Pratama Attarilah Putra Wijaya (Tama), adalah seorang yang usil dan jahil. Sejak kecil dia sering menjahili anak dari sahabat ibunya, Kiara. Akankah kejahilan itu terus berlanjut dan menumbuhkan cinta?
Mikhaila Azzariyah Putri Wijaya(Mikha), dia lahir lebih lambat 2 menit dari saudara kembarnnya Tama. Mikha yang memiliki sifat lugu dan polos bertemu dengan seorang pemuda bernama Dion Sebastian yang memiliki sifat jutek dan temperamental. Dan suatu kesalah pahaman membuat mereka terpaksa harus menikah. Akankah keduanya saling jatuh cinta, ketika ternyata di hati Dion sudah ada wanita lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Semua orang menatap kedatangan Dion dan Mikha, termasuk kedua orang tua mereka. Bintang bangkit dari posisinya dan berjalan menghampiri anak dan menantunya.
"Sayang duduklah!" suruh Bintang kepada keduanya. Mikha dan Dion duduk di kursi yang berada tepat di hadapan Rangga dan Bintang.
"Dimana kalian akan tinggal setelah ini?" tanya Rangga tanpa menatap ke arah anak dan menantunya, dia fokus dengan makanan di depannya.
"Rencanaya aku akan membawa cew .. maksudku istriku untuk tinggal di apartemen milikku, Om."
Jawaban Dion langsung mendapat tatapan dari Rangga.
Gleg!
Dion menelan salivanya dengan susah payah, dia benar-benar merasa takut kalau jawabannya barusan menyinggung perasaan mertuanya. Apalagi mertuanya adalah Rangga Wijaya, seorang raja bisnis di kota tersebut.
"Aku tidak suka putriku tinggal di apartemen. Kalau kalian mau aku akan memberikan kalian rumah sebagai hadiah pernikahan."
"Maaf Pak Rangga, kalau soal rumah. Aku juga bisa membelikan mereka rumah. Jadi Pak Rangga dan keluarga tidak usah mengkhawatirkan soal itu," sela Adam.
"Maaf Om, sebelumnya! Tapi aku tidak mau menerima hadiah apapun dari Om Rangga ataupun Papa. Aku akan membeli rumah masa depan kami dengan hasil usahaku sendiri. Aku ingin menjadi suami yang bertanggung jawab untuk putri Om," tutur Dion panjang lebar.
"Ternyata Cowok nyebelin ini keren juga," Mikha memuji suaminya dalam hati.
Sebuah tepukan mendarat di bahu Dion, "Om bangga pada anak muda yang bersemangat sepertimu," ucap Rangga kemudian.
"Ingat, Sayang! Mulai sekarang kamu adalah seorang istri, berusahalah untuk selalu menyenangkan suamimu dalam hal apapun!" Bintang memberikan nasehat kepada putri kesayangannya. "Jadilah istri yang baik dan jangan pernah membantahnya!"
"Iya, Mommy," jawab Mikha. "Tapi, saat Mikha sudah tinggal bersama cow ... maksudku Mas Dion. Aku masih boleh sering berkunjung ke rumah Mommykan?"
"Tentu saja, Sayang," jawab Bintang.
Mereka pun memulai aktifitas sarapan pagi mereka.
Rangga segera meninggalkan tempat mereka sarapan, saat Nando memberikan kode kepadanya. Dia tahu pasti ada hal yang penting yang akan Nando sampaikan.
"Permisi semuanya!" pamit Rangga yang langsung melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.
*****
Rangga mengikuti Nando masuk ke salah satu ruangan yang ada di hotel tersebut.
"Bagaimana? Apa kamu sudah tahu siapa orang yang menjebak putriku semalam?" tanya Rangga setalah duduk di salah satu sofa yang ada di sana.
Nando memberiakan beberapa foto kepada Rangga. "Itu adalah foto dari orang-orang yang telah menjebak Mikha semalam. Saat ini mereka sudah berada di kantor polisi dan dari hasil pengembangan penyelidikan kalau mereka adalah orang-orang suruhan dari Harun. Pemilik salah satu PH terbesar di kota ini," jelas Nando panjang lebar.
Rangga melihat satu per satu foto yang di berikan oleh Nando.
"Kamu sudah membereskan semuanyakan?" tanya Rangga pada Nando.
"Sesuai perintahmu, besok akan ada artikel yang menuliskan kalau PH itu bangkrut," jawab Nando.
"Bagus!" puji Rangga.
"Ada apa lagi?" tanya Rangga saat melihat sahabatnya itu seperti masih ingin mengungkapkan sesuatu, namun dari raut wajahnya dia juga ragu untuk mengatakannya pada Rangga.
"Salah satu pelaku yang ikut terlibat dalam penjebakan putrimu adalah artis bernama Cantika. Dia..dia.."
Nando masih belum melanjutkan perkataannya.
"Katakan saja!"
"Dia pacar dari menantumu, Dion," terang Nando.
"Ouh..jadi menantuku itu sudah punya pacar rupanya."
"Apa yang akan kamu lakukan padanya?" tanya Nando.
"Kamu urus dia sama seperti kamu menghancurkan Harun. Aku tidak ingin siapapun yang berusaha mencelakai putriku itu lolos!" titah Rangga.
"Tunggu!" suara seseorang menginterupsi mereka.
biasanya tmn dket membanggongkan😭