NovelToon NovelToon
Hello Bella

Hello Bella

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa
Popularitas:51k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mrs. Bara

Bella nama panggilan Arabella Dinara, gadis cantik berusia 20 tahunan, selama bertahun-tahun hanya tinggal berdua saja dengan bundanya.

Kedua orang tua Bella telah berpisah sejak Bella masih kecil. Bella tidak pernah tahu alasan perpisahan keduanya namun Bella sangat yakin kalau keduanya masih saling mencintai.

Bella yang terkadang pulang malam dan status bundanya yang single parent membuat mereka sering menjadi bahan gunjingan orang di sekitarnya.

Hal ini membuat mereka memutuskan untuk pindah dengan harapan di tempat baru hidup mereka akan lebih nyaman.

Selain itu Bella juga berharap dengan kepindahan ini, dia bisa melupakan cinta pertamanya.

Namun yang terjadi mereka kembali menjadi bahan gunjingan bahkan kali ini lebih buruk.

Di tempat baru ini pula Bella dipertemukan kembali dengan cinta pertamanya yang ternyata membuat bahan gunjingan tentang dia semakin memburuk.

Mampukah Bella dan sang bunda bertahan atau kembali menghindar dan mencari tempat baru untuk tinggal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Bara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 : Monkey See, Monkey Do (2)

Setelah dekat dengan Adzriel dan Bella, si ibu pengendara motor tersebut menyuruh anak kecil yang diboncengnya turun setelah itu dia pun ikut turun.

Dengan muka penuh amarah, si ibu yang ternyata adalah Bu Dian mendekat.

"Kamu...kamu...berani-beraninya marah-marah sama anak saya!" teriak Bu Dian sambil jarinya menunjuk-nunjuk muka Adzriel.

"Otak kamu di mana, anak sekecil ini kamu marahin tanpa sebab, mau sok-sokan kamu, mentang-mentang bapak kamu kaya!"

Sepeda motor yang tadi mengikuti Bu Dian berhenti tidak jauh dari sepeda motor Bu Dian. Sepeda motor yang membawa Bu Ratih dan Bu Mar.

"Hei Adzriel, mikir dong umur kamu berapa masa si Topan yang masih bocah gini kamu marah-marahin!' tak kalah garang, suara Bu Mar pun membahana.

Muka Adzriel memerah menahan amarah, bisa-bisanya ibu-ibu ini memarahinya seenaknya di pinggir jalan.

"Ibu-ibu tenang dulu, kita bicara baik-baik," saran Bella.

"Kamu enggak usah ikut campur, ini urusan saya sama anak sombong ini!" Bu Dian menjawab dengan suara yang keras.

Beberapa orang yang berada di sekitar jalan itu mulai memperhatikan keributan yang sedang terjadi. Beberapa orang tampak mendekat.

"Bu Dian, saya tidak pernah marah-marah sama anak Ibu, jangan asal tuduh saja," kata Adzriel dengan suara sedikit tinggi.

Kesal sekali Adzriel mendapat perlakuan seperti ini. Umur sudah pada tua tapi tidak tahu adab, gerutu Adzriel dalam hati.

"Bu Dian, Adzriel tidak pernah memarahi Topan, tadi Adzriel memisahkan Adam dari Topan karena Topan terus-terusan memukuli Adam," Bella mencoba menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.

"Bella, kalau bicara jangan sembarangan ya, kamu bicara seolah-olah anak saya nakal."

"Palingan Topan sama Adam lagi berantam-berantaman, jangan berlebihan ya."

"Anak saya anak baik, enggak mungkin mukulin si Adam, jangan mengada-ada kalian," Bu Dian terus membela anaknya.

"Ya Allah Bu, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri kalau anak ibu memukuli Adam dan Adam sama sekali tidak melawan," kembali Bella menjelaskan.

"Topan, kamu mukulin si Adam?" tanya Bu Dian kepada anaknya.

"Topan lagi main-main Ma sama Adam, tiba-tiba dimarah-marahin sama Kak Adzriel," jawab Topan.

"Tuh dengar kan, mereka cuma main-main, dasar aja kamu ini memang suka cari ribut," Bu Dian menatap tajam ke arah Adzriel.

"Topan itu bohong Bu, buat apa saya cari ribut, apa untungnya buat saya," tidak terima dengan tuduhan Bu Dian segera Adzriel menjawab.

"Eh sembarangan, mana mungkin Topan bohong, anak kecil itu tidak pernah bohong," kembali Bu Dian membalas ucapan Adzriel

"Adzriel, kamu kan lebih tua dari Topan, kasih contoh yang betul dong, nanti kalau kelakuan kamu ditiru Topan bagaimana?" kata Bu Ratih.

"Kami tuh para ibu di rumah ajarkan hal-hal baik untuk anak kami, berusaha memberi contoh yang benar eh di luaran dapat contoh yang tidak benar."

"Jaga sikap dan ucapan kamu, sudah tidak baik dilihat anak-anak, kamu juga sudah menyakiti hati Bu Dian sebagai ibu kandungnya Topan."

"Kalau Topan tidak sengaja buat marah, ya dinasehati baik-baik jangan langsung dimarah gitu," dengan gaya bijaknya Bu Ratih menasehati.

Sudah lah dari tadi merasa kesal, tambah kesal lagi Adzriel mendengar ucapan Bu Ratih.

Orang-orang yang memperhatikan mereka ada yang melihat ke arah Adzriel sambil menggeleng-gelengkan kepala. Seakan prihatin dengan sikap Adzriel yang menurutnya tidak baik.

Melihat itu Bella merasa kasihan pada Adzriel, dari tadi Bu Dian dan teman-temannya memojokkan dia.

