Sanaya Oktavia Pradifta terlahir di keluarga Pradifta. Mempunyai papa, mama, dan seorang adik tiri perempuan. Hari-harinya dipenuhi luka dan tangisan oleh keluarganya. Hingga suatu hari saat dirinya tertabrak mobil dan meninggal ia malah terbangun dengan situasi, kondisi, dan dunia yang berbeda.
Yah dirinya TERJEBAK DI DUNIA NOVEL yang pernah ia baca di kamar lama mamanya. Dan bagaimana caranya ia menghindari ending tragis di novel ini?
Tapi dibalik itu semua Sanaya akan mengetahui siapa jati dirinya yang sebenarnya. Semua rahasia didunia novel ini akan terungkap serta kedatangan dirinya yang dinantikan oleh bangsa fairy.
Penasaran? Yuk buruan baca ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elhery_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Pertemuan Kedua Dengan Tokoh Utama Pria
Di ruangan kerja milik raja Edward. Ia sedang mengerjakan tugasnya seperti biasa. Membaca laporan keuangan kerajaan dengan teliti. Dengan cermat ia membaca setiap nominal angka yang tertera di buku kas. Alisnya berkerut saat melihat angka yang jumlahnya sedikit di bagian pendapat kas kerajaan.
Matanya menajam saat melihat ada yang tidak beres dengan pendapatan dari pajak. Dengan mudah ia menyimpulkan sesuatu.
"Axton sepertinya ada tikus kecil yang mencuri uang di kerajaan ini." Ujarnya pada Axton yang berada di sampingnya.
"Saya akan mencari pelakunya yang mulia. Tikus kecil itu tidak akan lolos." Balas Axton dengan wajah datar. Dia sudah terbiasa menangani para tikus kecil di kerajaan.
Raja Edward mengangguk, percaya dengan kemampuan orang kepercayaannya itu.
Tiba-tiba Axton menyampaikan sesuatu yang membuat raja Edward terdiam.
"Maaf yang mulia raja, ada pesan dari raja Delio dari kerajaan Alvair. Raja Delio menulis pesan akan datang ke kerajaan Ainsley untuk bertemu dengan yang mulia." Sahut Axton menyampaikan pesan.
Pena yang tadi ada digenggaman tangannya jatuh setelah mendengar pesan itu. Wajahnya berubah serius.
"Kenapa dia ingin menemuiku?" Tanya raja Edward.
"Raja Delio mengatakan ingin bertemu dengan yang mulia sebagai sahabat lama yang mulia dan sedikit mengobrol dengan yang mulia." Jawab Axton.
"Cih, tidak mungkin hanya itu alasannya datang menemuiku. Tapi tidak apa, aku ingin tau hal apa yang ingin dibicarakannya dengan ku. Sepertinya menarik." Tukas raja Edward tersenyum tipis. Hanya Axton yang tau makna dari senyum menawan itu.
Axton ingin mengatakan sesuatu pada raja Edward. Dia terlihat ragu tapi kemudian membuka mulut.
"Maaf mengatakan ini yang mulia tapi surat itu sampai disini pagi ini dan sekarang raja Delio sudah hampir sampai di gerbang kerajaan."
"Wah.... ternyata sahabat ku itu masih sama seperti dulu. Dia tidak mengirimkan surat saat ada di kerajaannya tapi surat itu dikirim saat dia dalam perjalanan kemari. Tentu saja saat surat itu sampai dia sudah hampir sampai disini." Ujar raja Edward.
"Baiklah aku akan menyambut sahabat lamaku itu. Kuharap dia menyukai sambutan ku." Ucap raja Edward menyeringai.
.........................
Di taman istana, Roselie terlihat sedang mencari sesuatu. Ia berjalan sambil menoleh kesana kemari seperti kehilangan sesuatu.
"Kakak sembunyi dimana ya?" Gumam Roselie berpikir.
Pagi ini Roselie mengajak kedua kakaknya untuk menemaninya bermain. Dan sekarang mereka tengah memainkan permainan petak umpet. Roselie mencari kedua kakaknya yang entah dimana bersembunyi.
Ia berjalan lurus ke depan, iris mata birunya melihat seseorang yang duduk didahan pohon dengan posisi membelakanginya.
Dari postur tubuhnya sepertinya itu adalah kak Aland.
