Nadine Hanifah atmaja gadis cantik,populer dan pintar dan terlahir dari keluarga kaya raya ,tapi takdir tak seindah yang di impikan Nadine semuanya hancur ketika seorang pria mengambil paksa kesuciannya hingga membuatnya hamil,
kesedihan Nadine bertambah ketika ray Aditama kekasih bersedia menerima keadaan Nadine dan rela bertanggung jawab
tapi semua itu kandas ketika dengan terpaksa Nadine harus menikah dengan Al yang tidak lain om dari ray
akankah pernikahan Nadine dan Al yang awalnya hanya sebuah keterpaksaan akan berakhir dengan kebahagiaan
apakah akan tumbuh rasa cinta diantara mereka?
atau Nadine akan kembali kepada cinta pertamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mis r, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ketakutan
Ray pun meraih tangan Nadine dan segera berpamitan dengan Tante Dina mereka berdua pun segera menuju mobil Ray mereka pun sudah didalam mobil sepanjang perjalan keheningan yang terjadi Ray pun bingung dengan sikap Nadine yang berubah setelah kejadian di butik
" sayang" Ray memecah keheningan dengan bertanya
" iya yank" sahut Nadine
" kamu kenapa? apa gak enak badan?" tanya Ray kembali
Nadine segera menggelengkan kepala Ray merasa lega dengan jawaban Nadine pun kembali fokus menyetir mobilnya Nadine masih sibuk dengan pikirannya sendiri"kenapa dia mengajak ka Zaky pergi? apa yang dia akan katakan,jangan sampai dia berkata tentang anak ini,,,"batin Nadine
entah apa yang nadine rasakan disisi lain dia adalah ayah dari anaknya tapi disisi lain dia tidak mau mengorbankan Ray kembali setelah semua pengorbanan Ray untuknya
mobil pun sudah masuk gerbang mewah mansion Nadine dan sampai di depan halaman Ray pun membuyarkan lamunan Nadine" sayang kita udah sampai" seketika Nadine kaget' iya yank" jawab Nadine dengan tersenyum
Ray pun segera turun dan memutar membuka pintu dan membantu Nadine keluar mereka pun berjalan masuk dan disambut oleh para pelayan" selamat siang non,,,selamat siang den" sambut para pelayan sambil membungkuk dibalas senyuman oleh keduanya
" sayang aku langsung pulang iya" ucap Ray
" kamu gak nemenin aku dulu" sahut Nadine dengan muka cemberut
" aku harus siapin buat pernikahan kita yank" jawab Ray dengan lembut
Nadine yang mendengarnya seketika meneteskan air mata,,,segera berlalu meninggalkan Ray menuju kamar tanpa berpamitan ..Ray yang melihatnya pun merasa tidak tega dan segera menyusul Nadine
" orang hamil apa memang begitu"gumam Ray sambil terus melangkah menyusul Nadine
Nadine segera masuk dan menuju ranjang dia segera merebahkan dirinya di ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut menangis dengan terisak ,,,,hiks...hiks...Ray gak sayang aku lagi" ucap lirih Nadine di sela tangisannya
Ray yang sudah di depan pintu kamar Nadine segera mengetuk pintu kamar ...tok...tok.."sayang aku masuk iya" ucap Ray tanpa menunggu jawaban Ray masuk melihat sekeliling dan mata ray tertuju ke atas ranjang yang melihat Nadine menangis sambil menutup semua tubuhnya dengan selimut
Ray pun melangkah menghampiri ranjang dan duduk dipinggir ranjang seraya mencoba menarik selimut yang menutupi tubuh tunangannya" sayang kamu kenapa nangis?" tanya Ray yang merasa aneh dengan sikap Nadine
Nadine yang masih membelakangi Ray tidak bergeming sekalipun dia masih terus terisak..sedang disisi lain Ray yang bener- benar mulai mencari ide agar Nadine mau bicara
" ya udah kalau gitu aku pulang" ucap Ray seraya mulai beranjak
Nadine pun yang mendengar ucapan Ray" udah kamu pulang,,jangan pernah temui aku lagi..aku juga GK mau nikah sama kamu,,,hiks hiks" sahut Nadine seketika menangis sejadi-jadinya
deg...ray mendengar itu mengehentikan langkahnya dan kembali duduk di samping Nadine,Ray yang tersulut amarah mencoba sabar menghadapi Nadine karena dia tau sekarang Nadine sedang hamil" sayang kenapa kamu ngomong gitu?" ucap lirih Ray
Nadine yang mendengar suara Ray segera bangkit dan memeluk Ray seketika Ray terpaku atas ulah agresif Nadine"kok kamu jadi manja gini" goda Ray sambil terkekeh,Nadine yang sadar pun segera melepas pelukannya segera menjauh dari Ray
Ray segera meraih tubuh kekasihnya itu pun segera memeluknya kembali" udah jangan marah,nanti aku pulang beneran" goda Ray kembali dan kini Nadine mulai tenang
" kenapa aku jadi manja begini? kenapa aku jadi takut jauh dari Ray,batin Nadine yang bener- bener mengutuk kebodohannya sendiri
Ray pun segera melepas pelukannya dan meraih wajah Nadine dan mengusap pipinya dengan ibu jari,Nadine pun tersenyum" yank aku lapar" ucap Nadine
" kamu mau makan apa?" tanya Ray
"aku mau makan disuapin kamu" sahut Nadine dengan nada manja
'" ya udah kamu cuci muka dulu,biar aku suruh bibi siapin makannya"jawab Ray seraya melangkah meninggalkan Nadine
Ray pun telah kembali membawa makanan di atas nampan segera dia menghampiri Nadine yang berada di balkon" sayang kenapa disini" tanya Ray
" aku sedang melihat pemandangan" jawab Nadine
" ya udah ayok makan dulu..aku suapi" sahut Ray dengan senyuman
Nadine pun memulai menerima makanan yang disuapi Ray disela makan Ray mengelus perut Nadine" sayang jangan bikin mami repot iya''
seketika Nadine pun meneteskan air mata Ray pun mengentikan elusnya " kamu kenapa yank"tanya Ray yang bingung dengan perubahan sikap Nadine
"Ray apa kamu gak jijik sama aku?apa kmu bisa menerima anak ini apa kamu akan terima kalau nanti ada yang menghina anak aku,,apa kamu akan menyayangi anak aku kalau pun kamu tau siapa ayah dari anak aku?hiks..hiks ." tanya Nadine seraya menatap nanar wajah Ray
Ray pun mendengar itu segera menempelkan jarinya di bibir Nadine" sayang aku gak mau denger kamu ngomong gitu lagi,,dan kamu harus inget sekarang dia anak aku"ucap Ray sambil mengelus perut Nadine
" udah kamu abisin dulu makannya terus minum susunya" ucap Ray dan di angguki oleh nadine
masih suka typo
semangat