Devina Stefani Germanotta, wanita yang tengah hamil tua berusia 25 tahun berjalan masuk ke dalam rumah setelah memeriksa kandungannya ke rumah sakit Sejahtera Harapan Bunda.
Wanita itu menyeret dirinya ke rumah sakit, karena suaminya tidak punya waktu untuk mengantar dirinya dengan alasan sibuk mengurus perusahan yang sedang berkembang pesat.
Devina berjalan menuju kamar, karena tubuhnya terasa pegal sekali. Dan ia ingin segera mandi, agar tubuh pegalnya bisa kembali segar.
Baru separuh pintu di buka, Devina malah mendengar suara des*h*n seorang wanita tepat di dalam kamarnya. Ketika ia menghidupkan lampu kamarnya, sontak saja matanya menangkap dua orang berlawanan jenis, sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa ia gunakan untuk berhubungan dengan suaminya.
Namun, kini suaminya menggunakan tempat tidur itu untuk bergumul dengan wanita yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Vindy Bernadette Claudia.
Tapi... untuk mengetahui lebih lanjut, ikutin terus dong alur cer
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22.
Sinopsis–22.
"Jadi... Gimana nih, mau aku antar ke mansion atau pulang ke rumah ku?" tanya Alexa pada akhirnya memilih menyerah pada temannya karna wanita itu di nasehati bukannya mendengar, malah akan semakin bertingkah dan keras kepala jika terus-terusan berdebat.
"Ke rumah kamu aja deh Xa, soalnya aku lagi malas berdebat? Orang-orang di mansion pasti pada bingung saat lihat aku nanti, dan ujung-ujungnya mau di jelaskan lagi dan lagi, cape banget?!" ucap Verlyn menjawab untuk memberitahu.
"Oke deh?" timpal Alexa sambil menelusuri jalanan menuju rumahnya.
"Hmmm... kata suster tadi, kamu habis operasi dan sempat koma beberapa bulan, itu apa benar Verl?!" tanya Alexa memastikan.
"Iya?" ucap Verlyn singkat sambil menyenderkan kepalanya.
"Habis operasi apaan emangnya?" tanya Alexa lagi sambil melirik sesekali.
"Kalau gak salah dengar? Suster itu tadi bilang, operasi Caesar?!" ucap Verlyn memberitahu sambil memejamkan matanya kembali.
"Hah! Operasi Caesar, emangnya kamu habis apaan?!" tanya Alexa kaget sambil tetap fokus menyetir.
"Lahiran? Wanita ini kecelakaan dalam keadaan mengandung, dan terpaksa harus di operasi karna tak sadarkan diri kehabisan darah?!" jelas Verlyn memberitahu sambil tetap memejamkan matanya.
"Oh...??" timpal Alexa sambil mengangguk-angguk tanda mengerti.
"Xa...?" panggil Verlyn pada temannya.
"Hmmm...?" dehem Alexa menjawab sambil membelokkan mobilnya masuk ke halaman rumahnya.
"Aku... kesal deh sama Devid, kok dia gak percaya kalau aku masih hidup? Waktu... aku telepon, dia malah menyebut aku penipu?!" tanya Verlyn mengerutkan kening sambil menatap temannya.
"Ya... jelas lah gak percaya, secara kamu kan emang udah meninggal? Waktu... kamu di kuburkan, aku juga sempat hadir di pemakaman kamu. Aku... sama halnya dengan David, sedih dan kehilangan tahu gak kamu? Tapi... untung lah aku ada sedikit kelebihan, jadi aku mudah ngenalin kamu? Meski sempat meragukan juga sih" tutur Alexa sembari tersenyum simpul melirik temannya.
"Kelebihan... kalau aku punya bias yang tidak banyak di ketahui oleh orang, gitu maksudnya?!" ketus Verlyn menimpali ucapan temannya.
"Yoi...!" ucap Alexa di iringi senyum mengembang menghiasai wajahnya.
