jika ditanya soal malukah dilahirkan dari rahim seorang ibu bernama Nimas Ayu. Jelas aku yakin menjawab TIDAK. Aku bangga terlahir dari rahimnya,” ucap Dira kembali menangis. 

“Dia perempuan hebat. Yang lebih memilih mengorbankan raga dan kejiwaan dibandingkan putri dalam kandungannya. Seorang putri yang sebenarnya tidak diharapkan keberadaannya. Justru tumbuh besar mewarisi kecantikannya.” 

“Benar Dira, kamu memang cantik. Tidak hanya cantik di wajah. Melainkan kepribadiannya,” timpal Miss Panda membenarkan ucapan Dira. 

Dira yang sebelumnya fokus dengan lamunan dan ungkapan perasaannya. Langsung menatap ke arah Miss Panda. Sosok orang tua kedua yang sangat baik dan melindunginya. 

“Miss,” panggil Dira sambil menghapus air matanya. 

“Iya.” 

“Terima kasih banyak atas kebaikan Miss Panda. Saya bersyukur bisa mengenal Anda.” 

Perubahan kata-kata dari bahasa formal ke santai hingga kembali formal dari mulut Dira. Membuat Miss Panda merasa bahagia. Menandakan jika Dira telah menyerahkan hatinya.

TIIIT…! 

Suara klakson mobil dari arah belakang. Membuat Dira dan Miss Panda tersenyum. Karena saking fokus mengobrol. Hingga Miss Panda tidak menyadari bagian depan sudah kosong.

“Dibelakang ada singa yang sedang marah,” seloroh Miss Panda yang lagi-lagi mampu membuat Dira tersenyum. 

“IYA, SABAR!” teriak Miss Panda pada pengemudi di belakang yang sebenarnya tidak mendengar teriakannya karena jendela dalam keadaan tertutup. 

Karena terjebak kemacetan hingga beberapa jam. Sepeda Dira sampai di rumah lebih cepat dibandingkan pemiliknya. 

Hurrff…! 

“Akhirnya sampai ke tempat tujuan juga.” 

“Maaf telah merepotkan Miss Panda.” 

“Sama sekali tidak merepotkan. Ayo aku antar sampai rumah!” 

Setelah memarkirkan mobilnya di lapangan kosong. Miss Panda dan Dira berjalan kaki masuk gang sempit tempat tinggal Dira. 

Sesuai dugaan sebelumnya. Jika sepeda Dira sudah terparkir di teras rumah. Mbah Sekar yang melihat kedatangan Dira buru-buru keluar rumah. 

“Assalamualaikum,” salam Miss Panda dan Dira bersamaan. 

“Waalaikumsalam, Nduk dan Miss Panda.” 

Rasa khawatir terlihat jelas di wajah keriput Mbah Sekar. Menandakan jika Mbah Sekar sudah mendapatkan kabar dari Faza. Keadaan jelas berbeda dengan kejadian tempo hari saat Dira mendapatkan hinaan dari Siti, si tetangga rese.

“Kamu gak apa?” 

“Alhamdulillah gak apa, Mbah. Ada Miss Panda baik hati yang selalu melindungi Dira.” Ungkapan Dira membuat Mbah Sekar beralih pada Miss Panda. 

“Terima kasih banyak Miss Panda sudah mengantar Dira selamat sampai rumah. Serta memberikan kenyamanan serta perlindungan untuk Dira.” 

“Sudah menjadi tugas saya sebagai orang tua kedua, Mbah.” 

“Mari silahkan masuk.” 

“Baik.” 

Mata Miss Panda mengawasi kediaman Mbah Sekar. Dirinya memang lumayan sering datang berkunjung setiap akhir semester. 

Tapi, dari setiap kunjungan itu dirinya hanya bertemu Dira dan Mbah Sekar. Sedangkan sosok Nimas Ayu sama sekali tidak melihat sekalipun. Dan saat inilah Miss Panda ingin mengenal sosok perempuan hebat yang telah melahirkan Dira. 

“Kamu istirahat saja, Nduk. Biarkan Simbah yang menemani Miss Panda,” pinta Mbah Sekar saat tahu ada hal lain yang ingin dibicarakan oleh Miss Panda. Lagipula Dira memang butuh istirahat setelah kejadian tadi siang. 

