NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Senapan

Cinta Di Ujung Senapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Beda Usia / Nikahmuda / Office Romance / Romansa / Cintapertama
Popularitas:212.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mitta pinnochio

Seorang abdi negara yang berusia matang, di pertemukan dengan gadis muda yang tingkahnya mirip petasan.

~

"Okee, kalau gitu kita fix tidak ada apa-apa yaa?"

"Iya, saya fix benar-benar pacar kamu!" jelasnya lagi sambil menirukan gaya bicara gadis di depannya.

"Apa?"

"Ihh, Bapak jangan ngawur yaa!"

"Saya tidak ngawur, sudah kamu sebaiknya cepat istirahat."

"Tidak mau! Saya mau Pak Braja tarik kata-kata barusan."

"Pantang bagi saya menarik ucapan yang sudah saya katakan."

"Uhhh! Ranti over kesal, ia mendelik sambil memukul-mukul dada bidang pria tersebut. "Kalau begitu rasakan bagaimana punya pacar yang rewel dan juga merepotkan, satu lagi jangan sampai siapapun tau perihal ini, kalau tidak saya sunatt ulang burung bapak," ancamnya dengan raut ketus yang sayangnya nampak berkebalikan dan begitu konyol.

Mendengus geli, Braja mengangguk mengiyakan ucapan gadisnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitta pinnochio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balada suara aneh

"Caa, bagus tidak?"

Bu indira saat ini tengah duduk di sofa single yang ada di kamar putrinya. Sambil memangku sebuah majalah mode, ia menunjukkan beberapa gambar stelan semi formal.

"Buat apa?"

"Buat Mas kamu,"

"Sama aku?"

"Ishh, ya bukanlahh! Ya sama calon Mbak ipar kamu lahh, caa."

Seketika, Caca menoleh cepat. "Mbak ipar?"

"Iya."

"Sejak kapan? Ehh, maksudnya, emang Mas ada pacar? Kok aku gak tau," gadis itu yang tadinya sibuk menatap laptop di hadapannya kini berbalik sepenuhnya memperhatikan sang ibu nan menantikan penjelasannya.

"Baru 2 hari kemaren, belum pacaran sihh, tapi Ibu liat Mas kamu cocok sama dia, udah keluar bareng juga malahan," tutur bu Indira tenang.

Caca bergeming, kerutan dalam nampak kentara di kening gadis itu.

"Emang, Mas udah bilang cocok atau apa gitu?"

"Ya belum sihh, tapi ibu yakin Mas kamu pasti cocok."

"Terus itu baju buat apa?" ujarnya di maksudkan untuk gambar baju yang di tunjukkan kepadanya.

"Ya buat Mas kamu tunangan lahh, Caa."

"Apa?" ia lantas terkesiap dengan raut tak santai, sementara Indira hanya meliriknya sejenak dengan raut tenang seolah tak beriak.

"Bu, yang bener aja?" decaknya merengut tak setuju.

"Udah, kamu jangan banyak protes! Sebulan lagi Mas kamu tunangan, kalau bisa sihh nikah sekalian," ungkapnya sambil menahan senyum.

"Bu ....!" rengeknya masih tak setuju, entah kenapa Caca merasa kalau kakaknya itu tidak akan sependapat dengan pemikiran Ibunya kali ini. Terlebih ia kenal betul bagaimana karakter Braja.

"Sudah kamu jangan rewel, Mas kamu kan bentar lagi mau nugas, jadi biar sekalian gitu Caa."

Berbalik sewot, Caca tak mengindahkan perkataan ibunya barusan. Biar kakaknya udah tua dan belum nikah, tapi gak segitunya juga sampe di jodoh-jodohin segalaa, di kira ini jaman Siti Nurbaya! Sorry yaa ...

~

Berjalan menghentak-hentak sambil menyincing sedikit rok nya keatas. Ranti berjalan penuh kesal dengan kaki pendeknya. Tangannya mencubit sisi rok, sedangkan satunya mengepal erat meskipun tak ada urat yang nampak menonjol. Malah terlihat gemoy layaknya jemari anak kecil.