Roselie berjalan tanpa menimbulkan suara. Ia mendongak ke atas dan ternyata memang benar itu Aland. Ia mendapat ide untuk mengerjai kakaknya. Roselie tersenyum licik lalu menjauh dari pohon itu dan bersembunyi di balik semak di samping kolam.
Lalu ia berteriak. "KAKAK..... TOLONGGG ROSELIE......" Teriaknya dengan kencang.
Suara mengagetkan dari Roselie membuat Aland jatuh dari atas pohon karena terkejut. Aland langsung berlari dengan panik dan mencari adiknya yang berteriak minta tolong.
"KAKAK..... TOLONGGGG....."
Aland semakin panik mendengar teriakan adiknya. "ROSELIE KAU ADA DIMANA?" Teriak Aland mencari-cari adiknya.
Ia panik saat tidak mendengar teriakan adiknya lagi. Jantungnya berdetak cepat karena ketakutan. Ia merasakan ketakutan yang hebat dalam dirinya. Pikiran buruk jika adiknya dalam bahaya membuatnya tidak bisa berpikir jernih.
"ROSELIEEEE." Teriak Aland kalang kabut.
Roselie tertawa dan melemparkan sebuah batu besar ke dalam kolam. Menimbulkan sebuah suara yang besar sampai ke telinga Aland.
Aland berlari dengan cepat ke asal suara itu. Matanya terbuka lebar saat melihat air kolam yang seperti ada sesuatu yang besar tenggelam ke kolam tersebut. Aland tanpa berpikir panjang langsung loncat ke kolam. Tapi tindakannya itu terhenti oleh seseorang yang menarik tangannya dengan kuat.
"Apa yang kakak lakukan?" Sentak Roselie menarik tangan kakaknya.
"Roselie kau ada disini? Kau baik-baik saja? Bukankah tadi kau berteriak minta tolong. Ada apa Roselie?" Aland memberikan pertanyaan yang beruntun pada adiknya. Ia menggoyangkan bahu adiknya dengan kencang karena cemas.
"Hehehe...... tadi Roselie hanya sedang bercanda. Roselie melihat kakak di atas dahan pohon lalu Roselie pura-pura berteriak agar kakak datang." Ucap Roselie cengegesan.
Wajah Alang langsung berubah seketika. Jawaban dari adiknya membuatnya tidak bisa berekreasi apapun. Mau marah tapi tidak bisa kalau tidak marah maka adiknya akan mengulangi hal itu lagi nanti.
"Roselie kau..... " Ucapan Aland terhenti melihat wajah adiknya yang seperti kelinci.
"Kakak jangan marah ya." Ujar Roselie mengeluarkan jurus pupy eyes andalannya.
"Ha.... " Amarah Aland langsung hilang tak tersisa melihat wajah imut itu. Dirinya mengaku kalah hari ini.
"Baiklah aku memaafkan mu tapi jangan diulang lagi." Pesan Aland memperingati adiknya. Jantungnya hampir saja copot jika adiknya memang sedang dalam bahaya.
"Baiklah."
"Sekarang kakak sudah ketemu tinggal kak Edgar yang belum ketemu." Lanjut Roselie.
Roselie menarik tangan Aland dan kembali mencari satu kakaknya lagi. Menoleh kesana kemari mencari sosok Edgar. Sedangkan Aland menurut dibawa Roselie kemana saja.
Roselie melihat ada seorang pelayan yang datang, ia pun menghampirinya.
"Pelayan." Panggilnya.
Pelayan itu segera menunduk. "Hormat tuan putri, ada yang bisa saya bantu."
"Ya, apakah kau melihat kak Edgar?" Tanya Roselie.
"Maaf tuan putri tapi pangeran mahkota sudah pergi beberapa menit yang lalu." Jawab pelayan itu, membuat Roselie tercengang.
"Apa? Kemana kak Edgar pergi?"
"Pangeran mahkota dipanggil yang mulia raja ke ruangannya karena istana akan kedatangan tamu. Dan saya ditugaskan untuk mengatakan hal ini pada tuan putri atas perintah pangeran mahkota." Jawab pelayan itu.
Wajah Roselie langsung berubah masam mendengar hal itu.
