Seorang penyanyi dan juga pemegang sabuk hitam tekwondo dan juga karate yang bernama Sasa Alexander. meninggal dunia gara-gara saat Sasa mengadakan konser di luar kota terjadi kesalahan dengan lampu hias yang menggantung di atap panggung, lampu yang lumayan besar itu jatuh pas saat Sasa naik ke atas panggung.
Di sebuah mansion jendral besar Zang Yuan,jendral Zang adalah Jendral besar kerajaan Qin. Dia memiliki seorang putri yang sangat iya sayangi bernama Zang Xue Mei, tapi sayang Xue Mei buta sejak dia berusia 15 tahun entah apa penyebabnya tidak ada yang tahu.
Ini Karya pertama aku semoga suka:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adellia f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 21
Ketegangan yang terjadi di aula perjamuan telah mereda semua orang telah kembali ke kediaman mereka dan para penjahat telah di tangkap oleh para prajurit dan jenderal kerajaan Qin.
Xue Mei kembali Kepavilunnya tapi dia tidak langsung istirahat karena ayah dan kakaknya sedang menginterogasinya.
"Jadi sejak kapan kamu bisa melihat lagi Mei'er? " tanya jenderal Zang kepada putri tercintanya.
Xue Mei yang ditanya seperti itu hanya tercengir kuda. "hehe.. sejak aku bangun d dari sakit" jawabnya berbohong.
Tentu saja Xue Mei tidak akan mngatakan yang sebenarnya kalau dia bukan Xue Mei yang asli mana ada orang yang percaya itu semua. Munkin orang-orang akan mengira kalau Xue Mei gila.
"Kenapa kamu tidak. mengatakannya sejak awal hemm" Zang Jingqin bertanya dengan nada sedikit kesal tapi sebenarnya dia bahagia melihat adiknya bisa melihat lagi.
"Karena aku ingin membuat kejutan untuk ayah dan kakak, buktinya kejutanku sukses besar" kata Xue Mei senang karena berhasil. membuat semua orang terkejut.
"iya hadiahmu sangat berkesan bagi kami semua termasuk semua rakyat kerajaan Qin. Itu kejutan yang luar biasa" Ujar jenderal Zang kemudian dia memeluk Xue Mei dengan erat.
"A..ayah aku tidak bisa bernafas" ucap Xue Mei tercekat karena merasa sesak kekurangan oksigen.
"haha.. maafkan ayah ya"
Xue Mei tersenyum dia bahagia karena ada orang yang menyayanginya dengan tulus tidak seperti dirinya di dunia modern hidup sendirian.
"Sudahlah sekarang kamu istirahat ya nak sekarang sudah sangat larut malam" Ucap jenderal Zang.
kemudian berdiri
"Baiklah ayah selamat malam"
"selamat malam sayang semoga mimpi indah" kata jenderal Zang dengan mengusap. rambut Xue Mei lembut.
"Selamat malam. adikku" ujar Zang Jingqin.
"selamat malam kakak" ucap Xue Mei dengan melambaikan tangannya karena ayah dan kakanya sudah pergi dari Paviliunnya.
"hufff,, hari yang melelahkan" menghela nafas lelah.
"Hay permaisuriku" tiba-tiba terdengar suara seseorang dari jendela kamar Xue Mei.
Xue Mei terkejut mendengar suara yang sangat dia kenal.
"Kau.. kau sedang apa disini heh?"
tanya Xue Mei. matanya melototi orang yang sedang duduk di jendela.
"hehe.. aku kesini tentu saja untuk menemui permaisuriku" kata peria tersebut yang ternyata ta adalah putra mahkota Feng Xian.
"cih, membosankan sekali melihatmu membuatku kesal saja. ini sudah malam kau tahu" ucap Xue Mei lagi.
Putra mahkota Feng Xian hanya terkekeh pelanggan melihat permaisurinya kesal.
"sungguh menggemaskan sekali jika permaisuriku sedang marah"
cih.. Xue Mei hanya berdecak kesal.
"Aku hanya ingin berpamitan, aku akan kembali ke kerajaan Feng. Jangan merindukanku ya" putaran mahkota Feng Xian mendekati Xue Mei.
"Silakan pergi! siapa yang akan merindukanmu hah"
"Jangan seperti itu permaisuri aku nanti akan merindukanmu disana" putra mahkota Feng Xian semakin mendekati Xue Mei.
Xue Mei melangkah mundur sampai dia terjatuh di atas tempat tidurnya.
"Jangan mendekat!!!" teriak Xue Mei pelan agar tidak ada yang mendengarnya.
"Tunggulah aku akan kembali lagi dan melamarmu untuk menjadi permaisuriku" Putra mahkota Feng Xian berbisik ditelinga Xue Mei dengan membungkukan badannya.
Jika ada orang yang melihatnya mungkin orang itu akan salah paham dengan posisi mereka berdua.
"jangan merindukanku" kemudian putra mahkota Feng Xian melesat pergi dari hadapan Xue Mei.
"sialan siapa yang akan merindukanmu" Xue. Mei mengumpat sebak
Bersambung_____
Jangan lupa Like and Vote☘☘☘
Kaisar Qin Luo
Putaran mahkota Qin Li
Pangeran Qin Chen
Pangeran Qin Mu Bai