Berdiri di depan ruangan Pak Braja ia lantas berjalan mengendap-endap, menempel di sisi dinding sambil kedua tangan di rentangkan layaknya mata-mata di komedi putar. Di pantaunya tidak ada seseorang yang lewat, suasana cenderung sepih. Ya sepatutnya begitu sihh, karena semua divisi tentunya sedang sibuk di ruangan masing-masing. Termasuk dirinya, tapi masa bodo ahh, selsaikan ini dulu masalah kerja bisa di kejar nanti, demi menstabilkan gejolak hati yang sedang membara wirrr ....

Ranti kemudian menguping di sisi pintu. Berdiri menyamping setengah menunduk dengan telinga yang di tempelkan di dinding.

"Kok sepih? Gak ada suara, mereka lagi ngapain?" cicitnya samar.

Tak menunggu waktu lama kemudian terdengar suara_

"Emmhh ...."

"Ehh!"

"Ssshhh ..."

"Lahh?"

"Sakit?"

"Huum."

"Uhh, itu mereka lagi ngapainn?" Ranti lantas semakin tak karuan. Ia membungkuk gelisah, jemarinya meremat rok menahan kesal sementara wajah nya sudah merah padam dengan setumpuk rasa penasaran.

Akhirnya tanpa pikir panjang nan grusa-grusu, Ia berancang-ancang memegang salah satu sepatunya dan melempar sepatunya asal ke dalam ruangan, hingga terkena salah satu barang dan menimbulkan suara gaduh.

Prangg!

Wanita yang tengah di obati kakinya itu kontan terjengkit kaget, ia lantas menatap Braja dengan wajah terkesiap menuntut jawab.

Berbeda dengan perempuan di depannya, Braja hanya berlaku tenang sama sekali tak terkejut. Ia malah mendengus geli melihat sebuah flat shoes hitam kecil, yang tiba-tiba menyambar salah satu vas di ruangannya.

...----------------🍁🍁🍁----------------...

1
😈ˢ⍣⃟ₛ 𝕯𝐄𝐌𝐈𝐓
Brajaaaaa memang paling bisa aja wkwkwwk
Lala Kusumah
itulah seninya berumah tangga, jadi jangan egois harus tahu sifat pasangan kita masing-masing, semangat Ranti 💪💪😍😍
Atik Dinul Qoyimah
semngat
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut, tambah seruuuu nih...
Sukemi Nak Murtukiyo
trima kasih Upnya kak,,,,,,,
Lala Kusumah
Alhamdulillah akhirnya update juga, semangat sehat ya 💪💪
Mitt²🍒⃞⃟🦅: /Heart//Pray/
total 1 replies
Sukemi Nak Murtukiyo
kak upnya kok lama bagett,,,,,,,,,ayooo usahain up nya jangan lama".
Mitt²🍒⃞⃟🦅: /Heart//Pray/
total 1 replies
Atik Dinul Qoyimah
ahirnya up jg kau thor... hampir lupa sama ceritanya..
Atik Dinul Qoyimah: semngat ya thor.... sayang bagus soalnya ceritanya...
total 2 replies
jumirah slavina
istri'y wwoooiii
jumirah slavina
hheeeiiii kamu liatttt punyaaa sapaaa
jumirah slavina
khodam rawarontek ya Mbok

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
Ranti : mau... mau...

hhuuuuaaaaaaa 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
ya ampunnnnnn dua orang tua ini ya..

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
astogehhhhh....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
klo smp SatriaBajaHitam datang sendiri...

wesss tabok ae Ran....
jumirah slavina
itu nama'y obsesi wwoooiii
jumirah slavina
hilihhh...

jan macam² kamu BajaHitam...
jumirah slavina
wahhh... waahhh...

s' BajaHitam ini ya...

klo smp rindu beneran ku tabok pake teflon keramat...
jumirah slavina
Ranti : mata'ku ternoda... mata'ku ternoda... hhuuuuaaaaaaa

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🏃🏃
jumirah slavina
hehh.... semprul....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!