Karena permasalahan keluarga membuat dia bersama kakak dan kedua adiknya harus tinggal di panti asuhan.
Suatu hari ada dua orang menantu dan mertua yang merupakan seorang donatur tetap panti asuhan. Mereka adalah keluarga konglomerat yang cukup terkenal. Dan ternyata mereka mengangkat aku, kakakku dan kedua adikku menjadi anak angkatnya.
Dari sana lah aku menemukan bidadari yang mencuri hatiku. Dia adalah anak bungsu perempuan satu-satunya orang tua angkatnya. Awalnya dia menganggap hanya rasa suka karena dia adik angkatnya. Tapi bertambah usia perasaan itu tak pernah hilang tapi dia makin mencintainya.
Apakah dia akan bersama dengan pujaan hatinya atau dia harus mengubur rasa cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renav Renren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. lagi-lagi
Seperti biasa Zafira akan mengambilkan makan suaminya terlebih dahulu.
" Yang jangan banyak-banyak sedikit aja." Ucap Bagas saat Zafira saat mengambilkan makan.
" Nanti mas bagas nggak kenyang loh."
" Aku masih kenyang sayang." Ucap Bagas bohong padahal dia tidak berselera makan karena masih memikirkan omongan Marcel.
" Mas Bagas tadi sudah makan emangnya." Tanya Zafira.
" Tadi makan siangnya telat jadi masih agak kenyang." Jawab Bagas lagi-lagi bohong.
Bagas pun memakan malamnya walaupun dia harus menelan susah payah.
Selesai makan malam Bagas pun kembali ke kamarnya. Bagas mengambil laptopnya dan berjalan menuju ke balkon kamar. Dia akan mengerjakan sisa pekerjaannya sambil menikmati malam siapa tahu hatinya sedikit membaik. Karena jujur Bagas sedang tidak baik-baik saja banyak yang dia pikirkan.
Zafira masuk ke dalam kamar tapi tak menemukan keberadaan suaminya. Tapi Zafira melihat pintu balkon kamar terbuka. Zafira yakin suaminya berada di sana. Zafira pun segera berjalan menuju balkon kamar dan benar saja suaminya berada di sana.
Zafira pun langsung duduk di samping mas Bagas.
" Kok duduk di sini mas kan dingin." Tanya Zafira.
" Astaghfirullahaladzim, yang kamu ngagetin aja." Ucap Bagas yang kaget tiba-tiba istrinya sudah berada di sampingnya.
Zafira mengeryitkan keningnya heran Bagas tak menyadari keberadaannya.
" Mas Bagas kenapa? Mas Bagas lagi melamun jadi nggak tahu Fira duduk di samping mas Bagas." Tanya Fira sambil cemberut.
Bagas yang melihat istrinya cemberut pun segera meminta maaf.
" Yang maaf kalau mas nggak tahu ada kamu soalnya mas sedang fokus menyelesaikan pekerjaan mas." Alibi Bagas supaya Zafira percaya.
" Mas mau Fira buatkan kopi nggak." Tanya Zafira.
" Boleh sayang kalau tidak merepotkan kamu." Ucap Bagas.
" Tentu nggak dong tunggu dulu ya." Ucap Zafira yang langsung bangun dari duduknya dan keluar kamar menuju dapur.
Tak lama Zafira pun kembali dengan secangkir kopi dan sepiring cake marmer.
" Nih mas aku bawain cake marmer juga takut mas iseng pengen ngemil." ucap Zafira sambil menaruh nampan di meja.
" Terima kasih sayang. Kalau kamu mau tidur, tidur aja duluan soalnya mas masih banyak yang di kerjain." Ucap Bagas.
" Ya udah Fira duluan ya mas soalnya sudah ngantuk, nggak apa-apa kan mas." ucap Zafira yang nggak enak.
Bagas mengangguk.
Zafira pun pergi meninggalkan Bagas dan masuk ke dalam kamar untuk tidur.
****
Sudah dua Minggu bagas masih saja termakan omongan Marcel. apalagi sudah tiga bertemu dengan Marcel dan tiga kali juga Bagas habis-habisan di hina oleh Marcel.
Dan Hari ini Bagas bersama leo datang mewakili perusahaan ke peresmian kantor baru PT. sinar anugerah.
Di sana lagi-lagi Bagas di permalukan oleh Marcel.
" Eh tahu nggak ada loh cowok masa dia pura-pura miskin dan pura-pura merana buat di kasihani . Akhirnya diangkat jadi anak angkat deh sama seseorang konglomerat. Padahal orang tuanya punya perusahaan yang walaupun hanya perusahaan receh sih."
" Setelah diangkat anak cowok itu pun di sekolahkan tinggi terus di kasih kerjaan di kantor orang tua angkatnya. Dan sekarang dia menikahi anak konglomerat itu. Gue yakin sih kalau itu orang cuma mau manfaatin buat ngangkat perusahaan bapaknya kalau nggak mau numpang hidup." sindir Marcel yang sengaja berbicara nada tinggi supaya Bagas dan Leo bisa dengar.
