NovelToon NovelToon
Cinta Dibalik Penolakan

Cinta Dibalik Penolakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:127.4k
Nilai: 5
Nama Author: Enni Chaka

Cerita ini berawal dari seorang gadis cantik bernama Tari yang sedang melakukan KKN disebuah desa terpencil dipinggir laut. Ia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang terjebak di desa itu karena mengalami amnesia.

Mereka pun akhirnya menjalin sebuah hubungan karena merasa saling menyukai, bahkan hubungan mereka sudah melampaui batas sampai Tari bisa hamil anak dari pemuda itu.

Tapi saat pemuda itu ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya, ia ditemukan oleh keluarganya yang ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis di kota J.

Dan lebih mengejutkan lagi ternyata ia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, ia terpaksa meminta kakaknya yang sekaligus pewaris utama perusahaan keluarganya untuk menikahi Tari yang saat ini mengandung anaknya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya??? ikuti terus yah novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni Chaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bau parfummu Tidak Enak

Tari memeluk Zafran lama sekali. Ia serasa menemukan kebahagiaan dalam dekapan itu. Berulangkali tangan Zafran naik turun ingin membalas pelukan Tari tapi entah kenapa akhirnya ia tidak jadi melakukannya.

"Apa yang kamu fikirkan saat ini?"

Pertanyaan Zafran membuat Tari melepas perlahan pelukannya.

"Maaf, aku tadi tidak bisa mengendalikan diriku. Aku merasa berada dititik terendah sekarang" balas Tari.

Zafran hanya diam saja mendengar ucapan Tari. Ia sendiri tidak tahu harus berkata apa.

"Mas, boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Tari.

"Katakan," jawab Zafran singkat.

"Kalau suatu saat kamu menemukan orang yang kamu cintai, apa kamu akan meninggalkan aku?" Tanyanya dengan suara bergetar.

"Apa kamu tidak yakin padaku?" Tanya Zafran menatap Tari sekilas lalu kemudian mengalihkan pandangannya.

Ia merasa belum siap menatap dalam manik Tari.

"Aku cuma merasa tidak pantas untukmu, mas."

"Yang tau pantas atau tidaknya dirimu adalah aku, karena yang memintamu sama orang tuamu juga aku."

Tari menengadahkan wajahnya kearah Zafran tapi tidak bisa lagi membalas ucapan Zafran.

"Jangan terlalu banyak berfikir, tidak baik bagi kesehatanmu dan janin yang sedang kamu kandung saat ini." Ucap Zafran.

Zafran kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Tari pun perlahan bangkit dan membuka tirai jendela kamarnya. Ia seolah bisa merasakan mesrahnya matahari pagi menyapanya.

Saat ia sedang membereskan tempat tidurnya, ponselnya diatas nakas berdering.

"Hai beb, lu udah bangun belum? Atau lu masih asyik berpelukan dibawah selimut sama tuan muda tampan yang berhati salju itu?" Suara Chery terdengar sangat nyaring memekakkan telinga Tari.

"Apaan sih Cher, pagi-pagi udah bikin rusuh," balas Tari.

"Gua udah lama bangun tau," lanjutnya.

"Hihihi." Terdengar cekikikan Chery dari seberang telfon.

"Ada apa lu nelfon pagi-pagi, Cher?"

"Gua cuma mau ngasi tau lu beb, kalau gua dan Nara mau kerumah lu abis dari kampus. Boleh enggak sama laki lu?"

"Bener Cher? Iya boleh dong. Lu kan pernah denger sendiri mas Zafran ngomong."

"Oke deh, wait me yah beb. See you!"

"Sip Cher. See you!"

Sambungan telfon pun terputus. Tari menyunggingkan senyum tipis dibibirnya. Ia merasa sangat senang sahabatnya akan datang mengunjunginya setelah sebulan mereka tidak pernah bercanda dan makan bareng.

Setelah menyimpan kembali ponselnya diatas nakas, ia berjalan keluar balkon. Tari menghirup dalam-dalam udara pagi dengan semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi. Ada kelegaan pada jalan nafasnya yang berhembus pelan.

"Andai hidup seperti sebuah pagi pasti ia akan terus adem, tidak ada panas dan tidak ada gelap," gumamnya.

Ia merasa seolah berada dialam khayal. Ia buru-buru menepis fikirannya saat kembali kealam sadar.

"Ya Tuhan, apa yang aku fikirkan. Engkau sudah mengatur jalan hidup kami dan sudah selayaknya kami menjalaninya dengan baik," lirihnya.

Cukup lama ia berdiri bersitatap dengan matahari pagi karena saat ia kembali kedalam kamar, Zafran sudah siap dengan setelan jas kantornya. Bau parfumnya menyeruak ke seisi ruangan dan menembus kedalaman hidung Tari sampai membuat ia ingin memuntahkan isi perutnya.

Oek...oek...oek

Tari langsung berlari ke kamar mandi. Zafran merasa heran melihatnya. Ia yang saat itu sedang memasang jam dipergelangan tangannya, melangkah mengikuti Tari kekamar mandi.

"Tar, apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi yang ditutup Tari.

Tidak ada jawaban dari dalam. Barulah setelah beberapa menit, pintu kamar mandi terdengar dibuka.

Baru saja kepala Tari muncul dipintu, ia kembali ingin muntah, akhirnya ia tidak jadi keluar malah masuk lagi kedalam. Zafran semakin heran dibuatnya.

"Apa perlu aku panggil dokter sekarang?" Tanyanya tapi lagi-lagi tidak mendapat jawaban dari Tari.

Barulah setelah beberapa detik ia berdiri didepan kamar mandi, Tari terdengar menjawabnya.

"Mas, sepertinya aku mual karena bau parfum yang kamu pakai."