Adzriel bisa saja membalas lebih tegas semua ucapan mereka, tapi beruntung Adzriel masih bisa menahan diri.

Bella cukup kagum dengan usaha Adzriel untuk membuat dirinya terpancing dalam situasi yang sebenarnya sangat merugikan nama baik dia.

"Adam sini dam," panggil Bella kepada Adam yang sejak diturunkan dari gendongan Adzriel memilih menyembunyikan diri di belakang Adzriel.

Adam melihat ke arah Bella dan menggelang. Rupanya Adam ketakutan melihat Topan ditambah lagi kehadiran ketiga orang ibu yang datang-datang langsung marah-marah.

"Sini sayang," bujuk Bella.

Adam pun mendekat, Bella meraih tangan Adam dan menggenggam tangan kecil itu.

"Ibu-ibu, coba lihat deh muka Adam, ada bekas luka di ujung bibirnya, pipinya kiri kanan merah-merah, saya yakin tidak lama lagi akan muncul memar," Bella memperlihatkan keadaan Adam.

"Baju Adam kotor semua, tadi dia tergeletak di pinggir jalan dan Topan ada berada di atas badan Adam sambil terus memukuli muka adam."

"Saya rasa Topan bukan sedang main berantam-berantam tapi sedang menghajar Adam."

"Adzriel yang melihat hal itu pantas dong terkejut dan segera melerai, Adzriel hanya berteriak meminta Topan berhenti karena saat itu kami agak jauh dari mereka."

Mendengar hal itu Bu Dian tampak tidak percaya. Bella berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Adam.

"Adam coba ceritakan sama ibu-ibu ini tadi kamu diapain sama Topan!" pinta Bella pada Adam.

Adam menatap Bella dan Bella pun mengangguk. Kemudian meluncurlah cerita dari mulut Adam kejadian yang dialaminya tadi. Semua ceritanya sama persis dengan yang diceritakan kepada Adzriel dan Bella.

Setelah Adam bercerita, Bella kembali berdiri sementara tangannya terus menggenggam tangan Adam.

"Ibu-ibu sudah dengar kan kejadian yang sebenarnya," kata Bella kepada para ibu itu.

"Adam, kamu jangan bohong ya, tadi kalian akan cuma main-main kan," Bu Dian tetap menolak cerita versi Adam.

"Bu Dian, kalau memang main-main keadaan Adam enggak bakalan kayak gini," kata Adzriel.

"Adam enggak mungkin bohong Bu, kan kata ibu tadi anak kecil mah enggak pernah bohong," Adzriel berhasil membalikkan ucapan Bu Dian tadi. Puas dirasa oleh Adzriel, makan tuh Bu, ejek Adzriel dalam hati.

"Anak-anak mah biasa berkelahi, jangan dibesar-besarkan lah," kata Bu Ratih.

"Jangan sampai gara-gara anak-anak berkelahi nanti para orang tua jadi ikut ribut, tidak baiklah."

"Sudah-sudah bubar semua," perintah Bu Ratih.

Apa-apaan ini, tadi mereka yang datang sambil marah-marah tidak jelas dan sekarang setelah tahu yang sebenarnya mau pergi begitu saja. Bella sungguh tidak rela.

Bukan ingin memperpanjang masalah tapi rasanya tidak adil bagi Adam yang sudah mendapat perlakuan kasar dari Topan dibiarkan begitu saja oleh Bu Dian selaku ibu kandung Topan, bagaimanapun Topan masih anak kecil jadi Bu Dian bertanggung jawab penuh atas semua akibat yang disebabkan oleh Topan.

Tidak adil juga untuk Adzriel yang sedari tadi menjadi sasaran kemarahan ibu-ibu itu padahal dia sudah menjelaskan duduk perkaranya jika mereka berlalu begitu saja.

Saat ibu-ibu itu bersiap meninggalkan tempat kejadian...

"Maaf ibu-ibu, tunggu sebentar," pinta Bella dengan sopan.

"Ada apa lagi?" tanya Bu Dian dengan suara tinggi.

Haduh gimana nih, lanjut ngomong enggak ya, kata Bella dalam hati.

1
Santai Dyah
hadir thor salam kenal
Santai Dyah: ini ade siapa ya
total 4 replies
Yênnia M
Aku mampirr
Inru
1 vote dan 1 mawar untuk Bella. Bella, apa kabar?
Fenti
begitulah manusia Bella, jadi jangan heran😌
Fenti
yang penting tidak ada badai bang😂😂
Fenti
betul tuu,, butuh komunikasi dan jujur satu sama lain 😌
Fenti
asyyiiikkk, gercep juga nih ayah aiman
Fenti
anak-anak siapa hayoo
Fenti
harus lebih tegas dong, jangan kehilangan untuk kedua kalinya, untung masih diberi kesempatan
Fenti
waduh gawat nih,, Ratih tukang gibah
Fenti
buatkan aku juga satu dong🤭
Fenti
jangan khawatir pak, bunda Alya setia orangnya
Fenti
pak galih jangan penasaran, penasaran itu bikin kepala pusing pak😅😅
Fenti
jangan lupa aku diundang ya abiyan
Fenti
kalau sudah biasa gibah mah kayak gitu, sampai nenek pun pasti jadi tukang gibah
Fenti
ya ampun kirain minta maaf ehh malah ngegas
Fenti
ketar ketir jadinya 😅
Fenti
benar tuhh, jadi kita harus belajar malas pusing😅😅
Fenti
panas dingin tuhh jadinya.. emang orang-orang seperti itu tidak boleh dibiarkan
Fenti
kalau mental kerupuk jangan coba-coba jahat deh😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!