" Masa sih siapa? Gue kenal nggak ?." Tanya seseorang yang bernama Alvin dari PT. gemilang yang mulai ikut kepo.
" Pasti kenal orangnya juga ada di sini kok." ucap Marcel.
" Yang mana." tanya yang lain yang juga mulai kepo.
" Itu cowok yang duduk di sana." Tunjuk Marcel ke meja yang di duduki oleh Bagas dan Leo.
" Itu kan menantu keluarga al-Fatir." Ucap salah satu dari mereka.
" Iya dia orangnya, Dan kalian tahu project al-Fatir corp yang ingin membangun sekolah gratis di kota Y." tanya Marcel.
" Iya tahu."
" Kalian tahu kalau selama ini perusahaan al-Fatir selalu bekerjasama dengan PT. Armando sebagai kontraktor nya. Dan asal kalian tahu untuk projects tersebut di pegang sama perusahaan bapaknya tuh cowok. Kasihan ya PT. Armando lama bisa tersisih tuh." Ucap Marcel lagi yang mencoba yang lainnya untuk membenci Bagas
" Bukannya PT. Armando sedang mengerjakan Mega proyek milik al-Fatir corp di kota Z."
" Itu cuma alasan aja, kita tahu PT. Armando itu perusahaan besar mana mungkin nggak sanggup mengerjakan yang lainnya juga.' ucap Marcel lagi.
" Iya ya." orang yang di sana mulai kemakan omongan Marcel.
" Rasain Lo gue bikin semua orang membenci Lo dan nanti tinggal gue bikin Lo bercerai dengan Fira secepatnya. Supaya gue bisa masuk ke keluarga al-Fatir lebih cepat dan lebih cepat juga perusahaan keluarga gue bisa bangkit lagi." Gumam Marcel dalam hati.
Bagas mulai tidak nyaman apalagi saat Bagas tak sengaja melihat ke meja dimana Marcel berada. Semua orang yang ada di sana menatap Bagas dengan tatapan tidak suka.
Bagas benar-benar tidak nyaman dengan tatapan mereka, Demi Allah dirinya memang mencintai Zafira sama sekali tidak ada dalam pikiran dia untuk memanfaatkan keluarga angkatnya terutama sang istri. Mereka semua sudah sangat baik dengan keluarga Bagas dan tak mungkin juga dia berani mengkhianati kepercayaan mereka kepada dirinya.
Dia juga tidak pernah meminta untuk proyek kota Y untuk di pegang oleh perusahaan ayahnya. Tapi mertuanya sendiri yang meminta perusahaan ayahnya untuk menangani proyek tersebut.
Awalnya ayah menolak karena dia sangat sadar kalau perusahaan hanya perusahaan kecil. Tapi lagi-lagi mertuanya meyakinkan besannya pasti bisa menyelesaikan proyek tersebut.
Akhirnya ayah pun menerima proyek kota Y tersebut.
Leo yang melihat atasannya yang gusar dan tidak nyaman pun berinisiatif untuk mengajaknya undur diri.
Leo tahu bagaimana perasaan Bagas, dirinya saja sangat panas mendengarnya apalagi Bagas. Leo yang merupakan adik kelas Bagas waktu di pesantren pun sangat tahu bagas seperti apa.
" Pak Bagas lebih baik kita pamit saja." ucap Leo.
" Tapi Le ngga enak acaranya belum selesai." Ucap Bagas.
" Nggak apa-apa toh tinggal acara makan-makan doang. Dari pada di sini bikin dosa aja." ucap Leo.
Akhirnya Bagas pun setuju dengan usulan Leo, Mereka berdua pun beranjak dari duduknya. Dan pergi menemui yang punya acara untuk berpamitan.
Beruntung yang punya acara cukup memaklumi kalau mereka berdua tidak bisa mengikuti sampai acara selesai.
Bagas dan Leo pun meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kantor. Tapi sebelumnya mereka makan siang terlebih dahulu sebelum kembali ke kantor.
Sepanjang perjalanan Bagas hanya diam saja, Masih sama seperti kemarin masih memikirkan omongan Marcel.
Leo yang melihat Bagas hanya diam saja dan hanya bengong melihat keluar jendela. Leo yang bisa menebak kalau Bagas pasti kepikiran omongan Marcel.
Leo yang kasihan dengan Bagas pun berencana akan bicara dengan Rayyan.
extra part dong kak..🙏🙏
please ada ekstra part donk kak
selalu ditunggu" nih
mksh buat critanya ya thor....
di tunggu trus karya Thor🥰🤭
ayo semangat thor utk lanjut lagi.... semoga sehat selalu.....