Disaat bermain, kak Edgar malah pergi. Lain kali aku tidak akan mengajaknya main lagi!
"Baiklah terima kasih kau boleh pergi."
"Iya tuan putri." Kata pelayan itu lalu pergi.
"Lain kali kau tidak usah mengajaknya main lagi. Jika aku tidak ikut bermain mungkin dia akan meninggalkanmu ditengah permainan lalu kau akan seperti orang bodoh yang mencarinya berjam-jam. " Kata Aland menghasut adiknya. Ia tersenyum licik.
"Kakak benar, lain kali aku tidak akan mengajak kak Edgar main lagi." Balas Roselie.
"Ayo kak kita lanjutkan permainannya. Sekarang Roselie yang akan bersembunyi dan kakak yang mencari Roselie. Ayo cari Roselie!" Setelah berkata demikian Roselie langsung lari secepat kilat mencari tempat persembunyian. Aland yang melihat tingkah adiknya itu tertawa lalu ikut mengejar adiknya.
"Ha.... ha... ha.... Dimana aku bersembunyi?" Roselie mengatur deru napasnya yang tidak beraturan setelah habis lari.
Roselie menoleh ke belakang dan bernapas lega karena kakaknya tidak ada dibelakang. Ia melihat pohon bunga sakura di bagian kanan taman istana.
Ia pun bersembunyi dibalik pepohonan tersebut.
Ini tempat yang cocok untuk bersembunyi. Pasti kak Aland tidak akan melihatku disini. Batin Roselie.
..............................
Dari arah samping disebelah kiri pepohonan, terlihat seorang anak laki-laki yang duduk di bangku taman. Anak itu seperti sedang memikirkan sesuatu yang penting sampai ekpresinya terlihat serius. Anak itu adalah pangeran Felix.
Aku bertemu dengannya di perpustakaan yang ada di pusat kota itu. Jadi aku harus pergi ke perpustakaan itu hari ini. Mungkin perempuan itu akan datang lagi kesana. Aku harus menemukannya! Ucap pangeran Felix bertekad dalam hatinya.
Saat sedang melamun pangeran Felix mendengar suara orang yang sedang tertawa.
Suara siapa itu?
Itu terdengar seperti suara tawa seorang perempuan. Pangeran Felix menoleh ke belakang. Dibelakangnya hanya ada pohon-pohon bunga sakura. Lalu dari mana asal suara itu?
Ia melangkah ke arah pohon sakura tersebut. Iris mata merahnya melihat kekanan dan kekiri. Hingga matanya terpaku melihat sosok anak perempuan yang bersembunyi di balik pohon.
Rambut anak perempuan tersebut berterbangan ditiup angin. Rambutnya yang berwarna emas bersinar terang di bawah terik matahari. Suara tawa anak perempuan itu seperti sebuah sihir yang menyuruhnya mendekat.
Rambutnya sama dengan Cristal, apakah dia.......
Pangeran Felix maju mendekat. Sekarang ia tepat ada di belakang anak perempuan tersebut. Tangannya terangkat dan menyentuh bahu anak itu.
........................
Roselie tersenyum dibalik pohon tempatnya bersembunyi. Tiba-tiba ia merasa ada sebuah tangan yang menyentuh bahunya. Tubuhnya menegang ditempat.
Apakah itu kak Aland?
Tubuhnya langsung kaku saat tangan tersebut menepuk bahunya pelan. Ia berbalik dan melihat siapa pelakunya. Dan ternyata itu.....
"Kau!" Sentak Roselie kaget melihat seseorang didepannya.
Berbeda dengan Roselie yang kaget. Pangeran Felix langsung tersenyum lebar melihat orang yang ingin ia temui ternyata ada didepannya.
"Cristal? Kau ada disini?" Tanya pangeran Felix terkejut sekaligus senang.
"Ak...... " Ucapan Roselie berhenti saat mendengar teriakan kakaknya.
"ROSELIE."
Roselie panik melihat Aland yang berada puluhan meter dari tempatnya.
Gawat! Kak Aland akak datang kemari.
Pangeran Felix yang melihat Roselie seperti orang panik, bertanya. "Ada apa kena...... "
HUP
Pangeran Felix membulatkan matanya terkejut. Ia terkejut karena Roselie tiba-tiba membekap mulutnya.
