NovelToon NovelToon
Mentari di balik Awan

Mentari di balik Awan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

Hubungan yang terus di tentang keluarga, membuat pria tampan bernama RahardiAwan putra Biantara mau tak mau menyerah dan pasrah melepas cintanya pada seorang wanita yang ternyata seorang pekerja sex komersial.

Patah hati hebat itulah membuat ia mendadak menjadi seorang yang dingin dan tak acuh pada apapun termasuk wanita lain. Hingga akhirnya keluarga besar menjodohkan putra mahkota Biantara itu dengan seorang gadis kecil yang baru saja lulus SMA. Sifatnya yang ceria dan bar-bar di yakini keluarga akan bisa mengembalikan sosok Awan yang hangat seperti dulu.

Mampu kah Awan bertahan dengan pernikahan paksa nya itu?

Atau sang istri akan menyerah karna sering kali menajadi bayang-bayang sang Mantan suami?

Yuk kepoin ceritanya yang mungkin akan sedikit bikin darah tinggi 🤧🤧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bini orang

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Plaaaak..

"Tuh mulut, belom aja di cocol sama pup si Cimol" ucap Mentari sambil memukul bibir merah alami suaminya.

"Cukup kepala ku aja ya!" balas Awan yang langsung menarik tangan Mentari kearah sofa.

Gadis itupun menurut dengan berjalan satu langkah di belakang Awan sampai ke sofa panjang yang di peruntukan untuk tamu sang Direktur.

"Ada apa menyuruhku kemari?" tanya Mentari saat keduanya duduk berdampingan.

"Gak ada apa-apa, cuma lagi kangen"

"Kangen mantanmu itu?" tanyanya lagi dengan rasa sekuat hati menahan sesak.

"Iya, aku kangen Lisya. Aku harus apa?"

Awan mendekatkan tubuhnya, ia sandarkan kepalanya di bahu Mentari yang sebenarnya lemas seolah tak bertulang secara mendadak setelah mendengar pengakuan rindu Awan barusan.

"Lupakan dia, jangan siksa dirimu" ucap Mentari.

"Gak bisa, aku terlalu cinta" jawab Awan lirih.

"Tapi sekarang ada aku, istrimu" balas Mentari yang bingung harus bagaimana lagi menyadarkan Awan yang belum juga bisa move on dari sang mantan kekasih.

"Aku tahu, aku Terima kamu hadir dalam hidupku tapi tidak di hatiku, tak apa, kan?"

Mentari tersenyum, ia mengangguk pelan karna untuk berontak pun rasanya tak mungkin. Ia tahu sejak awal jika pria yang akan menikahinya itu memang masih mencintai wanita lain tapi Mentari tak pernah menyangka jika Awan akan terus menyebut nama masa lalunya sesering ini.

Dan entah sampai kapan ia mampu menyembunyikan sakit hatinya itu di balik senyum dan ke bar-barannya itu.

"Tak apa, aku akan tunggu kamu mau membuka dan mempersilahkan ku masuk tanpa syarat"

"Terimakasih ya, kamu istri terbaik"

Setelah puas memeluk Mentari untuk melampiaskan rasa rindunya pada Lisya, Awan kembali melanjutkan pekerjaannya tapi saat makan siang Mentari justru pamit ingin pulang.

Awalnya Awan menolak, tapi ia ingat saat Valen mengatakan jika ia ada rapat empat puluh menit lagi Awan pun melepas istrinya pergi.

"Kabari aku jika sampai rumah" pesan Awan saat di depan pintu ruang kerjanya.

"Hem, tumben!" ledek Mentari dengan seringai ejekannya.

"Ponsel ku sepi, semenjak tak ada Lisya tak ada juga mengirim pesan pribadi."

"Iya, aku akan memberi laporan padamu"

Mentari pergi sambil melambaikan tangan kearah Awan pertanda salam perpisahan, sampai di depan lift khusus ia pun langsung dan berjongkok karna sudah lemas sedari tadi. Sampai ada seseorang yang masuk pun ia tak sadar sama sekali.

"Udah nangisnya?" suara laki-laki sontak membuat Mentari mendongak.

"Kak, Sam!"

"Kenapa? nangisin si Awan kurang kerjaan banget sih" cetus Sepupu suami Mentari tersebut.

"Aku gak apa-apa, Kak Sam jangan bilang padanya kalau aku nangis di lift" Ponta Mentari.

"Enggak, Paling aku ngadu sama Gajah" sahut Sam dengan nada kesal.

Mentari yang tak paham hanya bisa mengernyitkan dahinya. Pria tampan hampir sempurna itu malah tertawa kecil melihat raut wajah Mentari yang menurutnya sangat menggemaskan.

"Kakak mau kemana?" tanya Mentari.

"Mau pulang, mau ikut?? " tawar Sam.

"Kerumah utama?"

"Iyalah, kemana lagi, tinggalnya aja disitu saking gak bisa jauh sama Gajah" kekeh Samudera.

"Gajah apa sih?"

"Gajah besaaaaaaaaaaal" jawab Sam sambil tertawa, ia keluar lebih dulu saat pintu lift terbuka di bagian lobby yang langsung ke parkiran VVIP.

"Aku boleh liat Gajahnya?" pinta Mentari.

"Tentu, mau kesana?" tawar Sam yang di jawab anggukan kepala oleh Mentari.

.

.

.

Ckckck... sesekali ah bawa kabur bini orang!!!

1
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Dulu pas Hujan hamil Tutut Markentut si Appa yg ngidam, sekarang Mentari hamil si Mafia Soleh yg ngidam. Emang para bapaknya enaknya aja
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
maju salah, mundur salah mendingan diem di tempat aja ya Awan 🤣
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Ya ampun dah tua juga itu lidah masih belibet aja sih PapAy 🤣
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
dasar aki² gak mau kalah sama cucunya 🤣
Rista Awwalina
🥰🥰🥰
Salsabila Putri Zikrinna
🥰🥰🥰🥰🥰
Sendi Kinderen
boleh tuuh angon dulu dah si awan
Sendi Kinderen
pas dan cocok
Sendi Kinderen
calonnya tuh🤭
Sendi Kinderen
tak lekang oleh waktu karya mu mak othor lope lope sekebon 😍😍😍😍😍
antha mom
mentari, Awan, langit, nanti kalau ada anak nya boleh usul ya thor namanya bintang bulan
antha mom
namanya itu lho,,ada Awan, cahaya,langit 😄
Nia nurhayati
mmpir lagi thorrr
Vierza Azzahra
wkwkwk kacau cerita nya gak ada yg kelar
Ray
percuma Awan, Mentari gak akan dengar
Supriyatun
lupa thor aye hehehe
Supriyatun
thor ganteng semuanya thor.aku sampai membayangkan suamiku seperti gambar2 itu thor hehehehe.ganteng 2 bangte kwkwkwkwk🤭😂😜🤣
Iring Sinaga
Luar biasa
Triana Oktafiani
Kereeen 👍
Jumi Eko
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!