Arabella Pramudita harus terjebak dengan seorang Duda Ganteng yang selama ini mengikuti dan mencintai nya.
"Menikahlah dengan ku sayank, aku akan memberikan apapun yang kamu mau."
"Cihh....aku tidak sudi menikah dengan laki laki seperti kamu."
"Bagaimana kalau kamu hamil??"
Moreno Suryapradika sengaja menjebak seorang gadis kecil yang sudah mencuri hatinya, hanya dengan cara inilah Reno bisa menikahi gadis yang belakangan ini mengobrak abrik jiwa raganya.
Bagaimana Reno sang Duteng menaklukan hati Abel, gadis remaja yang masih sekolah itu??
Ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Atas Atau Bawah??
"Astagfirullah....."
Cukup keras Abel mengucapkan kalimat itu, sungguh.... walaupun ia bukan anak baik baik, tetapi tidak mungkin juga ia mengambil kunci pintu yang berada di sekitar daerah terlarang.
'Tidak!! itu tidak mungkin.'
Reno yang melihat Abel, hanya tersenyum sembari masih memainkan matanya. Bisa dipastikan, Reno pagi ini sukses membuat Abel jengkel tetapi ia juga senang.
"Pak .. Eh Mas Re jangan bercanda deh. Buka donk!! guru nya killer lagi."
Reno mendekati Abel, dekat dan sangat dekat. "Mas suka dengan panggilan mesra kamu, Mas Re....cukup romantis...."
'Astaga....dia malahan bahas panggilan.'
"Ambil sayank, ambil kunci nya, mau keluar kan??, mau ambil atau ini.", Reno menunjuk ke arah bibir nya dan Abel tau maksud nya.
"No ... aku gak mau Mas.",
"Astaga....apa salah dan dosaku."
Tak mau kalah, Abel juga menutup mulutnya, ia takut dengan pria yang sudah tersenyum licik di depan nya. Lengah sedikit, habis sudah aset yang belum pernah sama sekali di gunakan melayang layang itu.
"Jadi gimana donk. Mau yang bawah apa yang atas??", goda Reno lagi, dengan tangan nya kembali menunjuk ke arah cel@na dan bibir.
Abel diam, ia mencoba memikirkan sesuatu, ia juga tidak boleh terlihat lemah ataupun menderita, karena Reno pastinya akan semakin senang mengerjai nya. Sungguh pilihan yang sulit. Semuanya tidak menguntungkan untuk Abel.
'Tenang Bel, lo harus tetap waras, biar saja Reno yang gila. Tenang ... tenang, pikirkan dengan baik baik.'
Sedangkan Reno juga memikirkan hal yang sama, kedua pilihan nya itu sama sama sulit untuk Reno tahan, misal Abel dengan lihai nya memainkan semua nya, Apalagi yang ada di bawah.
Bisanya anak anak abege suka nya main coba coba, coba dulu, enak dilanjutkan kalau tidak enak yang di tinggalkan.
'Waduh... gimana kalau Abel sengaja mau ngambil nih kunci. Bisa gak tahan aku nantinya.'
Nah lo. Reno malahan menjadi was was, padahal ia yang bersemangat sedari tadi, ingin mengerjai Abel malahan dia yang kena jebakan sendiri.
Abel masih dengan pikiran nya sendiri, tetapi ia tidak mungkin lama lama berada di ruangan si duda gila, bisa bisa tidak dibolehkan masuk beneran oleh guru sekaligus musuh bebuyutan nya itu. Dan juga pastinya tidak akan bisa keluar.
'Bismilahh, semoga pilihan ku tepat. Dan ... aku kerjain aja sekalian, bagaimana jika si itu nya itu. Ah kayaknya seru.'
Abel yang mendadak mendapatkan ide langsung mendekati Reno, dan membuat Reno melongo.
"Jadi pilih yang mana yank??"
Tetapi sayank, Abel tidak menjawab pertanyaan dari Reno dan asik dengan pikirannya yang sudah melayang layang entah kemana.
"Kunci nya Mas Re?", pinta Abel sekali lagi dengan baik baik, siapa tau Reno berubah pikiran.
"Ambil di atas atau di bawah."
"Oke, jangan nyesel.", tegas Abel.
Abel yang sudah berada di depan Reno, langsung mengulurkan tangan nya, ia sempat memejamkan mata sejenak.
Tetapi... Grepp
Reno lebih dulu memeluk tubuh Abel, ia berpikir kalau gadisnya akan mencium bibir nya dan tidak ada niatan untuk mengambil kunci yang ada di bawah, tetapi dugaan Reno salah karena..
Tangan Abel sudah masuk ke dalam saku cel@na Reno , perlahan dan sangat perlahan, Abel di dalam hati berdoa agar tidak bertemu ataupun menyenggol sesuatu yang bisa membuat nya tidak akan keluar dari ruangan ini.
'Ya Tuhan, tolong hamba Mu, jangan biarkan tangan ku menabrak si itu.'
Sedangkan Reno melotot kan matanya, karena apa yang dipikirkan itu tidak sama dengan kenyataan nya, ternyata gadis nya itu sungguh berani dan sangat berani malahan.
'Bel, apa yang kamu lakukan sayank, kamu bisa membangunkan ikan ku?? astaga Abel.'
Reno sudah tahan nafas, ia berusaha untuk tidak menikmati sentuhan Abel yang mungkin akan sangat berbahaya untuk nya, karena sekali ikan nya bangun, Reno tidak akan melepaskan mangsanya.
'Bel...jangan masuk ke dalam Bel, Aku tidak mau merusak kamu sayank.'
Sama halnya dengan Abel, ia sedari tadi komat kamit melafalkan mantra mantra yang entah itu manjur atau tidak yang ia tau saat ini, tangan nya harus berjalan lurus dan tidak boleh berbelok walaupun itu sedikit saja, apalagi sampai oleng.
Reno sudah memejamkan mata, benar benar sentuhan Abel membuat nya di mabuk Asmara, hampir saja ia menyerah dan membawa gadis cantik nya itu untuk melayang layang di udara, tetapi....masih ia tahan. Reno masih waras.
Sittt....
Abel yang melamun entah memikirkan apa, tiba tiba tanpa sengaja malahan tangannya menyenggol sesuatu yang sudah keras, dan....
'Apa ini??'
"Sayank stop!!"
Abel yang kaget lalu menarik tangan nya, ia yang malu bercampur entah langsung membuang mukanya.
Hingga ...Reno mengambil remote dan..
Klik....klik....
'Kenapa aku gak kepikiran dengan remote yang ada di atas meja.'
"Kamu harus tanggung jawab sayank, tetapi tidak sekarang. Love u Abel,. Aku sungguh mencintaimu."
Cup
Reno yang sudah panas dingin hanya bisa mencium kening Abel, dan membiarkan gadis itu keluar dari ruangan nya, sadar akan bahaya jika masih berdua dengan Abel. Karena Abel sudah berhasil membangun kan ikan nya.
Hanya di novel2 yg kayak gini, Padahal dulu dia yg sok jual Mahal, sekarang malah sok TERSAKITI,Seolah dia yg paling Benar,Lagian Reno ngapain di ladeni Lelaki kayak Naga dan Rangga sih, Para Cowok yang gak benar..