"Syuttttt..... kau diamlah." Ucap Roselie menempelkan jari telunjuknya ke bibir. Memberi isyarat untuk diam.
Dengan mulut yang masih dibekap, pangeran Felix menganggukkan kepala menurut. Melihat itu Roselie langung menarik tangan pangeran Felix ke balik semak-semak.
Pangeran Felix hanya diam disamping Roselie sambil memandanginginya. Mulutnya masih dibekap Roselie, walau begitu pangeran Felix hanya membiarkannya saja tanpa berniat melepaskannya.
Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini. Takdir akhirnya mempertemukan kita lagi.
Roselie melirik ke arah orang disampingnya. Terkejut melihat tangannya yang masih membekap mulut seseorang. Roselie menarik tangannya. Ia gugup.
"Maaf, aku tidak bermaksud lancang dengan membekap mulutmu. Aku tadi hanya terkejut dan tanpa sengaja membekap mulutmu." Kata Roselie gugup. Bagaimana tidak gugup jika sejak ia bicara pangeran Felix terus menatapnya.
"Tidak papa."
Situasi kembali canggung setelahnya. Roselie gugup karena jaraknya dan pangeran Felix cukup dekat. Dan pangeran Felix hanya memperhatikan Roselie terus. Dia tidak menggeser tempatnya dan itu membuat Roselie bergeser ke samping.
Tapi bukannya menjauh pangeran Felix juga ikut bergeser ke arahnya. Roselie menghembuskan napas kesal. Membiarkan sosok disampingnya dekat dengannya.
"Kenapa kau bisa ada disini? Ini adalah istana Ainsley. Tidak sembarangan orang bisa masuk ke sini." Tanya pangeran Felix curiga.
Roselie tersenyum kikuk. Bingung apakah ia harus berbohong atau jujur.
"Em... itu.... sebenarnya aku." Roselie bicara terbata-bata. Ragu ingin mengatakan yang sebenarnya.
Apa aku harus bilang kalau aku adalah putri Roselie? Sepertinya lebih baik aku jujur saja. Tapi tunggu dulu, kenapa dia juga ada disini?
"Kau juga kenapa bisa ada disini? Hari itu aku melihatmu mengenakan pakaian rakyat biasa saat itu. Oh apakah kau sedang menyamar? Siapa dirimu?"
"Tebakan mu benar. Aku saat itu sedang menyamar dan aku kemari bersama ayahku sebagai tamu kerajaan disini." Jawab pangeran Felix jujur.
"Oh jadi tamu itu adalah kau." Ucap Roselie.
"Ya tamu itu adalah aku dan ayahku."
"Aku sudah jujur padamu. Sekarang giliranmu." Kata pangeran Felix menatap lekat manik mata biru Roselie.
"Baiklah aku akan jujur padamu. Namaku bukan Cristal, nama asli ku adalah Roselie Caroline Ainsley. Aku adalah putri Roselie. Salam kenal Drans." Ucap Roselie tersenyum manis.
Pangeran Felix tertegun melihat senyum itu. Baru kali ini adalah orang yang tersenyum manis padanya dengan tulus. Ia ikut tersenyum.
"Namaku bukan Drans. Itu adalah nama samaran ku." Ujar pangeran Felix.
"Jadi nama asli mu siapa?" Tanya Roselie.
Pangeran Felix tersenyum dan mencondongkan badannya ke arah Roselie. Ia membisikkan sesuatu di telinga Roselie.
"Namaku adalah........ "
Tiba-tiba. "MENJAUH DARI ADIKKU!!!!"
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya baru update hari ini. Kemarin² nggak sempat updatenya. Oh ya author mau revisi beberapa bab cerita ini. Soalnya ada kesalahan dalam umur para tokoh cerita. Dan author akan merubah kata-kata yang tidak sesuai dengan penulisan PUEBI. Jadi bagi kalian yang tau penulisan kata yang tepatnya gimana atau ada kesalahan dalam penulisan kata dibeberapa episode yang author buat boleh komen di bawah ya😊
Saran kalian berguna banget buat author. Tapi kalian tenang aja. Cerita akan tetap update hanya besok author akan revisi beberapa episode dan hari selasa bakal update lagi. Nggak lama kok. Tetap suport author ya🥰🥰
Salam hangat dari author💙💙💙💙