“Baik, Mbah.” 

Setelah berpamitan dengan Miss Panda. Dira menuju ke kamar. Sedangkan saat ini di ruang tamu hanya ada Miss Panda dan Mbah Sekar. 

“Mau minum apa, Miss Panda? Hangat atau dingin?” tawar Mbah Sekar. Tahu jika obrolan yang terjadi akan memakan waktu lama. 

“Air putih saja, Mbah.” 

“Baik, tolong tunggu sebentar. Saya akan mengambilkan minuman untuk Miss Panda.” 

Saking sedikitnya orang yang datang berkunjung. Apalagi hingga masuk area dalam rumah. Membuat Miss Panda menjadi salah satu sosok istimewa bagi keluarga Mbah Sekar. 

Karena alasan inilah, Nimas yang ada di kamar belakang mencoba mengintip sosok tamu spesial itu. Sosok yang tampak sayang pada Dira. 

Sosok yang entah kenapa membuat Nimas merasa cemburu. Karena mampu mengalihkan perhatian Dira, sosok sang putri yang sampai detik ini belum bisa Nimas peluk secara sadar. 

“Nimas, kenapa mengintip?” 

Suara Mbah Sekar saat menyebut nama Nimas. Mengalihkan perhatian Miss Panda. Saat inilah waktu tepat melihat Nimas secara langsung. 

Namun, karena terganjal sopan santun dan juga etika bertamu. Miss Panda harus sabar mendapatkan izin. Hingga Mbah Sekar sendiri yang akan memperkenalkan sosok Nimas Ayu kepadanya. 

“Emm,” jawab Nimas memegangi bajunya. 

“Mau kenalan sama Miss Panda? Ayo, Simbok kenalin,” ajak Mbah Sekar.

Tek… Tek… Tek.

Suara langkah kaki yang mulai mendekat menuju ke ruang tamu. Membuat jantung Miss Panda berdetak tidak karuan. 

Perasaan aneh ke arah tidak tenang yang baru pertama kali dirinya rasakan. Hingga akhirnya pandangan matanya langsung tertuju pada sosok perempuan cantik di belakang Mbah Sekar. 

“Cantik.” 

Satu kata yang sudah menggambarkan sosok Nimas Ayu di mata Miss Panda. Sosok yang selama ini membuat dirinya penasaran. Berdiri di hadapannya sambil bersembunyi di belakang Mbah Sekar. 

“Benar-benar bedebah laki-laki yang telah membuatnya hancur seperti ini,” geram Miss Panda ikut merasakan sakit. 

1
Susy Koes
Sisil dan emaknya benar-benar duo racun
Hatijah Cantik
semoga tidak banyak masalah disekolah author sebaiknya keluar dari alur cerita yg bisa di tebak dan cerita yg sama dgn novel2 lain yg biasa pemeran utama di bully author harus bikin yg beda.
Cichio23: Siap, Kak.
total 1 replies
Hatijah Cantik
lanjut
Nanik Setya
up nya harus nya sehari 5 nanggung baca nya
Cichio23: Nanti ya kak, othor kasih double update. Kalau banyak yang kasih like, komen, dan subscribe. Apalagi banyak yang kasih kopi,,, wah langsung gas pol 🤭😊😄🤣
total 1 replies
Susy Koes
gemes banget sama mulut si Siti, pingin kasih cabe aja tuh mulut
Susy Koes
wuihhh... seru banget, ada apa antara Nimas dan Wilona Thor... jadi kepo
Susy Koes
wilona benar benar wanita munafik yg menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya
Susy Koes
makin seru Thor. ditunggu double up nya
Cichio23: Siap🤭
total 1 replies
Bunaya
Kak, semangat 💪
Ceritanya keren 👍
Cichio23: Terima kasih banyak Kak Bunaya 😍
total 1 replies
Susy Koes
Semoga Dira selalu kuat menghadapi beratnya kehidupan. semangat Dira. Semangat juga ya othor up nya. ditunggu
Susy Koes
keren othor ceritanya, suka banget
Cichio23: Makasih banyak sudah mampir kaka🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!