"Aneh... aku kan udah kenal David sejak lama, tapi kok dia gak bisa ngenalin suara aku?" ucap Verlyn mengerutkan keningnya, di kala ia sedang bergelayut dengan pikirannya sendiri.
"Astaga... bias seperti itu gak boleh di ketahui banyak orang, bisa bahaya?!" ucap Alexa berusaha memberi penjelasan kepada temannya.
"Bahaya kenapa?" tanya Verlyn melirik temannya sambil menaikkan satu alisnya.
"Aku dan David berbeda? Pemahaman aku sama David itu juga berbeda? Jika David tahu bisa berakibat fatal, karna mungkin dia gak seperti aku yang bisa menahan diri? Kamu dan aku sama-sama perempuan, jadi mudah lah untuk langsung tahu? Meski bernafsu, aku gak mungkin langsung tertarik sama kamu?!" jelas Alexa panjang lebar.
"Detail amat nona jelasinnya, malu sendiri aku jadinya?" ucap Verlyn pada akhirnya tersipu di buat oleh temannya, wajahnya merah merona karna malu dengan dirinya sendiri.
"Lagian... kamu gak paham-paham juga sih, jadi ya udah aku jelasin aja biar kamu gak penasaran lagi?!" ucap Alexa sambil membuka pintu dan melangkah keluar dari mobil.
"Tapi... beneran kan, kamu gak tertarik sama aku?" ujar Verlyn menggoda.
"Gak tertarik sama sekali? lagian bias seperti itu di pelihara?" ucap Alexa menimpali.
"Sayangnya... gak lagi tuh, secara kan aku udah ganti wajah? Coba... lihat sendiri, aku bukan Verlyn yang dulu?!" ucap Verlyn tidak mau kalah.
"Ngeyel terus kalau di bilangin? Udah buruan turun, udah sampai nih atau emang mau nginap di mobil?!" ketus Alexa pada akhirnya, sambil meminta temannya untuk keluar dari mobil.
"Iya, cerewet banget sih?!" ucap Verlyn lalu melangkah keluar dari mobil.
"Ya udah... sekarang naik ke atas dan cari kamar mu sendiri, bersih-bersih? Setelah... itu turun, kita makan malam?!" ucap Alexa panjang lebar sambil menyerahkan salah satu kunci kamar pada temannya, setelah mereka masuk ke dalam rumah.
"Oke the Queen " timpal Verlyn mengatupkan kedua tangannya di depan dada, sambil menerima kunci itu lalu membuat gerakan kecil selayaknya memberi hormat pada ratunya.
"Hmmm... jangan, berlebihan?" tutur Alexa tertawa kecil melihat candaan temannya yang berlebihan.
"Udah... aakh, aku naik dulu ya bye?!" Kemudian Verlyn berlalu pergi sambil menaiki anak tangga satu persatu menuju kamar yang biasa ia tempati saat menginap di rumah temannya.
"Xa...?" teriak Verlyn memanggil temannya.
"Apa lagi?" timpal Alexa ikut berteriak.
"Aku lupa sesuatu?" lanjut Verlyn memberitahu.
"Apa tuh??" tanya Alexa sambil sahut-sahutan layaknya mereka berada di hutan.
"Aku... tadi lupa minta resep obat sama dokter, baru ingat aku kan habis operasi?!" teriak Verlyn menambahkan.
"Hmmm... kebiasaan, lupa-lupa terus?" timpal Alexa, lagi-lagi ikut berteriak.
"Hehehe... sorry deh, Xa?" ucap wanita itu melanjutkan langkahnya masuk kamar sambil cengengesan.
"Verl... Verl, ada-ada saja?" timpal Alexa juga melanjutkan langkahnya menuju dapur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Nah guys, untuk hari ini cukup sekian dulu cerita dari author. dan nantikan episode selanjutnya yang nantinya akan semakin seru dan menarik, oke👍👍
See you again thanks for watching 🙏🙏🙏