"What? apa-apaan kamu. Ini parfum import dari brand ternama dunia."

Zafran terlihat tidak percaya dengan ucapan Tari.

"Bener mas, ini mungkin pengaruh kehamilanku."

"Keluarlah sekarang."

"Aku tidak bisa mas kalau kamu masih ada disitu."

"Lalu aku harus gimana?"

"Pergilah dari situ mas, mas duluan saja kebawah."

"Tapi tetap saja kita akan berdekatan. Aku kan akan mengantarmu periksa kedokter."

"Aku bisa pergi sendiri, mas."

Zafran menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya kasar lalu ia berkata.

"Keluarlah, aku akan mandi ulang. Aku akan menyuruh Arya mencarikanku parfum yang berbau lembut."

Zafran keluar dari ruang ganti menuju balkon agar Tari bisa keluar dari sana tanpa merasakan bau parfumnya. Barulah setelah ia melihat Tari sudah berada didekat tempat tidur, ia kembali berjalan menuju kamar mandi tanpa menoleh kearah Tari.

"Maafkan aku mas," ucap Tari setelah Zafran keluar dari ruang ganti.

Tari tidak merasakan lagi bau parfum yang tadi dipakai Zafran. Malah sekarang berganti bau aromateraphi menenangkan yang dipakainya saat mandi.

"Bersiaplah, aku menunggumu dibawah, kita akan kedokter terlebih dulu sebelum aku kekantor," perintahnya pada Tari yang saat itu sedang duduk ditepi ranjang.

"Baik mas."

"Oya mas, Nara dan Chery mau datang kemari. Mereka mau nginap."

Tari berkata sangat hati-hati, takut kalau Zafran berubah fikiran dan tidak mengizinkan kedua sahabatnya itu nginap dirumahnya.

"Aku akan minta pelayan menyiapkan kamar untuk mereka," katanya kemudian berlalu keluar tanpa menunggu jawaban Tari.

"Makasih mas," balas Tari meski Zafran sudah tidak mendengarnya lagi.

"Tari mana sayang?" Tanya mama Elisa pada Zafran yang sudah berada dimeja makan.

"Masih diatas Ma, baru bersiap-siap."

"Kalian jadi kedokter hari ini?" Tanya mama Elisa lagi.

"Iya Ma."

"Oya Zaf, adikmu Zayn akan kembali besok malam. Pengobatannya sudah selesai dan ia sudah ingat lagi semua tentang Delia. Hanya saja kata dokter ia melupakan kejadian tiga bulan belakangan termasuk saat ia mengalami kecelakaan."

"Aku akan menyuruh pak Udin untuk menjemputnya besok dibandara." Hanya itu balasan Zafran.

"Iya sayang."

Mama Elisa seperti biasa, senyumnya tidak pernah luntur saat sedang berbicara. Itu yang membuat Tari begitu mengagumi wanita tersebut. Wanita yang penuh kelembutan dan selalu tersenyum.

"Pagi Ma," sapa Tari yang baru saja datang kemeja makan.

Ia menoleh kearah Zafran sambil menyunggingkan senyum manis tapi hanya dibalas dengan ekspresi datar oleh Zafran. Bagi Tari tidak masalah lagi karena ia sudah terbiasa dengan sikap suaminya tersebut.

"Pagi juga sayang, kamu cantik sekali hari ini," balas mama Elisa.

"Makasih Ma."

"Oya sayang habis dari dokter apa kamu mau langsung pulang?" Tanya mama Elisa pada Tari.

"Aku akan mengantarnya dulu mencari apa yang ia butuhkan selama hamil, Ma." Zafran mendahului Tari menjawab.

"Baguslah sayang, mama senang mendengarnya. Mama doakan hubungan kalian diberkahi dan bahagia selalu."

"Makasih doanya, Ma."

Hanya Tari yang menjawab mama Elisa. Zafran lagi-lagi diam saja tapi ia mengaminkan dalam hati.

❤️ Hi kesayangan mommy, happy reading yah, maaf jika cerita mommy masih banyak kekurangan dan maaf juga kalau mommy tidak bisa membalas koment-koment kalian🙏

Yang pasti mommy selalu sayang sama kalian semua, kecup jauh dari mommy😘😘

💙 Sikapku mungkin belum bisa meyakinkanmu untuk sepenuhnya menghabiskan sisa hidup bersamaku tapi percayalah saat ini aku sedang berusaha membawamu masuk kedalam hatiku...# Zafran💙

1
senja indah
tooorrr up lgi donk
Midawati Wat
di tunggu lanjutannya mom
Milka Aprillia
up donk thor
Fransiska Siba
sahabatnya baik tp tidk tahu kondisi dan keadaan, Tari sdh berkeluarga jgn nemplok terus seolah dia masih single, biarkan Tari dan Zafran habiskan waktu mereka berdua saling mengenal.
miftakhul fahmi
mana lanjutan nya thoë..
Fatiah
apa kabar nih zafran
M Azril
Novel ini sudah tamat juga
senja indah
ini kpan up lgi....otor y gmna sih yaaa...pya 2 novel yg ngegantung semua
M Azril
Lama banget up sampai lupa sama Ceritanya...
Ima Cimy
mom up lagi dong penasaran banget sama kelanjutan nya
Ali Zeain
mom kemanasih???
Ima Cimy
up lagi Thor gantung banget cerita nya selalu bikin penasaran
Devi Wiludjeng
kpn up lagi mom??mom sehat2 kn....jaga kesehatan mom..kami menunggu dgn setia
M Azril
Dah tamat blm ko lama gak up?
nelly zuardy
msh lanjut crita ni?
Midawati
mom gimana kelanjutannya
101672-
kpan up
lnjt
mmpir thor
nur hafizah maulida
kenapa gak up date lagi kak thor...😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!