Aisyah adalah mahasiswi Kedokteran semester 7 di salah satu Universitas ternama di Jakarta, ia di jodohkan oleh orang tuanya dengan anak teman papanya. Ferro adalah lelaki yang tampan, dermawan, dan juga sangat baik, tetapi dibalik sifatnya yang seperti itu ia sangat dingin dan cuek terhadap semua wanita, ia bekerja sebagai seorang CEO diperusahaan milik orang tuanya. Awal mula mereka bertemu adalah saat acara reuni Papanya, masing-masing pemilik perusahaan membawa anak mereka, dan kebetulan Ayah Aisyah adalah sahabat Papanya Ferro.
Bagaimana cerita selanjutnya setelah pertemuan itu?
Yuk simak cerita selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqy Pramudhya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Perpisahan
Karna haid Aisyah telah usai dia pun sholat shubuh bejamaah dengan suaminya. Setelah sholat shubuh Aisyah dan Ferro bersiap untuk mengantar orang tua Ferro ke bandara karna mama dan papanya akan berangkat menuju Prancis untuk menengok kakek dan nenek Ferro
Mereka turun dari kamarnya menuju ruang keluarga dan sudah ada mama dan papanya dengan koper yang sudah siap di bawa
"Mama sama papa hati-hati ya di sana, Aisyah titip salam buat kakek sama nenek juga ya ma pa" ucap Aisyah
"Iya nanti mama sampaikan, kamu di sini juga jaga diri ya sayang" ucap mama mertuanya itu
"Nanti kalau kamu wisuda papa dan mama akan usahakan pulang ke Indonesia sekalian kalau kakek sama nenek juga mau ikut" ucap papa Firman
"Iya pa" jawab Aisyah
"Ayo kita berangkat nanti ketinggalan pesawat" ucap Ferro lalu mengangkat koper orabg tuanya ke mobil
"Nyonya jaga kesehatan di sana" ucap Bi Jun lalu memeluk majikannya itu sambil menangis
"Nyonya sekalian saya mau mengucapkan terimakasih karna nyonya dan tuan sudah menerima saya di keluarga ini, tapi saya hanya bisa bekerja sampai hari ini saja nyonya soalnya orang tua saya di kampung sedang sakit jadi saya harus merawatnya nyonya" ucap Bi Jum sambil meneteskan air matanya
"Kami yang seharusnya berterimakasih sama bibi, bibi sudah menjadi bagian keluarga kami, kami sudah mengaggap bibi seperti keluarga kami sendiri" lalu memeluk Bi Jum
"Bi Jum ini ada sedikit rezeki untuk bibi" ucap Aisyah lalu memberikan amplop ke Bi Jum
"Terimakasih non" lalu memeluk Aisyah
'Memang gak salah mama dan papa menjodohkanku sama dia, dia baik, cantik, tapi masih belum bisa dimiliki seutuhnya' batin Ferro
"Yo bi sekalian aja bareng kita" ucap Ferro
"Iya den, bibi ambil tas bibi dulu ya den" ujar Bi Jum lalu mengambil tasnya dan di masukkan ke bagasi mobil
Mereka mangantar Bi Jum terlebih dahulu ke stasiun kereta setelah itu merek menuju bandara
Setelah sampai di bandara Aisyah memeluk dan menangis di pelukkan mertunya
"Mama hati-hati ya di sana, jaga kesehatan jangan makan yang terlalu berlemak karna kolesterol mama cukup tinggi" ucap Aisyah melepaskan pelukkannya
"Iya sayang pasti mama jaga kesehatan kok" ucap mama Ratih
Mereka menyalami orang yang paling di sayangi Ferro dan Aisyah itu, lalu mereka masuk karna sebentar lagi waktu keberangkatan pesawat
"Mas tinggal kita berdua aja di rumah" ucap Aisyah melirik Ferro
"Baguslah" ucap Ferro dengan tatapan licik
"Kok bagus sih mas, rumah jadi sepi nanti aku sendirian" ucap Aisyah sedih
"Udah gak perlu sedih nanti mas usahain pulang kerjanya cepet" ucap Ferro menenagkan istrinya
"Ayo pulang" ajak Ferro
Di dalam mobil mereka hanya diam hingga sampai ke rumah
"Assalamualaikum" ucap Aisyah karna tidak ada orang di rumah tidak ada yang menjawab salamnya
"Ayo ke kamar" ucap Ferro
Mereka berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamar. Ferro mengunci pintu kamarnya
"Mas kok dikunci sih pintunya" ucap Aisyah heran
Aisyah sedang melepaskan hijabnya dan tampaklah leher jenjang yang putih bersih itu
Ferr langsung mendekat dan menyandarkan pipinya pada bahu Aisyah, dengan begitu Aisyah bisa merasakan hembusan nafas suaminya itu
Ferro mulai mengecup leher Aisyah karna merasa geli Aisyah mencoba menghindari ciuman demi ciuman dari Ferro
"Mas udah ah aku geli tau" mengalihkan kepala Ferro
"Ayo kita buat cucu untuk mama, papa, ayah dan ibu kamu" bisik Ferro
Aisyah mendengar hal itu langsung terkejut dan membalikkan badannya
"Haid kamu udah selesai kan sayang" ucap Ferro
Tanpa bisa di bohongi Aisyah menganggukkan kepalanya
Ferro terlihat sangat senang melihatnya, Ferro langsung menggendong istrinya menuju kasur. Aisyah tidak menolak ajakan suaminya itu karna itu adalah bagian dari hak suaminya
Sampai di atas kasur Ferro langsung ******* bibir tipis istrinya itu dengan lahap, Aisyah hanya diam tanpa membalas cumbuan dari suaminya itu tapi lama kemalamaan Aisyah terhanyut dalam permainan Ferro dan akhirnya dia membalas cumbuan Ferro
Ferro yang merasa ada balasan tambah bergairah, tanggannya membuka resleting gamis Aisyah lalu menurunkannya
"Sayang apa boleh mas melakukannya sekarang" tanya Ferro takut Aisyah tidak siap dengan tingkahnya itu tapi Aisyah malah menganggukkan kepalanya tanda setuju
Tanpa basa basi lagi Ferro langsung menjamah tubuh istrinya dengan penuh gairah dan Aisyah menikmati permainan suaminya itu
Mereka melakukannya lebih dari 1 jam dan akhirnya Ferro tumbang di samping Aisyah yang sudah terlihat sangat lelah melayani nafsu suaminya itu
Ferro menyelimuti tubub Aisyah lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Setelah selesai mandi dia memakai baju dan melihat istrinya sudah duduk di tepi ranjang dengan suara rintihan sakit. Ferro langsung mendekati istrinya itu
"Kenapa apa masih sakit" tanya Ferro khawatir
"Iya mas masih agak perih, mas sih mainnya gak santai" ucap Aisyah lalu Ferro terkekeh mendengar ucapan istrinya itu
Aisyah berjalan ke kamar mandi dengan menahan perih pada area sensitifnya
Setelah itu Aisyah langsung menggunakan pakaiannya dan kali ini tanpa berhijab karna di rumah hanya ada dirinya dan suaminya
Aisyah langsung duduk di samping suaminya yang sedang menatap laptopnya karna Ferro tidak pergi ke kantor hari ini
"Mas lagi ngapain" tanya Aisyah lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Ferro
"Mas lagi balas email yang di kirim sama David" tanpa memalingkan wajahnya
"Mas aku ke dapur dulu ya mau masak" ucap Aisyah lalu pergi ke dapur dan memulai memasaknya
.
.
.
**Bersambung
.
.
.
Akhirnya yang ditunggu Ferro datang juga dia dapat memiliki Aisyah seutuhnya.
Author mohon maaf kalau ada salah dalam penulisan di novel ini karna ini novel pertama bagi author. Author mohon dukungan readers sekalian 🙏**
mohon diperhatikan .. biar jln ceritanya lebih mengalir gak berasa loncat2
hehee...mf y Thor..✌️